
Dora menyodorkan bekalnya kepada Anne.
Anne menggeleng menolak bekal dari Dora.
"Kenapa tuan putri menolak? Apakah karena bekal ini terlalu tidak menggugah selera tuan putri?"
Anne menggeleng, "bukan seperti itu Dora, saya tidak mungkin memakan bekal milik orang lain, saya juga takut jika nanti kamu bakal kekurangan bekal, jadi bekal ini buat kamu saja, simpan untuk nanti ditengah perjalanan." ucap Anne.
Dora kembali memeluk bekal tersebut. "Baiklah kalau begitu tuan putri, tapi tuan putri tidak mungkin kelaparan bukan?"
Anne mengangguk sambil tersenyum.
Hening menerpa Anne dan Dora. Anne menatap Dora, "kamu tidak beristirahat Dora?" Anne bertanya masalnya dari tadi Dora tidak beristirahat.
Dora menggeleng. "Saya belum lelah tuan putri."
"Tapi beneran tidak apa apa jika kamu tidak beristirahat?" Anne justru khawatir kepada Dora.
Dora tersenyum, Dora mengerti jika sekarang Anne khawatir kepada Dora.
"Saya memang sudah biasa tidak beristirahat dijam segini tuan putri, dikerajaan juga tidak mungkin bisa beristirahat jam segini kecuali memang terpaksa." ungkap Dora.
"Ya sudah, kalau kamu capek, istirahat yah." ucap Anne.
Dora mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
Ternyata waktu satu jam bagi para pelayan itu cukup untuk beristirahat, terbukti sekarang mereka semua kembali melanjutkan perjalan menuju ke desa Ye. Untuk menuju ke desa Ye, memang banyak rintangan, banyak jalan terjal membuat mereka takut tapi mereka harus menahan ketakutan mereka agar tuan putri mereka juga tidak akan takut.
Mereka melakukan perjalan selama 2 hari 2 malam saking jauhnya daerah Ye. Daerah itu sepi sekali dijalan juga jarang sekali menemukan penduduk.
Mereka selama perjalan 5 jam akan beristirahat, kalau tidak istirahat Anne takut mereka akan kelelahan dan berujung kematian, Anne tidak mau menanggung dosa karena kematian para dayang dan pengawal yang kecapean jadi Anne mewajibkan mereka semua untuk beristirahat, baik sekali bukan?
Sampai didesa tujuan ternyata tidak ada hal negatif yang menimpa rombongan Anne, Anne bersyukur atas itu.
Anne segera turun dari kereta kuda itu, Anne langsung disambut para warga yang menatap kebingungan. Mereka bingung tumben sekali ada orang kaya yang mendatangi mereka, mereka tidak tau jika Anne adalah putri dari Negara yang mereka huni.
Anne mendekat ke warga. "Selamat siang semuanya." Anne menyapa mereka ramah.
__ADS_1
Para warga saling pandang, mereka tidak mungkin menjawab sapaan dari orang asing, mereka itu jarang bergaul dengan warga daerah luar.
Anne menanggapi itu hanya dengan senyuman.
Para warga masih terdiam, salah satu dari mereka mendekat kearah Anne.
"Ada keperluan apa nona datang kemari? Apa nona mau membeli kami dan menjual kami kepada orang orang sebagai budak?" laki laki itu sepertinya bernegatif thinking.
Para warga memandang Anne sengit, mereka juga taunya Anne adalah orang kaya yang akan dengan senangnya menjual mereka layaknya barang. Mereka tidak suka dengan orang kaya.
"Maaf kedatangan saya bukan untuk hal seperti itu, kedatangan saya kesini untuk membantu kalian semua." ungkap Anne tanpa membual.
Benar bukan? Kedatangan Anne memang untuk membantu warga sini, syukur syukur Anne bisa membuat perekonomian warga sini meningkat, Anne tidak mungkin tega menjual warga warga sini.
Desa ini terlihat kumuh sekali, baju warganya juga tidak ada yang berlapis sutra seperti yang Anne kenakan. Baju mereka lusuh banyak kotoran yang menempel dibaju mereka.
Ditengah perjalan Anne baru tau jika tujuan dia adalah ke desa Ye, desa termiskin dinegara ini pantas saja kampung mereka tidak layak huni. Mereka sepertinya tinggal digubuk dengan orang banyak.
"Bolehkan saya tinggal didesa ini selama beberapa hari?" Anne bertanya.
