
"Ayo tuan putri, kalau kita tidak kesana cepat cepat saya takut jika nanti dijalan akan gelap."
Tuv bernafas lega karena Yohan mengajak Anne untuk segera beranjak dari tempat makan. Apakah Tuv harus berterima kasih kepada Yohan kali ini?
"Baik tuan Yohan." ucap Anne.
Anne segera berdiri, Yohan dan Tuv juga ikut berdiri. Yohan dan kedua wanita itu keluar dari tempat makan. Anne mengikuti langkah Yohan dari belakang.
Yohan memperlambat langkahnya, membuat Anne menubruk tubuh Yohan.
"Auw." Anne mengusap keningnya.
Kening Anne merasa panas karena menghantam punggung Yohan.
Yohan segera membalikan tubuhnya dan tidak sadar mengelus kening Anne. Anne ingin menghentak tangan Yohan tapi Anne tidak jadi karena Anne terpesona dengan ketampanan Yohan walaupun tidak lebih dari Jeha tapi Yohan tetap ganteng. Anne jadi baper karena sikap Yohan saat ini sedangkan Tuv dia hanya bisa memandang saja sambil mengelus dadanya sambil berkata dalam hati 'dimana nih jodoh ku? Aku pengin seperti tuan putri Anne.' batin Tuv menjerit tidak terima melihat keromantisan yang terjalin antara Yohan dan Anne.
"Ehm, apakah kening tuan putri sudah merasa lebih baik? Sepertinya tidak ada yang luka."
Anne jadi gugup sekarang karena Yohan bertanya sambil menatap matanya. Kalau Anne es krim, Anne mungkin sudah meleleh karena ditatap Yohan. Pipi Anne juga sudah memerah seperti kepiting rebus sudah seperti di blush on banyak.
"Maaf tuan Yohan tapi lepaskan tangan mu dari kening saya ,dan tolong jangan menatap saya seperti itu." ucap Anne dengan suara lembut. 'Karena sepertinya aku mencintai mu tuan Yohan.' batin Anne.
Hati Anne menghangat karena sikap Yohan, setiap dipandang Yohan seperti sekarang Anne merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
Yohan segera membuang pandangannya setelah mendengar ucapan dari Anne. Yohan merasa bahwa dirinya kurang ajar karena berani mengusap kening Anne.
Yohan menunduk, "maafkan saya tuan putri karena telah kurang ajar."
"Tidak apa apa Yohan, sebaiknya kita segera melangkah karena kata mu kalau kita terlambat maka nanti jalan akan gelap, ayo kita jalan kembali, aku sudah memaafkan mu." ucap Anne.
"Terima kasih tuan putri."
Mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan menuju sungai. Seperti tadi Yohan tetap berada didepan karena yang tau jalan sedangkan Anne dan Tuv kan pendatang, Yohan seperti guest tur.
Semilir angin berhembus membuat anakan rambut milik Anne berterbangan. Saat ini mereka sudah sampai disungai. Sungai yang tenang, Anginnya juga segar membuat siapa saja betah berada disini termasuk Anne.
__ADS_1
"Sungainya bersih sekali tuan Yohan." puji Anne.
Anne bersyukur kepada Tuhan karena masih bisa melihat pemandangan yang begitu menyejukkan mata.
"Tepi sungai ini dibersihkan setiap dua hari sekali dan ada tanggul yang dapat menggumpulkan sampah disana nanti akan dibersihkan setiap seminggu sekali, jadi sungai ini bersih." Yohan berkata sambil terus berjalan.
Anne speechless mungkin karena upaya ini sungai jadi bersih seharusnya semua sungai didunia ini seperti ini pasti sungai sungai akan bersih.
"Apa itu hasil jerih payah tuan Yohan?" kali ini Tuv yang bertanya.
Yohan tertawa manis mirip gulali. "Yah memang dari dulu keinginan saya bisa melihat sungai bersih, akhirnya melakukan upaya itu dan terkabul."
Anne jadi bangga kepada Yohan. Bangga apa bangga nih?
Mereka bertiga begitu menikmati sungai ini, mereka berjalan jalan dipinggiran karena tidak mungkin Anne dan kedua orang itu jalan ditengah sungai bukan? Takutnya nanti hanyut.
Saking mengangguminya Anne tidak sadar jika dirinya terus kepinggir.
