Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
treize


__ADS_3

Anne sedih sekali karena akan berpisah dengan pelayan dan juga sahabat terbaiknya.


"Aku harap tuan putri hidup bahagia tanpa aku disini."


Mereka hanya berpisah sementara tapi kenapa seperti berpisah selama lamanya?


"Nona harus hidup seperti biasanya, nona harus mulai menyesuaikan diri hidup tanpa aku." ucap Tuv.


Anne melepaskan pelukan Tuv.


"Kamu harus kembali kesini Tuv jika masa hukuman mu sudah selesai, dan jangan lupakan aku."


Tuv tertawa. "Aku sama sekali tidak akan melupakan nona."


"Kamu harus berjanji kepada ku, kamu tidak akan berbohong bukan?"


Tuv mengangguk. "Aku tidak berani berbohong, aku takut dihukum lagi, cukup sekali ini saja." ungkap Tuv.


Anne memperhatikan Tuv, Anne belum rela kalau berjauhan dengan Tuv.


"Rencana mu kalau keluar istana kamu mau tinggal dimana Tuv?" Anne bertanya kepada Tuv.


Tuv terdiam sejenak. "Sepertinya aku akan bekerja dirumah makan dekat pasar." jawab Tuv.


"Rumah makan?" Anne tampak bingung


Tuv mengangguk.


"Aku belum kesana, aku juga tidak tau tempatnya, Pasar apa itu pasar? aku tidak mengetahuinya." Anne bertanya.


Tuv tertawa, baru tau ada orang yang tidak tau pasar.


"Pasar itu tempat jual beli barang, banyak sekali barang yang dijual disana, bahkan ada banyak pernak pernik. Nona harus kesana."


Anne antusias sekali mendengar perkataan dari Tuv.


"Tempat itu menyenangkan atau tidak?" Anne bertanya kembali


Tuv segera mengangguk membenarkan.


"Tempat itu sangat asik, nona pasti akan betah berada disana."


Anne memegang tangan Tuv, "Aku akan mencari rumah makan itu, aku akan ke pasar segera."


Tuv menatap Anne dengan tatapan kebingungan. "Nona mau ke pasar? sama siapa?"


Anne yang mendengar pertanyaan dari Tuv terdiam, benar kata Tuv Anne tidak bisa ke pasar sendiri, yang ada nanti Anne salah tempat.


"Aku akan meminta bantuan penjaga untuk kesana, aman bukan Tuv?" Anne bertanya.


Tuv mengangguk, "aku tidak sering kepasar tapi mungkin pasar aman jika nona bersama dengan para penjaga."


Anne tersenyum senang.


"Kamu harus segera keluar dari istana Tuv, aku takut kita dianggap tidak mematuhi keputusan dari Yang Mulia Ratu." perintah dari Anne.

__ADS_1


Anne berdiri. "Aku akan mengantar mu sampai gerbang." lanjut Anne.


Tuv mengangguk setuju dengan ide Anne. Anne dan Tuv berjalan bersama menuju gerbang kerajaan.


*Sampai didepan gerbang. Anne segera memeluk tubuh Tuv.


"Hati hati kamu harus bertahan Tuv didunia luar."


Tuv mengangguk. "Aku malah khawatir dengan nona, apakah nona akan baik baik saja tanpa aku . Aku sudah menganggap nona seperti keluarga, jika aku meninggalkan nona apakah nona ada yang melayani?"


Anne terharu sekali mendengar ucapan dari Tuv.


"Tuv aku akan baik baik saja. percayalah. Walaupun tidak ada yang melayani ku aku akan berusaha mengerjakan semuanya secara mandiri."


Tuv mengangguk mengerti.


"Kalau begitu sampai jumpa kembali nona." Tuv mulai melangkah menjauh dari gerbang kerajaan.


Anne masih setia menatap kepergian Tuv.


Tuv membalikan badan dan melambaikan tangannya.


Setelah itu Tuv kembali melanjutkan perjalanannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, Anne terbangun. Anne merasa aneh karena tidak ada yang membangunkannya.


'Apakah Tuv juga masih tidur?' batin Anne bertanya tanya.


'Sepi sekali, tidak seperti biasanya.'


Setelah semua nyawa Anne terkumpul. Anne bangun dan segera melangkah menuju bilik kamar mandi untuk mandi.


Memasuki kamar mandi, Anne kaget karena kamar mandinya belum terisi.


Anne segera keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Tuv.


