
"Sepertinya saya yang nantinya tidak nyaman tuan putri." ungkap Tuv.
"Kenapa? saya kalau tidur diam saja kok."
"Jadi gimana tuan putri? Apakah beristirahat dikamar yang sama atau pisah kamar?" Yohan bertanya.
"Tuv akan beristirahat bersama ku tuan Yohan." Anne menjawab.
"Baik tuan putri."
Mendengar jika wanita yang dibawa tuan Yohan adalah seorang putri, orang bersih bersih itu segera memberi hormat.
"Selamat datang tuan putri, maaf saya tidak tau jika anda adalah seorang putri." ucap orang itu.
Anne tersenyum memaklumi. "Tidak apa apa, saya mohon bantuan dengan kamar penginapan, kamu ingin membantu bukan?"
Orang bersih bersih itu mengangguk cepat sambil menunduk. "Iya saya akan segera membersihkan kamar inap itu kalau begitu saya pamit terlebih dahulu tuan putri." orang itu segera memberi hormat dan melangkah meninggalkan ketiga orang itu.
"Ayo tuan putri keruangan kerja saya dulu, saya akan membuatkan hidangan untuk tuan putri."
Yohan dan kedua perempuan itu segera melangkah menuju ruang kerja Yohan. Setelah sampai disana mereka duduk dikursi.
Yohan tampak mencari seseorang.
"Maaf tuan putri saya harus ijin kebelakang untuk membuatkan minum, apakah tuan putri keberatan? sebenarnya ada asisten disini tapi sepertinya dirinya tidak berada disini." ungkap Yohan.
Anne mengangguk membiarkan Yohan meninggalkan Anne dan Tuv diruangannya.
Pintu ruangan Yohan tiba tiba terbuka membuat Anne dan Tuv kaget.
Seorang laki laki yang tampan, tinggi berkulit putih datang berjalan melewati Anne dan Tuv. Anne yang melihat orang itu bertanya tanya apakah orang itu tidak melihat keberadaan Anne dan Tuv?
"Yohan dimana kau? Katanya ada tuan putri yang datang disini, kemana putri itu? Ayo temani aku untuk memberi salam, Yohan kau dimana?" laki laki itu menyapu pandang dan masih tidak menemukan Yohan.
Sampai akhirnya laki laki itu menemukan keberadaan dua wanita cantik, laki laki itu kaget bukan main.
'Tidak ada Yohan disini tapi kenapa ada dua wanita cantik macam bidadari?' batin laki laki itu bertanya tanya.
"Kalian siapa?" laki laki ini bertanya.
Anne hendak menjawab tapi pintu ruangan Yohan kembali terbuka, kali ini siapa yang masuk?
Pintu terbuka dan masuklah Yohan membawa nampan berisi sajian makanan dan minuman. Yohan kaget karena ada seseorang yang masuk tanpa diundang.
Yohan menaruh nampan berisi makanan dan minuman terlebih dahulu. Laki laki tampan itu segera mendekat kearah Yohan. Laki laki itu menepuk bahu Yohan.
__ADS_1
"Mereka siapa?" laki laki itu bertanya kepada Yohan meminta penjelasan.
Yohan geleng geleng kepala kenapa asisten pribadinya tidak sopan sekali, datang datang langsung bertanya bukannya memberi sapaan sekedar basa basi.
"Silakan diminum tuan putri." Yohan mempersilahkan Anne untuk minum.
Anne tersenyum dan segera meminum teh buatan Yohan sekedar menghargai karena Yohan sudah membuatkan teh untuk Anne, Tuv juga melakukan yang sama.
Laki laki yang disebelah Yohan tercengang ternyata dua wanita cantik tadi disana adalah putri dan pelayan pribadinya.
Laki laki itu segera memberi hormat kepada Anne. Laki laki itu menunduk malu karena dengan lancang tadi bertanya siapakah wanita itu tadi, maklum saja Barca belum pernah bertemu dengan sang tuan putri.
"Maafkan atas kelancangan saya tuan putri, saya menyesal." ucap Barca.
Melihat wajah serius asistennya membuat Yohan ingin tertawa tapi Yohan memilih menahannya.
"Tidak apa apa." jawab Anne
Tiba tiba Barca bersimpuh didepan Anne. "Saya akan menerima apa saja hukumannya tuan putri karena kelancangan saya."
"Saya bilang tidak apa apa jadi kamu bebas dari hukuman." ucap Anne.
"Terima kasih atas kemurahan hati anda tuan putri."
"Sudah jangan bersimpuh dihadapan saya." Barca berdiri tidak lagi bersimpuh dihadapan Anne. Mereka berempat diam, hening menerpa didalam ruangan kerja Yohan.
