
"Sebaiknya tuan putri beristirahat saja, kesehatan Tuan putri semakin menurun."
Anne menggeleng. "Tidak, aku harus mencari selir hari."
Yeni segera meraih tangan Anne. "Tuan putri, jika tuan putri meninggalkan kediaman dan tidak beristirahat kalau besoknya tuan putri sakit maka aku yang akan bersalah. ayo beristirahat tuan putri."
Anne menatap tangan Yeni yang memegang tangan Anne. Anne merasa kasihan jika Yeni merasa bersalah. Akhirnya Anne memutuskan untuk beristirahat.
Anne masuk kedalam kamarnya, setelah itu pintu kamar ditutup. Melihat pintu kamar Anne sudah ditutup membuat Yeni tersenyum.
Yeni setia menunggu Anne bangun.
*Anne membuka matanya. Anne merenggangkan tubuhnya. Anne menatap sekelilingnya, waktu sudah siang, Anne segera bangun. Saat membuka pintu, para dayang sudah setia menunggu Anne didepan pintu.
"Tuan putri sudah bangun?" Yeni bertanya.
Anne mengangguk, Anne merapikan rambutnya.
"Saya akan siapkan makan siang tuan putri." ucap Yeni, setelah itu Yeni memperintah dayang lain untuk segera mempersiapkan kebutuhan Anne.
Makan siang Anne sudah tersedia. Anne segera memakan makanan yang disajikan, kali ini makanannya Anne sangat menikmati.
Setelah selesai, Anne bingung mau ngapain didalam kamarnya. Anne merasa bosan.
Anne memanggil Yeni. Yeni segera masuk kedalam kamar Anne.
"Ada perlu apa tuan putri memanggil saya?"
"Apakah hari ini tidak ada jadwal mengunjungi atau sekedar bertemu dengan para putri? bukannya aku sudah bisa ikut dengan kunjungan para putri?" Anne bertanya.
Dayang senior cuman tersenyum. "Tapi kunjungan para putri sudah diwakilkan oleh putri Dekieta."
Anne menatap Yeni tidak percaya, "kenapa dia tidak mengajak ku untuk bertemu dengan putri putri lain?"
"Saya tidak tau tuan putri, tapi memang dari dulu putri Dekieta lah yang ikut kedalam pertemuan putri putri."
Anne menghela nafas, apa dikerajaan Anne tidak dianggap putri? Anne benar benar muak berada didalam kerajaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dekieta menatap tajam kearah Anne. Mereka berdua bertemu ditaman. Anne segera memberi penghormatan kepada Dekieta.
"Selamat pagi yang mulia." sapa Anne.
Dekieta tersenyum tidak membalas sapaan dari Anne.
"Kau pergi kesini mau apa?" Dekieta bertanya dengan nada judesnya.
__ADS_1
Anne tersenyum menanggapi, "saya hanya ingin menghirup udara bebas."
Dekieta tertawa, "bukannya keluar dari kamarmu itu termasuk menghirup udara bebas? kenapa sampai kesini?"
Anne berusaha menahan kesalnya.
"Karena saya juga seorang keluarga kerajaan yang berhak mengunjungi tempat tempat dikerajaan." Anne menjawab dengan tegas.
Dekieta menahan kesal karena semakin hari Anne semakin berani. Anne seperti bukan Anne yang dikenalnya dulu, apa karena Anne sudah mengenal dunia luar jadi membuat Anne berubah.
Tanpa sepatah kata Dekieta meninggalkan Anne. Anne menatap kepergian Dekieta dengan tatapan dingin.
Anne pergi berjalan jalan menyusuri taman penuh bunga.
Setelah bosan, Anne punya rencana untuk mengunjungi ayahnya. Anne juga akan berterimakasih karena ayahnya, Anne bisa bebas dari hukuman.
"Dayang senior, aku ingin pergi menemui ayahanda ku, apakah bisa?" Anne bertanya.
Yeni mengangguk. "Sepertinya bisa tuan putri."
"Baiklah ayo kesana." Anne pergi meninggalkan taman bunga.
Anne dan dayang dayangnya melangkah menuju ke kediaman raja.
Setelah sampai Anne menunggu dibukakan pintu oleh pengawal, pengawal menahan Anne karena pengawal akan bertanya terlebih dahulu kepada Raja apakah Anne diizinkan masuk atau tidak.
