
"Tuan putri harus memberitahu Yang Mulia Raja kalau tuan putri ingin keluar istana, maaf tuan putri tapi jika tuan putri bukan calon ratu, pasti Raja akan mengijinkan tuan putri keluar dari istana, yang terpenting tuan putri sudah ijin kepada yang mulia." ucap Sarah.
Anne masih memikirkan ide dari Sarah, apa Anne akan melakukan itu? tapi apakah ayahandanya benar benar mengijinkannya keluar istana?. Anne takut jika nantinya Anne kena marah oleh Yang Mulia Raja.
"Aku takut kena marah Sar." ungkap Anne.
"Kalau belum dicoba jangan takut tuan putri." Sarah berusaha memberi kalimat positif untuk mendukung Anne.
Anne mengangguk dan menyetujui ide dari Sarah. Anne juga setuju dengan perkataan Sarah, seharusnya Anne tidak perlu takut karena belum mencoba.
"Ouh yah tuan putri, aku mendengar gosip tentang tuan putri." Dora memancing gosip.
Anne menatap Dora, "gosip tentang aku? gosip apa?"
Ena sebenarnya tidak setuju jika Dora memberitahu tentang gosip itu
"Dora bukannya aku sudah melarang mu untuk tidak membahas itu." cegah Ena sebelum Dora memberitahu Anne.
Anne jadi semakin penasaran karena Ena melarang Dora untuk memberitahu Anne, 'sebenarnya gosip apa sih?' batin Anne.
"Aku ingin mendengarkan gosip itu Ena, jangan larang Dora." ucap Anne.
Ena mengangguk patuh. Dora tersenyum senang karena bisa bergosip ria dengan tuan putri.
"Jadi gosip tentang apa?"
"Gosip yang beredar itu tentang tuan putri yang jatuh cinta dengan seorang gubernur. katanya kemarin gubernur itu mengajak tuan putri jalan jalan. Apakah benar tuan putri?"
Anne sedikit terkejut apa yang mereka bicarakan itu adalah Yohan? jangan jangan salah satu dayangnya membeberkan pembicaraan saat hari itu.
Anne menggeleng. "Aku tidak jatuh cinta dengan gubernur itu, kami hanya sebatas saling kenal. Namanya Yohan, memang benar kemarin dia mengajak ku tapi aku tolak karena sepertinya aku akan pergi bersama kalian. tapi ternyata kalian sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan ku." ungkap Anne dengan sedikit kesal.
"Ahah aku punya ide cemerlang tuan putri." teriak Sarah tiba tiba mengagetkan Anne dan kedua sahabatnya.
"Apa Sarah?" Anne menoleh.
__ADS_1
"Bagaimana jika tuan putri menerima ajakan tuan Yohan? sepertinya Yang Mulia Raja akan mengijinkan tuan putri ke pasar." ungkap Sarah.
Ide Sarah semakin menjadi jadi. Padahal Anne membenci Yohan, tidak mungkin Anne akan keluar dengan Yohan.
Anne menggeleng tidak setuju. "Aku tidak mau bertemu dengan dia Sarah, aku kesal dengan dia karena mengira bahwa aku seorang pelayan." ungkap Anne.
Ketiga dayang itu jadi penasaran kenapa Yohan mengira Anne sebagai pelayan? padahal dari apa yang dikenakan Anne sudah terlihat seperti seorang bangsawan.
"Kenapa tuan putri kesal dengan tuan Yohan? aku dengar dengar dari gosip para dayang ketampanan tuan Yohan setara dengan tuan Yega. Tapi kenapa tuan putri bisa kesal?" tanya Dora.
"Yah karena dia mengira ku sebagai pelayan Dora, bukannya barusan aku baru bilang, kenapa kamu pelupa sekali."
Dora tersenyum, "maaf tuan putri, aku tidak begitu mendengarkan tadi."
Hening sebentar, Anne kembali melanjutkan ceritanya.
"Kalian tau saat aku mau kabur dari kediaman ku untuk pergi ke sungai?" Ketiga dayang mengangguk.
