
"Tolong jawab pertanyaan ku, kapan kamu bertemu dengan ayahanda ku dan kamu tau dari mana kalau kamu menyakiti atau membuat ku luka kamu akan dipancung? tau dari mana?" Anne bertanya.
Yohan menatap sebentar Anne. Sebenarnya jantung Yohan berdetak lebih cepat karena Anne sangat dekat dengan tubuh Yohan.
"Saya tidak bertemu dengan Yang Mulia Raja, namun Yang Mulia Raja mengirimkan surat saat siang tadi, Yang Mulia meminta ku untuk menjaga anak bungsunya. Tanpa Yang Mulia minta saya tetap akan menjaga tuan putri." ucap Yohan.
Mendengar ucapan dari Yohan membuat hati Anne berbunga bunga, apa apaan ini? bukannya Anne membenci Yohan?
Anne menggelengkan kepalanya berusaha untuk mengontrol hatinya, Anne tidak boleh jatuh cinta dengan pria seperti Yohan. Memang sih Yohan itu baik, perhatian, bijaksana, berwibawa tidak lupa juga Yohan sangat tampan, tapi sebisa mungkin Anne harus menjaga hatinya.
"Sepertinya tubuh mu terlalu dekat dengan tubuh ku, aku meminta mu untuk menjauh sedikit." ucap Anne.
Baru saja hati Yohan berbunga bunga eh sekarang udah potek saja. Yohan disuruh mundur.
Kaki Yohan melangkah mundur tapi hati Yohan akan tetap maju pantang mundur.
Fokus Anne berubah ketika pejalan kaki festival jalan jalan mulai berjalan didepan Anne. Banyak orang yang menjabarkan tangannya meminta pernak pernik. Anne meniru orang orang, Anne menjabarkan tangannya meminta pernak pernik, apakah Anne akan mendapatkan pernak pernik?
Yohan yang beradu dibelakang tubuh Anne bereaksi waspada takut ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi.
Seseorang memberi pernak pernik kepada Anne, tapi tangan Anne ditarik oleh sang pemberi. Sang pemberi terpana dengan kecantikan Anne, dan dia juga bertanya tanya Anne dari mana asal datangnya karena pemberi pernak pernik itu belum pernah melihat Anne.
Yohan langsung menarik tubuh Anne dan menghempaskan tangan milik warga yang berani menarik tubuh Anne.
"Jangan sembarangan menarik tangan nona nona tuan, anda bisa dipenjara." ancam Yohan.
Yohan kesal sendiri karena laki laki ini menarik tangan calon istrinya.
"Maaf tuan, saya terpana dengan kecantikan nona." ungkap laki laki itu.
"Kalau kau memang terpana, cukup lihat saja jangan engkau tarik. tidak sopan." kesal Yohan.
Laki laki itu hanya tersenyum. "Saya hanya menarik nona untuk mengikuti acara ini, nona pasti bakal menarik perhatian orang lain, bukan menarik untuk diajak bermalam." orang itu tertawa padahal tidak ada yang lucu.
Yohan mengepalkan tangannya.
"Dasar sinting." hampir saja Yohan akan memukul orang itu, tapi tangan Yohan dicegah oleh Anne. Anne menggeleng.
"Biarkan saja Yohan." ucap Anne.
"Tapi orang ini tidak sopan." Anne menggeleng berusaha untuk membuat Yohan tidak memukul orang tadi.
Yohan mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita semua pergi ke penginapan saja tuan putri, semakin malam sepertinya kondisinya tidak kondusif."
Anne mengangguk setuju dengan usulan Yohan.
Anne dan Yohan segera menjauh dari pinggir jalan, ketiga dayang juga mengikuti langkah mereka berdua.
Anne menghentikan langkahnya, "selanjutnya kita mau kemana?"
"Langsung penginapan saja tuan putri, sudah tengah malam, sebaiknya kita segera beristirahat." jawab Yohan yang disetujui oleh ketiga dayang.
"Benar apa yang dikatakan tuan Yohan, kalau tuan putri kelelahan pasti keadaan tuan putri akan drop." ucap Sarah.
