Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
73


__ADS_3

Anne membawa tumbukan dan daun itu kedekat anak kecil yang sedang berbaring, para warga sudah tidak lagi bergerombol mendekat, mereka sudah sibuk dengan urusan mereka masing masing.


Anne segera menumbuk daun tumbuhan itu. Setelah daun itu halus, Anne menempelkan daun yang halus itu diluka ke bocah laki laki itu. Anne meringis perih ketika bocah kecil itu meringis kesakitan.


Anne kembali menumbuk daun yang tersisa karena ternyata luka yang diderita bocah laki laki itu lumayan banyak.


Melihat ada orang asing yang sedang berada disekitar anaknya membuat orang tua bocah laki laki itu meradang.


"Hei wanita jahat, apa yang kamu lakukan!" sentak ibu bocah itu.


Anne yang masih mengobati bocah laki laki itu menoleh menatap ibu dari bocah tersebut.


Ibu bocah itu mendekat dan melihat luka ditubuh Anaknya sudah ada tempelan yang ibu itu tidak tau.


"Kamu ngapain anak saya!" sentak ibu itu.


Mendengar kemarahan dari ibu itu membuat dayang, pengawal dan para warga kaget, mereka segera mendekat kearah Anne dan ibu ibu itu.


"Ada apa ini Bu?" warga panik.


Ibu ibu itu menatap tajam kearah Anne, dirinya benar benar marah karena Anne menyentuh anaknya.


"Wanita ini mau mencelakai anak saya." lirih sudah tangis ibu itu.


Anne menggelengkan kepalanya, "bukan seperti itu pak Bu."


"Jadi bagaimana nona? Tapi yang diucapkan ibu itu benar kalau nona menyentuh kulit anak ibu dengan sengaja?" tanya kepala daerah Ye.


Anne mengangguk dengan tatapan sedih. "Maaf.."


Belum sempat melanjutkan ucapannya, Anne diteriaki oleh warga daerah Ye.


"Wah ternyata nona ini penjahat."


"Lancang sekali kamu menyentuh anak itu."


Kepala Anne rasanya pusing mendengar cacian makian dari para warga.


"Usir dia dari daerah ini." usul ibu ibu.

__ADS_1


Pengawal dan dayang yang ikut hanya bisa terdiam begitu juga Ena, Sarah dan Dora karena mereka tidak ada ditkp mereka tidak bisa menilai yang benar dan salah. Mereka tidak bisa membela Anne.


"Diam! Kalian semua diam biarkan saya yang akan menyelesaikan masalah ini."


Mereka semua diam karena mendapatkan amukan dari sang kepala daerah.


Kepala daerah mengusap keningnya, kepala daerah juga merasakan pening dikepalanya. Ada saja masalah yang bergantian datang.


"Jadi yang dimaksud ibu ibu tadi benar nona?" kepada daerah bertanya kepada Anne.


"Sudah kukatakan bahwa itu kebenarannya, kalian sama sekali tidak percaya kepada ku." ibu ibu itu masih marah marah.


Kepala daerah menatap sengit kearah ibu bocah tadi, "Saya suruh kamu diam, apakah kamu tidak mendengar ucapan ku!" kesal kepala daerah.


Ibu ibu membuang pandangannya malu karena kena marah padahal dirinya mau mengompori agar kepala daerah segera mengusir nona muda itu, dirinya memang tidak setuju ada orang asing yang tiba tiba datang ke daerah Ye. Daerah Ye memang susah sekali menerima orang asing.


"Maaf nona tapi saya ingin anda menjawab pertanyaan saya yang tadi."


Anne mengangguk dan menunduk. "Ya saya memang menyentuh kulit adik ini, tapi saya menyentuh karena ada alasan." ungkap Anne.


"Alasan apa itu nona kalau boleh saya tau?"


"Saya melakukan itu karena mau menempelkan obat ke luka adik ini, kalau saya tidak menyentuh kulitnya bagaimana obat ini bisa menempel?" jawaban cerdas keluar dari mulut Anne.


"Daun apa itu nona? kenapa ada diatas luka bocah ini? Daun itu tidak beracun bukan?"


Anne mendapatkan double pertanyaan.


"Itu daun khusus bermanfaat untuk mengeringkan luka, para pengawal ku mereka juga tau itu daun apa. Dan daun itu sama sekali tidak beracun." jawab Anne sambil menunjuk para pengawal.


