
Anne benar benar membuat semua orang terpukau dengan penampilannya.
"Kenapa apa ada yang salah dengan penampilan ku?" Anne bertanya setelah melihat reaksi tiga dayang itu.
"Bener bener cantik banget tuan putri. kalau tuan putri memakai baju seperti ini terus, pasti banyak pangeran disana sana yang menyukai putri." ungkap Sarah.
Anne jadi salah tingkah karena dipuji karena Anne belum pernah dipuji sebelumnya.
"Aku sudah biasa memakai baju seperti ini, tapi kalian saja yang belum pernah melihat ku berpakaian seperti ini."
"Bagaimana kami bisa melihat tuan putri memakai baju seperti itu jika tuan putri tidak pernah keluar dari kediamannya."
Anne mengangguk. "Aku tidak pernah keluar oleh keluarga kerajaan. Tapi sekarang aku bisa keluar, dan aku akan mempergunakan waktu ku dengan sebaik mungkin."
Sarah Ena dan Dora tentu mendukung Anne.
Setelah semuanya siap.
Anne sudah siap akan keluar dari kediamannya melalui jendela kamarnya.
"Setelah aku berhasil keluar kalian harus keluar kalian harus memberitahu kepada dayang senior jika aku beristirahat,"
"Kalian mengerti bukan?" ketiga datang itu mengangguk.
Anne langsung memanjat jendela. Anne berhasil mendarat dengan benar. Ada seseorang yang terpukau karena kaget ada bidadari turun dari rumah.
"Waow." seseorang itu bertepuk tangan.
Anne yang mendengar segera menoleh, Anne juga kaget dan tidak tau siapakah orang ini, untungnya bukan Yang Mulia Ratu atau Yang Mulia raja yang menemukan Anne yang akan kabur.
"Kamu bukan seorang pencuri bukan?" sepertinya orang ini mencurigai Anne.
Anne segera menggeleng, "aku bukan seorang pencuri."
"Lalu kenapa kamu bisa keluar dari kediaman seorang putri, benar bukan disini kediaman Putri bungsu yang mulia raja?" diakhiri dengan pertanyaan.
Anne mengangguk membenarkan. "Ya memang disini kediaman Putri bungsu Yang Mulia raja."
Laki laki yang berpakai sopan, ganteng, keren dan terlihat sopan itu memperhatikan sekitarnya.
__ADS_1
"Kalau kamu keluar dari kediaman tuan putri, apakah tuan putri akan keluar dari kediamannya? dan kamu siapanya tuan putri?" Anne mendapatkan banyak pertanyaan.
"Saya adalah pelayan tuan putri, dan tuan putri tidak akan keluar dari kediamannya hari ini karena tuan putri memutuskan untuk beristirahat." jawab Anne.
Laki laki itu menghembuskan nafas, "aku datang tidak tepat waktu ternyata."
Anne menatap Laki laki itu penuh dengan banyak pertanyaan. Kenapa orang ini mengetahui kalau Raja mempunyai putri bungsu? padahal bukannya selama ini Anne disembunyikan?.
"Aku baru menemui orang yang mengetahui jika Yang Mulia raja memiliki putri bungsu, kamu mengetahui informasi itu dari mana? apakah kamu salah satu menteri?" Anne bertanya karena Anne sangat penasaran.
Laki laki itu langsung meminta menjabat tangan Anne, tentu Anne tidak ingin berjabatan dengan orang yang tidak dikenalnya.
"Kamu harus sopan kepada saya. Jangan asal meminta jabat tangan."
"Saya ingin memperkenalkan diri saya kepada kamu, kenapa saya dianggap tidak sopan? kamu bukan seorang putri jadi wajar wajar sekali kamu berjabat tangan dengan seorang laki laki seperti saya." ucap laki laki itu.
"Kalau kamu mau memperkenalkan diri tinggal beritahu aku nama mu saja, aku tidak ingin berjabatan dengan kamu."
Laki laki itu tertawa. "Baiklah. Perkenalkan Saya Yohan, saya bukan seorang menteri, saya seorang gubernur."
