
"Apa kamu mau makan Tuv? Disini banyak sekali makanan."
"Tentu boleh tuan putri, tapi tujuan utama tuan putri kesini untuk apa? Apa tidak apa apa kita hanya menghabiskan waktu untuk makan?" Tuv bertanya.
"Yah memang kita kesini mau apa? Apa kamu tau hal menarik didesa ini Tuv?" Anne balik bertanya.
Tuv mendengus sebal, sepertinya benar jika Anne ke daerah A hanya karena rindu dengan seseorang. kenapa sih gak bisa menahan rindu lebih lama? Yang rindu siapa kenapa harus Tuv ikut ikutan kesini yah?.
"Saya tidak tau ada apa didesa ini tuan putri karena saya bukan berasal dari desa ini dan juga saya tidak pernah lewat atau tinggal didesa sini."
"Yah kalau begitu kita kesini makan makan saja, kita harus mengisi perut dan setelah itu mencari penginapan." ungkap Anne.
Tuv geleng geleng kepala tidak habis pikir.
Anne segera menarik tangan Tuv padahal Tuv belum menyetujui ajakan Anne.
Anne sibuk ingin memilih makanan yang ingin dia makan, semua makanan disini terlihat menggugah selera.
Anne dan Tuv tidak sadar jika ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan kebingungan. Seseorang itu segera mendekat kearah Anne.
"Tuan putri." panggil seseorang.
Anne segera menoleh dan menemukan Yohan disana, Yohan juga kaget ternyata benar dugaannya jika wanita tadi adalah Anne.
"Ouh kenapa kamu disini Yohan?"
Yohan tak percaya apa yang dikatakan Anne seharusnya dikatakan oleh Yohan.
"Seharusnya saya yang mengatakan itu tuan putri, tuan putri mengapa bisa disini?" Yohan balik bertanya.
"Saya hanya berjalan jalan saja." jawab Anne.
__ADS_1
What! Jalan jalan? Jalan jalan apa nih maksudnya? Kenapa jalan jalannya sangat jauh dari kerajaan? Apakah Anne ada perlu di daerah yang dipimpin oleh Yohan? Tapi mengapa Yohan tidak mendapatkan surat dari kerajaan? Membingungkan sekali.
"Apakah tuan putri kesini karena ada perlu?"
Anne menggeleng.
"Lalu ada kepentingan apa tuan putri kesini?" Yohan masih bertanya.
Anne memberengut kesal. "Bukannya saya sudah menjawabnya tuan Yohan terhormat, saya kesini karena ingin berkulineran saja." jawab Anne.
"Benar begitu?" Anne mengangguk
"Lalu tuan putri kesini mau makan apa?" Yohan lanjut bertanya.
"Entah saya tidak tau, sepertinya disini enak semua." ungkap Anne.
Yohan tersenyum merasa lucu ketika melihat Anne yang kebingungan. Ah rasanya Yohan ingin mengarungi Anne saja dan dibawa pulang. Is is is pemikiran yang sangat buruk.
Anne tersenyum senang kalau ada orang dalam Anne tidak jadi bingung bukan?
"Ayo tuan Yohan. Saya sudah tidak sabar menikmati makanan disini."
"Sebelum kita melaju kesana, saya ijin bertanya tuan putri, apakah tuan putri ada makanan tertentu yang tidak boleh dimakan?" Yohan bertanya untuk memastikan takut nanti Yohan salah memilih makanan.
Yohan memandang wajah Anne yang cantik.
"Saya tidak punya alergi terhadap makanan tertentu, jadi saya bisa bebas makan."
"Apa disini ada makanan khas tuan Yohan?" Anne lanjut bertanya.
Yohan mengangguk, didaerah A memang ada makanan khas yang lumayan terkenal, makanan itu banyak disukai orang orang.
__ADS_1
"Disini ada roti isi buah yang khas, rasa roti itu lezat dan banyak diburu oleh para wisatawan yang berkunjung. Selain Roti yang enak, isian dari Roti itu juga pas dan enak ketika disajikan oleh warga sini, warga daerah lain tidak bisa menyajikan isian roti itu seenak dengan buatan disini." ungkap Yohan.
Anne yang mendengar penjelasan dari Yohan sudah merasa lapar, dibayang bayang saja sudah terasa enak apalagi kalau Anne benar bisa memakai roti itu.
"Apa tuan putri ingin makan roti itu?" kenapa ditawarin lagi sih, padahal udah mau berontak nih perut indah milik Anne karena belum diisi apa apa.
Anne menatap kesal bombastis side eye kepada Yohan, apakah Yohan tidak peka?. Ayolah Anne sudah tidak sabar merasakan roti itu.
"Yah saya ingin memakan roti itu." Anne melupakan gengsinya lebih baik menjawab bukan?
"Ayo, tuan putri kita harus kesana sebelum kehabisan."
Saking larisnya sampai bisa kehabisan, ouh tidak bisa dibiarkan karena Anne harus banget makan roti itu.
Anne mengikuti langkah Yohan. Yohan dan Anne serta Parti langsung masuk kedalam toko. Baru masuk saja sudah tercium bau manis dan wangi seperti buah buahan yang menyapa indra penciuman milik Anne ,sepertinya dari baunya sudah dipastikan jika roti ini bintang 5. Anne sudah tidak sabar memakannya.
Mereka bertiga duduk dikursi, Yohan tidak lupa memesan roti tersebut, mereka bertiga menunggu roti dihidangkan.
Tidak lama roti pesanan mereka sudah datang, Anne memandang roti itu dengan tatapan berbinar.
Mereka masing masing sudah mengambil bagian mereka sendiri sendiri. Saat Anne akan makan, gerakan Anne dihentikan oleh Tuv.
"Tuan putri, jangan dulu makan." Tuv mencegah Anne merasakan roti ini.
Anne menatap Tuv dengan arti tatapan yang tak terbaca, Anne ingin marah tapi tidak bisa. "Memangnya kenapa Tuv? Kenapa aku tidak bisa makan roti ini?" senyum Anne luntur seketika.
"Saya harus memastikan dulu apakah roti ini aman dikomsumsi oleh tuan putri, saya takut jika roti ini ada racunnya." diakhir kalimat Tuv membisikan tepat ditelinga Anne.
Okelah Anne mengerti dan membiarkan Tuv memakan miliknya sendiri dulu, kalau ada racun pasti Tuv yang akan terkena efeknya terlebih dahulu. Tapi apa benar ditoko ini ada yang berniat meracuni Anne? Sepertinya tidak ada.
Selama 5 menit Tuv sudah memakan habis roti tetapi tidak ada efek yang ditimbulkan, artinya Roti ini tidak mengandung racun.
__ADS_1