Anne salah apa? Padahal baru datang sudah dijuteki oleh warga sekitar padahal niat Anne diawal baik.
"Maafkan kedatangan kami secara tiba tiba, tapi saya datang disini bukan untuk berniat jahat, saya tulus membantu warga disini." Anne masih berusaha menyakinkan warga warga disana.
Warga disana masih diam tidak menanggapi perkataan Anne.
"Terserah kalian saja mau apa disini, yang penting jangan menganggu ketentrama warga sini."
Warga mulai bubar sibuk dengan urusan masing masing, mereka membiarkan Anne kebingungan sendiri.
Anne berniat membantu tapi kenapa warganya menolak bantuan Anne? Tolong lah jangan terlalu negatif thinking dengan tamu pendatang mungkin saja niatnya baik.
Ena mendekat kearah Anne.
"Bagaimana tuan putri? apakah kita akan pulang saja? Sepertinya warga sini menolak kedatangan kami." ucap Ena.
Anne terdiam memikirkan keputusannya. Semoga saja kali ini keputusan Anne benar.
__ADS_1
"Tidak, kita harus disini sampai hari tugas selesai, kita harus menuntaskan apa yang harus kita selesaikan." ungkap Anne.
"Baik tuan putri."
Anne menghela nafas lelah, kenapa warga sini jutek jutek sekali sih.
Anne menatap pengawal dan dayang yang bertugas.
"Kalian mau istirahat? Sebaiknya kita dirikan tenda dulu saja, setelah itu kalian bisa beristirahat dengan bebas." perintah Anne.
Semua mengangguk dan mulai membuat tenda, satu tenda untuk Anne dan 8 tenda untuk dayang dan pengawal yang bertugas.
Setelah terpasang sempurna. Pengawal dan dayang segera beristirahat, mereka bergantian. Anne juga mulai beristirahat karena memang Anne sudah merasa capek. Anne bahkan sudah tertidur saking lelahnya tubuhnya.
Para warga memandang sengit tenda tenda yang terbangun, tenda tenda itu lebih layak dari pada hunian yang mereka tinggali. Sungguh miris sekali kehidupan mereka tapi mereka bersyukur yang penting masih bisa makan dan beristirahat dengan tenang itu saja sudah cukup. Mereka tidak suka dengan kedatangan Anne, mereka menganggap Anne adalah orang jahat.
"Bagaimana ketua, kamu pasti akan mengusirnya bukan? Jangan biarkan wanita jahat itu tinggal disini." kompor ibu ibu.
Ketua daerah itu diam, dirinya masih bimbang memilih keputusan.
"Ibu, sepertinya kita harus memberikan kesempatan kepada wanita kaya itu, aku punya firasat jika wanita itu wanita baik." ucap ketua daerah Ye.
Dia merasakan ada yang berbeda didiri Anne, terlihat saat Anne memperlakukan dayang dan pengawal dengan baik.
Wanita yang tadi berbicara tertawa, "apa wanita baik? Tidakkah kamu melihat bahwa dia wanita kaya? Orang kaya kebanyakan jahat." ibu itu mempunyai trauma yang mendalam gara gara ada tuan kaya yang datang dan tiba tiba membawa anaknya, anaknya dijual dan dijadikan budak. Benar benar kejam sekali, tidak pernah merasa kasian terhadap orang yang lebih tidak berdaya dibanding mereka.
"Tapi saya merasa ada yang berbeda Bu dari wanita tadi, jadi mohonlah untuk membantunya berada disini."
"Kamu dibutakan dengan wajahnya ketua, jangan pernah masukkan orang itu kedalam daerah ini, aku tidak Sudi." setelah mengatakan itu ibu ibu pergi berlalu dengan emosi yang meluap luap.
Ibu itu tidak akan lupa dengan kejadian beberapa tahun lalu yang mengores hati lembutnya, anaknya yang dia sayangi pergi meninggalkan dirinya.
Ketua daerah menatap kepergian ibu itu dengan senyum sendu, dirinya memang tau kisah dari ibu itu. Salah satu warga datang dan menepuk punda ketua daerah.
"Sudah biarkan saja ibu itu memang selalu begitu. Saya setuju jika memang ketua setuju membiarkan wanita itu tinggal disini." ucap warga.
Ternyata banyak warga yang setuju dengan pendapat laki laki itu. Mereka harus mengasih kesempatan kepada Anne.
__ADS_1