
Rimba berusaha untuk mencerna perkataan dari sang kakak. Apa ada maksud tersembunyi dari perkataan Kega? Tapi apa? Rimba hanya menemukan jika Kega merencanakan agar Dekieta bisa berdiri dikekuasaan dirinya sendiri.
"Lalu apa yang kakak inginkan?" Ratu Rimba bertanya.
Ratu Rimba menatap wajah yang selalu membuatnya bahagia sejak dahulu, hanya kakaknya yang baik menurut Rimba.
"Yah Dekieta harus menjadi Ratu dikerajaan ini. Kalau Dekieta keluar dari kerajaan ini percuma usaha kita selama.ini untuk membuat Dekieta menjadi seseorang yang berkuasaan tinggi. Apa kamu mau Dekeita berada dibawah kekuasaan Pangeran Jeha? Kalau begitu Dekeita tidak bisa membuat mu menjadi ibu suri." ungkap Menteri Kega.
Rimba menatap tajam kearah Menteri Kega, "aku pasti tetap akan menjadi ibu suri. Wanita itu tidak bisa mengalahkan ku."
Menteri Kega tertawa. "Tidak bisa, hari berjalan hari yang ada kamu akan kalah dengan Selir itu."
Ratu Rimba tidak terima dikatakan seperti itu, Hari akan tetap dibawa kendali Rimba.
"Rahasia mu pasti akan terungkap dan kalau Anne berada dikerajaan pasti Anne yang akan menjadi Ratu. Posisi mu akan berganti Ratu ku, Hari akan berada diatas mu kalau itu terjadi."
Ratu Rimba menggeleng menatap nanar kedepannya.
Ratu Rimba menatap sang kakak.
"Jadi aku harus bagaimana?"
"Kamu harus mempertahankan posisi Dekeita ketika Dekieta mencalonkan diri, aku akan membuat Dekieta mundur dari pencalonan itu. Dan kalau Dekieta gagal, kamu harus mencari laki laki yang tidak haus harta dan bisa kita kendalikan. Dia pasti akan menjadi Raja tapi dibawah tekanan kita, kamu mengerti bukan?"
Ratu Rimba tersenyum karena menurutnya ide dari sang kakak tidak buruk, yang penting Rimba bisa terus merasakan kemewahan menjadi wanita dari Raja. Rimba juga akan terus bersama disisi sang Raja.
"Bagaimana kamu setuju dengan ide ku?"
Ratu Rimba mengangguk.
Setelah menghabiskan waktu untuk berbincang bincang Ratu Rimba pamit karena takut jika para dayang telah kembali bekerja.
Ratu Rimba segera keluar dari ruangan kerja kecil itu, Ratu Rimba segera memakai cadarnya kembali dan melangkah pergi menjauh dari rumah sang kakak.
Jujur, Rimba memikirkan apakah ada rencanan yang lebih indah dari pada rencanan dari sang kakak? Tapi sepertinya memang rencana kakaknya lebih baik.
Rimba ragu kalau Dekieta akan mundur, Dekeita tidak akan mundur sebelum keinginannya terpenuhi, Rimba tau dengan sikap sang anak yang keras kepala.
"Pikiran ku buntu tidak bisa berpikir untuk kedepannya sekarang." gumam Rimba ditengah perjalanan menuju kerajaan.
__ADS_1
Yah lebih baik sekarang menjalankan ide rancangan dari Kakaknya.
* Anne menatap barang bawaannya, sekarang Anne menyiapkan barang barangnya untuk memenuhi tugasnya ke daerah yang dikatakan oleh Dekieta.
"Sepertinya semua sudah ada." ucap Anne kepada Dora.
Anne menatap Dora, saat ini Dora dan dayang lainnya tidak memakai seragam dayang karena akan melewati perjalanan panjang, mereka diharuskan memakai pakaian yang nyaman.
"Kamu sudah mengecek semua kebutuhan ku dan barang ku bukan? Apakah ada yang tertinggal?" Anne bertanya kepada Dora.
Dora menggeleng.
Setelah itu barang barang milik Anne diangkut pengawal kedalam kereta.
"Semua sudah siap?" tanya Anne.
Para dayang dan pengawal mengangguk.
"Kalian sudah membawa mantel dan baju lebih belum?"
"Sudah tuan putri." jawab dayang dan pengawal serempak.
Kenapa meninggalkan Kerajaan rasanya berat sekali?
"Putri Anne akan berangkat sekarang?" Dekeita bertanya sekedar basa basi.
