Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Kami merasa bahwa tuan putri terlalu baik kepada kami yang hanya dayang dayang." ungkap Sarah.


Anne menatap Sarah. "Aku ingin mengenal kalian sebagai teman ku, aku hanya ingin berteman dengan semua orang."


"Tapi tuan putri benar benar baik." ucap Dora.


Anne tersenyum.


Diperjalanan yang lumayan panjang, Anne benar benar merasa senang karena bisa bebas setelah bertahun terkurung didalam istana.


"Apakah masih lama menuju ke pasar?" Anne bertanya karena ternyata lumayan jauh sekali ke pasar dari kerajaan.


Ena mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Anne. "Memang masih jauh tuan putri, tadinya kalau tuan putri tidak kuat sebaiknya minta ditandu saja."


Anne menggeleng. "Aku tidak pernah ditandu, dan kalau ditandu aku pasti tidak bisa melihat keramaian sekitar kerajaan."


"Kami takut jika nanti tuan putri kelelahan."


"Tenang saja aku pagi pagi sudah biasa jalan jalan disekitar kerajaan, pasti aku kuat kok." Anne berusaha menenangkan ketiga dayang itu yang khawatir dengan kondisi Anne.


"Ayok semangat kalian kalau kecapean beri tahu aku yah." ucap Anne.


Ketiga dayang itu mengangguk.


Anne dan ketiga dayang itu melanjutkan kembali perjalanan menuju pasar. Ditengah perjalanan banyak orang yang terpesona dengan kecantikan Anne, mereka tidak mengetahui jika yang mereka puji adalah seorang putri.


Akhirnya setelah perjalanan panjang, keempat orang itu sudah sampai dipasar. Ena mendekat kearah Anne.


"Kita sudah sampai dipasar tuan putri, apa yang anda butuhkan?" Ena bertanya.


Anne menggeleng. "Aku tidak membutuhkan apa apa, aku hanya ingin ke toko makanan dekat sini."


"Tuan putri lapar? kami akan segera membawa makanan tuan putri." ucap Ena.


Anne menggeleng. "Aku ke pasar hanya ingin menemui Tuv, Tuv bekerja dirumah makan dekat sini, aku akan mengunjunginya, apa kalian tau tempat makan disekitar sini?"


Sarah, Ena dan Dora menggeleng.


"Saya jarang ke pasar tuan putri, jadi tidak tau letak tempat makan itu." jawab Sarah.


"Kalau Ena dan Dora bagaimana? kalian tau letak tempat makan itu?"


Dora dan Ena kompak menggeleng.


"Lalu aku harus bagaimana?" Anne kebingungan.


Ena jadi punya ide, "kita tanya pedagang disini saja tuan putri, pasti mereka tau letak tempat makan itu." ide dari Ena.

__ADS_1


Anne setuju dengan ide Ena, semoga Anne bisa bertemu dengan Tuv hari ini.


"Ayok kita cari pedagangnya."


Anne dan ketiga dayang itu melanjutkan perjalanan.


"Coba kamu Ena yang bertanya kepedagang itu." perintah Anne.


Ena mengangguk dan segera melangkah mendekat kearah ibu ibu pedagang.


"Maaf menganggu waktunya Bu, apa disekitar sini ada tempat makan?" Ena bertanya kepada ibu ibu pedagang.


Ibu ibu pedagang itu menggeleng. "Saya gak tau nona, karena saya baru berdagang disini." ungkap Ibu ibu.


Ena mengangguk mengerti. "Kalau begitu terima kasih Bu, maaf menganggu waktunya."


Ena pergi dan menemui Anne yang menunggu kedatangan Ena. Anne menatap antusias kedatangan Ena.


"Bagaimana hasilnya? kamu sudah tau letaknya Ena?" Anne langsung bertanya.


Ena menunduk kemudian menggeleng.


"Ibu ibu itu pendatang jadi belum tau letak letak disekitar pasar. Maafkan saya tuan putri."


Anne mengangguk. "Ya sudah tidak apa apa, kita bisa mencari pedagang lain."


"Sarah coba kamu tanya pedagang laki laki itu, sepertinya dia tau letak dimana tempat makan sekitar pasar ." perintah Anne untuk Sarah.


