Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

Kenapa atmosfer disekitar Yohan dan Anne jadi canggung sih?


Yohan kembali menatap wajah cantik dari perempuan yang bisa dibilang mengambil Ahli hari Yohan saat ini.


Yohan ingin bicara tapi Yohan kebingungan mau bicara tentang apa.


"Tuan putri, apakah ada yang ingin tuan putri sapa lagi?" Tuv bertanya karena merasa hening, tidak ada percakapan antara Yohan dan Anne.


Tuv merasa asing dengan laki laki yang sedang berbicara dengan Anne. Apakah laki laki itu berasal dari keluarga kerajaan? Tapi melihat dari baju yang dipakai lelaki itu sepertinya bukan dari kalangan kerajaan.


Tuv menatap Anne untuk meminta jawaban, tapi yang ditatap sepertinya tidak peka dengan kode dari Tuv.


Yohan mencuri pandang kepada Anne.


Daripada terus penasaran, Tuv mendekat kearah Anne. Tuv berbisik bertanya kepada Anne.


"Tuan putri, apakah tuan putri mengenal tuan itu?" Tuv bertanya.


Anne menatap Tuv, kemudian Anne mengangguk. "Yah aku sangat mengenalnya Tuv."


Tuv semakin penasaran, siapakah tuan yang tampan dan terlihat sangat baik sekali, tapi jangan berpikiran bahwa Tuv akan menyukai pria ini yah, karena Tuv tau pria yang dari tadi bicara dengan Anne ternyata memang sudah menaruh hati kepada tuan putri Anne, Tuv tidak mungkin tertarik dengan pria ini.

__ADS_1


"Sepertinya aku tertinggal berita ini." Tuv yang suka ghibah ternyata masih tertinggal berita tentang putri Anne. Apakah Tuv tertinggal jauh saat Tuv tidak berada didalam istana?


"Jadi siapa sebenarnya laki laki itu tuan putri? apakah laki laki itu calon tuan saya?" Tuv mengkode apakah Yohan adalah calon suami Anne?


Anne kaget mendengar pertanyaan itu, "sutss kamu jangan sembarangan ngomong begitu Tuv."


Wah kalau Anne seperti ini, apakah benar dugaan Tuv bahwa Yohan adalah calon suami Anne? Capek sekali menjadi Tuv selalu menduga duga.


"Jadi benar jika itu calon suami Tuan putri?"


Anne menggeleng. Jangan sampai Tuv berpikiran sejauh itu, hubungan Anne dengan Yohan memang dekat tapi sepertinya masih ditahap berteman.


"Tuan Yohan dengan aku hanya berteman Tuv."


"Aku sama sekali tidak percaya." ungkap Tuv


Anne mengerucutkan bibirnya, "kalau kamu tidak percaya yah sudah, itu hak kamu, tapi aku beneran kalau aku dan Yohan cuman berteman tidak lebih."


Tuv mengangguk anggukan kepalanya, Tuv tidak berani lagi untuk melawan ucapan dari Anne karena takut jika Anne emosi dan malah menjadi bad mood.


Perhatian para putri teralihkan karena seseorang kembali masuk kedalam aula pesta. Aura ketampanan dan berwibawa menguar keseluruh penjuru Aula. Masuklah pangeran yang tampan siapa lagi kalau bukan Jeha. Semua mata wanita menatap Jeha penuh damba, tatapan semua seperti ingin minta dinikahi oleh Jeha, maklum Jeha itu bisa dianggap sempurna. Anne juga sempat terpana tapi tidak berlangsung lama.

__ADS_1


Jeha mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok wanita yang sedang Jeha cari. Netra Jeha menemukan Anne, tapi Anne tidak sendiri, Anne bersama dengan pelayan pribadinya dan juga seorang pria.


'Siapa pria itu?' batin Jeha bertanya tanya.


Jeha diam ditempat ingin melihat atau menonton kedekatan Anne dan Pria itu. Anne tidak canggung sekali berdekatan dengan pria itu, kenapa Anne sikapnya berbanding terbalik ketika bersama dengan Jeha? Apakah Jeha mengeluarkan energi negatif oleh karena itu Anne tidak mau berdekatan dengan Jeha? Tapi kalau dirasakan sepertinya Jeha mengeluarkan energi positif bukan negatif.


Melihat kedekatan Anne dengan Yohan membuat hati Jeha sakit. Jeha menyentuh dadanya.


'Apa aku sedang jatuh cinta kepada Putri Anne?' batin Jeha.


Jeha menggeleng berusaha untuk tetap tenang. Semoga saja perasaan Jeha ini tergolong biasa saja. Tidak mungkin bukan jika didalam hati Jeha terukir nama indah Anne?


Dekieta menjadi ingin dekat dengan Jeha, sedikit demi sedikit Dekieta melangkahkan kakinya mendekat kearah Jeha, kedatangan Dekieta didekat Jeha bersamaan dengan datangnya pengawal pribadi Jeha. Barata datar menatap Dekieta, Dekieta merasa bahwa Barata mungkin tidak menyukai dirinya, Dekieta membalas menatap ketus kearah Barata. Dekieta tidak ingin memikirkan tentang sikap Barata kepada dirinya yang terpenting sekarang Dekieta bisa berdekatan dengan Jeha.


Dekieta memberi penghormatan kepada Jeha. "Selamat pagi pangeran Jeha." ucap Dekieta lembut. Kalau memang sikap asli Sekitar seperti ini, Dekieta kelihatan cantik, tapi Jeha sudah mengetahui semua kebusukan Dekieta jadi Jeha tidak tertarik dengan Dekieta, memang sih Dekieta cantik tapi lebih cantikan Anne. Anne tetap nomer satu.


Jeha tidak membalas ucapan dari Dekieta. Dekieta menahan emosinya, kenapa sih susah sekali mendapatkan perhatian dari pangeran ganteng ini? Dekieta harus apa untuk menjadikan Jeha sebagai pendampingnya?


Walaupun tidak dipedulikan Jeha, Dekieta tetap mendekat kearah Jeha. Dekieta mengikuti arah pandang Jeha, ternyata Jeha sedang menatap Anne?. Dekieta menatap wajah Jeha yang serius menatap Anne.


'Apa dia memperhatikan Anne?' batin Dekieta bertanya tanya.

__ADS_1


Dekieta kembali memperhatikan Anne, selain Anne disana juga ada Yohan, yah Dekieta memang mengenal Yohan.


Dekieta memandangi Jeha kembali, dilihat lihat kenapa wajah Jeha datar tanpa ekspresi, seharusnya kalau Jeha menatap Anne maka wajah Jeha harusnya senang bukan? Tapi kenapa ini sebaliknya?


__ADS_2