Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
83


__ADS_3

Hari yang sedang menatap ke jendela segera menoleh karena kedatangan dayang pribadinya dan juga pelayan pribadi Raja.


Hari segera menatap mereka berdua secara bergantian.


"Yang mulia, pelayan pribadi yang mulia Raja datang untuk memberikan perintah raja kepada Yang mulia." ucap Dayang pribadi Hari.


Hari segera menatap pelayan pribadi suaminya.


"Apa ada sesuatu yang mendesak?"


Pelayan pribadi Artira itu menggeleng, "saya hanya ingin menyampaikan perintah dari raja bahwa anda dipanggil untuk menuju keruangan kerja Yang mulia."


Hari mengangguk, "saya akan kesana."


Pelayan pribadi Artira meninggalkan kediaman Hari.


Hari bersiap siap untuk bertemu dengan pujaan hatinya.


Hari bercermin karena takut jika ada yang kurang dari penampilannya.


Setelah puas bercermin akhirnya Hari keluar dari kediamannya dan melangkah menuju keruang kerja Raja. Hari berjalan dengan anggun, banyak pasang mata yang menatap Hari dengan tatapan kagum, pesona Hari memang tidak ada duanya.

__ADS_1


Mereka tentu menyemangat kata Dewi ketika melihat wajah cantik Hari, mereka menyayangkan Hari yang tidak menjadi Ratu. Banyak juga orang yang membanding bandingkan Ratu Rimba dengan Hari.


Hari masih berjalan menyusuri lorong lorong. Saat ditengah jalan Hari bertemu dengan Ratu Rimba. Ratu Rimba menatap sengit kearah Hari. Entah kenapa setiap hari Ratu rimba selalu menatap Hari dengan pandangan seperti itu.


Hari memberi hormat kepada Rimba, walaupun sebenarnya Hari enggan.


Rimba memang berniat untuk bertemu dengan Hari karena Rimba sudah tau jika Hari dipanggil oleh Raja, dan Rimba tidak rela. Rimba mengira jika Hari sudah menggoda Artira dan membuat Artira lebih dekat dengan Hari.


"Selir Hari mau kemana?" Ratu Rimba bertanya basa basi.


Selir Hari tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Ratu Rimba. "Saya akan menemui Yang Mulia Raja." Selir Hari semakin tersenyum membuat Rimba semakin marah.


Tangan Ratu rimba mengepal.


Selir Hari merasa sangat puas bisa membuat Rimba kepanasan padahal cuman hanya karena kayak gini saja. Dasar hati Rimba saja yang penuh dengan rasa iri.


"Ada perlu apa seorang selir sampai dipanggil oleh Yang Mulia raja?"


Selir Hari tersenyum manis. Apakah kali ini Hari juga harus merangkai kata agar Rimba semakin kesal?


"Tentu kalau Raja menyuruh saya, saya tidak akan ke ruangan yang mulia Raja, jika saya tidak dipanggil oleh yang mulia sendiri."

__ADS_1


"Kamu jangan menggoda Yang Mulia, orang seperti mu suka menggoda." jahat sekali Ratu rimba menuduh Hari seperti ini.


Hari tertawa sebentar, "saya tidak berani menggoda yang mulia,"


"dan saya juga bukan wanita penggoda seperti seseorang." Hari membisikan kalimat ini ditelinga Rimba.


Hari membuat kesal Rimba. Biarkan Rimba sadar dengan sendirinya. Daripada Hari semakin membuat kesal Rimba, sebaiknya Hari segera mengakhiri sesi temu kangen dengan Rimba.


"Saya pamit terlebih dahulu yang mulia Ratu. Saya pamit hendak menemui laki-laki yang saya sangat cintai, dan ingat yang menggoda Yang mulia Raja bukan saya tapi Anda sendiri." ungkap Hari.


Setelah mengatakan kalimat pedas tersebut Selir Hari meninggalkan Ratu Rimba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seorang pria sedang berjalan masuk kedalam kerajaan. Salah satu pengawal menahan tubuh Yohan yang akan masuk kedalam ke kerajaan. Pengawal itu meminta identitas Yohan sebagai salah satu pengamanan agar tidak ada penyeludup yang masuk kedalam kerajaan.


Yohan memberikan tanda pengenalnya, setelah dicek oleh pengawal. Pengawal itu segera memberi hormat kepada Yohan dan menyuruh Yohan untuk melanjutkan perjalanannya masuk kedalam kerajaan.


Udah segini dulu yah guys yah.


Mohon dimaafin dan dimaklumin kalau author up nya kurang karena setiap hari auhtor juga dikejar deadline tugas perkuliahan.

__ADS_1


Doain author tetap bahagia yah guys yah.


Semangat.


__ADS_2