
Yohan melangkah semakin masuk kedalam kerajaan.
Saat berjalan memang Yohan terlihat berwibawa tapi mereka tidak tau kalau saat ini Yohan sedang diserang rasa gugup karena akan bertemu calon mertuanya. Antara siap atau tidak siap, Yohan tetap harus siap.
Semakin dekat dengan ruangan sang Raja semakin gugup juga yang dirasakan Yohan. Tolong kalau ada obat gugup, Yohan mau minta.
Yohan semakin melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan Raja Artira. Semakin kedalam semakin gugup. Apakah Yohan harus pingsan disini? tapi tidak elit sekali kalau tiba tiba Yohan pingsan, bisa bisa nanti dicoret jadi calon menantu. Sebisa mungkin Yohan menahan agar tidak terlihat gugup, mohon dimaklumi karena Yohan mau bertemu dengan calon mertuanya.
Diruangan itu sudah ada Raja dan Selir Hari. Sebenarnya Yohan bertanya tanya kenapa selalu saja Selir Hari yang ada? kenapa tidak ada sang Ratu? biasanya kan Raja berdampingan dengan Ratu? tapi kenapa disini adanya Selir?
Melihat kedatangan Yohan, Selir Hari menyambut kedatangan Yohan dengan senyum ramah. Yohan merasa bahwa senyum Selir Hari mirip dengan seseorang yang Yohan sangat kenali.
"Apa kabar Yohan? " Selir Hari bertanya kabar Yohan. Ramah sekali bukan?
Wah apakah ini ciri ciri bahwa Yohan diterima menjadi menantu? Jadi terhura
Raja tersenyum melihat kedatangan Yohan. Sebelum duduk, Yohan memberikan penghormatan kepada Raja dan Selir Hari.
"Selamat pagi yang mulia Raja dan Selir. "
Raja dan Selir Hari tentu senang dengan kedatangan Yohan.
__ADS_1
"Selamat datang Yohan, silakan duduk. " ucap Selir Hari.
Yohan segera duduk dan tidak lupa berterima kasih kepada Selir Hari.
Dayang dayang yang ada disana mempersiapkan minuman dan makanan.
"Silakan dinikmati. "
"Terima kasih yang mulia. "
Yohan menikmati jamuan, ini permulaan karena Yohan sudah tau bahwa Selir Hari ataupun Raja Artira akan memulai pembicaraan setelah Yohan meminum atau memakan jamuan.
Melihat Yohan yang sudah meminum dan memakan jamuan. Raja dan Selir Hari saling memandang, dan kemudian Selir Hari mengangguk.
"Saya ingin bertanya tentang surat dari mu Yohan,"
"Apakah niat mu mempersunting Putri Anne itu benar benar nyata?" lanjut Raja Artira.
Yohan mengatur nafasnya terdahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Raja Artira.
"Yah saya memang serius dengan permintaan saya Yang mulia." Yohan menjawab.
__ADS_1
Raja Artira dan Selir Hari terdiam.
"Lalu kenapa kamu ingin bersama dengan Putri Anne?" kali ini Selir Hari yang bertanya.
Yohan menunduk kemudian kembali menatap wajah Selir Hari dengan senyum yang menggembang. Terlihat sangat bahagia.
"Karena saya jatuh cinta kepada Putri Anne. Karena senyuman Putri Anne selalu membuat saya bahagia."
"Lalu kenapa kamu bisa menyukai Putri Anne?" Selir Hari kembali mencecar Yohan dengan pertanyaan.
"Saya tidak tau kenapa saya bisa terpikat dengan tuan putri Anne, yang ada dipikiran saya sekarang hanya ingin bersama dengan Putri Anne dan melindungi putri Anne." jawab Yohan.
"Tuan putri Anne terlihat sangat baik dan penyayang, saya semakin jatuh cinta kepada Putri Anne." tambah Yohan.
Yohan memang sudah terpikat dengan Anne saat baru pertama kali bertemu, cinta memang tidak bisa diprediksi.
Selir Hati tersenyum, Selir Hari merasa bahwa Yohan adalah sosok yang akan membuat Anne akan bahagia. Semoga saja Anne menerima lamaran dari Yohan. Yohan memang terlihat cocok bersanding bersama Anne.
Selir Hari menatap sang Raja. "Jadi bagaimana dengan keputusan yang mulia?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel ini sampai di bab ini. Maaf jika author jarang up.