Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
87


__ADS_3

Dekieta sudah sampai ditempat pembelajaran, Dekieta mencari tempat duduk. Didekat Mia masih ada tempat duduk kosong, wah kesempatan emas untuk Dekieta. Selain bisa dekat dengan Mia, Dekieta juga akan mencari tau tentang kelemahan Mia.


Dekieta berjalan dan langsung duduk disebelah Mia. Waktu berlalu, Dekieta fokus memperhatikan penjelasan dari kepala dayang. Disaat dayang menjelaskan, Dekieta sempat curi curi pandang ke arah Mia, berharap menemukan sesuatu yang bisa dijadikan senjata. Kalau bisa senjata itu bisa bikin Mia malu.


Dekeita menghela nafas lelah, malas sekali sebenarnya Dekieta mengikuti pelajaran ini karena Dekieta sudah mendapat pelajaran ini disaat masih kecil, maklum Dekieta seorang putri. Tentunya kalau sudah mendapatkan pelajaran ini, Dekieta sudah tau dan tak perlu mengulang bukan?


Tapi ada seseorang yang bukan dari golongan putri kerajaan tapi dirinya sudah tau pelajaran ini, siapakah orang itu?


Pelajaran sudah selesai, banyak para calon permaisuri yang sudah bersiap akan meninggalkan ruang pembelajaran. Mia yang memang sudah selesai, bangkit dari duduknya dan Mia akan kembali ke asrama calon permaisuri. Melihat Mia yang pergi, Dekeita mengikuti langkah Mia.


Jalan menuju asrama calon permaisuri melewati kolam luas. Mia yang memang suka menikmati pemandangan kolam, berjalan dipinggir kolam, kesempatan ini digunakan baik oleh Dekieta.


Mia jalan dipinggir kolam, dan Dekieta mendekat menyengol tubuh Mia. Mia tercebur masuk kedalam kolam.


Permaisuri yang tadi hendak kembali ke asrama menjadi kaget dan langsung berusaha membantu Mia.


Tangan Mia menggapai gapai udara meminta pertolongan orang lain karena Mia tidak bisa berenang.


"Bagaimana ini? disini apakah ada yang bisa berenang?"

__ADS_1


Sedangkan pelakunya diam saja menikmati pemandangan.


"Coba kamu cari pertolongan." pinta salah satu calon permaisuri.


"Tapi kita tidak boleh kemana mana, kalau aku pergi dari sekitar sini yang ada aku terkena hukuman." tolak orang yang dimintai tolong tadi.


"Lalu bagaimana dengan orang itu? Apa kamu tidak merasa kasian?" mereka semua masih mencoba menolong Mia, tapi mereka tidak ada yang berani mencebur kedalam kolam.


"Tapi aku takut jika aku mendapatkan hukuman, kamu juga harus tau."


Datang seorang yang berlari tergesa gesa, dan segera menolong Mia yang hampir saja kehabisan nafas.


Orang itu adalah Jihe, Jihe tanpa takut menolong Mia yang sudah berada ditengah kolam. Buat apa takut jika niat kita baik bukan mau menolong sesama.


Saat Mia sudah berada di daratan, Dekieta berjalan mendekat. Dekieta memasang muka sedih.


"Aku tidak sengaja, nona Mia, aku sungguh meminta maaf." ucap Dekieta pura pura.


Padahal kebalikannya Dekieta memang sengaja membuat Mia jatuh.

__ADS_1


Mia memperhatikan wajah Dekieta sebentar kemudian mengangguk, Mia tidak mau memperpanjang urusan, karena lawannya terlalu berada diatasnya yang ada nantinya Mia yang disalahkan.


Dekieta berlalu pergi meninggalkan Mia dan calon permaisuri yang lainnya. Dekieta melakukan ini agar mereka tau jika Dekieta tidak bisa dikalahkan, dan mereka harus tunduk dibawah Dekeita dan calon permaisuri yang lain tidak berani dengan Dekieta. Kejam sekali bukan?


Jihe yang melihat Mia itu seperti ini menjadi iba. Jihe mengelus bahu Mia.


"Aku merasa kasihan dengan keadaan mu Mia." ucap Jihe.


Mia menunduk malu.


"Huh aku tidak suka sekali dengan sikap putri Dekieta, dia seorang putri tapi dia memiliki sikap yang jauh dari seorang putri. Kalian merasakan bukan?" ucap calon permaisuri lainnya.


"Yah aku juga tidak suka dengan Putri Dekieta, wajahnya saja sudah terlihat angkuh kenyataannya memang kejam."


"Mia sepertinya kedepannya kamu harus lebih berhati hati."


Mereka mensumpah serapahi Dekieta agar tidak lolos ajang pencarian permaisuri ini. Mereka tidak suka dan tidak rela jika Dekieta menjadi seorang permaisuri karena sikap Dekieta yang semena mena.


"Kalian jangan seperti itu, mungkin memang putri Dekieta tidak sengaja melakukannya tadi." Mia masih berkata baik.

__ADS_1


"Hish Mia kamu tuh apa gak lihat? putri dekieta tadi mendorong kamu!"


"Sudah sudah ayo kembali ke asrama." Jihe melerai.


__ADS_2