Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

"Dayang senior sudah memberitahu tentang itu, tapi sepertinya saya akan menolak tawaran itu yang mulia Ratu." ungkap Anne.


Ratu Rimba tampak kaget, bukanyaa Anne adalah seorang yang terus mematuhi perintah Ratu? tapi sekarang kenapa Anne tidak mematuhi perintah? ada apa dengan Anne?


"Kenapa kamu tidak mau Anne? apakah ada masalah?"


Anne terdiam, apakah Anne bisa menjawab pertanyaan dari Sang Ratu?. Anne gugup sekali takut jika nanti setelah mengungkapkan alasannya Ratu akan menghukum Anne.


Anne menunduk tidak berani menatap Ratu Rimba. "Alasan saya menolak itu karena saya baru saja keluar dari kediaman saya, saya sulit bergaul dengan orang asing dari luar istana. saya takut membuat kekacauan nantinya." ungkap Anne.


Anne sudah memberanikan diri semoga Ratu Rimba tidak marah dan menghukum Anne.


Ratu Rimba tersenyum, tapi dihati Ratu Rimba marah karena Anne sudah bisa melawan dan menolak perintah dari Ratu Rimba. Anne dibesarkan untuk selalu patuh dibawah tangan Sang Raja dan sang Ratu. Kalau Anne melawan, Ratu rimba takut Anne bisa saja menjadi penghalang dimasa depan.


Ratu Rimba pura pura tersenyum. "Anne kamu harus menemui tamu itu. Aku membiarkan kamu bertemu dengan tamu itu karena agar kamu bisa beradaptasi dengan orang orang luar. kamu tidak akan selamanya hidup diistana Anne." sepertinya ada maksud tertentu pada kalimat yang diucapkan Ratu Rimba.


Anne menunduk, entahlah rasanya sulit sekali. Kenapa ibundanya tidak mengerti perasaan Anne?.


"Tapi.." belum selesai perkataan Anne, tapi sudah ditimpa oleh perkataan dari Ratu Rimba.


"Tidak ada tapi tapian Anne, semua ini demi kebaikan kamu sendiri. cepatlah temui tamu itu. jamu tamu mu dengan yang terbaik." ucap Ratu Rimba.


Kalau sudah seperti ini Anne tidak bisa melawan ibundanya. Kenapa Anne selalu takut yah.


"Baiklah yang mulia." Anne memberi penghormatan kemudian Anne melangkah meninggalkan kediaman sang Ratu.


Anne kembali menuju kediamannya.


"Tuan putri." dayang senior menyapa kedatangan Anne.


Anne menatap dayang senior dengan tatapan lelah.


"Apa tuan putri perlu sesuatu?" dayang senior bertanya karena khawatir dengan keadaan Anne.


Anne tersenyum ternyata kali ini ada orang yang mengerti kegundahan hati Anne. "Aku perlu berganti gaun, apa dayang senior bisa mempersiapkan gaun untuk menjamu tamu?"

__ADS_1


Dayang senior tersenyum, "tentu bisa tuan putri, jadi tuan putri menerima tawaran dari Yang mulia Ratu?"


Anne menggeleng. "Aku tidak menerima tawaran itu, aku dipaksa tapi tidak apa apa." jawab Anne dengan senyuman yang mengembang.


Dayang senior mengerti perasaan Anne, mungkin karena masalah ini Anne jadi tidak punya semangat.


"Kalau begitu saya akan menyiapkan gaun tuan putri." Dayang senior pergi untuk menyiapkan gaun yang akan dipakai oleh Anne.


Dayang senior mengetuk pintu kamar Anne.


"Masuk."


Dayang senior segera masuk membawa gaun yang akan dipakai oleh Anne. Anne menatap senang kedatangan Dayang senior.


"Bagaimana? apakah dayang senior menemukan gaun yang bagus? aku gugup sekali mau bertemu dengan tamu, ini pengalaman pertama ku dan aku tidak ingin membuat tamu itu kecewa." Anne jadi curhat.


"Yah tuan putri saya sudah menemukan gaun yang bagus." Dayang senior memperlihatkan gaun yang bagus.