Anne mengangguk anggukan kepalanya.
Datanglah ketiga dayang mendekat kearah Anne. Mereka kebingungan karena melihat ada seorang laki laki disebelah Anne, tapi mereka tetap mendekat kearah Anne.
"Ayok kita segera kesana." ucap Anne.
Yohan hanya bisa diam tidak ikut campuran urusan Anne dan ketiga dayang itu.
"Tapi tuan putri ada tamu, apa tuan putri mau meninggalkan tamu itu?" Sarah mengkode Anne tentang Yohan.
Anne menggeleng, "dia bukan tamu ku, lagian kami baru kenal beberapa menit yang lalu." jawab Anne.
"Baiklah yang mulia."
Anne dan ketiga dayang itu meninggalkan Yohan sendirian. Yohan menatap sekelilingnya dengan tatapan kebingungan.
"kenapa saya ditinggal?" gumam Yohan bertanya tanya.
Yohan memutuskan untuk berkeliling kediaman tuan putri, Yohan akan mencari informasi tentang putri bungsu Yang mulia raja, kalau bisa Yohan akan selalu ke istana untuk mendapatkan perhatian dari Sang putri yang belum banyak diketahui oleh publik.
*Anne berjalan dengan memperhatikan sekitarnya, Anne benar benar takut akan ketahuan oleh keluarganya. Semoga saja penyamaran Anne berhasil.
__ADS_1
Akhirnya setelah berjuang, Anne dan ketiga dayang itu sudah sampai disungai.
Anne menatap sekitar sungai, segar sekali rasanya. Kenapa Anne tidak pernah kesini padahal tempat ini sangat cantik untuk dilewatkan.
"Bagaimana tuan putri? ini adalah sungai tempat dayang mencuci gaun, lihat saja dipinggir pinggir sungai masih banyak dayang yang mencuci bukan?" ucap Dora.
Anne mengangguk. "Wah kalau aku tau ada tempat seperti ini, aku akan selalu kesini setiap hari."
Anne sangat takjub dengan pemandangan sungai, padahal hanya sebatas sungai tapi bisa membuat Anne bahagia. Ingat kebahagiaan orang itu berbeda beda.
"Apakah disini kita bisa berenang?" Anne bertanya.
"Kira tidak tau tuan putri, tapi banyak dayang yang suka mandi disini." jawab Ena.
Anne kaget dan langsung menoleh kearah Ena, "kalian kalian mandi disini? kalian tidak takut ada yang melihat kalian secara sembunyi sembunyi?"
Ena, Dora dan Sarah mengangguk.
"Kami memang takut ada yang menguntit, tapi setelah dipikir pikir sungai ini dikelilingi tempat sepi diistana, jadi lumayan aman." ucap Ena.
"Kalian mandi pada jam berapa saja?"
"Kami mandi disini biasanya setelah kami mencuci gaun gaun, atau ada hari libur jadi kami bisa mandi disini."
"Tapi bukan tepat disini, tempatnya itu tuan putri." Sarah menunjuk bagian sungai yang lumayan jauh dengan bagian sungai untuk mencuci.
"Kenapa kalian tidak mandi disungai bagian ini?" Anne bertanya.
Sarah, Ena dan Dora saling memandang.
"Yah karena disini kadang ada pelayan senior yang selalu mengecek keadaan, kita semua pelayan junior jadi takut kena marah. Lebih baik kami mandi disana saja, tapi memang dari dahulu para dayang mandi disana tuan putri." jawab Sarah.
Anne mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Apakah aku boleh mandi disana?"
Sarah, Ena dan Dora tampak menggeleng.
"Kenapa aku tidak boleh mandi disungai?"
"Kalau tuan putri mandi disungai dan besoknya kulit tuan putri bermasalah pasti kami para dayang yang akan kena marah oleh Yang mulia ratu dan juga Yang mulia Raja. Kami bisa difitnah berusaha meracuni tuan putri dan kami bisa dipenggal." jawab Ena.
__ADS_1
mata Anne hampir keluar karena kaget dengan jawaban dari Ena.
"Semenakutkan itu kah?"