
Hari ini Anne harus meninggalkan daerah Ye karena tugas Anne sudah selesai. Walaupun berat tapi Anne harus meninggalkan warga dan semua yang ada didaerah Ye. Padahal Anne sudah merasa nyaman.
Yah begini kalau udah nyaman eh malah ditinggal tapi kalau dikasus Anne, Anne yang meninggalkan.
Anne membereskan perlangkapan dengan menatap sendu sekelilingnya. Apakah Anne bisa meninggalkan tempat penuh kenangan ini? Anne menghela nafas.
"Tuan putri sedih karena harus meninggalkan tempat ini?" tanya Dora.
Yah tadi Ena, Sarah dan Dora datang membantu Anne untuk membereskan peralatan dan barang barang Anne.
"Saya sudah nyaman berada didesa ini." ungkap Anne.
"Tidak gampang meninggalkan tempat ini kalau sudah nyaman." lanjut Anne.
Sarah tersenyum, dirinya juga merasa seperti Anne. Mereka yang datang memang sudah merasa nyaman berada didesa Ye. Mereka mempunyai pengalaman baru, apalagi warga daerah Ye baik walaupun awalnya mereka cuek.
Setelah mengeluarkan barang barang dari dalam tenda, pengawal mulai merubuhkan tenda dan melipat tenda dan memasukan tenda kedalam kereta khusus barang barang.
Anne berencana akan menemui para warga dahulu sebelum pergi meninggalkan daerah Ye.
"Selamat pagi." sapa Anne.
Para warga tersenyum tapi mereka juga bingung tumben sekali nona itu memakai baju yang pernah dipakai saat mau kehutan dan baju itu persis sama yang dipakai Anne saat baru pertama kali menginjakan kaki didesa ini.
"Ibu dan bapak saya dan pengawal serta dayang semua ijin pamit. Saya akan pulang ke rumah saya, tugas saya disini sudah selesai." ucap Anne.
Warga daerah Ye tentu terkejut mereka tidak menyangka jika harus berpisah dengan Anne yang membantu desa itu.
Kepala daerah Ye segera mendekat kearah Anne.
"Nona beneran mau pulang? Apa memang tidak bisa ditunda?" tanya kepala daerah.
Anne mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh kepala daerah.
"Saya tidak bisa menunda lagi, saya sudah lama meninggalkan rumah saya." Anne sengaja tidak menyebut kerajaan karena takut warga Ye ketakutan karena pernah menolak kehadiran seorang putri ke daerahnya.
"Saya berjanji akan mengunjungi daerah ini lagi jika ada waktu." ucap Anne.
"Semoga tuan putri selamat sampai tujuan."
Anne segera berlalu dan menaiki kereta kencana. Kereta itu berjalan meninggalkan daerah Ye.
Warga yang menyaksikan menjadi sedih, walaupun mereka tadinya menolak dan tidak suka Anne tapi sekarang mereka mulai menerima kehadiran Anne.
Salah satu warga mendekat kearah kepala daerah.
"Kepala daerah, saya merasa was was dengan kepergian nona.muda tadi, saya merasa khawatir." ucap laki laki itu.
Ternyata tidak hanya satu orang yang merasa begitu, lebih dari 10 orang merasa khawatir dengan kepergian Anne. Mereka tau jika Anne akan melewati jalan rawan yang sangat berbahaya, mereka jadi khawatir.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anne membuka kain yang menutup jendela pada kereta kencana yang Anne pakai. Anne memandangi pemandangan yang membuatnya terpukau. Anne kembali menutup jendela setelah puas menatap keluar.
Kereta Anne sudah masuk kedalam daerah rawan.
Kereta Anne tiba tiba berhenti, Anne kebingungan kenapa keretanya berhenti? Padahal Anne belum memberi perintah untuk istirahat dan kenapa diluar sana ribut sekali?
Anne hendak keluar tapi dicegah oleh Sarah. Sarah berada didepan pintu kereta, Sarah menahan pintu dengan tangannya agar Anne tidak keluar dari kereta.
"Tuan putri jangan keluar, diluar ada begal." ucap Sarah.
Mendengar ucapan Sarah membuat Anne ketakutan. Anne segera membuka tirai jendela dan benar saja para pengawal sekarang sedang bertarung dengan para begal yang jumlahnya tidak sedikit.
Para begal menodongkan celurit. "Kalau kalian lewat sini harusnya kalian membayar kami!" teriak ketua begal itu.
"Maaf tapi kami tidak membawa apa apa." jawab pengawal.
Para begal tersenyum, "kalian tidak membawa apa apa? Lalu apa itu?" ketua begal menunjuk kearah kereta.
Melihat ketua begal menunjuk kearah kereta, Anne segera menutup jendela, dan Anne segera menutup pintu kereta dari arah dalam.
