Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
64


__ADS_3

"Tuan putri tadi sedang beristirahat dan tidak mungkin saya menganggu waktu istirahat tuan putri." ucap Tuv.


"Baiklah saya menerima alasan mu Tuv."


Tuv senang karena Anne tidak bertanya lebih lanjut tentang Tuv dan Barca yang pergi bersama.


"Saya sudah menyiapkan air panas untuk tuan putri berendam, apa tuan putri akan berendam sekarang?" Tuv bertanya.


Anne mengangguk.


"Kalau begitu saya pamit dulu tuan Barca." Tuv pamit. Anne dan Tuv meninggalkan Barca.


Tuv memberikan gaun baru.


"Karena tuan putri akan mandi dan tidak ada gaun ganti jadi tuan Yohan membelikan gaun baru untuk tuan putri, so sweet banget yah tuan Yohan." yang dibelikan gaun Anne yang baper malah Tuv.


Anne jadi malu dan juga hati Anne merasa berbunga bunga. Kenapa Yohan sangat pengertian sekali sih? Jadi pengin nikah sama Yohan


Anne segera mandi dan memakai gaun pemberian dari Yohan. Gaun pemberian dari Yohan tampak pas ditubuh Anne. Kenapa Yohan bisa tau ukuran tubuh Anne yah?


Setelah mandi Anne sarapan bersama dengan Tuv disana juga ada Yohan dan Barca, mereka berempat sarapan bersama.


"Kapan tuan putri akan pulang ke kerajaan?" Yohan bertanya.


"Saya akan pulang setelah ini tuan Yohan, kalau nanti siang saya takut jika diperjalanan sudah malam jadi lebih baik saya dan Tuv pergi pada pagi hari." ungkap Anne.


"Apa saya perlu mengantar tuan putri sampai ke kerajaan?" kan Yohan itu pengertian sekali, tapi tidak mungkin Yohan mengantar sampai ke kerajaan kalau mengantar sampai kerajaan namanya bukan mengantar lagi.


"Tidak usah tuan Yohan, saya dan Tuv takut merepotkan tuan Yohan."


"Tenang saja tuan putri, tuan Yohan senang kok direpoti." Barca menyahut.


Anne tersenyum melihat Yohan yang salah tingkah karena perkataan Barca.

__ADS_1


"Tapi saya benar tidak mau merepotkan tuan Yohan." ucap Anne sekali lagi.


Yohan terdiam sedang menimbang nimbang sesuatu.


"Ya sudah tuan putri saya tidak akan mengantar sampai kerajaan tapi saya akan mengantar tuan putri sampai gerbang pergantian daerah bagaimana?" Yohan sedikit memaksa.


Walaupun seperti tawaran tapi ini bukan penawaran tapi seperti pemaksaan. Jadi kalau pemaksaan Anne harus setuju bukan?


Setelah selesai sarapan, Anne dan Tuv pergi dari kantor Yohan, dan diikuti oleh Yohan dan Barca. Sepertinya ada dua orang yang akan menahan rindu karena tidak bisa bertemu.


Yohan benar benar mengantarkan Anne sampai gerbang selamat jalan. Anne mengucapkan terima kasih setelah itu Anne melangkah mulai semakin jauh dari daerah A. Yohan sebenarnya khawatir tapi apalah daya saat ini Yohan hanya bisa diam. Yohan menatap sendu dimana tubuh Anne semakin jauh dari pandangannya.


Selama lebih dari 3 jam Anne dan Tuv berjalan, akhirnya Anne dan Tuv sampai didepan gerbang kerajaan. Anne belum masuk karena harus melihat keadaan sekitar, Anne takut ketahuan.


"Tuv apakah keadaan aman?" Anne bertanya kepada Tuv.


Tuv juga ikut menengok kanan kiri.


"Sepertinya aman tuan putri." jawab Tuv setelah melihat sekitar.


Anne menggeleng, "nanti dulu Tuv, kita harus benar benar teliti takut jika kita kecolongan." Tuv sama Anne sudah seperti maling saja yang takut ketangkap basah oleh orang orang.


Tuv padahal sudah capek dan ingin beristirahat tapi melihat tuan putrinya yang masih memilih diam didepan gerbang yah Tuv harus ikut diam didepan gerbang.


