
Anne jadi gelagapan sendiri.
Apakah Anne salah karena tidak menawarkan makanan pada Jeha? Anne punya alasan sendiri tidak menawarkan makanan para Jeha, salah satu alasannya karena Anne dari tadi tidak melihat keberadaan Jeha.
Anne harus menjawab apa dengan perkataan Jeha? Oh Tuhan tolong beri ide Anne untuk bisa menjawab ucapan Jeha.
"Ehm.. Ehm.." Anne bimbang memilih kata.
Dekieta tiba tiba mendekat kearah Jeha. "Tidak usah Anne saja yang menawarkan pangeran, saya akan menawarkan makanan untuk anda,"
"Jadi pangeran mau makan apa?" lanjut Dekieta.
Kenapa Dekieta selalu ikut campur disaat Jeha mau berdekatan dengan Anne sih? Apakah ada yang bisa mengusir Dekieta sekarang? Jeha sangat membutuhkan pengusir handal sekarang.
Jeha masih diam. Anne jadi kasihan dengan Dekieta yang seperti benar benar ingin mendekatkan diri kepada Jeha.
"Pangeran, apa pangeran mau menyicipi hidangan ini?" tawar Anne kepada Jeha.
Yohan diam mendengar pembicaraan antara Anne, Jeha dan Dekieta. Yohan cukup jadi pendengar saja.
"Maaf Dekieta, tapi aku hanya menerima tawaran atau ajakan dari Anne." ucap Jeha tenang menolak tawaran dari Dekieta.
Dekieta menahan kesal karena Jeha menolak mentah mentah ajakan dari dirinya.
"Baiklah mari ambil makanannya terlebih dahulu pangeran."
Jeha mengikuti langkah Anne berjalan, Yohan ditinggal Anne mungkin karena saking fokusnya dengan Jeha, Anne melupakan raga Yohan.
Yohan tersadar, memang pantas bagi diri Yohan ditinggalkan oleh Anne, karena Yohan disini tidak terlalu penting jika bersamaan dengan kehadiran Jeha.
__ADS_1
Dekieta sedikit mendekat kearah Yohan. "Terlihat sekali bahwa pangeran Jeha tertarik dengan putri Anne, kamu masih semangat bukan untuk membuat putri Anne membalas perasaan mu bukan?" lirih Dekieta.
Yohan kaget dari mana Dekieta tau bahwa Yohan telah jatuh cinta kepada Anne? Apakah memang ketara sekali?.
Anne yang melihat bahwa Jeha sudah mengambil makanan akhirnya bisa bernafas lega. Ouh, Anne baru ingat jika Anne kesini dengan Yohan, Anne mengedarkan pandangannya kesegala arah, ketika melihat tubuh Yohan, Anne segera memfokuskan pandangannya.
"Tuan Yohan." Anne memanggil Yohan.
Yohan balik menatap Anne. "Ada apa tuan putri?"
"Kamu tidak jadi mengambil makanan? Piring mu masih kosong." ucap Anne.
Yohan ikut memandang piringnya, benar apa yang dikatakan Anne piring yang ada ditangan Yohan memang kosong.
"Apa makanannya tidak cocok dengan perut tuan Yohan?"
Yohan menggeleng sambil tersenyum, "tidak tuan putri, makanan disini mengugah selera, saya hanya menanti giliran saya untuk mengambil makanan."
Anne memandang Dekieta bingung, semua yang ikut Anne sudah mengambil makanan tapi kenapa Dekieta tidak.
"Yang mulia, kenapa tidak mengambil makanan?" Anne bertanya dengan nada lembut.
Dekieta memandang Anne dengan tatapan penuh kebohongan, diluar terlihat bahwa Dekieta seperti seseorang yang lembut tapi didalam ada topeng yang disembunyikan Dekieta.
"Maaf tuan putri, saya tidak bisa memakan makanan yang kurang terjamin keamanannya ini, saya takut jika ada racun yang dicampur kedalam makanan ini." Dekieta berusaha menakut nakuti.
Tuv menggeleng, "tidak ada racun yang mulia, sebelum ini saya sudah mencicipi makanan disini, jadi kalau ada racun pasti saya sudah keracunan saat ini." ungkap Tuv.
Memang yah saat Anne digondol oleh Jeha, Tuv tidak ikut dan berakhir makan, Tuv mencoba semua makanan mumpung tersedia dan saat ini Tuv tidak merasa lemas ataupun mual dan pusing jadi sudah dipastikan jika makanan disini terjamin aman.
__ADS_1
Dekieta jadi gugup mau menolak dengan alasan apa lagi?
"Tapi maaf walaupun kamu berbicara seperti itu, saya tetap tidak mau makan makanan disini." Dekieta kerasa kepala sekali.
Anne tersenyum berusaha memaklumi keparnoan Dekieta, entah itu benar parno karena takut ada racun atau entah ada alasan lainnya yang tidak diketahui oleh Anne, yang penting Anne sudah menawarkan Dekieta.
"Kalau begitu mari kita menuju ke aula pesta kembali." ajak Anne.
Yohan mengikuti langkah Anne. Yohan melangkah bersebelahan dengan Anne. Jeha, Dekieta dan Tuv juga mengikuti langkah Anne untuk menuju ke aula pesta.
Dekieta mendekat kearah Jeha. "Wah pangeran saya baru tau jika Tuan gubernur Yohan sangatlah romantis sekali, lihat sekarang tuan gubernur Yohan jalan bersebelahan dengan Tuan putri Anne,"
"Uhmm saya ingin sekali seperti Anne." lanjut Dekieta sambil melangkahkan kakinya mensejajarkan langkah kaki Dekieta dengan Pangeran Jeha. Dekieta dan Jeha terlihat seperti sedang berjalan bersebelahan.
Sebenarnya Jeha sedikit muak dengan keberadaan Dekieta, bagaimana Jeha tidak muak jika setiap saat setiap waktu Dekieta seperti mendekatkan diri padahal sudah tidak pernah direspon oleh Jeha eh tetap saja mendekatkan diri.
"Lihat dari belakang saja kelihatan jika tuan putri Anne dan Gubernur Yohan sangat cocok." Dekieta berusaha untuk memanas manasi hati Jeha. Dekieta akan membuat Jeha mundur secara teratur dan memilih untuk jatuh cinta dengan Dekieta. Pemikiran yang bagus bukan?.
Tapi kenyataannya sekarang, Jeha masih diam saja tidak terlihat cemburu ataupun sedih karena kedekatan Anne dengan laki laki lain. Apakah cara Dekieta kali ini tidak berhasil?.
Dekieta mengepalkan tangannya, Dekieta kenapa selalu saja gagal sih ketika mau menghancurkan perasaan Jeha kepada Anne?
Oke kali ini sebaiknya Dekieta diam saja, tapi Dekieta tidak merasa capek sama sekali untuk mencari perhatian kepada Jeha. Apakah Dekieta bisa dikatakan sebagai cewek caper?
Jeha masih fokus memandang Anne dan Yohan, padahal tadi Jeha sempat dekat dengan Anne, tapi sekarang Anne kembali asik dengan keberadaan laki laki lain selain Jeha.
#Btw kalian tim mana nih?
Anne-Jeha
__ADS_1
Anne- Yohan?