
"Bagaimana apakah tuan putri menyukai gaun ini?" Yeni bertanya.
Anne mengangguk. "Aku menyukai gaun ini dayang senior, simpel tapi menurut ku sangat bagus."
"Aku selalu puas dengan baju baju yang kamu berikan dayang senior." lanjut Anne.
"Yah saya memilih designer pribadi untuk tuan putri."
Anne menatap Yeni. "Bukannya gaun gaun ini dibuat dibutik kerajaan?" Anne bertanya.
Yeni menggeleng, "tidak, karena butik kerajaan kadang memberi batasan untuk tuan putri jika menginginkan gaun baru, jadi saya pilih untuk memakai designer pribadi." ungkap Yeni.
"Designer itu dari luar kerajaan? apakah sangat mahal?"
"Yah dia bekerja dirumah, dia juga pedagang kain yang terkenal, dia menjahit gaun gaun mewah dengan tangannya sendiri dan kalau tidak ada yang memesan gaun itu maka gaun itu akan dijual dipasar. tapi setiap dia membuat gaun pasti sudah terjual, banyak yang menunggu gaun gaun buatan designer itu." ucap Yeni panjang lebar.
"Lalu bayarannya mahal? dayang senior membayar dengan apa?" tanya Anne, sedari tadi Anne sangat penasaran.
"Bayarannya tergantung kesulitan gaun yang dibuat. sekitar dua ratus koin untuk gaun ini."
Mata Anne membola, what! mahal sekali. Padahal hanya satu gaun simpel tapi kenapa mahal sekali.
”Mahal sekali dayang senior, kamu membayarnya dengan apa?" Anne bertanya kembali.
Dayang senior gugup, Anne jadi penasaran dengan apa dayang senior membayar hasil kerja designer swasta itu.
"Tuan putri, apakah masih lama? ayo segeralah keluar nanti kita bisa terlambat." teriak Dora.
Anne menatap kearah pintu ruang ganti, Anne melangkah meninggalkan Yeni.
Yeni mengusap dadanya lega karena Anne tidak bertanya lebih lanjut mengenai cara pembayaran designer mahal itu. Kalau Anne tau entah bagaimana nantinya.
Anne menemui ketiga dayang yang sudah siap siaga.
"Dayang senior, ayo." Anne menyuruh Yeni untuk segera datang.
Yeni keluar dari ruang ganti dan segera mendekat kearah Anne.
Anne hendak melangkah tapi tangannya dicekal oleh seseorang, Anne menoleh ternyata yang mencekal tangannya adalah Ena.
"Kenapa Ena?" Anne bertanya.
"Sepertinya ada yang kurang tuan putri." jawab Ena.
Dua alis Anne mendekat, "kurang apa?"
Ena segera menjauh dari Anne dan Ena segera meraih camping.
"Pakailah ini tuan putri untuk menutupi wajah tuan putri." Ena memberikan camping yang ada kain untuk menutup wajah.
Anne mengangguk dan memakai camping itu. Anne dan keempat dayang segera melangkah pergi dari kediaman Anne. Mereka tidak mau melewatkan satu adegan drama musikal, Yeni yang paling tua ikut ikutan, Yeni jarang melihat drama musikal hidupnya hanya berada didalam kerajaan.
__ADS_1
*Anne dan rombongannya sudah sampai dipasar. Pasar cukup ramai hari ini, tapi karena sudah siang jadi banyak pedagang yang sudah pulang kerumah.
"Tidak ramai seperti biasanya." komentar Sarah.
"Yah mungkin karena sudah siang jadi sedikit yang berbelanja, mungkin yang ada disini hanya pedagang kain dan warga yang ingin ke tempat makan." ucap Yeni.
Walaupun jarang keluar dari kerajaan tapi Yeni tau sedikit tentang pasar. Pasar biasanya ramai ketika mahatahi akan terbit.
Anne hanya mendengarkan perkataan dari dayang dayangnya.
"Dimana letak drama musikalnya?" Anne bertanya.
"Lurus saja tuan putri, tuan putri akan menemukan orang orang yang berkumpul mungkin disana tempat drama musikalnya, pasti sekarang sudah mulai ramai." jawab Sarah.
Anne melangkah lurus sesuai dengan instruksi dari Sarah. Anne dan keempat dayangnya menemukan tempat drama musikal, orang orang sudah banyak berkumpul.
