Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

Anne berjalan disekitar danau. Danau mengingatkan tentang kejadian kelam dimasa lalu, tapi Anne masih suka berada disekitar Danau. Menurut Anne danau kadang bisa membahagiakan tapi juga bisa mengingatkan tentang luka. Anne menghirup udara disekitar Danau yang membuat pikiran Anne tenang. Dari arah belakang tubuh Anne, terdengar suara orang sedang melangkah dengan tergesa gesa.


"Tuan putri." ucap seseorang yang baru datang. Anne tentu mengenal suara ini, siapa lagi kalau bukan Yohan. Yohan baru datang dan tergesa gesa.


Anne membalikan tubuhnya dan menatap Yohan. Saat melihat penampilan Anne saat ini, jantung Yohan berdetak lebih kencang. Anne saat ini sangat cantik.


"Cantik." satu kata yang terucap dimulut Yohan tanpa sadar.


Ketiga dayang yang mendengar ucapan Yohan itu jadi tertawa tersenyum, kebawa perasaan. Yohan gak nyadar kalau mengucapkan kata itu , mungkin saking terpesonanya.


Anne tersenyum malu karena mendapatkan pujian dari Yohan. Andai Yohan adalah lelaki yang disukai Anne, pasti Anne sudah melayang jauh.


Yohan akhirnya tersadar, Yohan segera menggelengkan kepalanya. Yohan jadi malu karena ketahuan memuji sang kekasih hati.


"Maafkan saya tuan putri karena telah lancang mengatakan kalimat itu." ucap Yohan dengan kepala menunduk mengisyaratkan bahwa Yohan menyesal.


Anne tersenyum, "tidak apa apa."


"Bagaimana apa sekarang saja kita berjalan menuju ke pesta rakyat?" lanjut Anne bertanya.


Yohan mengangguk. "Ayo tuan putri, lebih cepat lebih baik."


Anne berjalan beriringan dengan Yohan. Ketiga dayang itu membiarkan Yohan dekat dengan Anne. Mereka bertiga itu penumpang kapal Yohan Anne. Ena, Sarah dan Dora menjaga jarak biar Yohan bisa pendekatan.


"Serasi sekali tuan putri dengan tuan Yohan." ucap Dora.


"Yah memang serasi tapi lebih serasi lagi jika tuan putri dengan tuan Yega." ungkap Sarah.


Ena tertawa tapi lirih, "saya tetep tuan putri dengan pangeran Jeha, mereka berdua serasi banget."


Walaupun ketiganya beda beda kapal tapi mereka bahagia karena ada yang mau mendekati tuan putri mereka.


Anne tidak mendengar ucapan dari ketiga dayang itu. Anne sibuk menatap pemandangan disekitarnya. Anne tidak sadar jika didepannya ada lubang yang lumayan besar.


"Awas tuan putri." teriak Yohan.

__ADS_1


Yohan memegang pinggang Anne, karena Anne sudah limbung. Yang dibelakang mereka hanya bisa menyaksikan adegan romantis itu.


Anne memegang dadanya, jantung Anne vertedak lebih cepat. Anne bersyukur tidak mengalami kejadian terjatuh karena diselamatkan oleh Yohan.


Tangan Yohan masih setia mengalun dipinggang ramping Anne. Yohan terpaku menatap wajah Anne.


Anne segera berdiri, "tolong lepaskan tangan mu dari pinggang ku." Anne menghentakan tangan Yohan. Anne merasa tidak nyaman karena Yohan bukan siapa siapa Anne. Kasian yah jadi Yohan.


Yohan menunduk, "maafkan saya tuan putri, saya patut dihukum." ucap Yohan menyesal.


Anne tersenyum, "tidak apa apa, kamu menyelamatkan ku. Terima kasih."


Yohan menatap Anne, senyum Yohan mengembang.


"Ayok lanjutkan lagi perjalanannya." ucap Anne.


Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan menuju ke daerah pasar. Pasar yang akan dituju Anne itu lumayan jauh dari istana, bukan pasar yang dekat dengan pekerjaan Tuv yah, tapi pasar yang lebih jauh lagi. Jadi untuk segera kesana, Anne harus berjalan tanpa lelah.


