Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Dia keluar dari kerajaan atau dia keluar dari kediamannya?"


Kepala dayang menundukkan kepalanya, "saya dengar tuan putri Anne meninggalkan kerajaan yang mulia."


Rahang Selir Hari mengeras. Kenapa Selir hari tidak mendengar berita ini? apa kepergian Anne dirahasiakan?.


Selir hari mengepalkan tangannya, kesal tidak ada yang memberitahu dirinya tentang Anne.


"Lalu, putri Anne akan kembali jam berapa?"


Kepala dayang menggeleng, "saya tidak tau, yang mulia."


Selir hari menutup matanya, Selir hari merasakan segar dikulit wajahnya. Sungai memang tempat yang pas untuk seseorang yang sedang menahan gundah.


"Kita langsung menuju ke kediaman Putri Anne." perintah dari Selir hari.


Kepala dayang mengangguk patuh kepada perintah dari Selir hari. Mereka semua berjalan menuju ke kediaman Anne.


Ditengah jalan ternyata Anne bertemu dengan Selir Hari. Selir hari mendekat, tersenyum melihat kedatangan Anne. Selir hari juga penasaran dengan seseorang yang berada didekat Anne, orang itu asing.


Anne dan orang yang dibelakangnya memberi penghormatan kepada Selir Hari.


"Kamu dari mana tuan putri?" Selir hari bertanya dengan nada selembut mungkin.


Anne mendongak menatap Selir Hari, "Saya hanya jalan jalan disekitar kerajaan, yang mulia." Anne berbohong.


Selir hari tersenyum mengetahui bahwa Anne berbohong kepadanya. Selir hari juga murka karena Anne berani berbohong kepadanya.


"Kamu benar benar baru berkeliling kerajaan?"


Anne mendongak menatap wajah Selir Hari, Anne tau pasti Selir hari sudah tau tentang dirinya yang keluar dari kerajaan.


Anne menggeleng. "Saya memang baru pergi dari luar istana yang mulia." akhirnya Anne jujur.


"Kudung dia selama dua hari." perintah Selir hari kepada dayangnya.


Anne menggeleng, "saya sudah izin kepada yang mulia raja, anda tidak boleh menghukum saya." ucap Anne membela dirinya sendiri.


Selir Hari menatap Yohan yang sedari tadi khawatir melihat Anne Yang sedang berbincang dengan Selir Hari.


"Kamu siapa? apa kamu seorang pengawal? tapi dilihat dari pakaian mu, kamu bukan seorang pengawal." ucap Selir hari untuk Yohan.

__ADS_1


Yohan mengangguk. "Saya bukan seorang pengawal yang mulia, saya gubernur wilayah A." Yohan menjawab.


"Gubernur? apa hari ini kamu ada keperluan dengan yang mulia Raja? kenapa kamu datang bersama dengan putri Anne?"


Yohan menggeleng. "Tidak yang mulia, saya memang pergi bersama dengan tuan putri." Yohan harus jujur karena kalau Yohan berbohong, Yohan bisa mendapatkan hukuman cambuk bahkan bisa saja hukuman gantung diri.


Selir Hari menatap Anne sambil tersenyum menyeringai.


"Jadi kalian berdua pergi bersama? waow cukup mengejutkan sekali."


Anne segera menggeleng, "saya pergi tidak hanya bersama Yohan yang mulia, saya pergi bersama dengan ketiga dayang saya dan ketiga pengawal. Saya bersama Yohan karena itu salah satu syarat dari Yang Mulia Raja memperbolehkan saya untuk pergi ke pesta rakyat." ungkap Anne.


Selir Hari jadi tau bahwa Anne pergi ke pesta rakyat.


"Jadi kamu pergi ke pesta rakyat? wah wah kamu melupakan waktu belajar mu putri Anne?"


Kenapa sih Anne selalu disusahkan dengan anggota kerajaan lain? kenapa hidup Anne tidak damai, pasti ada aja masalahnya.


Anne menggeleng. "Hari itu tidak ada jadwal belajar yang mulia." jawab Anne.


Sekarang Anne harus berani untuk melawan dan mengatakan kebenaran. Anne tidak boleh lagi ditindas dibawah kekuasaan orang lain.