"Tuan putri sepertinya asisten saya juga ingin disini apakah tuan putri mengijinkan asisten saya untuk berada disini?" Yohan bertanya.
"Ouh yah sebelumnya perkenalkan dia asisten pribadi saya tuan putri namanya Barca dia sudah kuanggap seperti adik ku sendiri." lanjut Yohan.
Anne mendengarkan dan memperhatikan Yohan dan Barca.
Barca tersenyum kikuk ketika pandangan Anne menatapnya, "selamat malam tuan putri, saya Barca." Barca memperkenalkan dirinya sendiri.
"Duduklah Barca, kalau kamu berdiri terus kaki mu akan pegal." ucap Anne.
Barca segera duduk disebelah Yohan. Akhirnya Barca bisa melihat dan dekat dengan putri dari negeri ini.
Anne jadi penasaran dengan Barca, seperti Barca tidak sering bersama dengan Yohan.
"Saya jarang melihat Barca ikut ke kerajaan apakah memang Barca tidak sering ikut dengan tuan Yohan?" Anne bertanya.
Dari tadi ada yang curi curi pandang kepada Barca, siapa lagi kalau bukan Tuv. Kenapa yah Tuv selalu terpikat dengan laki laki tampan apalagi seperti Barata dan Barca.
"Barca memang tidak sering ikut karena tidak merasa nyaman dipertemuan dengan banyak orang, saya biasanya yang pergi dan Barca disini menggantikan saya sementara." jawab Yohan.
__ADS_1
Barca yang jadi topik pembicaraan hanya bisa diam karena masih canggung dengan sang tuan putri.
Tuv menoleh kearah jendela ternyata sudah larut malam.
"Tuan putri sepertinya sudah malam." Tuv memberi sinyal.
Anne menatap Tuv dan Anne juga menatap ke jendela benar ternyata langit sudah gelap sekali tanda bahwa sudah malam.
"Tuan Yohan apakah kamarnya sudah dipersiapkan? Saya dan Tuv ingin segera beristirahat."
Sebelum Yohan menjawab, Barca menyela Yohan.
"Saya akan bertanya kepada orang yang menyiapkannya tuan putri. Tunggu sebentar." Barca segera pergi.
Tidak lama Barca kembali dan mengatakan jika kamarnya sudah siap, Anne dan Tuv segera keluar dari ruang kantor Yohan dan akan beristirahat.
Sinar matahari sudah menyapa Anne. Anne segera membuka matanya dan duduk diatas kasur yang empuk walaupun masih empuk kasur yang ada dikerajaan.
Anne menoleh kesamping dimana tadi malam Tuv tidur, disana sudah tidak ada Tuv, kemanakah Tuv pergi? Apa Tuv melupakan Anne? Atau Tuv sedang pergi tanpa Anne?
Anne segera berdiri dan melangkah membuka pintu kamar.
Anne melangkah menjauh dari kamar menyusuri lorong lorong kantor pemerintah daerah A. Masih pagi banyak yang berlalulalang, banyak juga yang menyapa Anne.
"Kemana Tuv pergi? Kenapa dari tadi aku mencari tapi tak kunjung ketemu?" gumam Anne.
Anne masih berjalan sambil menolah noleh mencari keberadaan pelayan pribadinya. Sepertinya benar jika Tuv meninggalkan Anne sendiri, lalu kemanakah Tuv pergi? Dan apakah Tuv pergi sendiri? Apa Tuv tidak takut tersesat didaerah yang tidak dikenali Tuv? Kenapa Anne jadi khawatir yah?
"Tuan putri." ada yang memanggil Anne, dari suaranya Anne tau siapa yang memanggilnya.
Anne segera menoleh dan menemukan orang yang Anne cari sedari tadi.
Tuv segera berlari menuju kearah Anne disebelah Anne ada Barca yang melempar senyum kepada Anne. Setelah sampai dihadapan Anne, Barca memberi penghormatan kepada Anne.
"Dari mana saja kamu Tuv?" Anne langsung bertanya.
Tuv menyunggingkan senyum malu malu, wag kalau begini Anne tau Tuv pasti pergi bersama dengan Barca, berdua hanya berdua.
"Kalian pergi kemana?" Anne mengganti pertanyaannya.
"Kita hanya pergi disekitar kantor tuan putri." Barca yang menjawab.
Sepertinya ada something yang Anne akan tau.
"Kenapa tidak mengajak ku?" Anne pura pura kesal.
__ADS_1
Barca jadi gugup karena melihat Anne kesal, apakah membuat keluarga kerajaan kesal maka Barca akan dihukum?