Anne senang mendapatkan gaun baru, "gaunnya beneran bagus sekali dayang senior, terimakasih." ucap Anne tulus.


Dayang senior juga senang karena Anne menyukai gaun yang dipesannya. "Syukurlah jika tuan putri menyukai gaun ini. Ayo dipakai tuan putri, tamunya pasti sebentar lagi akan datang."


Anne mengangguk patuh dan segera berganti baju.


*Anne sudah datang ditempat ketemuan. Tempat temu dengan tamu itu dekat dengan taman, disamping gazebo ada sungai yang mengalir dan banyak hewan hewan disana. Anne jadi merasa sedikit tenang karena hawa disekitar tempat ini.


"Yang Mulia." sapa tamu itu.


Anne yang sedang memperhatikan sungai menoleh menatap tamu itu.


"uhh." Anne kaget, tamu itu juga kaget.


"Wah bukannya kamu itu pelayan tuan putri?" ucap tamu itu membuat beberapa dayang yang mengantar Anne kaget. Dayang senior bahkan sudah sinis menatap tamu itu.

__ADS_1


Belum bisa mengklarifikasi, tamu Anne segera memberondong pertanyaan kepada Anne.


"Dimana tuan putri? apa aku datang terlambat? ahh kalau saja tadi aku tidak mampir dikediaman putri Dekieta pasti aku bisa melihat putri bungsu yang mulia raja." Yohan kecewa.


"Maaf tuan tapi dihadapan anda sekarang adalah putri bungsu yang mulia raja. dimohon anda harus sopan berbicara dengan tuan putri." ucap Dayang senior yang sudah mulai emosi dengan tingkah Yohan.


Yohan menatap Anne tidak yakin bahwa Anne adalah seorang putri.


"Tapi kenapa seorang putri pernah keluar dari kediamannya melalui jendela? apakah benar dia seorang putri?" lirih Yohan semua yang ada disana bisa mendengar perkataan Yohan, begitu juga dengan dayang senior yang mengerutkan dahi, sedangkan Anne sudah kesal dengan Yohan karena membocorkan salah satu rahasia Anne. Awas saja Anne tidak akan menerima Yohan sebagai tamunya lagi.


Untungnya Ena dan teman temannya tidak mendengar ucapan Yohan, kalau mendengar pasti mereka bertiga sudah panas dingin takut dihukum karena membiarkan tuan putri keluar dari kediamannya tanpa sepengetahuan siapapun.


"Aku adalah putri bungsu yang mulia raja. aku memang belum diperkenalkan ke publik, tapi aku berani menjamin mu kalau didepan mu kini adalah putri bungsu yang mulia raja,"


"Silakan duduk." Anne mempersilahkan Yohan untuk duduk.


Yohan akhirnya duduk berhadapan dengan Anne. Yohan masih memperhatikan Anne, Yohan juga kagum dengan Anne. Yohan terkesima dengan kecantikan dan aura Anne.


"Jadi kamu tamunya? kalau aku tahu kamu tamunya , aku akan menolak menjamu tamu seperti mu." ungkap Anne.


Yohan tersenyum manis sekali bisa bikin para perempuan diabetes. Yohan memang tampan tapi Pangeran Jeha gak ada lawan.


"Sebelumnya terima kasih tuan putri sudah menerima saya dan menemui saya, saya merasa terhormat sekali bisa berbincang dengan anda."


Anne mengangguk sebagai respon dari ucapan terima kasih Yohan untuk Anne.


"Tuan putri tidak akan menyesal mengenal saya tuan putri, saya akan membuat tuan putri bahagia." Anne menatap Yohan, tidak ada guratan kebohongan dari wajah Yohan.


"Aku tersentuh dengan kata katamu tapi aku masih marah kepada mu karena mengira aku adalah pelayan."


"Maafkan kelancangan saya tuan putri. kalau anda mau menghukum saya, saya sangat bersedia tuan putri." ucap Yohan tulus.


'Hukum saya menjadikan suami mu tuan putri.' batin Yohan meronta ronta.


Wah wah wah Yohan falling in love with Anne nih?

__ADS_1


kalian tim mana nih?


__ADS_2