
Kediaman Anne sudah sepi hanya beberapa orang yang masih berada dikediaman Anne untuk berjaga sang putri membutuhkan sesuatu.
* Ratu Rimba bertemu dengan seseorang.
"Ada perlu apa kamu kesini?" Ratu rimba bertanya.
Dayang itu tersenyum senang, sepertinya dia hari ini akan mendapatkan uang karena telah membocorkan sesuatu.
"Saya mempunyai berita yang akan membuat gempar." ucap dayang itu dengan senyum menyeringai.
Ratu rimba menatap dayang itu, Ratu rimba penasaran berita apa yang akan membuat kerajaan ini heboh?
"Berita apa?" Ratu Rimba bertanya.
"Tuan putri Anne akan mulai diperkenalkan ke publik." ucap dayang itu.
Mendengar ucapan dayang itu mata Ratu rimba membelalak.
"Hah! kamu bercanda? kamu dapat berita itu dari mana?"
"Saya mendengarnya sendiri yang mulia."
Ratu rimba tertawa sumbang, apakah dayang didepannya kini sedang berbohong?. Ratu Rimba sangat tidak suka orang yang berbohong kepadanya.
"Aku bilang kamu jangan berbohong, kamu mendengar dimana? kapan?" Ratu rimba mencerca banyak pertanyaan.
"Saya tidak bisa memberitahu yang mulia saya dengar dari mana, yang terpenting berita itu memang benar adanya."
Ratu rimba tidak percaya tapi kenapa perkataan dayang ini seperti menyimpan kebenaran.
"Tunggu saja yang mulia, Raja sangat menantikan acara ini." ungkap dayang rahasia tersebut.
Tangan ratu rimba terkepal, kalau sampai raja menanti acara ini artinya memang benar acara ini dipersiapkan dari dahulu kala, tapi kenapa ratu rimba baru saja mendengarnya sekarang?.
"Pergilah aku tidak ingin mendengarkan lagi kebohongan mu." Ratu rimba mengusir dayang itu.
dayang itu tersenyum, dayang memberi penghormatan.
"Ingat kata kata ini yang mulia, semakin hari Anne bisa menjadi musuh mu dan juga putri dekieta."
Setelah itu dayang itu pergi meninggalkan kediaman Ratu Rimba.
Ratu rimba menatap kepergian dayang itu dengan hati yang panas, ratu rimba marah benar benar murka.
__ADS_1
"Kenapa tidak ada yang memberitahu ku. Apa raja sudah tidak menganggap ku?" Ratu Rimba kesal.
Ratu rimba menatap dayang pribadinya, "coba kamu cek tentang berita itu, apakah benar atau tidak." perintah Rimba.
"Baik yang mulia."
Pelayan pribadi Ratu rimba segera keluar dari kediaman Ratu rimba untuk mencari kabar tentang berita tersebut.
Ratu rimba memejamkan matanya, kepalanya tiba tiba pusing mendengar berita itu. Benar benar membuat Ratu Rimba stres.
"Aku berharap berita itu tidak benar." gumam Ratu Rimba.
*Tidak terasa sudah sore hari. Anne sudah mandi bunga tujuh rupa, rupa rupa warnanya. Anne memilih untuk diam dikediamannya karena Anne sudah lelah
Dilain tempat Ratu Rimba sedang mengunjungi Dekieta.
"Yang Mulia, apa Yang mulia tidak bisa menghukum Selir itu? saya sungguh keberatan dengan hukumannya. saya tidak suka selir hati mengatur saya." ungkap Dekieta.
Ratu Rimba mendengarkan dengan serius, Ratu Rimba menghela nafas, bagaimana jadinya jika Dekieta tidak bisa jadi ratu? apa yang akan terjadi nantinya.
"Putri, apa kamu tau tentang berita yang menghebohkan?" Ratu rimba bertanya.
Dekieta menatap Ratu dengan tatapan kebingungan, Dekieta belum mendengar berita apa apa.
"Kalau kau mendengar berita ini pasti kamu akan emosi. Aku tidak mau kamu berbuat sesuatu karena berita ini." ucap Ratu Rimba.
"Iya iya saya berjanji yang mulia, berita apa itu kalau boleh tau yang mulia?" Dekieta bertanya tanya, Dekieta sangat penasaran dengan berita itu.