Anne menganggukan kepala menyetujui perkataan Yohan.
"Baiklah ayo kita segera ke penginapan." mereka berlima melangkah menuju ke penginapan.
*Dilain tempat ketiga pengawal yang menjaga Anne, segera berlari mengejar seseorang.
Pengawal Anne segera menarik tangan orang itu. Pengawal Anne segera menarik orang itu sampai ditempat sepi sepi.
Orang yang tadi menarik tangan Anne memberontak.
"Apa apaan ini? kenapa lancang sekali menarik tangan saya!" kesal orang itu.
Ketiga pengawal dengan topeng itu tertawa keras mendengar ucapan dari orang itu.
"Tu tuan putri? siapa yang tuan putri?" orang itu tidak mengerti.
"Nona nona muda yang kau tarik lengannya, dia adalah putri kerajaan ini, dan karena kamu telah lancang menarik tangannya maka tangan kamu akan kita tebas."
Tanpa basa basi lagi pengawal Anne segera menebas tangan orang yang lancang menarik tangan Anne.
Sertsss
Tangan orang itu terputus, orang itu terduduk lemas, darah bercucuran dimana mana.
"Argghhh." teriak dari orang itu kesakitan.
Ketiga pengawal Anne segera pergi dan akan menuju penginapan untuk mengamankan Anne dan orang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Anne terbangun dengan nafas menggebu.
__ADS_1
Anne merasa asing dengan tempat tidurnya saat ini. Tempat yang sempit berbeda dengan kamar tidurnya dikerajaan.
Ena membuka pintu dan kaget karena Anne sudah terbangun, Ena segera mendekat ke arah Anne.
"Tuan putri sudah bangun?" Ena bertanya.
Anne mengangguk. "Kita dipenginapan bukan Ena? aku merasa asing sekali dengan tempat ini." ungkap Anne.
Ena mengangguk membenarkan.
"Tuan putri ayo segera bangun dan sarapan SOP yang dibicarakan tuan Yohan, tempat makan yang dibicarakan kemarin sudah buka." ucap Ena.
Anne menatap Ena kebingungan. Melihat itu Ena jadi ikut bingung.
"Kenapa tuan putri? apa tuan putri merasa tidak enak badan?" Ena jadi khawatir.
Anne mengeleng. "Kalau kita pergi sekarang, apa aku harus mandi terlebih dahulu?" Anne bertanya karena penasaran.
Ena menggeleng. "Tuan putri tidak mungkin mandi disini, ditempat mandi banyak orang menunggu, dan kami tidak bisa menyiapkan bunga bunga untuk pemandian." ungkap Ena.
Anne mengangguk mengerti dan segera bangkit.
Anne dan Ena keluar dari kamar Anne, kedatangan Anne sudah ditunggu oleh Yohan. Yohan tersenyum melihat Anne, walaupun belum mandi tapi kecantikan Anne masih terpancar diwajahnya.
Anne segera mendekat kearah Yohan.
"Ayo tuan putri, saya sudah memesan sup untuk tuan putri." ucap Yohan.
Anne mengangguk dan mengikuti langkah Yohan menuju ke tempat makan.
Setelah dihidangkan, Anne segera memakan sup itu. Sup itu enak sekali benar sesuai dengan ekspetasi Anne. Yohan tidak salah merekomendasikan sup ini.
Setelah selesai makan, Yohan menatap Anne.
"Bagaimana dengan supnya tuan putri? apakah enak?" Yohan bertanya.
Anne mengangguk dengan senyuman yang tidak luntur. Anne merasa bahagia karena bisa merasakan makanan enak, memang yah bahagia orang itu berbeda beda.
"Syukurlah kalau tuan putri menyukai sup ini, saya sedikit takut jika tuan putri tidak menyukainya."
Anne hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Yohan.
"Ayo segera pergi dari sini, aku takut nanti ayah mencari ku." ucap Anne.
__ADS_1
Mereka berlima meninggalkan penginapan, dan juga ketiga pengawal yang selalu berada didekat Anne tanpa orang orang tau.
Guys doain author dapat PTN yah. Author lagi pesimis nih guys.