
Koki junior itu kebingungan, bukannya raja dan ratu hanya memiliki satu orang anak, dan itu adalah putri Dekieta? apakah ada anak yang disembunyikan yang mulia raja? tapi kenapa anak itu baru muncul sekarang, Yang mulia raja dan keluarga kerajaan sepertinya pintar menyembunyikan Anne.
"Jaga kesopan mu mulai sekarang." ucap Ena.
Koki junior itu mengangguk, dia akan mulai menghormati Anne karena koki junior itu takut jika nanti ia akan kena hukuman.
Anne dengan senyuman yang terus mengembang memperhatikan gerak gerik para koki.
"Apakah tuan putri suka melihat orang sedang memasak?" koki itu bertanya.
Anne mengangguk, "yah aku suka melihat mereka memasak, aku juga ingin belajar memasak agar masakan ku enak seperti buatan kalian." Anne memuji makanan buatan koki kerajaan.
"Saya senang jika tuan putri menyukai masakan saya."
"Apakah tuan putri ingin ikut memasak?" tawar koki.
Anne langsung mengangguk antusias, "aku mau aku mau." teriak Anne kesenangan.
Melihat Anne yang antusias membuat orang yang melihat Anne menjadi ikut bahagia.
Anne dan koki itu memasak bersama, Anne memperhatikan cara koki itu memasak.
Setelah selesai memasak, Koki kerajaan menawarkan Anne untuk mencoba masakannya. Anne segera menyendok makanan dan Anne memasukan makanan itu kemulutnya.
"Bagaimana rasanya tuan putri?"
Anne tersenyum senang, "ini benar benar enak koki, aku sangat suka."
"syukurlah jika tuan putri menyukainya."
Anne melanjutkan untuk melihat lihat koki koki yang sedang memasak.
Yeni mendekat kearah Anne, "tuan putri sebentar lagi matahari terbenam, sebaiknya tuan putri segera pulang kekediaman." ucap Yeni.
Benar kata Yeni, sinar matahari sudah semakin menjauh. Anne segera kembali kekediamannya. Setelah sampai dikediamannya Anne langsung disuguhkan dengan makanan untuk makan malam. Anne hendak menyuap makanan itu tapi kedatangan seseorang membuatnya menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
Seorang dayang ingin bertemu dengan Anne.
Yeni segera memberitahu Anne, "tuan putri ada yang ingin bertemu dengan tuan putri." ungkap Yeni.
Anne menatap kebingungan kearah Yeni, "siapa yang ingin menemui ku?"
"Seorang dayang tuan putri." jawab Yeni.
Anne dan Yeni saling pandang, Anne bingung ada keperluan apa hingga datang dayang?.
"Suruh masuklah." perintah dari Anne.
Yeni mengangguk dan keluar untuk menemui dayang.
Dayang datang dan memberikan penghormatan kepada Anne.
"Ada perlu apa kamu kemari?" Anne bertanya.
"Yang mulia ratu mengundang anda untuk acara teh."
"Baiklah aku akan segera kesana." ucap Anne.
"Terima kasih tuan putri, kalau begitu saya ijin pamit." dayang dari kediaman Ratu Rimba memberikan penghormatan kemudian dayang itu meninggalkan kediaman Anne
Anne memandang Yeni. "Kenapa yang mulia ratu mengundang ku untuk ikut acara minum teh, apa aku ada salah?" Anne bertanya kepada Yeni.
Yeni menggeleng dengan yakin, "menurut pandangan saya, tuan putri tidak berbuat kesalahan."
"Aku juga merasa begitu, tapi bisa saja aku merasa tidak bersalah tapi ternyata menurut ratu rimba itu salah."
Yeni menggeleng. "Jangan berpikiran seperti itu tuan putri."
Anne tersenyum menatap Yeni.
"Sepertinya aku harus berganti baju yang lebih bagus . siapkan gaun ku dayang senior."
__ADS_1
Yeni mengangguk.
Yeni datang kembali, "tuan putri saya sudah siapkan gaun untuk tuan putri."
"Baiklah." Yeni dan dayang dayang masuk untuk membantu Anne memakai gaun
Anne memakai gaun yang dipilih oleh Dayang senior. "Bagaimana tuan putri? apakah tuan putri merasa cocok dengan gaun ini?" Yeni bertanya.
Anne mengangguk, "aku merasa cocok, aku ingin mendengarkan pilihan dayang dayang lain,"
"Ena bagaimana penampilan ku sekarang? apakah aku terlihat cantik?" lanjut Anne bertanya kepada ***.
*** mengangguk. "Tuan putri cantik memakai apa saja."
Anne menatap Sarah, "Sarah menurut mu bagaimana?"
Sarah tersenyum. "Menurut saya gaun itu membuat tuan putri terlihat lebih feminim, saya suka melihat tuan putri memakai gaun seperti ini." ungkap Sarah.
Kali ini Anne menatap Dora. "Dora, lalu bagaimana dengan pendapat mu?"
"Bagus, tuan putri bagus. selalu cantik."
Anne tersenyum ternyata gaun ini cocok dipakai oleh Anne.
"Ayo kita segera menuju ke kediaman yang mulia ratu, aku takut kena hukum karena menunda waktu."
Yeni mengangguk. Anne keluar dari kediaman diikuti oleh para dayang dari kediaman Anne.
Diperjalanan menuju kediaman Ratu, Anne tidak sadar jika dirinya diperhatikan oleh seseorang. Seseorang itu mengepalkan tangannya. Orang itu tidak suka jika Anne keluar menggunakan baju bagus.
"Parti. apakah putri Anne mendapatkan gaun satu bulan sekali?" Dekieta bertanya dengan nada keras.
Parti mendekat kemudian menggeleng, "saya tidak tahu yang mulia." Parti jelas tidak tau karena Parti tidak bekerja dibutik kerajaan. Parti kerja mengurus Dekieta yang banyak maunya.
__ADS_1