"Tuan putri!" teriak Yohan.
Tangan Yohan berada di pinggang Anne, menahan Anne agar tidak jatuh.
Jantung Anne berdetak cepat, Anne hampir jantungnya karena hampir saja terjatuh ke sungai. Untung saja ada yang menahan tubuh Anne.
Yohan menarik tubuh Anne hingga Anne jatuh kedalam tubuh Yohan. Mereka berdua masih berpelukan, apakah mereka berdua tidak sadar jika ada orang lain yang sekarang sedang lesu karena orang itu tidak punya pasangan buat pelukan. Berapa lama mereka akan berpelukan? Buat Tuv iri saja.
Tuv berdehem untuk menyadarkan kedua orang yang sedang dimabuk asrama itu eh asmara.
Yohan dan Anne saling pandang hingga akhirnya Yohan melepaskan tangannya dari pinggang Anne padahal Yohan sudah nyaman karena rasanya seperti memeluk Anne. Yohan dan Anne jadi canggung.
"Maafkan saya tuan putri." Yohan minta maaf karena telah kurang ajar memeluk tubuh Anne.
Anne menanggapi permintaan maaf itu hanya dengan tersenyum. "Tidak apa apa itu salah ku karena kurang berhati hati, aku menganggap mu membantu ku tuan Yohan."
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kembali." lanjut Anne.
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena insiden Anne yang akan tercebur kedalam sungai, untung bisa diselamatkan oleh Yohan.
"Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada tuan Yohan karena sudah menolong saya, mungkin kalau tuan Yohan tidak cepat tanggap saya bisa tercebur." ucap Anne.
"Itu sudah kewajiban saya untuk menolong tuan putri."
Anne tersenyum, Yohan memang selalu saja membuat hati Anne menghangat. Apakah cinta Anne akan semakin besar kepada Yohan? Entahlah saat ini saja Anne sedang bimbang, merasa bingung apakah perasaan Anne sekarang cinta atau hanya merasa tersanjung atas sikap Yohan.
Yohan mencuri curi pandang sambil berjalan. Yohan terlihat seperti Suami yang sangat mencintai istrinya. Yohan bahkan sudah berkali kali mencuri pandang menatap sang pujaan hati.
Tuv yang dibelakang merasa kesepian akibat tidak punya pasangan, Tuv hanya bisa gigit jari melihat Yohan yang bucin terhadap Anne. Kapan Tuv bisa mendapatkan laki laki seperti Yohan? Apakah Tuv harus mencari pasangan di laut? Diudara atau didunia lain?
'kenapa tuan putri tidak peka peka sekali sih? padahal jelas sekali kalau tuan Yohan menaruh rasa kepada tuan putri.' batin Tuv menerka nerka.
Mereka menghabiskan sore hari dipinggiran sungai. Sekarang mereka akan berjalan menuju ke tempat gubernur yang ada penginapannya. Apakah Tuv harus mereview tempat itu?
Anne baru kali ini menginjakan kaki di pusat balai kota daerah A, tepatnya dikantor pemerintahan dengan gubernurnya Yohan. Tempat ini bersih sepertinya biasa dibersihkan. Seseorang datang dan segera memberi hormat kepada Yohan sebagai kepala daerah.
"Selamat malam tuan." sapa orang itu. Orang itu membawa berkas, sepertinya orang itu bertugas sebagai orang bersih bersih.
"Selamat malam." Yohan membalas sapaan orang itu, Yohan jadi pemimpin memang selalu ramah.
"Saya langsung saja yah pak, mau istirahat dan tolong apakah kamar tamu sudah dibersihkan?"
"Sudah tuan dua hari yang lalu, apakah saya harus membersihkan kembali?" tanya orang itu.
"Yah bersihkan saja seperti biasanya."
Yohan beralih menatap Anne, "ouh yah apakah Tuv akan tidur sendiri? Dikamar lain?" Yohan bertanya.
"Saya akan tidur dikamar lain." jawab Tuv.
Anne menggeleng, "kita satu kamar saja Tuv, minta tambahan kasur."
"Apakah tidak apa apa tuan putri? Saya takut tuan putri tidak nyaman tidur berdua dengan saya."
__ADS_1
"Saya tidak apa apa Tuv, kalau tidur berdua saya merasa ada yang menjaga saya karena ini diluar istana."