"Aku lewat jendela untuk kabur, saat aku keluar ada seseorang yang kaget melihat ku keluar dari kamar ku sendiri. orang itu adalah Yohan, dia mengira aku sebagai pelayan karena baju ku juga yang seperti pelayan. Jadi seperti itu ceritanya." ucap Anne panjang lebar.
"*** ***, jangan ketipu dengan penampilannya, Yohan memang tampan tapi kelakuannya bikin aku kesal."
Ena memegang bahu Anne. "Tidak apa apa tuan putri, tuan putri pasti tidak lama akan jatuh cinta dengan tuan Yohan."
Ketiga dayang tertawa bersama sama mendengar ucapan Ena, sedangkan Anne cuman bisa melongo tidak percaya.
Anne mencipratkan air dari bak mandinya, "yah! awas saja kalian. Aku tidak akan mencintai orang itu." sumpah Anne.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anne berdiri didepan ruang pribadi milik Yang Mulia Raja. Anne ingin masuk kedalam tapi hati Anne masih bimbang.
"Ayo tuan putri." lirih Sarah.
Anne menghembuskan nafasnya, Anne mulai melangkah masuk kedalam ruang pribadi milik ayahandanya.
__ADS_1
Setelah masuk Anne tidak lupa memberi penghormatan kepada Yang Mulia Raja.
"Selamat siang Yang Mulia." sapa Anne.
Raja Artir tersenyum menatap kedatangan putri bungsunya. "Ada perlu apa putri kesini?"
Anne tersenyum, "saya ingin meminta ijin untuk pergi ke pesta rakyat. Saya ditemani dengan ketiga dayang saya Yang Mulia." ungkap Anne.
Raja Artira mendengar semua ucapan dari Anne. "Kamu mau keluar dari istana hanya bersama dengan ketiga dayang mu itu?"
Anne mengangguk, "benar Yang Mulia."
Raja Artira diam. "Tidak jangan keluar dari istana, berbahaya apalagi jika cuman dengan para dayang."
"Tapi aku baik baik saja."
Raja Artira menggeleng. "Jangan. kamu bisa berada dalam bahaya karena kamu anak ku, Anne. Banyak yang membenci mu. Bagi para musuh jika kamu keluar tanpa pengawal itu adalah hal beruntung karena bisa menghabisi kamu."
Anne terdiam, merasa benar dengan apa yang dikatakan oleh ayahandanya.
"Tapi Anne belum diperkenalkan ke publik Yang Mulia, mana mungkin mereka mengenal Anne."
Raja Artira tertawa mendengar ucapan dari Anne. "Mereka lebih mengincar mu dari pada Dekieta. Ingat musuh itu tidak hanya berada diluar istana Anne, kebanyakan dari dalam istana sendiri." ucap Raja Artira.
"Apakah memang tisak boleh saya keluar dari istana? apakah harus ada syarat syarat terlebih dahulu?"
Raja Artira mengangguk. "Kamu memang pintar anak ku, kalau kamu mau keluar maka harus ada sekitar sepuluh pengawal." ungkap Raja Artira.
Anne menggeleng tidak setuju. "Saya menolak itu yang Mulia, kalau saya dikawal pasti lebih banyak orang akan tau saya. mereka pasti tidak bisa menikmati pesta karena takut dengan pengawal kerajaan. tolong ganti syaratnya yang Mulia."
"Kamu mirip sekali dengan ibumu, selalu meminta syarat agar kamu bisa selamat." ucap Raja Artira. Ingatan masa lalu sekelebat menemui bayangan Raja Artira, Raja Artira langsung berubah menatap Anne datar.
"Apa syarat yang bisa kamu penuhi Anne? tanpa pengawal itu sangat sulit,"
"Bagaimana jika aku memberi mu tiga pengawal inti yang akan mengikuti mu dengan cara bersembunyi? bagaimana?" tawar Raja Artira.
__ADS_1
Anne hampir mengiyakan tawaran dari sang Ayahanda, namun Anne ingat bahwa ketiga dayang itu pasti merasa tidak nyaman jika dikelilingi oleh para pengawal. Lalu Anne harus bagaimana?