Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

Anne jadi bingung sendiri, antara memilih tawaran dari ayahandanya atau kabur dari istana, tapi pilihan kedua lebih berbahaya.


'Tolong lah aku. aku benar benar tidak punya jalan pintas.' batin Anne.


Anne teringat oleh kata kata Sarah yang mengajak Yohan. Apakah kali ini akan berhasil?. Sebaiknya Anne akan mencoba cara ini.


"Yang Mulia Raja, selain dari ketiga dayang itu, saya diajak tuan Yohan untuk pergi ke pesta itu, dan kami berdua akan pergi bersama, apakah itu sudah cukup sebagai syarat?" Anne tawar menawar dengan ayahandanya.


Raja Artira tidak menjawab pertanyaan Anne. Sepertinya Anne tidak akan diijinkan keluar.


"Anne aku sebagai ayah mu sangat takut jika nantinya ada berita yang tidak mengenakan. Sebaiknya kamu jangan pergi." benar bukan apa yang dikatakan Anne.


Anne menghela nafas sudah lelah sekali. "Apakah luar istana benar benar berbahaya buat ku?"


Raja Artira mengangguk. "Bukan hanya diluar istana tapi didalam istana juga bahaya, kita semua disini hanya mencoba bertahan hidup."


Anne menatap wajah Ayahnya, "tolong yang mulia, saya ingin merasakan pesta. beri saya keringanan untuk bisa keluar dari istana." Anne benar benar memohon.


Sepertinya Raja Artir mulai bimbang. "Baiklah kali ini aku ijinkan kamu pergi ,tapi dengan syarat kamu harus bersama Yohan dan ketiga pengawal. Bagaimana?"


Anne menghela nafas, bagaimana cara Anne mengajak Yohan kepesta rakyat itu, Anne malu karena kemarin menolak ajakan Yohan tapi sekarang malah ingin mengajak Yohan.


Anne tersenyum sambil menatap wajah ayahandanya. "Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anne termenung didepan kursi dimana diatasnya ada selembar kertas untuk menulis surat.


"Tuan putri? sampai kapan mau menatap kertas kosong itu?" tanya Dora.


Anne menghela nafas, "aku tidak bisa menulis, karena hatiku menolak untuk pergi bersama dia."


Ena tersenyum, "kalau tuan putri tidak menulis surat itu, maka tuan putri tidak bisa pergi ke pesta rakyat."


"Ayo ditulis tuan putri." lanjut Ena memberi semangat kepada Anne.


Anne menggeleng masih tidak yakin.


"Ayolah tuan putri, pesta rakyat hanya terjadi beberapa hari dalam setahun, dan puncaknya besok malam, ayolah tuan putri tulis, syarat dari Yang mulia raja itu sudah paling terbaik." Ena berusaha menyakinkan Anne.

__ADS_1


Anne menggeleng. "Aku merasa malu Ena, kemarin saat aku bertemu dia, aku menolak tawaran dari Yohan yang ingin kepesta rakyat, tapi sekarang aku malah ingin mengajaknya. Pasti saat Yohan membaca surat ini, dia pasti tertawa."


"Biarin saja tuan putri, yang terpenting sekarang tuan putri bisa pergi kepesta rakyat."


Anne mengangguk dan membenarkan perkataan Ena.


Anne mulai menulis surat untuk Yohan. Setelah selesai menulis, Anne segera melipat kertas dan memasukan kedalam kotak surat yang sudah ada identitas dari kerajaan.


Anne memberikan kotak itu kepada Ena.


"Semoga surat itu bisa segera terkirim ke tempat Yohan." harap Anne.


Ena membawa surat itu pergi untuk segera menemui pengantar surat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yohan sedang membaca surat surat dari warga dan saat ini Yohan berada di kantor gubernur. Yohan hari ini bekerja karena memang tidak ada agenda Yohan keluar daerah.


Tiba tiba datang penjaga kantor dengan nafas yang memburu, Yohan menatap penjaga itu dengan tatapan kebingungan.


"Apa ada masalah didaerah A?" Yohan bertanya.


