Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Lalu kerja mu apa selama ini?!" Dekieta emosi.


Parti menatap Dekieta dengan tatapan kebingungan, bukannya selama ini Parti bekerja untuk putri Dekieta? Parti sampai banting tulang hampir kayang karena mengurus semua keperluan Dekieta tapi kenapa Dekieta malah bertanya selama ini Parti kerjanya apa? apa mata Dekieta buta?


Parti tidak bisa menjawab pertanyaan dari Dekieta.


"Kamu harus mendapatkan gaun itu sama persis dengan apa yang dikenakan putri Anne, aku menginginkan gaun itu." ungkap Dekieta.


"Tapi yang mulia gaun seperti itu dirancang sendiri sepertinya. kita tidak punya rancangan gaun itu." ucap Parti.


Dekieta tertawa sambil mengepalkan tangannya. "Kenapa seperti itu? curi saja desain baju dariku Anne. Aku tidak mau tau yang penting besok aku harus memakai baju seperti itu." ucap Dekieta.


Parti mengangguk lemah, ada ada saja perilaku Dekieta bikin pusing dayang dayangnya.


*Anne masuk kedalam kediaman Ratu Rimba. Anne segera melakukan penghormatan.


"Selamat siang yang mulia Ratu." ucap Anne menyapa Ratu Rimba.


Anne menoleh ke kanan kiri, katanya ada acara minum teh, tapi kenapa yang didalam sini hanya ada Anne dan sang ratu beserta dayang pribadi ratu? bukannya acara teh itu banyak para putri dan ibu bangsawan yang datang?.


"Kamu kebingungan tuan putri?" tanya Ratu Rimba.


Anne segala mengangguk, "saya kebingungan, karena bukannya acara minum teh banyak bangsawan datang?" Anne bertanya.


"Tuangkan teh dicangkir tuan putri." perintah Ratu Rimba kepada dayang pribadinya.


Dayang pribadinya segera mengangguk mematuhi perintah dari Ratu.


"Yah benar seharusnya seperti itu putri, tapi aku hanya ingin acara teh pribadi hanya kita berdua." lanjut ratu Rimba.


Dayang pribadi ratu meninggalkan ruang pertemuan.


"minumlah teh itu, aku tidak memberikan racun tenang saja."


Anne meminum teh itu, Anne tidak mempunyai perasaan bahwa minuman itu dicampur racun tapi kenapa ratu rimba berkata seperti itu?


Ratu Rimba memegang tangan Anne yang ada diatas meja.

__ADS_1


"Aku mendengar berita mengejutkan pagi tadi." ucap Ratu rimba.


Anne serius menatap wajah Ratu Rimba.


"Apa kamu mau mendengar berita itu tuan putri?"


Anne mengangguk, walaupun sebenarnya Anne malas mendengarkan berita berita yang berseliweran dikerajaan.


"Aku mendengar berita tentang putri Anne, katanya kamu mau mulai diperkenalkan ke publik apakah itu benar?" Ratu Rimba bertanya. Ratu rimba menatap wajah Anne dengan tatapan mengintimidasi.


Anne berusaha untuk tenang walaupun sebenarnya Anne takut dengan tatapan dari Ratu Rimba.


"Saya mendengar itu dari mulut yang mulia raja, namun entah acara itu kapan terjadi." ucap Anne.


"Hiduplah tenang Anne, jangan pernah memancing keributan didalam istana."


"Keputusan itu berasal dari yang mulia raja sendiri, saya tidak bisa menolak." ucap Anne.


Ratu rimba menekan tangan Anne. "Auw." Anne meringis kesakitan.


"Kamu bukannya bisa menolak permintaan kecil itu? atau memang karena kamu ingin dikenal sebagai seorang Putri?


"Yah aku menginginkan itu yang mulia." Anne menjawab jujur.


"Setelah kamu keluar dari kediaman mu ternyata kamu menginginkan hal yang luar biasa putri, aku terkejut." ungkap Ratu Rimba.


Anne menatap wajah sang Ratu, "memangnya apakah saya tidak boleh meminta hak saya? saya hidup diistana tapi seperti tidak dianggap."


"Tapi kamu memang hidup dibawah kekuasaan kami!"


Anne mengepalkan tangannya. Dibenak Anne ketika ikut acara teh adalah Anne bisa dibanggakan tapi kenapa realita tak seindah ekspetasi?


"Apakah saya tidak boleh hidup seperti yang saya inginkan?" Anne menatap wajah Ratu rimba dengan tatapan sendu.


Ratu rimba mengangguk, "kamu bisa hidup sesuai dengan kemauan mu tapi kamu tidak boleh mencampuri urusan istana." syarat yang dikeluarkan oleh Ratu Rimba.


Anne menatap wajah ratu rimba dengan tatapan kebingungan, "memangnya kenapa? bukannya aku juga seorang putri?"

__ADS_1


"Benar ternyata dugaan ku, setelah kamu menerima penobatan maka kamu akan mencampuri urusan kerajaan. dasar tidak tahu malu!" bentak Ratu Rimba.


Anne menggeleng, "niat saya bukan seperti itu." ucap Anne.


Anne tidak mau dianggap haus kekuasaan.


"Sudahlah kembali saja kekediaman mu!" perintah dari Ratu Rimba.


Anne melakukan penghormatan kemudian pergi meninggalkan kediaman sang Ratu. Setelah keluar dari kediaman Ratu, Anne hanya terdiam.


"Apa ada masalah tuan putri?" Yeni bertanya.


Anne berusaha menutup kejadian yang membuat hatinya sakit biarkan Anne saja dan Tuhan yang tahu.


"Tidak ada dayang senior." jawab Anne.


Anne dan para dayangnya berjalan menuju kediaman Anne.


* Langit sudah gelap. Raja Artira kembali ke kamarnya. Hari ini giliran Ratu Rimba yang akan menemani malam sunyi yang mulia raja.


langkah seseorang mendekat kamar Raja Artira.


"Yang mulia, Yang mulia Ratu sudah tiba." ucap pelayan pribadi Raja Artira.


"Biarkan dia masuk." perintah dari Raja Artira.


"Baik yang mulia."


Pintu kamar pribadi Raja Artira terbuka. Masuklah Ratu Rimba dengan pakaian malamnya. Ratu Rimba cantik tapi tidak secantik seseorang.


Ratu Rimba segera mendekat kearah Artira. Ratu Rimba duduk dipinggiran ranjang, disamping Artira.


"Saya mendengar berita yang membuatku meradang hari ini." ucap Ratu Rimba.


Artira menoleh menatap wajah sang Ratu.


"Aku tidak mau tau berita apa itu. Aku lelah hari ini aku ingin cepat tidur." ungkap Artira.

__ADS_1


Ratu Rimba tersenyum canggung, hatinya memanas karena Artira tidak peduli. "Saya mendengar bahwa Putri mu Anne akan mulai diperkenalkan kepublik?"


__ADS_2