Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Selamat atas penobatan Putri bungsu anda Yang Mulia raja Artira." ucap Jeha.


Artira tersenyum senang. "Terima kasih atas ucapannya pangeran, saya juga mengucapkan terima kasih karena pangeran sudah mau datang ke pesta ini." ucap Artira.


selir Hari hanya menatap Jeha saja, Selir hari sepertinya tidak usah mengakrabkan diri dengan Pangeran Jeha. Kalau Selir hari mengakrabkan diri dengan pangeran Jeha buat apa? Seharusnya yang mengakrabkan diri dengan pangeran Jeha itu adalah Ratu Rimba, tapi hari ini Ratu rimba melimpahkan tugasnya kepada Selir Hari, mungkin tidak minat melihat pesta penobatan Anne.


"Dimana putri bungsu anda yang mulia raja Artira?" Jeha bertanya.


Artira mengedarkan pandangannya kesegala arah. Artira sedang mencari keberadaan Anne.


Belum menemukan Dekieta, Artira dikejutkan dengan kedatangan putri sulungnya, siapa lagi kalau bukan Dekieta. Dekieta tersenyum manis menatap Jeha, mau modus.


"Selamat pagi yang mulia pangeran." Dekieta menyapa Jeha.


Jeha menatap malas ke arah Dekieta, kenapa sih kalau berada di kerajaan Artir pasti ada Dekieta yang selalu ingin dekat dekat dengan Jeha.


Jeha akhirnya membalas dengan senyuman, senyuman palsu.


"Yang Mulia raja Artira dimana keberadaan putri bungsu anda?" Jeha kembali bertanya karena Jeha merasa risih berada didekat Dekieta.


Dikira Artira, Jeha sudah melupakan ucapannya karena kedatangan Dekieta, ternyata salah.


"Kenapa mencari orang lain? Ada saya disini pangeran, saya akan siap menerima pangeran berjalan jalan sebentar." padahal tadi Dekieta tidak ingin ikut campur kedalam pesta bahkan tidak ikut pesta tapi kenapa sekarang seakan akan Dekieta bagian terpenting dari pesta ini?


"Maaf putri, tapi saya memang mencari keberadaan putri Anne, karena pesta ini dibuat untuk putri Anne."


Dekieta kesal tapi raut wajahnya masih tersenyum karena tidak mau Jeha tau bahwa Dekieta kesal. Dekieta harus pura pura baik dan lemah lembut didepan Jeha.

__ADS_1


"Apa saya perlu mengantarkan pangeran kepada adik saya?" uh sepertinya baru pertama ini Dekieta memanggil Anne dengan sebutan Adik


Jeha menggeleng menolak mentah mentah ajakan dari Dekieta.


"Saya akan mencari sendiri putri Anne."


Sebelum membiarkan Dekieta berbicara, Jeha sudah meninggalkan Dekieta. Jeha melangkah untuk mencari Anne.


Netra Jeha menemukan Anne yang sangat cantik hari ini.


Anne yang tadinya berbincang dengan para putri terhenti karena para putri malah fokus dengan hal lain.


"Oh tuhan itu pangeran Jeha berjalan kearah sini?"


Para putri memasang wajah cantiknya, biar Jeha melirik mereka padahal pandangan Jeha hanya tertuju kepada Anne seorang.


"Benar benar, sepertinya pangeran berjalan kesini." sahut putri lain.


"Selamat pagi pangeran Jeha." salah satu putri menyapa Jeha terlebih dahulu, dia tidak mau kalah start.


Jeha tidak menyapa balik putri itu, Jeha tetap melangkah mendekat kearah Anne. Dibelakang Jeha ada Barata dan Dekieta, Dekieta sudah seperti pengawal saja.


"Selamat pagi putri Anne." Jeha berseru menyapa Anne.


Para Putri terkaget mereka bingung dan bertanya tanya dari mana Jeha mengenal Anne? Sepertinya Jeha sangat mengenal dekat Anne. Dekieta mengepalkan tangannya.


Anne gugup, membalas sapaan Jeha dengan senyuman. "Selamat pagi yang mulia pangeran Jeha."

__ADS_1


Tuv yang dibelakang Anne fokus dengan pengawal Jeha, hati Tuv sudah berdebar tak karuan. Tuv bertemu dengan tambatan hatinya.


"Selamat atas penobatannya tuan putri." ucap Jeha.


"Terima kasih pangeran Jeha, saya merasa terkesan karena pangeran datang kesini, mengesampingkan waktu untuk datang ke acara saya." ungkap Anne.


Anne benar benar merasa bahagia ternyata ada pangeran dari negeri yang besar datang diacara Anne. Apakah para putri masih akan mengunjingkan Anne setelah tau bahwa Anne dekat dengan pangeran Jeha?


"Pangeran apakah pangeran akan menikmati hidangan yang tersaji?" tawar Dekieta.


Dekieta akan terus berusaha mendekatkan diri dengan Jeha, Dekieta tidak mau kecolongan dan berakhir kalah.


Jeha menatap Dekieta sebentar setelah itu Jeha kembali menatap Anne, Jeha tidak bosan menatap wajah Anne yang hari ini benar benar bikin pangling.


"Yah saya akan makan hidangan yang tersaji"


Senyum Dekieta merekah, apakah kali ini Dekieta akan menemani Jeha berduaan makan? Ouh jangan berharap.


"Tapi tidak bersama dengan kamu." lanjut Jeha memupuskan harapan besar Dekieta. Senyuman Dekieta luntur tapi Dekieta kembali tersenyum, ingat jangan sampai Jeha tau bahwa Dekieta sedang kesal dengan Jeha. Kenapa sih Jeha tidak pernah memandang Dekieta sebagai seorang perempuan?


"Lalu pangeran akan makan bersama siapa?" Dekieta bertanya dengan nada manja dan lembut. Semoga saja Jeha berganti pikiran dan makan bersama dengan Dekieta.


"Saya akan makan bersama dengan tuan putri Anne. Apakah tuan putri mau dengan ajakan saya?" Jeha bertanya kepada Anne.


Dekieta langsung menatap sengit kearah Anne, ternyata siangan Dekieta berada didalam kerajaan sendiri. Dekieta menatap tajam kearah Anne berusaha menekan Anne agar tidak mau setuju dengan tawaran dari Jeha.


Anne menatap sekeliling, para putri menatap Anne dengan sengit begitu juga dengan Putri Dekieta. Anne seharusnya tidak berada diposisi saat ini, kenapa harus Anne yang mendapatkan tatapan sengit seperti ini

__ADS_1


Anne memberanikan diri menatap wajah tampan Jeha, "apakah saya boleh menolak pangeran?" tanya Anne


Jeha cukup terkejut dengan perkataan Anne, belum pernah ada yang menolak ajakan makan dengan Jeha yang tampan rupawan, ternyata kali ini ada yang menolak dan itu adalah seorang Anne.


__ADS_2