Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
67


__ADS_3

"Sepertinya aku menemukan orang yang akan menggantikan aku Parti." ucap Dekieta.


Parti segera mendekat, "siapa tuan putri?" Parti juga penasaran siapakah orangnya.


"Anne, aku akan membuat Anne yang akan datang kesana."


"Caranya bagaimana tuan putri? Apakah putri Anne akan percaya?" Parti bertanya.


Dekeita tersenyum penuh misteri. "Aku tinggal mengatakan jika yang ditugaskan adalah Anne aku hanya menerima perintah dari Selir Hari, pasti Anne akan dengan senang hati menyetujuinya karena memang ini pertama kalinya Anne bertugas."


"Lalu kalau nanti Selir Hati tau bagaimana?"


"Tenang saja aku akan mengatakan jika Anne sendiri yang ingin bertugas, pintar sekali bukan ide ku." sombong Dekieta.


Parti memutar bola matanya malas.


"Jadi sekarang tuan putri mau melakukan apa saja?"


Dekieta berdiri, "aku harus ke kediaman Anne, kamu harus ikut Parti." perintah Dekeita tak ingin dibantah.


Parti mengangguk dan melaksanakan perintah dari Dekeita tanpa membantah satu kata pun.


Dekeita berjalan mendahului Parti karena Dekieta majikan Parti jadi jalan didepan. Dayang dayang yang berjaga juga mengikuti langkah Dekieta.


*Anne yang sedang bersantai dikagetkan dengan Tuv yang masuk kedalam kamarnya.


"Tuv ada apa?" Anne bertanya.


"Putri Dekieta datang berkunjung tuan putri, apakah putri Dekieta diijinkan masuk?" jawab Tuv dan Tuv lanjut bertanya.


Anne mengangguk, "Tuv bawa putri Dekieta ke gazebo saja, jangan masuk kedalam kamar ku."


Tuv mengangguk mengerti, Tuv dan Anne keluar dari kamar Anne. Anne segera mendekat kearah Dekieta.


"Selamat pagi tuan putri, mari kita bertemu di gazebo." ucap Anne dengan nada lembut.


Dekieta tidak menjawab, Dekieta mengikuti langkah Anne.


Dekeita dan Anne duduk berhadapan. Tuv segera menuangkan teh untuk kedua putri cantik itu.


Dekieta meminum teh itu begitu pula dengan Anne. Setelah meminum teh mereka berdua saling diam.


"Apakah ada keperluan putri Dekieta datang kesini?" Anne akhirnya bertanya karena dari tadi Anne menunggu Dekieta berbicara tapi Dekieta tetap diam.


Dekieta melirik Parti, Parti menganggukan kepala setuju dengan ide yang terlontar tadi saat berada didalam kamar Dekieta.


"Ehm, selir hari memutus mu untuk melakukan tugas mengabdi didaerah terpencil." jawab Dekeita gugup, entah kenapa Dekeita jadi gugup.

__ADS_1


Anne yang melihat gelagat dari Dekieta membuat Anne tidak yakin, tapi apa Dekieta berani berbohong membawa nama Selir Hari?


"Daerah terpencil dimana itu?" Anne bertanya.


"Daerah dekat pegunungan, daerah itu memang terpencil sekali. Kamu pasti mau bukan Anne? ini tugas pertama kamu." Dekieta berusaha membuat Anne yakin untuk memutuskan berangkat ke daerah itu.


Dekieta memang sengaja tidak memberitahu daerah mana karena takut Anne akan menolaknya, biar saja Anne tau ketika Anne akan berangkat.


"Lalu dimana daerah saya bertugas putri?"


"kalau saya tidak tau maka saya pasti akan kebingungan menuju ke daerah itu." lanjut Anne.


Dekeita menggeleng, "saya akan mengirim pengawal yang tau daerah situ, jadi putri Anne tenang saja."


Rencana Dekeita memang sudah matang penuh pertimbangan. Dekieta juga harus memikirkan rencananya agar berhasil dan dapat menyakinkan Anne.


"Bagaimana? Kamu menyetujuinya bukan?" Dekeita bertanya untuk memastikan, semoga saja Anne menerima tawaran dari Dekeita.


Anne bingung, dirinya ingin menyetujui tugas pertamanya tapi entah kenapa hati Anne bimbang.


"Putri Anne, harusnya putri segera membuat keputusan dengan cepat."


Anne menunduk, "saya tidak yakin untuk berangkat karena ini pertama kalinya buat saya dan apakah tidak apa apa jika saya yang berangkat?"


Dekeita mengangguk dengan cepat.