Anne ikut berkumpul dan acara drama musikal dimulai.
Musik mengema, orang orang yang tadinya ribut sekarang diam fokus menonton pertunjukan. Aktor keluar dari belakang pemain.
"Yah, kau raja bejat. dimana hati mu, kenapa kamu melupakan sesuatu yang berharga?" aktor itu mulai berakting.
Aktor lainnya berakting menangis, "aku bukan raja bejat, aku manusia biasa yang dipaksa sempurna."
Bunyi musik menggema membuat orang orang penasaran dengan kelanjutan cerita. Digantung yah? yah digantung kasian sekali.
"Aku sudah berusaha membahagiakan warga ku." aktor yang berperan raja mengucapkan kata itu.
"Haha ha ha apa? membahagiakan? yang ada warga mu hampir sekarat."
"Memang tuan putri drama musikal terkadang menyindir kerajaan. karena menyindir kerajaan drama ini populer." jawab Yeni.
Anne kembali fokus menonton drama musikal itu.
"Cepatlah kau memilih mundur atau kau akan ku bunuh sekarang!" ancam aktor entah yang berperan sebagai apa.
Aktor yang berperan sebagai raja segera bersimpuh. "Tolong jangan bunuh aku, aku akan memenuhi permintaan mu."
"Baiklah maka kamu harus lengser dari jabatan mu!"
Aktor pemeran Raja itu mengeluarkan pedang dari tempat.
Srettt
Pedang hampir mengenai muka Anne. Anne gemetaran ketakutan karena hampir tersayat oleh Pedang sang aktor.
Para dayang segera mendekat kearah Anne.
Drama musikal berhenti, para aktor mendekat kearah Anne.
"Apakah keadaan nona baik baik saja?" tanya aktor yang tadi hampir mengores leher Anne.
Anne menunduk, wajah Anne tidak boleh terlihat.
__ADS_1
"Tidak apa apa." ucap Anne.
"Maafkan kelalaian saya, saya kurang tau jika ada orang." permintaan maaf dari Aktor.
Anne menganggukan kepalanya, "tidak apa apa lanjutkan saja dramanya."
Aktor mengucapkan terimakasih dan melanjutkan drama musikal.
"Ayo tinggalkan tempat ini, aku ingin mengunjungi Tuv."
"Baik tuan putri." lirih Yeni.
Anne dan keempat dayangnya segera melangkah pergi meninggalkan drama musikal itu.
Saat aktor pemeran Raja tidak mendapatkan scene, Aktor itu memperhatikan Anne dari jauh, senyum mengembang.
*"Wah tuan putri, aku merindukan mu." ucap Tuv.
Tuv segera memeluk tubuh Anne. Anne membalas pelukan Tuv.
"Aku juga merindukan mu Tuv." ucap Anne.
Tuv mempererat pelukannya.
Anne melepaskan pelukannya. "Kapan kamu bebas dari hukuman? aku rindu bertemu kamu diistana. apa kamu berhasil meminta keringanan?"
Tuv menunduk lemas, "Aku tidak berhasil tuan putri, tidak apa apa sebentar lagi aku sudah bisa menginjakan kaki diistana." ungkap Tuv.
"Benarkah? kapan?" Anne antusias.
"Satu Minggu lagi tuan putri." senyum Anne langsung mengembang mendengar ucapan Tuv.
Anne meraih tangan Tuv, Anne mengengam tangan Tuv. "Aku akan menunggu mu datang keistana." ucap Anne.
Tuv mengangguk dengan cepat.
Yeni melangkah mendekat kearah Anne. "Maaf tuan putri, matahari hampir terbenam, sebaiknya kita segera kembali ke kerajaan." ucap Yeni.
Anne mengangguk, "maaf Tuv aku harus kembali. Bahagia lah disini."
Tuv mengangguk. Tuv memperhatikan tubuh Anne yang semakin menjauh.
*"Tuan putri?" panggil seseorang dari belakang Anne.
Saat ditengah jalan ada seseorang yang memanggil Anne.
Anne tidak boleh menoleh, Anne takut jika seseorang yang memanggilnya adalah orang jahat.
Dayang segera menoleh kebelakang mengecek siapa yang memanggil Anne.
Dayang segera memberi hormat ketika tau bahwa yang memanggil adalah seorang bangsawan.
Gimana dengan bab ini?
__ADS_1
kira kira siapa nih?