
"Kenapa keluarga kerajaan tidak berada disini? padahal disini ramai orang dan pemandangannya juga cantik." Anne tidak berhenti memuji.
"Karena kalau keluarga kerajaan disini, pasti banyak warga yang akan memberikan jamuan, mereka tidak mau direpotkan dengan kedatangan para tamu dari kerajaan. Mereka juga tidak pernah mengundang keluarga istana untuk datang dipesta seperti ini." jawab Yohan.
Anne menatap Yohan dengan mata menyelidik. "Kenapa mereka tidak mengundang keluarga kerajaan?".
"Yah karena ini pesta rakyat bukan pesta dari kerajaan."
Anne mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Ayok aku sudah tidak sabar untuk masuk kesana." ucap Anne.
Yohan, dan ketiga dayang mengikuti langkah Anne masuk kedalam pesta rakyat, sedangkan ketiga pengawal standby dipersembunyian.
Anne mulai berbaur dengan para rakyat. Senyum Anne selalu mengembang melihat betapa bahagianya orang orang yang berada dipesta ini.
Yohan mendekat kearah Anne. "Tuan putri tau? disini ada kue basah yang enak wajib dicoba ketika mampir ke pesta rakyat. Apakah tuan putri mau mencobanya?"
Anne tertarik dengan kue basah itu. "Apa kue itu benar benar enak?"
"Tentu, kue itu benar benar enak, dan hanya tersedia satu tahun satu kali berbarengan dengan pesta rakyat. Apakah ketiga dayang itu tidak memberitahu tuan putri tentang kue itu?"
Anne menatap ketiga dayang itu. "Kalian tau tentang kue basah itu?"
Ketiga dayang itu mengangguk.
"Kenapa kalian tidak memberitahu aku tentang kue basah itu?" , "kalian pasti menyembunyikan sesuatu yang menarik, kalian tidak pernah memberitahu ku tentang hal hal menarik yang kalian coba." lanjut Anne.
Sarah menggeleng. "Bukan seperti itu tuan putri, tapi tuan putri tidak boleh sembarangan makan makanan luar, bisa saja ada racun didalam kue itu. Kami mengkhawatirkan tuan putri." ungkap Sarah.
Ena dan Dora mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sarah.
__ADS_1
"Tapi aku ingin sekali mencoba kue itu." ucap Anne berharap.
Yohan tersenyum, "tidak apa apa tuan putri, tuan putri bisa menikmati hidangan itu. Saya yang akan menjadi tester tuan putri." ucap Yohan.
#tester itu seperti dayang yang mencicipi makanan para tuannya sebelum dimakan oleh tuan mereka, biasanya kalau ada racun, maka dayang itu akan meninggal terlebih dahulu. Author namain tester karena emang author kurang tau.
"Wah jangan tuan, biar saya saja." inisiatif Dora.
Yohan menggeleng. "Aku yang menyarankan tuan putri untuk mencoba makanan itu, jadi aku akan menjadi tester."
Ketiga dayang itu hanya bisa mengikuti kemauan sang tuan putri dan tuan gubernur.
Sampai didepan penjual kue basah, Yohan membeli 8 kue basah. Anne hanya menjadi penonton Yohan yang sedang membeli kue, karena Anne tidak pernah melakukan kegiatan jual beli.
Yohan mendekat kearah Anne, Yohan duduk disamping Anne. Ketiga dayang sepertinya dianggap tidak ada oleh Yohan. Mereka bukan penonton bayaran.
Yohan mencicipi kue basah itu terlebih dahulu. Setelah merasa bahwa kue itu baik baik saja tidak mengandung racun atau zat yang membahayakan, Yohan membagi kue itu satu satu kepada Anne dan ketiga dayangnya.
Anne menerima kue dari tangan Yohan, tapi Anne belum memakannya.
Setelah itu Anne memakan kue basah yang katanya enak. Dan benar saja sesuai dengan ekspetasi Anne, kue basah ini benar benar enak. Walaupun enak tapi Anne tidak boleh cepat cepat menghabiskan kue basah ini, karena memang itu aturan istana, kalau seorang putri memakan makanan dengan cepat bisa dianggap rakus, dan seorang putri harus menyisakan makanannya.