"Jika kamu tidak ikut dalam kegiatan bakti sosial seperti ini, nama mu akan jarang dikenali oleh para warga." tambah Dekieta.


Anne diam sedang menimbang keputusan besarnya.


Anne menghirup udara sebanyak banyaknya. Sampai akhirnya Anne memutuskan menerima tawaran dari Dekieta.


Dekeita tersenyum senang, mungkin karena tugas Anne palsu ini bisa saja membuat Dekeita beruntung, bisa jadi Anne akan meninggal saat perjalanan. Membayangkan hal menakutkan itu malah membuat Dekieta senangnya bukan main.


"Terima kasih putri Anne karena sudah menerima tawaran dari saya, kalau begitu saya pamit." Dekieta bangkit dan berlalu meninggalkan gazebo kediaman Anne.


*Dekeita masuk kedalam kamar pribadi Selir hari setelah kepala dayang mengijinkan masuk.


Dekeita segera duduk. Selir hari menuangkan teh untuk Dekeita.


"Silakan tehnya diminum Dekieta." perintah dari Selir Hari.


Dekeita sudah meminum sedikit teh yang dihidangkan.


"Bagaimana rasa tehnya putri Dekeita? Teh ini saya ambil dari perkebunan daerah A, bagus bukan? Tidak kalah dengan teh dari luar negeri bukan?" celutuk Selir Hari.


Uhuk uhuk Dekeita terbatuk karena merasa tersindir perkataan pedas dari Selir Hari. Selir Hari tersenyum masam melihat reaksi dari Dekeita.

__ADS_1


"Maaf jika kedatangan saya menganggu waktunya selir, saya kesini mau menjawab tawaran tugas ke daerah Ye." ungkap Dekieta.


Selir Hari memfokuskan menatap Dekeita.


"Jadi apa jawaban mu?" Selir Hari bertanya.


"Saya tidak bisa berangkat dan saya digantikan oleh putri Anne,"


"Putri Anne sendiri yang mengajukan tugas didaerah Ye." lanjut Dekeita berbohong.


Bagus sekali akting Dekieta layak diberi acungan jempol.


Selir Hari terjengit kaget, kenapa tiba tiba menjadi Anne? Anne tidak mungkin menerima tugas ini.


"Kamu yakin jika Anne sendiri yang menawarkan diri?" Selir Hari bertanya dengan nada tenang.


Hati Selir Hari menjadi khawatir jika Anne yang berangkat menggantikan Dekeita. Selir Hari meremas jari jarinya.


Dekieta mengangguk, "putri Anne sendiri yang berniat menggantikan ku Selir."


Selir Hari percaya. Kalau begini Selir Hari tidak bisa apa apa.


"Baiklah kalau begitu biar Anne yang akan datang ke daerah Ye."


Dekeita senang karena Selir Hari percaya dengan kebohongan yang Dekeita buat. Lihat siapa saja pasti tidak akan tau jika Dekeita berbohong, karena Dekieta sudah sering berbohong jadi kelihatan natural.


* Ratu Rimba yang sedang berjalan masuk kedalam kamarnya setelah pergi berkeliling kerajaan menghentikan langkahnya.


Dayang senior segera mendekat kearah Ratu. "Ada apa yang mulia?" tanya Dayang senior.


Ratu Rimba menoleh menatap dayang senior, Ratu rimba mengkode agar dayang senior mendekat, dayang senior tau jika sang ratu akan membisikan hal penting yang hanya ratu dan dayang senior yang tau.


"Aku akan menemui menteri Kega, kamu harus menjaga kamar ku agar tidak ada yang tau jika aku keluar dari kediaman ku." perintah dari Ratu Rimba.


Memang Ratu rimba sering keluar masuk kerajaan tidak seperti Ratu ratu terdahulunya. Kenapa yah Ratu Rimba lolos dan terpilih menjadi Ratu? Banyak dayang yang memang tidak suka dengan Ratu Rimba.


Dayang senior mengangguk mematuhi perintah dari atasannya itu.


Ratu Rimba masuk kedalam kamarnya.


Dayang senior yang masih didepan segera menatap dayang dayang yang bertugas.


"Kalian saya bebas tugaskan selama tiga jam, dan jangan berada disekitar sini. Dan juga ingat jangan kembali ke rumah dayang, kalian mengerti?" perintah dayang senior.


Dayang dayang itu mengangguk dan segera meninggalkan kediaman sang ratu.


Melihat tidak ada lagi dayang yang berada disekitar kediaman Ratu, Dayang Senior segera masuk kedalam kamar sang Ratu.

__ADS_1


__ADS_2