Sebelum menemui Anne, Dekeita menemui Selir Hari, Dekeita berbicara bahwa Selir Hari tidak usah ikut mengantarkan Anne, biar Dekeita saja. Kalau Selir Hari ikut, Dekeita takut Selir hari bertanya tanya kepada Anne dan Dekeita ketahuan bohong, Dekieta tidak mau dihukum.
"Yah putri, sebentar lagi saya akan berangkat bersama dengan pengawal dan dayang yang ikut." jawab Anne.
Dekieta mengangguk anggukan kepalanya. "Baiklah, saya akan ikut mengantarkan kepergian mu putri Anne." diakhir kalimat Dekeita tersenyum penuh arti.
Anne mengangguk. Biarlah Dekieta disini.
"Tuan putri, kereta sudah siap." ucap Ena.
Anne mengangguk mengerti.
"Putri Dekieta sepertinya saya harus segera pergi." ucap Anne.
__ADS_1
"Hati hati putri Anne."
Anne segera melangkah kemudian Anne masuk kedalam kereta mewah khusus keluarga kerajaan. Kereta itu hanya dinaiki Anne dan pengawal serta datang berjalan.
Kereta itu berjalan meninggalkan kerajaan.
Dekeita yang melihat kereta itu sudah pergi membuat Dekeita bahagia, misi Dekeita berhasil tanpa halangan apapun.
Dekieta juga berharap jika Anne tidak bisa kembali ke kerajaan dengan selamat. Jahat bukan? Tapi memang kenyataan Dekieta mengharapkan itu.
Salah Anne sendiri masuk kedalam perangkat Dekieta, kenapa Anne mudah sekali dikelabuhi? Kenapa Anne tidak curiga terhadap Dekeita? sepertinya Anne terlalu percaya dengan Dekieta.
Dekieta kembali masuk kedalam kediamannya. Dekeita sepertinya harus merayakan hari ini.
*Anne turun dari kereta mewah itu, Anne segera menatap dayang dan pengawal yang sedang beristirahat setelah melakukan perjalan selama 2 jam tanpa berhenti. Anne tidak tega menatap wajah lelah mereka, kenapa yah dayang dan pengawal tidak naik kuda saja? Kenapa harus jalan kaki?
Salah satu pengawal mendekat kearah Anne. "Tuan putri, apakah saya boleh tidur? saya merasa lelah sekali." ucap pengawal itu, pengawal itu mengatakan dengan sedikit takut kena marah oleh Anne.
Pengawal itu menunduk ketakutan, jari jari ia remat karena takut.
Anne tentu tidak akan marah bukan? Hanya masalah sepele kenapa Anne harus marah?
"Silahkan beristirahat saya akan kasih waktu satu jam untuk beristirahat, gunakan waktu itu untuk mengisi tenaga mu."
Pengawal itu senang, "terima kasih tuan putri."
Pengawal itu pernah mendengar jika Anne mempunyai sifat yang berbeda dengan putri Dekieta dan juga ratu Rimba. Anne baik seperti Selir Hari, awalnya Pengawal tidak percaya tapi setelah kejadian ini, pengawal mulai percaya.
Pengawal melangkahkan kaki menjauh dari Anne, pengawal akan langsung segera tidur diatas kain yang memang untuk alas tidur.
Anne menatap dayang dan pengawal lainnya. "Kalau kalian mau tidur atau beristirahat maka istirahat lah, jangan memaksakan untuk beraktivitas ketika badan kalian lelah, saya takut badan kalian akan ngedrop, saya akan memberikan waktu selama satu jam, setelah satu jam itu kita harus segera kembali pergi untuk mengejar waktu." ucap Anne.
Pengawal dan dayang lainnya senang, jarang jarang ada yang memperlakukan mereka seperti ini, hanya Raja, selir Hari dan tuan putri mereka yaitu Anne.
Setelah mendengar perintah itu, pengawal banyak yang tertidur begitu juga dengan dayang. Masih ada banyak yang menemani Anne, tidak mungkin mereka meninggalkan Anne untuk tidur, mereka takut terjadi hal yang tidak diinginkan ketika meninggalkan Anne untuk tertidur.
Ena dan Sarah tertidur tapi tidak dengan Dora, Dora ingin menemani Anne, Dora sekarang sedang memakan bekal yang sengaja ia bawa dari kerajaan untuk mengisi perutnya yang mungkin keroncongan ditengah perjalanan.
Dora mendekat ke arah Anne. Dora memberikan bekalnya kepada Anne, Anne jadi kebingungan.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya Anne.
"Apakah tuan putri mau bekal saya? Saya akan memberikan bekal ini kepada tuan putri." tawar Dora.