Selir Hari tetap akan memberikan hukuman kepada Anne.


"Sebaiknya kamu segera kembali kekediaman mu putri Anne, kalau banyak orang melihat kamu baru saja keluar bersama dengan seorang laki laki, mereka para bawahan mu akan membicarakan mu."


Selir Hari berjalan menjauh dari tempat Anne berada. Selir Hari senang karena bisa menghukum Anne, tapi kalau hukumannya sekedar belajar sepertinya bukan hukuman.


Anne menutup matanya, pusing sekali kepalanya membayangkan besok harus menatap buku buku.


"Tuan putri, anda tidak apa apa?" Yohan bertanya karena khawatir dengan Anne.


Anne menggeleng. "Aku tidak apa apa, sebaiknya kamu pulang saja tuan. Aku akan kembali kekediaman ku." ucap Anne.


Yohan mengangguk. "Baiklah, selamat beristirahat tuan putri."


Anne mulai melangkah semakin menjauh. Yohan menatap kepergian Anne dengan perasaan sedih, Yoahn tidak bisa dekat kembali jika nanti Anne tidak boleh bertemu dengan sembarang orang lain.


Puas memandangi punggung Anne hingga Anne tak nampak kembali, akhirnya Yohan pulang meninggalkan kerajaan.


* Anne membuka pintu kamarnya, setelah masuk Anne segera merebahkan tubuhnya dikasur. Dayang senior masuk kedalam kamar Anne. Dayang senior mendekat kepada Anne.

__ADS_1


"Apa tuan putri membutuhkan sesuatu?" Dayang senior menawarkan.


Anne menatap Dayang senior sebentar. "Aku akan mandi dayang senior, dan aku butuh makanan manis manis, aku sedang kesal." ungkap Anne.


Dayang senior bingung, tumben sekali Anne kesal. "Apa ada masalah tuan putri?"


Anne mengangguk, "yah, memang ada masalah. Aku besok harus berhadapan dengan buku buku dari pagi sampai sore." ucap Anne.


Dayang senior semakin kebingungan. "Bukannya waktu belajar tuan putri hanya disaat siang hari menuju tidur siang?"


Anne menganggukan kepalanya, "yah memang begitu seharusnya, tapi aku mendapatkan hukuman dari Selir Hari." Anne mengungkapkan alasannya harus membaca buku dari pagi sampai sore.


Dayang senior tersenyum, "sepertinya itu bukan hukuman tuan putri, itu sebuah perhatian dari Selir hari untuk tuan putri, selir hari ingin tuan putri menjadi perempuan yang cerdas dan banyak tau tentang hal hal diluar sana."


Anne sedang meresapi perkataan dari Dayang senior. Anne merasa bahwa yang dikatakan dayang senior ada benar.


"Aku akan mencoba untuk menikmati hari esok dayang senior, terimakasih sudah memberiku kata kata penuh makna itu."


Dayang senior mengangguk. "Saya akan menyiapkan bilik kamar mandi secepatnya tuan putri." Dayang senior mulai meninggalkan kamar Anne.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anne membuka matanya, sinar matahari sudah menyapa Anne. Sepertinya hari ini cerah. Anne duduk. Anne menatap sekelilingnya, masih sepi, sepertinya para dayang juga baru bersiap untuk bekerja. Anne berdiri mulai melangkah. Anne akan membuka pintu kamarnya.


Diluar ternyata sudah ada dayang senior dan beberapa dayang yang sudah siap melayani Anne.


"Tuan putri sudah bangun?" Dayang senior bertanya.


Anne mengangguk lemah. "Apa aku terlalu siang?"


Dayang senior mengangguk. "Tuan putri memang bangun kesiangan, mungkin tuan putri lelah karena baru pulang dari perjalanan jauh."


"Aku akan mandi dayang senior." ucap Anne.


"Baik akan kami persiapkan." Dayang senior menoleh dan menyuruh dayang dayang yang ada untuk mempersiapkan bilik kamar mandi Anne.


Dayang senior menatap Anne, " apa tuan putri membutuhkan hal lain?yang dibutuhkan tuan putri?" lanjut Dayang senior.


Anne menggeleng.


#Thank you very much guys sudah membaca karya gabut ku ini.#

__ADS_1


__ADS_2