Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

Dekieta sedang berpikir. Terlintas pemikiran bahwa Jeha sepertinya tidak hanya memperhatikan Anne Tapi Jeha juga memperhatikan seseorang yang berada dekat dengan Anne.


'Apakah Jeha cemburu dengan kedekatan Anne dan Yohan?'


Dekieta memperhatikan ekspresi Jeha. 'Sepertinya benar dugaan ku.' batin Dekieta.


Tiba tiba terlintas ide jahat. Dekieta tersenyum menyeringai.


"Wah adik ku sepertinya sedang dekat dengan pria itu." ucap Dekieta tiba tiba.


Mendengar ucapan Dekieta membuat Jeha menoleh. Telinga Jeha langsung mendengar ucapan Dekieta karena menyangkut tentang Anne.


Namun Jeha kembali menatap kearah depan.


"Sepertinya dugaan mu salah putri Dekieta, karena kelihatannya putri Anne hanya berteman dengan pria yang bernama Yohan itu." ucap Jeha.


Dekieta menatap Jeha sambil tersenyum, "memang adik ku sepertinya hanya menganggap Yohan teman, tapi apakah pangeran melihat tatapan cinta dari mata Yohan?,"


"Yohan terlihat sangat mencintai putri Anne." sambung Dekieta.


Dekieta harus membuat Jeha cemburu dan berakhir mundur karena Anne sudah dimiliki oleh pria lain.


Dekieta tersenyum senang karena melihat ekspresi Jeha yang menahan emosi. Jeha sudah terpancing jebakan dari Dekieta, ah senangnya menjadi Dekieta sekarang.


Pada saat bersamaan Yohan terlihat sedang menatap wajah Anne lama dan ketika Anne menatap balik Yohan, Yohan segera membuang pandangannya, jelas terlihat bahwa Yohan menaruh hati kepada Anne. Anne sepertinya bahagia dekat dengan Yohan.


Jeha mengepalkan tangannya. Entah sekarang Jeha merasa gerah melihat kedekatan Anne dengan Yohan, apakah Jeha sedang cemburu?


Dekieta bertekad bahwa Dekieta akan membuat Jeha bertekut lutut dan mulai menaruh hati kepada Dekieta. Jeha menggeleng berusaha mengusir pikiran itu.

__ADS_1


"Sepertinya benar seperti dugaan ku yang mulia pangeran, Yohan sepertinya menyukai adik saya." kompor Dekieta.


Jeha memandang Dekieta tapi setelah itu Jeha kembali memfokuskan pandangannya ke arah Anne dan Yohan.


Anne terlihat sedang berbincang dengan Yohan.


* Karena bosan hanya berada diaula pesta. Anne merasa lapar karena belum sama sekali makan. Anne mengelus perutnya, Anne sudah terlihat seperti wanita hamil. Tanpa sadar Yohan memperhatikan tingkah Anne.


"Tuan putri lapar?,"


"saya baru tau jika ada yang kelaparan dipestanya sendiri." lanjut Yohan sambil terkikis geli.


Anne menatap Yohan kesal, ternyata dari tadi Yohan tau gelagat aneh dari Anne.


"Dari tadi aku sibuk mengurus tamu, jadi aku lupa makan." ungkap Anne tanpa diminta.


Ada seseorang yang kebakaran jenggot karena melihat interaksi Yohan dan Anne yang dekat.


"Saya juga sepertinya lapar tuan putri, apakah kita bisa mencari makanan?" ajak Yohan.


Anne setuju dengan ajakan Yohan, jadi mereka berdua mulai melangkah menuju ke tempat sajian untuk pesta.


Jeha yang dari tadi memperhatikan kedekatan Anne dan Yohan, mengerutkan keningnya bingung, kenapa Anne dan Yohan meninggalkan aula pesta. Apa Yohan dan Anne akan berduaan ditempat sepi?, oh tidak Jeha harus mencegah mereka berdua.


Tanpa sadar Jeha mengikuti langkah Yohan dan Anne. Jeha tidak tau saja jika Yohan dan Anne hanya ingin menuju tempat sajian.


Melihat Jeha pergi, membuat Dekieta juga ikut pergi mengikuti langkah Jeha. Jadi Jeha dan Dekieta otomatis mengikuti kemana Anne berada, apakah Jeha dan Dekieta akan menjadi stalker karena suka mengikuti orang diam diam? tapi kali ini Jeha mengikuti Anne secara terang terangan.


Jeha mempercepat langkahnya, Dekieta yang mengikuti langkah Jeha jadi tergopoh gopoh. Kenapa Jeha tidak kasian sekali dengan Dekieta.

__ADS_1


"Pangeran, pangeran mau kemana?" Dekieta bertanya sambil menjinjing gaunnya yang indah.


Jeha tidak memperdulikan pertanyaan Dekieta, sekarang yang diperdulikan Jeha adalah kemana Anne dan Yohan akan pergi?


Dekieta masih saja mengajak bicara Jeha, padahal Jeha tidak pernah menjawab pertanyaan Dekieta, Dekieta harus lebih semangat lagi untuk mencari perhatian kepada Jeha.


Dekieta menatap kedepan, didepan sana, ada pasangan Anne dan Yohan, terlintas pikiran dibenak Dekieta, apa jangan jangan Jeha menjauh dari aula pesta karena mengikuti Anne dan Yohan?. Benar benar diluar nalar sekali.


'Apa pentingnya Anne dan Yohan sih? Sampai diikutin sama Pangeran Jeha?' batin Dekieta.


Yohan dan Anne berhenti didepan banyak makanan.


"Silakan menikmati Tuan putri." ucap Yohan.


Tuv tidak lupa melayani Anne dengan memberikan piring agar Anne bisa mengambil makanan untuk dimakan.


Anne tertawa mendengar ucapan Yohan. Melihat Anne tertawa membuat Yohan jadi salah tingkah, tawa Anne membuat sesuatu didalam diri Yohan jadi banyak dihinggapi oleh kupu kupu alias Yohan sedang menerima rasa cinta yang semakin menabrak karena melihat Anne yang semakin cantik jika tertawa.


"Seharusnya saya yang berbicara seperti itu kepada tuan Yohan, maafkan saya tuan Yohan." ucap Anne tulus.


Yohan menggeleng, "jangan merasa begitu tuan putri, walaupun tuan putri tidak berkata demikian, saya juga pasti langsung mengambil makan." ucap Yohan.


Anne menatap wajah Yohan, "hemm benarkah?"


Yohan mengangguk.


Tanpa Yohan dan Anne sadari, Jeha dan Dekieta bergabung pura pura ingin mengambil makanan, padahal dari tadi mereka berdua sedang mengikuti Anne dan Yohan.


Melihat kedatangan Jeha, Anne dan Yohan segera menunduk hormat. Yohan sebelumnya belum tau jika ada pangeran negeri besar yang datang di pesta Anne, tapi setelah curi curi dengar dari para putri bangsawan akhirnya Yohan tau dan Yohan juga sudah melihat Jeha, oleh karena itu Yohan memberikan hormat karena sudah tau jika Jeha adalah pangeran besar.

__ADS_1


"Wah sepertinya putri Anne belum menawarkan makanan kepada ku." ucap Jeha tiba tiba.


__ADS_2