
Yohan menunduk akan menerima semua keputusan Anne.
"Tidak aku tidak akan menghukum mu."
Yohan menatap Anne penuh dengan tatapan memuja, Yohan merasa bahwa Anne sangatlah baik.
"Terima kasih tuan putri." hanya ini yang bisa dikatakan Yohan.
Yohan dan Anne menikmati hidangan yang tersaji, karena mereka dari kalangan bangsawan walaupun beda tingkat tapi mereka akan menghormati dan saling diam dikala mereka menikmati hidangan makanan.
"Tadi katamu kamu mampir dikediaman putri Dekieta? ada apa?" Anne penasaran karena kenapa bukan Putri Dekieta saja yang menemui Yohan?.
"Saya hanya berkeliling dikediaman putri Dekieta, saya tidak berbincang dengan putri Dekieta." ungkap Yohan.
Mereka berdua menjadi diam karena sibuk dengan pikiran masing masing.
"Apa kamu bertemu dengan putri Dekieta?" Anne bertanya.
Yohan mengangguk, "yah saya bertemu tapi saya tidak menyapa dan berbincang dengan putri Dekieta. Putri Dekieta terlihat sedang melukis pemandangan dibalkon kamarnya."
Kenapa disaat Dekieta ada waktu santai tidak ada perintah untuk menemui tamu? kenapa harus Anne yang bertemu tamu? harusnya yang bertemu para tamu adalah Dekieta.
"Apa kamu mengajukan untuk bertemu dengan ku sebelumnya?" Anne bertanya karena penasaran.
Yohan menggeleng, "saya tidak pernah mengajukan itu, saya hanya ingin bertamu dengan para putri, tapi saya tidak menyangka ternyata bertemu dengan putri bungsu yang Mulia raja."
"Dan tuan putri saya ijin memperkenalkan diri saya. Saya Yohan gubernur kota A." lanjut Yohan.
Anne menatap Yohan. 'Jadi dia seorang gubernur? pantas saja dia bisa bertamu disini.'
"Aku juga seharusnya perkenalan dengan mu. Perkenalkan nama ku Anne." ucap Anne.
Apakah Yohan dan Anne akan menjadi teman? atau hemm apa yah kira kira yang pas untuk mereka berdua?
"Apa besok tuan putri ada waktu?" Yohan bertanya. Yohan benar benar ingin pendekatan dengan Anne ternyata.
Anne terdiam. "Entah tapi sepertinya aku punya waktu." jawab Anne.
Yohan tersenyum senang, kalau Anne mau diajak otomatis Yohan dan Anne akan semakin dekat.
"Apakah tuan putri ingin keluar bersama dengan saya?" tawar Yohan.
Anne menatap wajah Yohan, "keluar? kemana?" Anne tampak bingung.
__ADS_1
"Kepasar nanti besok akan ada perayaan. disana pasti ramai."
Anne terdiam berusaha menimbang nimbang keputusannya. Anne ingin sekali ikut, tapi apakah akan diijinkan? apa Anne pergi saja tanpa ijin? tapi nanti Anne takut dihukum. Jadi dilema Anne sekarang.
"Bagaimana tuan putri? Anda mau?"
Anne menggeleng. "Maaf tuan Yohan, tapi sepertinya untuk pergi bersama anda itu sangat sulit. aku baru saja keluar dari kediaman ku, aku harus menyesuaikan diri dulu diistana, dan aku belum diperkenalkan ke publik jadi aku harus tetap berada diistana saat ini." ungkap Anne.
Sebenarnya kasian sekali menolak ajakan Yohan, tapi apa boleh buat, Anne takut dirinya dan para dayang kena hukuman.
Yohan menunduk, belum terlalu dekat dengan Anne, Yohan sudah patah hati saja. Beda cinta kasta memang sulit.
Anne dan Yohan kembali berbincang, Anne berusaha untuk tidak canggung berdekatan dengan Yohan. Kalau dilihat dan dirasakan Yohan adalah pria manis, Yohan orangnya asik diajak bicara, Anne jadi merasa nyaman bersama Yohan.
"Tuan putri, sepertinya waktu sudah berlalu terlalu cepat. Saya ijin pulang tuan putri." ucap Yohan.
Anne tersenyum sambil menatap Yohan, yang ditatap hatinya sudah dag Dig dug. Yohan jadi salting sendiri.
