
"Apa tuan putri ingin meminum teh?" Dayang senior menawarkan.
Anne menggeleng. "Aku ingin meminum sesuatu tapi tidak dengan teh."
"Lalu bagaimana dengan perasaan jeruk lemon?"
"Lemon? aku tidak suka lemon." tolak Anne.
"Bagaimana dengan buah berry? apakah tuan putri menyukai?" Dayang senior bertanya terlebih dahulu.
Anne terdiam karena sedang bingung.
"Apakah itu enak?" Anne bertanya.
Dayang senior lantas mengangguk. "Minuman itu enak sekali tuan putri, minuman itu biasa dikomsumsi ketika suhu dingin. Minuman itu berguna untuk menghangatkan tubuh." ungkap Dayang senior.
"Sepertinya aku tertarik dengan minuman itu, aku akan mencobanya."
Dayang senior tersenyum, "saya akan menyiapkannya untuk tuan putri." Dayang senior melangkah meninggalkan kamar Anne.
* Anne sudah mandi, tubuh Anne langsung segar berasa tidak ada lagi beban padahal beban akan datang beberapa menit lagi.
Anne melangkah, Anne memilih baju. Diruang perlengkapan sudah ada Ena, Sarah dan Dora.
"Sejak kapan kalian ada disini?" Anne bertanya.
"Baru saja tuan putri, hari ini kami bertugas menyiapkan perlengkapan tuan putri."
Anne menganggukan kepalanya. "Hari ini aku memakai pakaian apa? jangan terlalu bagus hari ini sepertinya aku hanya akan berada didalam kediaman ku."
Ena, Sarah dan Dora mengangguk secara bersamaan. Mereka tau jika Anne dihukum oleh Selir Hari.
Ena memberikan gaun yang ada ditangannya untuk Anne. "Kami memilih gaun ini, apakah tuan putri suka?"
Anne memperhatikan gaun itu, gaun itu simple berwarna hijau toska. Anne suka sekali. Anne memakai baju itu dibantu oleh ketiga dayang yang bertugas.
"Terima kasih." ucap Anne tulus karena ketiga dayang itu telah membantu Anne.
Anne melangkah meninggalkan ruang perlengkapan.
__ADS_1
*Anne duduk didepan meja makan. Anne sedang menunggu makanan datang.
Makanan datang dan mulai disajikan oleh para dayang.
"Hari ini menunya apa?" Anne bertanya.
"Hari ini menunya ikan makarel dan bubur manis, tidak lupa dengan buah jeruk." dayang senior menjawab.
Anne kebingungan, biasanya Anne akan makan SOP ayam atau SOP daging dengan nasi tapi kenapa sekarang bubur manis dan ikan makarel? Anne belum mencoba memakan ikan makarel, Anne takut tidak suka.
"Kenapa aku harus makan ikan makarel?"
"Karena ikan makarel bisa menambah tingkat kecerdasan, buah jeruk mengandung vitamin c , tuan putri harus belajar jadi harus membutuhkan vitamin c agar tuan putri tidak pusing nanti."
Anne tertawa, "aku tidak akan pusing jika buku buku itu hanya berisi tulisan huruf, tapi kalau ada angka angka aku baru merasakan pusing." Anne membenci angka angka, entah kenapa kalau berlama lama berkutik memikirkan angka angka, Anne bisa mual bahkan bisa demam.
"Hari ini, apakah dayang senior tau buku apa yang aku baca?" Anne bertanya dengan suara lirih.
Dayang senior membisikan sesuatu. "Sepertinya tentang adab tata Krama didalam kerajaan."
Anne memberengut kesal, "padahal aku sudah membaca buku itu berkali kali sampai hampir semua bab aku hafal."
"Tuan putri harus rajin belajar. silahkan dimakan tuan putri."
Anne makan sarapannya. Anne kira ikan makarel nya tidak enak tapi dugaannya salah, ikan makarel yang dia makan sangatlah enak.
Dayang senior merasa senang melihat Anne yang terlihat lahap memakan makanan itu.