"Bagaimana tuan putri apakah enak?" Yohan bertanya. Anne mengangguk.
"Aku suka kue ini, apakah ada kue lain yang enak selain kue ini?"
Yohan terdiam sedang berpikir makanan apa yang pas untuk dimakan Anne.
"Tuan putri, ada mie dengan kuah istimewa disini, tapi tokonya buka pagi hari, saat ini pasti tutup. Kalau tuan putri mau memakan mie itu tuan putri harus menunggu sampai besok pagi." jawab Yohan
"Apa toko itu dekat dengan penginapan yang akan kita tuju?" Anne bertanya.
__ADS_1
Yohan mengangguk. "Kita bisa menginap dirumah pemilik toko itu, sepertinya mereka membuka penginapan, jadi bagaimana tuan putri?" Anne mengangguk setuju.
"Lalu sekarang kita mau kemana?"
"Sebentar lagi ada festival jalan jalan tuan putri, banyak orang yang akan ikut jalan malam. Dan mereka membagikan pernak pernik asli dari pasar ini. Apakah tuan putri mau ikut menonton festival itu? atau tuan putri mau langsung menuju ke penginapan?" Ena bertanya.
Anne tentu ingin ikut melihat festival itu mumpung masih Anne bisa melihat festival itu, mungkin ditahun depan Anne tidak bisa melihat festival ini lagi.
"Aku akan menanti festival itu, apakah masih lama?"
Dora menggeleng, "sepertinya sebentar lagi tuan putri, sudah banyak orang berkumpul dipinggir jalan, ayo apakah tuan putri mau ikut berkumpul?"
Anne mengangguk dan segera berdiri. Ketiga pengawal diam diam mengikuti langkah Anne dan keempat orang lainnya.
Anne diam dipinggir jalan, banyak orang yang juga diam dipinggir jalan, mereka menanti kedatangan para anggota festival.
Suara musik dari alat musik tradisional mengalun indah ditelinga orang orang. Anne sangat menikmati musik yang tersaji. Banyak orang yang mengerumuni pinggir jalan.
Anne hampir saja terjatuh kedepan jika tangan Yohan tidak sigap menarik Anne, sekarang tubuh Anne berada didepan tubuh Yohan.
"Hati hati, anda bisa mencelakai orang lain." Yohan memperingati orang yang mendorong Anne.
Perempuan yang sebaya dengan Ratu Rimba itu memperhatikan Anne. "Maafkan saya tuan, saya tadi buru buru."
Yohan mengangguk tidak lagi mempermasalahkan. Anne menatap Yohan, "terima kasih Yohan, kalau kamu tidak sigap, aku bisa saja terjatuh." ucap Anne.
Yohan mengangguk sambil tersenyum, "sudah tugas saya melindungi tuan putri, saya sudah berjanji pada Yang mulia raja, kalau saya mencelakai tuan putri malam ini maka saya akan dipancung." ungkap Yohan.
Anne kaget mendengar ucapan Yohan. "Kamu mau dipancung? dan sejak kapan kamu bertemu dengan Yang Mulia Raja?" Anne bertanya dengan nada tegas. Anne kalau sudah ingin tau maka sikap Anne akan berubah menjadi lebih tegas.
"Yah aku akan dipancung jika menyakiti atau membuat tuan putri terluka, Yang Mulia Raja sangat khawatir oleh karena itu saya diberi amanat untuk menjaga tuan putri." jawab Yohan.
__ADS_1
Anne masih penasaran sejak kapan Yohan bertemu dengan ayahandanya. Bukannya Anne mengirim surat itu satu hari sebelum menuju kesini? apakah Ayahandanya mempunyai waktu?.
"Tolong jawab pertanyaan ku, sejak kapan kamu bertemu dengan Yang Mulia Raja? dan kamu tau kalau kamu menyakitiku maka kamu akan dipancung itu dari mana?"