"Apa kamu perlu dianter oleh para dayang?"
Yohan menggeleng sebagai jawaban. "Tidak, tuan putri. Saya akan pergi sendiri sampai digerbang."
"Baiklah kalau begitu hati hati."
Yohan meninggalkan gazebo. Meninggalkan Anne sangatlah sulit bagi Yohan, apalagi Yohan sudah falling in love. Yohan sebisa mungkin akan kembali bertemu dengan Anne.
"Dayang senior, aku akan kembali kekediaman ku." ucap Anne.
Dayang senior mengangguk.
"Tuan putri akan kembali kekediaman ya, kalian harus membagi tugas ada yang ikut dengan putri, dan ada yang membereskan ini." perintah Dayang senior yang langsung dipatuhi oleh para dayang.
Anne meninggalkan Gazebo dan melangkah menuju ke kediamannya.
*Ternyata diperjalanan langkah Anne dihentikan oleh seseorang. Anne menoleh dan Anne terkejut atas kedatangan Pangeran Jeha. Anne segera memberi hormat kepada Pangeran Jeha.
"Selamat pagi Yang Mulia." Anne menyapa.
Pangeran Jeha terus memperhatikan penampilan Anne, yang sungguh membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona begitu juga dengan Pangeran Jeha yang sudah terpesona dengan Anne.
"Apa kamu baru saja pergi jalan jalan?" Pangeran Jeha bertanya kepada Anne.
Anne menggeleng, "tidak, saya baru saja menemui seorang tamu."
__ADS_1
"Seorang tamu? apakah tamu itu seorang pria? atau wanita?" Pangeran Jeha sepertinya sedang cemburu.
Anne tersenyum canggung. "Yah saya bertemu dengan seorang laki laki, dia gubernur daerah A." jawab Anne.
Pangeran Jeha mengepalkan tangannya, entah kenapa hati Pangeran Jeha terasa sakit ketika mendengar Anne sang pujaan hatinya bertemu dengan pria asing. Padahal Jeha bukan siapa siapanya Anne.
"Ada perlu apa Yang mulia datang kekerajaan ini? apa Yang Mulia ingin menemui Yang Mulia Raja?"
Pangeran Jeha mengangguk. "Yah aku ingin menemui ayahanda mu, bisakah kamu mengantarkan ku?"
Pangeran Jeha akan menggunakan cara apa saja untuk mendekati Anne.
Belum menjawab tawaran dari Pangeran Jeha, seseorang datang merusak momen kebersamaan Pangeran Jeha dan Anne.
"Saya saja yang akan mengantarkan Yang Mulia, saya dengan senang hati akan mengantarkan Yang Mulia." ucap Putri Dekieta dengan senyuman yang mengembang.
Anne menoleh, Anne merasa bahwa Putri Dekieta jatuh cinta dengan Pangeran Jeha, Oleh sebab itu Anne sebaiknya menjauh dan kembali ke kediamannya, daripada nanti Putri Dekieta mengajak ribut Anne.
"Kalau begitu saya ijin pamit." ucap Anne.
Anne segera melangkah, tapi tangan Anne dicekal seseorang. Anne kaget dan segera menoleh. Semua orang terkejut karena yang memegang tangan Anne adalah Jeha, bagaimana orang orang tidak terkejut? kalau yang narik setampan dan berwibawa seperti Jeha.
Putri Dekieta menatap tajam kearah Anne. Dekieta jadi semakin membenci Anne. Anne segera melepaskan tangan Jeha.
"Maaf yang mulia, anda tidak boleh sembarangan menyentuh tangan seorang wanita." ucap Anne dengan nafas yang memburu karena kesal atas kelakuan Jeha.
Anne takut kejadian ini membuat hubungannya dengan Dekieta menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
"Kalau begitu saya pamit." Anne tidak akan berlama lama bersama dengan kedua orang itu, Anne segera melangkah menjauh.
*Dekieta berusaha menormalkan detak jantungnya yang memburu karena kesal melihat kejadian Jeha dengan Anne.
"Yang Mulia apakah anda akan menemui ayahanda saya?" dengan suara lembut Dekieta bertanya kepada Jeha. Dekieta benar benar bersikap baik untuk menarik perhatian Jeha.
......................
Kalian tim siapa nih?
Jeha Anne?
Yohan Anne?
Jeha Dekieta?
__ADS_1
Yega Anne?