"Bagaimana rasanya tuan putri? apakah tuan putri menyukainya?"
Anne mengangguk. "Aku sangat suka ikan makarel ini, tapi katanya ini bubur manis tapi kenapa rasanya gurih?" Anne bertanya karena kebingungan. Anne menunjuk bubur yang tadi dihidangkan.
"Yah memang rasanya gurih, tapi nanti ketika dilidah akan menjadi manis. Tuan putri tidak merasakan manis disaat bubur itu masuk kedalam mulut tuan putri?"
Anne menggeleng membuat dayang senior panik karena bubur itu punya khasiat atau manfaat, bubur itu jika dimakan orang sakit maka rasanya tetap gurih sedangkan jika dimakan oleh orang yang sehat bubur itu rasanya akan berubah menjadi manis.
"Apa tuan putri sedang tidak enak badan?" dayang senior bertanya dengan raut wajah khawatir.
Anne menggeleng, "aku memang tidak merasakan sakit tapi sepertinya tubuhku lelah, aku lemas sekali hari ini." ungkap Anne.
__ADS_1
Pantas Anne merasa lelah karena baru kembali dari perjalan panjang.
"Apa saya harus meminta ijin kepada selir hari untuk menunda hukumannya?" tawar Dayang senior.
Anne menghela nafas berat. "Hukuman dari Selir hari pasti tidak bisa ditunda, dia pasti akan terus menghukum ku."
"Tapi kondisi tuan putri sedang tidak baik baik saja. saya takut jika tuan putri kelelahan belajar keadaan tuan putri bisa drop." nasehat dari dayang senior.
"Tidak apa apa dayang senior, aku sepertinya masih kuat untuk belajar." Anne berusaha untuk menenangkan dayang senior.
Entah kenapa Anne merasakan nyaman karena telah diperhatikan oleh dayang senior, dayang senior sudah seperti ini kandung Anne. Dayang senior juga mirip dengan ibu dari Tuv yang dari kecil telah merawat Anne. Anne sangat merindukan keberadaan ibu dari Tuv, Tuv dan Anne bisa dikatakan tumbuh bersama.
Anen menunduk sedih karena teringat dengan sosok ibu Tuv. Padahal bukan ibu kandung Anne, tapi Anne sangat menyayangi ini Tuv yang selalu merawatnya dengan baik.
Melihat Anne sedih membuat Dayang senior kebingungan.
"Taun putri? ada apa?" Dayang senior bertanya karena khawatir.
"Tidak apa apa dayang senior, aku hanya teringat dengan seseorang yang sangat berjasa didalam hidupku."
Dayang senior mengangguk, dayang senior sudah lega karena ternyata Anne hanya teringat akan seseorang.
"Apa tuan putri akan pergi ke gazebo?"
Anne selalu belajar digazebo, entah kenapa jika belajar di gazebo Anne lebih merasa damai tenang dan kadang merasa senang, sedangkan kalau didalam kamar Anne merasa sumpek.
"Yah aku akan ke gazebo."
Dayang senior memerintahkan para dayang lain untuk mempersiapkan gazebo, Anne dan dayang senior berjalan menuju ke gazebo. Jarak kamar Anne dari gazebo tidak terlalu jauh hanya sekitar 4 meter saja.
Disana sudah tersedia berbagai jenis makanan ringan dan juga banyak buku yang terletak diatas meja belajar milik Anne. Melihat buku buku bertumpukan saja sudah geram, apalagi membaca isinya.
Anne mulai duduk, dan membuka salah satu buku. Anne benar benar fokus membaca buku. Anne memang jika sudah waktunya belajar maka Anne benar benar akan fokus. Para dayang tetap menunggu disekitar gazebo.
Anne meletakan bukunya, Anne menatap para dayang.
"Kalian boleh pergi meninggalkan kediaman ku, tinggalkan lah beberapa dayang saja." perintah dari Anne.
Dayang senior langsung mengangguk patuh, dayang senior memerintahkan dayang lain untuk pergi mencuci atau membantu tugas dayang lain dan sisinya tetap berada disekitar Anne.
__ADS_1