*Anne menghentikan langkahnya. Tangan Anne mengusap sisi kiri perut bawah Anne. Perut bagian kiri terasa sakit sekali.


"Tuan putri ada apa?"


"Apakah baik baik saja?"


Mereka semua tampak khawatir dengan keadaan Anne. Anne menatap Ena. Anne masih mengusap sisi kiri perutnya.


"Perut ku sakit sekali, sepertinya kita harus beristirahat. Apakah tidak apa apa? kalau kalian masih ingin ke pesta rakyat, kalian duluan saja. Aku akan menunggu disini." ucap Anne.


Ketiga dayang itu mengangguk begitu juga dengan Yohan, mereka tidak akan tega meninggalkan Anne bersama dengan ketiga pengawal.


Ena memberikan botol minuman yang tadi Ena bawa. "Saya membawa ini tuan putri untuk berjaga jaga, sepertinya tuan putri membutuhkan minuman ini."


Minuman itu terbuat dari daun daun berkhasiat yang akan membuat tubuh kembali fit setelah diminum, tapi tidak langsung berefek, harus menunggu beberapa menit.


Anne menatap botol itu, "itu minuman apa? apa aku boleh meminumnya?"

__ADS_1


Ena mengangguk. "Minuman ini sangat berkhasiat apalagi tuan putri kesakitan seperti ini, sepertinya tuan putri kelelahan, jadi minuman ini bisa menyembuhkan tubuh tuan putri."


Anne mengangguk. Anne segera menerima minuman itu dari tangan Ena, dan Anne segera meminum minuman itu.


Mereka semua masih setia menunggu Anne.


Anne menatap semua orang yang masih saja khawatir dengan keadaannya.


"Kapan pesta rakyat itu berakhir? apa tidak apa apa kalian menunggu ku?"


"Pesta itu berakhir sekitar jam dua belas malam tuan putri, jadi masih beberapa jam lagi, tuan putri tidak usah takut ketinggalan pesta itu. tapi apakah tuan putri yakin bisa melanjutkan perjalanan?" Sarah bertanya karena khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk menimpa Anne.


Anne menganggu, "kalian tenang saja, keadaan ku sudah lumayan mendingan. sebaiknya kita harus segera melanjutkan perjalanan, aku takut semakin malam, akan semakin susah kita untuk pulang." ucap Anne.


"Sepertinya kita tidak bisa pulang hari ini juga tuan putri, pesta itu dirayakan tepat tengah malam, dan kalau tuan putri ingin segera pulang maka sebaiknya pulang pada saat pagi hari. waktu itu masih aman, dari pada tengah malam, banyak perampok." ungkap Yohan.


Anne mendengarkan perkataan Yohan. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Yohan.


"Lalu kalau kita pergi saat pagi petang. maka kita harus mencari penginapan bukan? apa disekitar pasar ada penginapan?" Anne bertanya karena memang Anne tidak tau.


Yohan tersenyum, "pasti ada penginapan tuan putri, apalagi jika ada pesta rakyat, pasti banyak warga yang membuka penginapan. Bagaimana apakah tuan putri akan menginap atau melanjutkan perjalanan?"


"Sebaiknya kita menginap saja, kita harus mengisi tenaga kita untuk jalan besoknya." ungkap Anne.


Mereka semua kembali melanjutkan perjalanan. Wah kalau ada Tuv pasti Tuv senang sekali. Apa Tuv tau ada pesta rakyat? dan apakah Tuv akan berada disana jika Tuv tau?. Semoga Anne bisa bertemu dengan Tuv.


*Mata Anne berbinar, pasar malam ini sangatlah ramai, banyak lampu warna warni terpajang. Banyak orang yang berlalu lalang.


"Wah." Anne benar benar terpesona.


"Aku tidak tau jika pesta rakyat benar benar ramai seperti ini." ucap Anne sambil tersenyum lebar, senyuman Anne tidak pernah luntur.


Yohan jadi gemas dengan reaksi Anne. Aduh tolong jodohkan Yohan dengan Anne secepatnya.


"Kenapa keluarga kerajaan tidak pernah kesini? padahal disini sangat memukau." puji Anne.

__ADS_1


Next gak nih?


__ADS_2