"Anne akan mulai diperkenalkan kepada warga, dan itu bisa membuat kamu terlengser sedikit demi sedikit, jika Anne bisa mengambil hati rakyat." ungkap Ratu Rimba.
Dekieta tercengang, Dekieta menahan emosinya. Anne benar benar akan menjadi saingannya, bukan hanya saingan masa depan Jeha tapi juga menjadi saingan untuk menjadi Ratu, Dekieta tidak akan membiarkan Anne lebih unggul darinya.
"Yang Mulia tenang saja, aku akan berbuat sesuatu agar Anne tidak unggu dari ku."
Ratu Rimba mengebrak meja, bukannya ratu rimba sudah memperingati Dekieta gar tidak berbuat sesuatu yang bisa membuat citra dekieta buruk?
"Aku sudah memperingati mu Dekieta, jangan asal bertindak!" kesal Ratu Rimba.
Dekieta menatap Ratu rimba dengan tatapan tidak terima nya. "Kalau saya tidak bertindak apa apa, Anne bisa saja merebut posisi ku yang mulia."
"Dekieta ayolah sebelum berbuat harusnya kamu memikirkan dulu akibatnya. Kalau kamu ingin berbuat sesuatu untuk membuat Anne jatuh maka pakai cara yang halus, cara yang sudah dipikirkan matang matang jangan gegabah." ucap Ratu Rimba.
Mereka berdua sepertinya kompak ingin membuat Anne terus dibawa kekuasaan mereka. Kejam sekali Ratu rimba dan Putri Dekieta.
__ADS_1
"Baiklah yang mulia, saya akan memikirkan cara itu."
"Kalau kamu membutuhkan bantuan datanglah kepada ku, anak ku." ucap Ratu Rimba.
Dekieta tersenyum sambil menatap wajah Ratu Rimba. Ratu Rimba menjadi ratu yang paling baik hati menurut Dekieta.
Ratu Rimba memutuskan pergi dari kediaman Dekieta. Ratu Rimba akan kembali kekediaman ya, Ratu Rimba juga menunggu hasil dari pengintaian dayang pribadinya.
Anne keluar dari kamarnya, Anne mencari keberadaan Yeni.
"Dayang senior dayang senior." Anne memanggil Yeni.
Yeni segera datang berlari dengan tergesa gesa, "ada apa tuan putri?" Yeni bertanya dengan nafas yang tersegal segal
"Aku ingin pergi kedapur kerajaan, apakah kamu mau ikut dengan ku?" Anne bertanya.
Bola mata Yeni melebar, untuk apa tuan putrinya pergi kedapur kerajaan?.
"Untuk apa tuan putri pergi kedapur kerajaan? apakah tuan putri ingin makan sesuatu? biar aku saja yang meminta ke dapur kerajaan." ucap Yeni.
Anne menggeleng, "aku bukan menginginkan sesuatu, namun aku hanya ingin berkunjung ke dapur kerajaan."
"Kenapa harus kesana tuan putri?" Yeni bertanya.
Anne mendekat kearah Yeni, Anne membisikan sesuatu. "Aku ingin belajar memasak disana."
Yeni kembali terkejut, apakah yang dikatakan Anne itu bohong. Yeni menabok pipinya ternyata ini tidak mimpi, tapi ada apa gerangan dengan Anne yang tiba tiba ingin ke dapur kerajaan.
"Ayok. Yeni sebentar lagi makan malam, para koki pasti sudah menyiapkan makanan dari sekarang, ayo temani aku kesana." pinta Anne.
Yeni menganggukan kepalanya menuruti permintaan dari sang putri.
Anne dan Yeni diikuti oleh dayang lain menuju ke dapur kerajaan.
Sampai disana Anne langsung bergaul dengan para koki. Anne juga kadang bertanya tentang apa yang dimasak para koki atau bahan bahan apa yang bisa membuat masakan para koki itu enak. Para koki juga tidak keberatan dengan pertanyaan Anne.
"Siapakah nona ini? kenapa nona ini dengan mudah masuk kedalam dapur kerajaan?" tanya salah satu koki junior perempuan.
Maklum mereka para penghuni kerajaan hanya beberapa saja yang tau jika Anne adalah seorang putri.
Sarah yang mendengar percakapan itu menatap koki junior itu. "Dia adalah putri bungsu dari yang mulia raja." ucap Sarah.
Koki junior itu mengerutkan kening bukannya Raja dan Ratu hanya memiliki satu anak?
__ADS_1