Anne membuka pintu kamarnya, didepan kamarnya banyak pelayan yang sudah stand by didepan ruangan Anne.


Karena putri Anne bangun, para pelayan langsung sigap mendekat kearah putri Anne.


"Ada yang bisa kita bantu tuan putri?"


Anne menggeleng sambil tersenyum.


"Maaf menganggu kalian, aku hanya ingin bertanya. Apa kalian melihat Tuv? hari ini dia tidak mengisi bak mandi, jika kalian melihat Tuv segera panggil dia yah." ucap Anne.


Para dayang dayang saling memandang.


"Maaf nona, apakah nona lupa jika pelayan Tuv telah mendapatkan hukuman dari Ratu, dan pelayan Tuv telah meninggalkan istana sejak kemarin." ungkap dayang itu.


Anne terdiam, benar Anne lupa jika Tuv sudah meninggalkan istana.


"Saya akan menyiapkan air hangat, tuan putri." Para dayang itu mulai mempersiapkan air hangat di bak mandi milik Anne.

__ADS_1


Anne segera masuk kembali ke kamarnya, Anne akan mandi setelah air di bak mandinya sudah siap.


"Ternyata hidup tanpa Tuv rasanya hampa karena aku sudah terbiasa hidup dengan Tuv." gumam Anne.


Anne memandang seluruh kamarnya. Anne baru keingat, jika biasanya Tuv yang mempersiapkan gaunnya, jadi mulai sekarang Anne harus mempersiapkan bajunya?.


Anne berdiri dan melangkah untuk mengecek gaun gaun miliknya.


Setelah mengecek lemari, Anne juga mengecek keranjang baju kotornya, ternyata banyak baju kotor yang tersisa dan tidak dicuci.


'Apakah Tuv lupa menyucinya?' batin Anne.


"Tuv." teriak Anne.


Anne bertanya tanya kenapa Tuv tidak datang, Anne lupa lagi jika Tuv sudah meninggalkan istana.


Anne menunduk lesu.


'Benar benar susah.' batin Anne.


Datanglah para dayang yang tidak ada kerajaan. Dayang itu hormat terlebih dahulu kepada Anne.


"Saya mendengar tuan putri berteriak, apakah tuan putri ada masalah? atau tuan putri membutuhkan bantuan dari kami?" Tanya dayang itu kepada Anne.


Anne tersenyum. "Ada banyak gaun kotor disini."


Dayang itu mengamati keranjang baju dan ternyata memang ada banyak baju kotor. Dayang yang masih tersisa itu segera mendekat kearah keranjang baju dan segera mengangkat keranjang baju.


Anne kaget. "Ouh apa yang kalian lakukan?" Anne bertanya.


Para dayang itu kebingungan mereka saling memandang. Mereka hanya ingin mencuci baju apakah itu salah?.


"Tuan putri kami akan mencuci baju milik tuan putri jadi kami harus membawa keranjang bajunya." jawab dayang itu.


Anne menggeleng, "bukan itu maksudku. Aku mengatakan bahwa keranjang baju itu sudah banyak tumpukan gaun bukan bermaksud kalian harus mencuci semua gaun ku. Aku ingin aku sendiri yang akan mencuci gaun itu, aku ingin ikut kalian jika kalian mencuci gaun. Apakah boleh?"


Para dayang itu sekali lagi saling memandang, mereka ingin menjawab tapi mereka saja tidak tau jawabannya.


"Saya tidak tau tuan putri apakah itu diperbolehkan. Tapi sepertinya tidak diperbolehkan, apalagi tuan putri adalah anak dari seorang raja." jawab dayang itu.


"Kenapa tidak boleh?"


"Itu peraturannya tuan putri. Tapi jika tuan putri menjadi kepala istana dalam pasti tuan putri bisa ikut kami ke sungai walaupun hanya melihat lihat."


"Apa kalian tidak bisa mengusahakan aku untuk ikut ke sungai?" Anne benar benar ingin melihat sungai.


Dayang itu kebingungan lagi.


"Tuan putri bagaimana jika tuan putri datang ke danau saja, danau hampir sama dengan sungai tempat mencuci gaun. Jika tuan putri mau saya akan mengantarkan tuan putri."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys jika author gak upload bab tolong dimaklumi yah. Author lagi sibuk banget belajar buat utbk.


Doain author juga yah semoga author dapat lolos snbt.

__ADS_1


__ADS_2