Kepala daerah segera memandang para pengawal, "apa benar yang dikatakan nona ini?" tanya kepala daerah kepada para pengawal.


Para pengawal dengan kompak mengangguk.


"Jadi nona membantu menyembuhkan luka bocah kecil ini?" kepala daerah bertanya.


Anne dengan semangat mengangguk. Dirinya memang berniat membantu bocah kecil ini.


Kepala daerah tersenyum, "terima kasih dan maaf jika saya tadi sedikit kesal dengan anda. Maafkan juga para warga yang telah menunduh anda sembarangan, saya atas nama daerah ini meminta maaf sebesar besarnya." ucap Kepala daerah penuh penyesalan.

__ADS_1


Anne mengganguk. "Saya sudah memaafkan kalian semua. Kalau begitu saya harus balik kerenda karena sebentar lagi matahari akan terbenam." setelah mengatakan ini Anne segera melangkah meninggalkan gubuk yang bertranformasi menjadi tempat tinggal itu.


Setelah melihat kepergian Anne dan para pengawal serta dayang, kepala daerah Ye segera mendekat ke warganya.


"Nona itu tidak jahat, dirinya menyentuh bocah ini karena ingin mengobatinya." ucap kepala daerahnya.


"Mengobatinya? tapi aku lihat nona itu bukan seorang tabib." sahut orang lain.


"Nona itu memang bukan tabib, tapi nona itu nona baik hati yang mengobati orang kesakitan, saya harap kalian semua mulai mengakrabkan diri kepada nona itu. Dan semoga ibu bocah kecil itu mau meminta maaf karena sudah memfitnah nona muda tadi." harap kepala daerah.


Ibu bocah kecil tadi menunduk malu, dirinya juga berjanji bahwa besok pagi dirinya akan segera meminta maaf kepada Anne.


Warga daerah Ye segera membubarkan diri untuk beristirahat karena matahari sudah akan tenggelam.


Ibu bocah tadi memperhatikan anaknya yang saat ini sudah terlelap, tadi sebelum diberi obat oleh nona Anne bocah kecil ini terus menangis karena merasakan sakit disekujur tubuhnya dan sekerang anak kecil ini sudah tertidur.


* Besoknya matahari sudah menyinari daerah Ye, banyak orang yang sudah beraktifitas seperti Anne sekarang. Anne sudah berendam dan sudah sarapan, sekarang tujuan Anne akan mengunjungi bocah kecil. Anne penasaran apakah obat itu berhasil atau tidak. Kalau obat itu tidak berhasil sepertinya Anne akan diusir dari daerah ini, semoga saja obat itu berhasil menyembuhkan luka dibadan anak kecil itu.


Anne melangkah sambil tersenyum, Anne merasa heran kenapa warga daerah Ye mendadak ramah ramah? Apakah karena efek kemarin? Anne membalas senyuman warga dengan senyuman manis.


Anne yang sudah sampai digubuk tempat tinggal itu segera mendekat kearah bocah laki laki yang sudah bisa duduk.


"Nona." panggil bocah itu lirih.


Anne tersenyum senang karena bocah itu kondisinya sudah lumayan membaik.


"Bagaimana kondisi mu?" tanya Anne sambil melirik ibu bocah tersebut.


Anne merasa ganjal dengan sikap ibu bocah tersebut, biasanya ibu itu akan berbicara sengit dan menatap tajam kearah Anne tapi sekarang Anne tidak melihat itu semua.


'Tumben sekali ibu itu tidak menatap kan ku tajam.' batin Anne.


"Keadaan ku sudah lumayan baik nona." Anne membuyarkan lamunannya ketika mendengar jawaban dari bocah kecil yang Anne tolong.


Anne tersenyum mendengar jawaban dari bocah tersebut.


"Syukurlah. Saya bangga sama kamu karena berhasil bertahan." ucap Anne.


Anak kecil itu tersenyum malu malu. "Nona aku berterima kasih karena kamu sudah menyembuhkan ku." ucap Anak kecil itu.

__ADS_1


"Yah, saya menyembuhkan kamu dan menolong kamu itu sudah kewajiban saya sebagai manusia. Manusia harus saling tolong menolong."


"Saya juga ingin berterima kasih karena nona sudah membantu menyembuhkan anak saya. Saya juga meminta maaf karena telah memfitnah nona dan tidak suka dengan nona." sesal ibu anak kecil tersebut.


__ADS_2