Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Pangeran ingin berbicara tentang apa? Kenapa tidak ditempat pesta saja?"


Apa Anne tidak tau jika berbicara ketika banyak orang maka suara yang sedang berbicara akan kerendam?


"Kalau saya berbicara ditempat pesta pasti tidak akan terdengar karena dipesta terdapat banyak orang."


Anne menunduk, Anne merasa kurang peka. "Maafkan saya yang mulia, karena saya tidak tau."


Jeha tersenyum singkat. "tidak apa apa, jangan terlalu dipikirkan."


Anne menatap wajah tampan didepannya ini, "apa pangeran marah kepada saya?" Anne sebenarnya takut untuk bertanya.


"Tidak saya tidak marah, kenapa kamu berpikiran seperti itu?"


"Saya tidak tau, saya hanya takut saja jika pangeran marah kepada saya." jawab Anne.


Hening menerpa. Anne menatap sekelilingnya sedangkan Jeha menatap wajah Anne yang cantik jelita.


Anne tiba tiba menatap Jeha, karena takut ketakutan sedang memperhatikan Anne akhirnya Jeha langsung membuang pandangannya ke lain arah.


"Tadi bukannya yang mulia mengajak saya kesini karena ada yang ingin dibicarakan? Jadi apa yang akan dibicarakan?" Anne bertanya.


Berlama lama bersama Jeha membuat Anne jadi gugup. Anne tidak mungkin berlama lama karena takut jika nanti menimbulkan kesalahpahaman.


"Apakah pembicaraan ini penting? Saya harus kembali ke aula pesta." Anne berusaha untuk mempercepat waktu tapi sepertinya Jeha tidak mau memberitahu terlebih dahulu.


"Tolong pangeran, saya sudah tidak punya waktu lagi untuk menunggu disini."


Jeha menatap mata indah milik Anne. Mata indah Anne benar benar menyihir laki laki yang menatapnya. Melihat Jeha yang memperhatikannya membuat Anne jadi salah tingkah, Jeha saat ini sangatlah tampan pantas banyak wanita yang tergila gila dengan Jeha.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertanya." ungkap Jeha pada akhirnya.


"Bertanya tentang apa pangeran? Apakah itu tentang hal penting diantara kerajaan? kalau memang itu tidak pantas jika saya mendengar pertanyaan tentang kondisi kedua kerajaan." tidak mungkin bukan jika Anne mendengar rahasia dari kerjasama kedua kerajaan.


"Aku hanya ingin bertanya tentang kamu." ungkap Jeha. Apakah Anne akan salting jika Jeha bertanya tentang Anne?.


Anne berusaha menahan rasa terkejutnya. Kenapa Jeha bertanya tentang dirinya? Apakah Anne membuat kesalahan?.


Anne menunduk, jari jari Anne saling meremas. "Apakah saya berbuat kesalahan pangeran?" Anne memilih bertanya agar Anne segera tau letak kesalahannya.


Jeha menggeleng. "Tidak, tidak bukan begitu."


Anne menatap Jeha dengan tatapan kebingungan, lalu Jeha mau bertanya tentang apa?


"Aku bertanya kenapa kamu tidak mencalonkan diri sebagai calon permaisuri seperti putri Dekieta?" Jeha bertanya.


Ouh ternyata Jeha hanya ingin bertanya tentang ini. Kenapa Jeha bertanya seperti ini?


Jeha terperangah karena baru kali ini ada seorang perempuan yang tidak tertarik menjadi calon permaisuri dari seorang Jeha yang tampan dan berkarisma ini? Wah wah sangat sangat diluar prediksi.


Anne menatap Jeha, "hanya itukah yang ditanyakan pangeran? Kalau tidak ada lagi saya ijin untuk kembali ke aula pesta. Terima kasih." ucap Anne. Anne meninggalkan Jeha sendiri.


Anne segera melangkah menuju ke aula pesta, rasanya kalau Anne menghilang dari pestanya sendiri pasti akan ada banyak yang membicarakan Anne dibelakang Anne.


Anne mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru aula. Tuv yang melihat kedatangan Anne kembali akhirnya mendekat kearah Anne dengan langkah tergopoh gopoh.


"Tuan putri." nafas Tuv tercekat karena Tuv jarang sekali berlari dan sekarang Tuv baru saja berlari menghampiri Anne.


"Tuan putri kenapa lama sekali? Apakah ada hal penting yang terjadi diantara pangeran Jeha dan tuan putri?" Tuv bertanya karena merasa penasaran kenapa Anne sangat lama sekali pergi dari aula pesta

__ADS_1


Anne menggeleng, "Pangeran hanya bertanya saja. tidak ada hal yang penting lainnya." Anne berbicara jujur.


Tuv merasa lega ternyata Anne hanya berbincang dengan Pangeran Jeha, Tuv sebenarnya khawatir kalau Jeha berbicara dengan Anne karena tiba tiba ada masalah, Tuv kan trauma dengan masalah yang pernah timbul gara gara para dayang yang memfitnah Tuv.


"Kalau begitu tuan putri harus kembali menyapa para tamu." ucap Tuv.


Anne mengangguk dan Anne melangkah menghampiri para tamu yang belum Anne sapa.


Anne sudah selesai menyapa para tamu penting kalau yang tidak penting Anne tidak menyapanya karena Anne harus mengutamakan yang terpenting dulu.


"Tuan putri Anne." panggil seseorang.


Anne menoleh dan menemukan sosok Yega yang tampan. Yega itu adalah definisi cowok macho tidak kalah dengan Jeha.


"Ada apa?" Anne bertanya kenapa Yega memanggilnya, bukannya antara Yega dan Anne tidak ada perlu sama sekali?.


"Saya ingin mengucapkan selamat kepada tuan putri, Selamat karena sudah mendapatkan gelar putri dan mulai diperkenalkan ke masyarakat." ucap Yega.


Anne tersenyum, "terima kasih."


Anne menoleh kearah lain karena buat apa Anne menatap Yega lama lama? Apakah menatap Yega lama lama bisa membuat Anne beruntung?


Netra indah milik Anne menemukan sosok seseorang yang pernah dekat dengan Anne, siapa lagi kalau bukan Yohan? Wah Yohan datang keacara Anne kali ini? Kenapa tadi malam Anne tidak menemukan keberadaan Yohan? Apakah Yohan baru saja datang pagi ini? Apa Yohan terlambat datang?


Yohan tersenyum manis sambil menatap wajah Anne. "Tuan putri selamat atas gelarnya." ungkap Yohan.


Anne terdiam sebentar, "terima kasih gubernur Yohan karena sudah menyempatkan diri datang kesini."


Yohan jadi canggung, Yohan kebingungan sendiri berbincang dengan Anne. Yohan kehabisan topik.

__ADS_1


'Aduh kenapa jadi bingung sendiri?' batin Yohan.


Apakah ada ide percakapan yang tidak membuat canggung antara Yohan dan Anne?


__ADS_2