Mendapat ijin dari sang Raja, pengawal segera membukakan pintu. Anne segera masuk keruangan kerja ayahnya.
"Selamat pagi Yang mulia." Anne menyapa dengan suara lembut.
Raja menganggukkan kepalanya tapi tatapannya masih fokus dengan berkas berkas ditangannya.
"Ada perlu apa kamu kesini?"
"Saya akan menyajikan makanan, saya harap yang mulia bisa merasakan masakan saya." sebelum kesini Anne menyempatkan untuk memasak makanan, Anne akan menghidangkan makanan untuk sang ayah.
Fokus Raja teralihkan, Raja menatap makanan yang dibawa oleh Anne.
"Apa kamu benar yang memasak makanan itu?" Raja bertanya.
Anne mengangguk. "Yah saya yang memasak makanan ini."
Raja Artira tersenyum, walau Anne dididik dengan keras ternyata ada hikmahnya, Anne bisa melakukan apapun sendiri.
"Baiklah sajikan." perintah dari Raja.
Anne segera menyajikan makanan untuk ayahnya. Raja segera memakan makanan buatan Anne. Melihat Raja makan dengan lahap membuat hati Anne senang, walaupun Anne tidak terlalu dekat dengan ayahnya namun Anne senang bisa berinteraksi seperti sekarang.
__ADS_1
Semua makanan bersih dilahap oleh sang Raja. Raja melakukan itu sebagai bentuk apresiasi kepada Anne yang telah memasak makanan bukan bentuk serakah.
"Bagaimana yang mulia? apakah ada yang kurang dalam masakan saya?" Anne bertanya padahal jawabannya sudah jelas didepan mata.
"Tidak ada yang kurang, semuanya enak." jawab Raja Artira.
Anne tambah senang karena Ayahnya memuji masakan Anne, tidak sia sia Anne membaca buku resep sampai berjam jam.
"Saya akan pamit yang mulia." ucap Anne.
Anne segera membereskan mangkuk mangkuk. Anne akan berdiri tapi dicegah oleh suara ayahnya.
"Tunggu putri Anne."
Anne menatap Yang Mulia Raja dengan tatapan kebingungan, apakah Anne membuat masalah?.
"Ada apa yang mulia? apakah saya membuat masalah?" Anne bertanya dengan raut wajah khawatir.
"Tidak, kamu tidak bersalah. Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa kamu akan diperkenalkan ke warga dan orang orang sebagai seorang putri, jadi persiapkan dirimu Anne." ungkap Raja Artira.
Anne kaget, hatinya berdebar mendengar kabar bahwa Anne akan mulai diperkenalkan.
"Ap apakah itu tidak apa apa?" Anne bertanya dengan nada gugup.
Raja Artira tersenyum. "Tidak apa apa, persiapkan dirimu saja."
Anne tersenyum senang, "terima kasih yang mulia."
"Nanti akan ada dayang dayang yang akan memberi mu gaun yang bagus. pilihnya yang terbaik." ucap Raja Artira.
"Terima kasih yang mulia." hanya kata terima kasih yang bisa diucapkan Anne saat ini.
Raja Artira mengangguk. "Istirahatlah."
Anne mengangguk. Anne meninggalkan ruangan kerja ayahnya dengan perasaan senang. Yeni yang melihatnya menjadi penasaran.
Sampai dikediaman Anne meluapkan perasaannya dengan menari. Dayang dayang yang melihat Anne tentu penasaran.
"Wah perasaan tuan putri sepertinya sedang baik, ada berita baik apa tuan putri?" Yeni bertanya karena penasaran.
Anne tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Kata yang mulia raja sebentar lagi aku akan diperkenalkan kepada rakyat dan warga didalam istana sebagai seorang putri, aku bahagia karena mungkin setelah itu aku tidak akan mendapatkan ketidakadilan." ungkap Anne.
Yeni tersenyum ikut senang kali ini. "Kami ikut senang tuan putri." ucap Yeni yang diikuti dengan para dayang.
"Aku akan beristirahat, kalian bisa meninggalkan kediaman ku." perintah Anne kepada dayang dayangnya.
Yeni dan dayang dayangnya mematuhi perintah Anne.
__ADS_1
"Selamat beristirahat tuan putri." dayang dayang mulai menjauh dari kamar Anne.
Anne segera melangkah ketempat tidur.