Yohan terdiam, "istana? bukannya aku tidak pernah mengirim surat kepada istana? ada apa dengan surat itu?" Yohan takut jika surat itu adalah surat kuasa dari Raja.


Yohan segera berdiri dari kursi, Yohan berlari membuka pintu ruangannya. Yohan menemukan sipengirim surat.


"Aku gubernur Yohan, apakah surat itu dari Yang mulia raja?" Yohan bertanya dengan nada khawatir.


Sipengirim surat menggeleng. "Surat ini dari tuan putri."


Yohan kebingungan. 'Tuan putri?' maksud dari pengirim itu apakah tuan putri Dekieta? tapi Yohan tidak terlalu dekat dengan Dekieta, Dekieta juga tentunya tidak mungkin mengirim surat kepada Yohan.


Ah Yohan teringat dengan seorang wanita cantik dan juga baik hati, yah siapa lagi kalau bukan Anne.


"Apa ini berasal dari kediaman tuan putri Anne?"


"Saya tidak tau tuan, tugas saya hanya mengantar surat dari kerajaan, yang saya tau itu terkirim dari seorang putri." jawab pengirim surat.


Yohan mengangguk anggukan kepalanya. "Saya akan terima surat itu."

__ADS_1


Pengirim surat itu memberikan surat titipan dari istana dan setelah itu pergi untuk mengirim surat kepada orang lain.


Yohan kembali keruang kerjanya, Yohan memandangi kotak surat itu dengan senyuman yang menggembung.


"Mungkin bisa jadi dia atau Dekieta, tapi aku berharap dia yang mengirimkan aku surat." senyuman Yohan tidak pernah luntur.


Jarang sekali Yohan tersenyum didalam ruang kerjanya, sekarang cuman gara gara sebuah surat Yohan tersenyum. Bahkan hatinya berbunga bunga.


Yohan membuka kotak surat, dan membuka selembar kertas berisi goresan tinta.


Tuan Yohan, aku tidak ingin basa basi. Terkait ajakan mu pergi kepesta rakyat apakah masih berlaku? jika kamu mengijinkan aku ikut, aku menunggu mu didanau istana. -Anne-


Yohan tertawa membaca surat dari Anne. Bukannya kemarin Anne menolak ajakan Yohan? tapi kenapa sekarang berubah pikiran. Benar benar lucu , Yohan jadi semakin cinta deh sama Anne.


Yohan melipat kembali selembar kertas itu, dan kembali memasukan kertas itu didalam kotak surat. Yohan meletakan surat itu ditempat sembunyi yang hanya bisa diketahui oleh Yohan, surat dari Anne spesial jadi harus diletakan ditempat spesial juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anne sedang kebingungan memilih gaun yang akan dipakainya dipesta rakyat malam ini.


Anne menoleh menatap ketiga dayang yang juga masih memilih gaun untuk Anne.



Anne tersenyum menemukan gaun yang pas untuk dipakai dipesta rakyat. Anne segera mengeluarkan gaun itu dari lemari.


"Ena, Sarah, Dora bagaimana dengan gaun ini?" Anne bertanya tentang kesan gaun yang akan dipakai oleh Anne.


Ena terpukau begitu juga dengan kedua temannya.


"Aku setuju gaun itu terlihat manis dan lemah lembut. cocok untuk kepribadian tuan putri." ungkap Sarah.


"Aku juga setuju dengan perkataan Sarah, karena saat baru melihatnya saja aura gaun ini sangat girly." ucap Dora.


Anne tersenyum karena akhirnya bisa menemukan gaun yang pas.


* Anne menghirup udara segar disekitar danau, yah Anne sedang menunggu kedatangan Yohan. Anne baru sampai didanau bersama dengan ketiga dayang dan ketiga penjaga baru yang akan menjaga Anne malam ini, kurang lengkap karena belum ada Yohan.


Halo guys Author up lagi nih karena udah utbk, tinggal Author mau UM. doain yang terbaik yah.

__ADS_1


__ADS_2