
Ena tersenyum senang mendengar jawaban dari ibu pedagang , setelah perjalanan panjang akhirnya mereka mendapatkan informasi tentang tempat makan disekitar pasar, Ena lega sekali.
"Kamu mau bertemu dengan teman mu? teman mu itu baru datang berhari hari, dia kerja disana." ungkap pedagang perempuan itu.
"Teman saya? saya tidak punya teman yang bekerja dipasar."
Pedagang wanita itu tampak kebingungan, "ouh jadi pelayan tempat makan itu bukan teman mu, ternyata benar benar besar yah istana sampai para dayang saja tidak mengenali satu sama lain."
'Dayang? aku tidak pernah mendengar berita dayang yang keluar istana dan bekerja dipasar, atau jangan jangan dayang itu adalah Tuv?' batin Ena bertanya tanya.
"Dayang? apakah dayang itu baru bekerja ditempat makan tersebut?"
Ibu ibu pedagang itu mengangguk. "Yah saya baru melihatnya beberapa hari ini. dia juga mengungkapkan jika dia seorang pelayan pribadi dikerajaan."
Ena senang mungkin benar dugaannya jika yang bekerja ditempat makan itu adalah Tuv.
Ena meletakan koin pemberian Anne.
"Koin ini untuk anda, nona itu yang memberikan." Ena menunjuk Anne yang sedang menatap Ena dan ibu ibu pedagang.
Anne tersenyum kepada ibu ibu pedagang itu yang langsung dibalas senyuman oleh ibu ibu pedagang itu.
"Dari ketiga perempuan itu pasti salah satunya wanita bangsawan? bukan begitu nona?" tebak pedagang tua.
Ena mengangguk, Ena berbisik ditelinga ibu pedagang itu. "Itu tuan putri kerajaan ini."
Ibu ibu pedagang itu tersenyum, ternyata benar tebakan dari ibu pedagang.
"Terimakasih nona." ucap Pedagang tua.
"Saya pamit dahulu Bu. Terima kasih." Ucap Ena, setelah itu Ena melangkah menjauh dari pedagang tua itu.
"Aku tahu kamu sudah mendapatkan informasi tentang tempat makan itu bukan?" Anne menebak.
Tebakan Anne benar sekali, Ena mengangguk. "Yah tuan putri kita hanya perlu berjalan lurus nanti ketika ada pertigaan kita belok kiri. Ayok."
Anne melangkah dengan semangat menuju tempat kerja Tuv. Anne dan Ketiga dayang itu menelusuri jalan seperti apa yang dikatakan ibu ibu pedagang.
Anne mengehentikan langkahnya ketika Anne sudah sampai ditempat makan dan melihat Tuv yang sedang sibuk melayani pembeli.
"Tuv." Anne berteriak memanggil nama Tuv.
Tuv yang merasa terpanggil akhirnya menoleh dan Tuv kaget ternyata Anne benar benar menepati janji untuk bertemu dengan Tuv.
__ADS_1
Tuv meletakan nampan dan segera berlari, Tuv langsung memeluk tubuh Anne.
"Aku benar benar merindukan tuan putri." ucap Tuv sambil meneteskan air mata.
Ketiga dayang itu kaget, Tuv ternyata memanggil Anne dengan panggilan aku-kamu, sedekat itu hubungan Anne dan Tuv.
Anne membalas pelukan Tuv. "Aku juga merindukan mu Tuv."
Anne dan Tuv sudah seperti sepasang kekasih yang saling merindukan, padahal Anne dan Tuv adalah teman yang tidak akan berpisah.
Tuv melepas pelukannya dan menatap Anne.
"Keadaan tuan putri baik baik saja bukan? apa ada yang membuat tuan putri sedih?" Tuv bertanya.
Anne menggeleng. "Aku tidak sedih, aku punya teman baru Tuv, perkenalkan mereka bertiga adalah dayang dayang yang baru aku kenal, dia namanya Ena, dan yang ditengah adalah Dora, sebelah Dora ada Sarah. mereka yang menemaniku saat kamu tidak ada." ucap Anne.
Tuv menatap ketiga dayang itu secara bergantian. Tuv merasa lega karena saat Tuv tidak ada Anne masih punya orang lain yang bisa diajak bicara.