"Sepertinya memang sepi tuan putri, mungkin keluarga kerajaan semuanya masih sibuk karena jam jam segini biasanya juga tuan putri Dekieta dan Ratu beristirahat." ungkap Tuv yang sedikit mengetahui jadwal kebiasaan keluarga kerajaan.


"Ya sudah ayo kita masuk."


"Tapi kita harus mengendap endap yah Tuv." lanjut Anne.


Aduh apa lagi nih? mengendap endap? sepertinya emang ini adalah uji coba menjadi maling yang takut ketangkap oleh orang orang. Tuv tidak habis pikir dengan Anne, padahal kalaupun tertangkap didalam kerajaan tuan putrinya bisa membuat alasan kenapa keluar dari kediamannya. Kenapa harus mengendap endap begini? tapi tetap saja Tuv melakukan perintah dari tuan putri.


Anne perlahan melangkah penuh hati hati takut menginjak sesuatu yang bisa membuat orang sekitar tau keberadaan Anne.

__ADS_1


Setelah acara mengendap endap seperti pencuri, akhirnya Anne bisa sampai didalam kamarnya, Anne bernafas lega karena tidak ada yang tau jika Anne keluar dari kediamannya selama satu hari satu malam. Anne juga sudah bertanya kepada Yeri dan Yeri mengatakan jika tidak ada yang mengunjungi Anne selama Anne berada diluar. Anne termasuk masih untung bukan?


...****************...


Keesokan harinya, Anne bangun seperti biasa dan melakukan kegiatan rutin seperti biasa dipagi hari.


Hari ini agendanya Anne akan pergi menuju ruang belajar didekat danau, Anne merasa perlu membutuhkan tempat yang tenang dan baru untuk dirinya belajar oleh karena itu, Anne memilih gazebo dekat dengan danau.


Anne sudah siap dengan membawa semua peralatan belajarnya dan juga buku buku yang perlu Anne baca.


Anne sudah melangkah menuju ke gazebo itu.


Ditengah jalan menuju ke gazebo, Anne bertemu dengan Selir Hari. Hari ini Selir Hari tampak cantik. Anne tidak lupa memberi hormat dan mengucapkan sapaan sekedar untuk basa basi atau lebih bisa dianggap menghormati


"Kamu mau pergi kemana?" Selir Hari bertanya.


Anne menatap wajah selir Hari sejenak kemudian Anne menjawab, "saya akan belajar ke gazebo dekat danau, selir."


Selir Hari tersenyum entah tersenyum karena apa tapi kalau dilihat itu bukan senyuman sinis.


"Kamu memang rajin belajar sekali, apa yang akan kau raih kali ini tuan putri?"


Anne tersenyum tipis, "saya hanya ingin belajar untuk menambah ilmu dan tidak ada maksud tertentu selir."


Selir hari kembali tersenyum. "Aku harap kamu bisa memahami ilmu dari buku itu untuk masa depan mu."


Anne tersenyum setuju dengan perkataan Selir Hari dan Anne merasa ada yang beda dengan Selir Hari kali ini? kenapa Selir Hari baik kepada Anne? Ini bukan seperti Selir Hari biasanya yang penuh penekanan kepada Anne.


"Kalau begitu saya pamit selir." Anne mulai melangkah.


Namun langkah Anne terhenti karena perkataan Selir Hari.


"Jika kamu ingin pergi dari kerajaan maka lakukan lah sekarang, kalau kamu menunda nunda maka yang akan terjadi hanya hal buruk." setelah mengatakan ini Selir Hari pergi begitu saja meninggalkan Anne yang bertanya tanya dengan perkataan Selir Hari.

__ADS_1


Anne bertanya tanya dari mana Selir hari tau jika Anne hendak berniat keluar dari kerajaan dan memulai hidup baru sebagai warga biasa? Dari mana Selir hari tau? Apakah dari sang raja? Tapi sepertinya bukan tapi dari siapa? Apakah saat Anne berbicara empat mata bersama Raja ada pelayan yang mendengar pembicaraan Anne dan pelayan itu menjual berita Anne yang akan keluar dari kerajaan? Benar benar tidak bisa dipercaya.


Anne jadi penasaran dari mana Selir hari tau yah? semua orang dikerajaan ini bisa saja menjadi calon tersangka.


__ADS_2