Anne berdoa semoga semua orang yang ikut perjalanan ke daerah Ye bisa selamat dan bisa kembali ke kerajaan.
Para pengawal segera melakukan serangan karena harta benda mereka mau dirampas. Para pengawal kesulitan melawan para begal, maklum para begal jumlahnya hampir setara apalagi para begal pasti sudah ahli bela diri.
Anne tidak bisa apa apa, dirinya hanya bisa melihat dari dalam. Anne menangis mendengar teriakan kesakitan dari para pengawal yang terluka. Anne pasrah untuk kedepannya.
Doa meminta pertolongan pada yang diatas ternyata terkabul. Ada banyak yang menolong para pengawal. Anne melihat dari dalam, ternyata warga daerah Ye membantu mereka.
"Terima kasih." gumam Anne.
Anne merasa sedikit lega ketika para begal itu sudah mati. Semoga saja kejadian ini tidak terulang kembali.
Setelah merasa kondisi luar yang aman, Anne segera turun.
"Obatilah luka kalian, saya akan berbicara kepada warga terdahulu." ucap Anne.
Para pengawal mengangguk dan segera mengobati luka dengan tumbuhan penyembuh luka yang ada disekitar kejadian.
Anne segera mendekat kearah kepala daerah.
"Terima kasih kepada warga desa Ye, saya merasa berhutang nyawa kepada kalian." ucap Anne.
"Tidak usah merasa demikian nona, nona sudah juga sudah membantu perekonomian kami."
"Ouh yah kenapa kalian bisa kesini?" tanya Anne.
Anne tentu terkejut dengan kedatangan warga daerah Ye, padahal daerah Ye sudah jauh.
__ADS_1
"Kami berencana untuk menjual ubi ubian ke pasar." jawab kepala daerah.
"Untungnya saya bertemu kalian, sekali lagi terima kasih." ucap Anne tulus.
Setelah berbincang, Anne kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kerajaan, Semoga saja mereka bisa selamat sampai tujuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anne sudah berada di gerbang kerajaan, setelah perjalanan pulang 2 jam akhirnya Anne dan yang ikut bisa selamat.
Kedatangan mereka disambut haru oleh warga kerajaan. Mereka kaget karena ada kejadian begal.
Tidak lupa ada yang mengabari kejadian ini kepada Raja Artira.
Raja berlari dan langsung memeluk tubuh anaknya. Raja merasa khawatir dengan keadaan Anne.
Anne yang mendapatkan pelukan tiba tiba dari sang ayah membuat Anne kaget dan juga terjadi, baru kali ini Anne melihat Artira sangat khawatir kepadanya.
Raja melepaskan pelukannya dan Raja menatap wajah sang anak.
"Apa kamu tidak apa apa?" tanya Raja.
Anne menggeleng, "Badanku tidak apa apa karena tidak terluka tapi aku shock dengan kejadian ini."
"Kenapa kamu yang berangkat putri Anne? Padahal aku mendengar jika yang mendapatkan tugas ini adalah Dekeita kenapa jadi kamu?"
Anne kaget jadi kakak tirinya itu yang menjebak Anne? Apakah karena Dekeita tau jika disana daerah berbahaya jadi Dekieta mengirim Anne kesana? Wah keterlaluan sekali Dekeita.
Anne jadi merasa marah kepada Dekeita, kenapa begitu tega sekali kepadanya?
"Untunglah kamu bisa selamat putri Anne, aku kaget sekaligus khawatir mendengar kabar jika rombongan mu melawan para begal."
Anne tersenyum mendengar penuturan dari Raja sekaligus Ayah Anne.
"Apakah ada membantu kalian karena tidak mungkin kalian melawan begal disana, begal disana terkenal tidak pernah kalah."
Lalu kalau tau begitu kenapa mengirim putri putrinya kesana? Aneh sekali.
Percuma kalau Anne mengamuk yang ada Anne nanti terkena hukuman. Tidak mungkin Anne melawan Raja yang berkuasa.
"Yah saya memang dibantu oleh warga tempat saya bertugas." jawab Anne.
"Syukurlah, artinya kamu bisa menyelesaikan tugas kamu." puji Raja kepada Anne.
Pengawal yang terluka segera diobati dan dibawa kebiro pengobatan. Raja memerintah Anne untuk segera beristirahat.
Dekieta yang sedang berjalan jalan disekitar kerajaan kaget dengan kedatangan Anne.
"Wanita itu masih hidup?" tanya Dekeita kepada Parti.
__ADS_1
Parti mengikuti arah pandang Dekieta, kalau tidak salah lihat disana ada Anne, kalau ada tubuh yang masih sehat pastinya yah masih hidup.