"Syukurlah aku lega jika nona masih punya orang yang dipercaya."
"Ayo mampir ditempat kerja ku." lanjut Tuv menawarkan Anne dan ketiga dayang itu untuk mampir.
Anne dengan senang hati menerima tawaran dari Tuv, sedangkan ketiga dayang itu hanya mengikuti langkah Anne.
"Wah ternyata SOP ini enak sekali Tuv." puji Anne.
Tuv senang, walaupun tempat makan ini bukan milik Tuv tapi Tuv senang saja karena dipuji oleh tuan putri.
"Benar bukan Ena, Sarah dan Dora?" Ena, Sarah dan Dora mengangguk.
"Tuv apa masa hukuman mu masih lama? aku merasa kesepian sekali." ungkap Anne.
Tuv menunduk, "masa hukuman ku masih lama tuan putri, mungkin sepuluh hari lagi aku akan datang ke kerajaan dan meminta permohonan kepada yang mulia ratu agar hukuman ku diringankan." ucap Tuv.
"Memang itu boleh dilakukan? apakah itu akan berhasil Tuv? sepuluh hari dari sekarang juga lama sekali. bisakah kamu datang lima hari setelah hari ini?"
Tuv menggeleng. "Kalau seperti itu pasti ditolak oleh Yang mulai Ratu. kalau meminta pengampunan biasanya setelah setengah hukuman itu kita lakukan."
"Wah aku baru tahu tentang itu."
"Aku akan menunggu mu Tuv. dan setelah hukuman ini berakhir langsung masuk saja dikediaman ku oke." lanjut Anne.
Tuv mengangguk. Semoga secepatnya Tuv bisa kembali ke istana.
__ADS_1
"Tuv aku tidak bisa berlama lama disini. aku takut berjalan disini karena hari sudah mulai malam."
Tuv mengangguk. "Aku akan mengantarkan kalian, sebentar tunggu aku selesai."
Anne mengangguk dan menunggu Tuv sampai selesai bekerja. Setelah semua selesai, Tuv segera mengantar Anne.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anne sedang memotong bunga yang sudah layu divas bunga didalam kamarnya. Anne memang hari ini tidak ingin keluar dari kamar, karena merasa capek setelah kemarin jalan jalan sampai kepasar.
Dayang senior mengetuk pintu kamar Anne.
"Masuk." ucap Anne.
Dayang Senior pun masuk kedalam kamar Anne.
Anne menoleh menatap kedatangan dayang senior. "Ada perlu apa dayang senior?"
Dayang senior menunduk. "Hari ini ada seorang tamu. Yang mulia ratu memerintahkan tuan putri untuk menemani tamu itu berkeliling di kerajaan." ungkap Dayang Senior.
Anne menatap dayang senior, "aku diperintahkan? kenapa aku? bukannya seharusnya putri Dekieta?"
Dayang senior menunduk hormat. "Saya tidak tau tuan putri, saya hanya menyampaikan pesan dari pelayan pribadi Yang Mulia Ratu."
"Apa aku boleh menolak perintah yang mulia Ratu? aku baru saja keluar dari kediaman ku dan untuk bertemu dengan orang asing dari luar istana sepertinya bukan hal yang mudah." ungkap Anne.
Dayang senior terus menunduk. "Daripada tuan putri bimbang, sebaiknya tuan putri menemui yang mulia ratu saja sekarang."
Anne terdiam, apa itu pilihan yang tepat?. Baiklah Anne akan melakukannya kali ini.
"Aku akan menemui yang mulia Ratu." ucap Anne.
Anne segera melangkah meninggalkan kediamannya. Kedatangan Anne dikediaman Ratu disambut baik oleh Sang Ratu.
"Silakan duduk anak ku."
Anne duduk di kursi depan ruang pribadi sang Ratu.
"Kedatangan mu kesini untuk apa? apa pelayan senior sudah memberi tahu bahwa hari ini kamu harus menemui tamu?"
Anne mengangguk. "Dayang senior sudah mengatakan, namun aku sepertinya akan menolak tawaran itu yang Mulia Ratu."
Author lagi sibuk membagi waktu nih. Author mau melaksanakan utbk. doain yang terbaik yah untuk author.
__ADS_1