Sarah mengangguk mematuhi perintah Anne, Sarah segera melangkah menuju tempat dagangan laki laki itu.


"Selamat pagi pak, saya mau bertanya apa disekitar sini ada tempat makan?" Sarah langsung to the point.


Pedagang berjenis laki laki yang sudah lumayan tua itu menatap Sarah dari atas sampai bawah.


"Nona kamu datang dari kerajaan? pakaian yang kamu gunakan seperti para dayang dikerajaan." Pedagang itu bertanya.


Sarah mengangguk. "Yah saya memang dari kerajaan."


"Lalu ada perlu apa kalian dayang kepasar?"


"Saya mencari tempat makan disekitar pasar ini." jawab Sarah.


Pedagang itu mengangguk anggukan kepalanya, pedagang itu tiba tiba mengkode Sarah untuk mendekat.


"Kamu kalau mau tau tempat makan itu, kamu harus memberiku uang sebagai ganti info dari saya." ucap Pedagang.


Sarah kaget ternyata ada pedagang yang masih memeras orang hanya untuk sebuah informasi. Sarah memilih tidak memberikan uangnya.

__ADS_1


"Saya pamit." Sarah pergi meninggalkan pedagang itu tanpa ada informasi yang didapatkan Sarah.


Sarah berjalan dengan angkuh karena kesal dengan pedagang itu. Dora menatap bingung Sarah.


"Ada apa Sarah?" Dora bertanya.


Sarah menghentak hentakan kakinya diranah, Sarah benar benar kesal atas sikap pedagang itu.


"Aku kesal sekali karena pedagang itu hampir saja memeras ku." jawab Sarah.


"Wah masih ada pemerasan ternyata dikerajaan ini." ucap Anne.


Sarah menatap Anne kemudian mengangguk, "sebenarnya masih banyak tuan putri tidak hanya terjadi dipasar tapi didalam kerajaan saja banyak. Anda kalau menjadi seorang ratu harus bisa menghapus dan menghukum pelaku pemerasan yah."


Anne menggeleng. "Susah bagiku menjadi seorang Ratu."


"Ayok kita mencari pedagang lain saja." lanjut Anne.


Keempat orang itu kembali melanjutkan perjalanan. Mereka mengikuti jalanan besar didalam pasar, mereka berempat tidak tau mana yang akan dituju.


Ena menghentikan langkahnya.


"Sepertinya aku menemukan seseorang yang tau." Ena menunjuk salah satu pedagang wanita yang sudah tua dipinggiran pasar.


Anne dan kedua teman Ena ikut menghentikan langkah.


"Apa menurutmu dia benar benar tau letak tempat makan?" Anne bertanya.


Ena mengangguk yakin. "Sepertinya dia tau tuan putri, dia baru saja mendapatkan soup pasti disekitaran sini ada penjual makanan soup dilihat soup yang masih hangat seperti itu. Aku akan bertanya kepadanya." ucap ***.


*** hampir melangkah tapi langkah Ena dicegat oleh Anne. Ena menatap Anne.


"Ada apa tuan putri?" Ena bertanya.


"Kami kasih koin ini, sepertinya koin ini sangat berharga untuk ibu penjual itu." Anne memberikan beberapa koin.


Ena menatap haru Anne, Anne benar benar putri yang baik hati. Ena mengengam koin itu dan mengangguk.


"Kalau begitu aku akan bertanya kepadanya." Ena melangkah mendekat kearah pedagang perempuan.


Ena menghentikan langkahnya saat sudah dihadapan pedagang wanita itu. Pedagang wanita itu kebingungan atas kedatangan Ena.


"Ada apa nona?" pedagang itu bertanya.


Pedagang itu juga memperhatikan pakaian Ena.


"Saya ingin bertanya apakah disekitaran sini ada tempat makan?"

__ADS_1


Pedagang wanita itu tersenyum, "yah kamu harus mengikuti jalan ini sepanjang lima meter, lalu ada pertigaan kamu harus belok kiri, kamu harus mengikuti jalan itu dan kamu akan menemui tempat makan itu karena tempat makan itu berada dipojokan pasar." jawab pedagang wanita itu.


__ADS_2