Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
79


__ADS_3

Dekieta memandang kediaman Anne dari jauh, langkah Dekieta mendekat ke kediaman Anne. Sampai dikediaman Anne, para dayang segera menyapa Dekeita.


Dekeita segera mendekat kearah Tuv yang jalannya masih terpincang pincang. Kasian sekali padahal ini ulah dari Parti.


"Saya akan memanggilkan tuan putri." ucap Tuv.


Tuv segera menjauh dan masuk kedalam kamar Anne.


"Tuan putri ada putri Dekeita datang berkunjung." Tuv memberitahu Anne.


Anne yang sedang merangkai bunga segera menoleh dan mengangguk.


"Seperti biasa aku akan bertemu dengan Dekieta di gazebo."


Tuv mengangguk mengerti.


Tuv keluar terlebih dahulu lalu disusul oleh Anne.


"Mari tuan putri kita ke gazebo." ajak Anne.


Dekieta mengikuti langkah Anne.


Dekeita sebenarnya penasaran kenapa Anne selalu memintanya untuk bertemu ke gazebo?. Apakah ada yang disembunyikan Anne?


Anne dan Dekeita duduk berhadapan. Anne segera menghidangkan teh untuk Dekeita.


"Silakan diminum putri."


Dekeita meminum teh buatan dari Tuv setelah meminum teh, Anne akan bertanya maksud kedatangan Dekieta karena Anne penasaran tidak mungkin Dekieta datang hanya karena ingin melihat kondisi Anne.


"Ada perlu apa tuan putri mampir ke kediaman saya?" Anne bertanya kepada Dekeita.


Dekieta menatap Anne sengit. "Jadi putri Anne tidak senang jika saya mengunjungi kediamannya?"


Anne dengan cepat menggeleng karena tidak mau Dekieta salah paham.


"Menurut saya kamar pribadi tidak bisa digunakan untuk bertamu karena itu ranah pribadi." jawab Anne.


"Tapi Ratu dan Selir hari tidak apa apa menerima tamu ke kamar pribadi mereka, hanya putri Anne saja yang berbeda."


Anne menanggapi perkataan Dekeita dengan senyuman.


"Jadi ada perlu apa tuan putri kesini?" Anne kembali bertanya.


Dekeita tersenyum penuh arti. "Saya kesini ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting bagi saya."


Alis Anne terangkat, Anne penasaran. "Sesuatu yang penting tentang apa putri Dekeita?"


"Saya mencalonkan diri menjadi calon permaisuri Pangeran Jeha." jawab Dekeita.


Jadi ini yang penting? kenapa Anne harus mendengar ini? memangnya apa yang penting?

__ADS_1


Anne berusaha tersenyum, "wah selamat putri Dekeita."


Dekeita mengatakan ini untuk mewanti wanti Anne yang juga mencalonkan diri. Dekieta tidak akan bersaing dengan Anne.


"Putri Anne tidak mencalonkan diri?" tanya Dekieta kepada Anne.


Anne menggeleng, memangnya untuk apa Anne mencalonkan diri? Anne tidak menyukai Jeha dan tidak tertarik menjadi seorang permaisuri.


Dekieta senang karena saingan beratnya tidak mencalonkan diri.


"Semoga putri Dekeita bisa lolos."


"Yah saya harus lolos untuk mendapatkan cinta dari pangeran Jeha." ucap Dekeita.


"Saya juga berharap bahwa Putri Anne tidak berharap lebih kepada Pangeran Jeha karena sikapnya yang manis terhadap anda." lanjut Dekieta.


Tentunya Anne memang tidak pernah berharap kepada Jeha.


Setelah mengatakan kegundahan hati Dekeita akhirnya kembali kekediamanya.


Anne menatap kepergian Dekieta dengan tatapan datar, Anne merasa membuang waktu emasnya karena berbicara dengan Dekieta yang hanya mengatakan mencalonkan diri menjadi calon permaisuri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini rencananya Anne akan jalan jalan disekitar kerajaan. Anne harus menghirup udara segar dan memandang pemandangan indah untuk melupakan kejadian yang lalu lalu.


Anne berjalan jalan bersama dengan para dayang lainnya.


"Hari ini cuacanya mendung yah." ucap Tuv yang diangguki Anne dan dayang dayang.


Anne menyipitkan matanya ketika matanya menemukan sosok yang Anne kenali. Anne segera melangkah mendekat kearah sosok itu, eits ini bukan sosok gaib yah.


Anne memang mengenal sosok itu karena pernah bertemu dengan Anne.


Anne semakin mendekat dengan sosok itu.


"Barca." Anne memanggil laki laki itu dengan suara yang lembut, selembut kapas.


Laki laki yang dipanggil Anne segera menoleh. Laki laki itu tersenyum manis tidak lupa laki laki itu memberi penghormatan kepada Anne.


"Tuan putri kita bertemu lagi." Barca senang karena berhasil bertemu dengan Anne tanpa bantuan Yohan.


Anne tersenyum, Anne juga senang bisa bertemu dengan teman Yohan.


"Senang bertemu kembali dengan mu Barca." ucap Anne.


Yang lebih senang tentunya Barca karena Barca juga bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hati Barca berbunga bunga.


"Ada keperluan apa kamu datang kesini?" Anne bertanya kepada Barca.


Barca menatap Anne, "saya kesini untuk mengantarkan surat tuan Yohan untuk yang mulia Raja." jawab Barca.

__ADS_1


Kening Anne mengerut. "Surat dari Yohan? Kenapa Yohan tidak kesini sendiri? Kenapa harus kamu yang mengantarkannya?"


Barca tertawa mendengar banyak pertanyaan dari mulut putri Anne pantas saja tuannya menyukai wanita didepan Yohan sekarang karena jujur saja saat Anne penasaran Anne terlihat lebih cute.


"Saya tidak tau. Sebenarnya tuan Yohan akan mengantarkan surat ini sendiri tapi karena ada keperluan yang mendesak akhirnya dengan berat hati tuan Yohan menyuruh saya untuk mengantarkannya." penjelasan dari Barca mampu dipahami oleh Anne.


"Saya akan mengantarkan mu sampai di kantor Raja." tawar Anne.


Barca tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Anne berjalan terlebih dahulu dan dibelakangnya ada Barca, Barca tidak mungkin jalan bersebelahan dengan Anne, Barca sadar diri.


"Tuan putri apakah kamu tau? Saya merasa aneh dengan surat dari tuan Yohan." ungkap Barca.


Anne menoleh kearah Barca. "Aneh kenapa?" Anne balik bertanya kepada Barca.


"Sepertinya surat ini ditunjukan pribadi kepada Yang mulia Raja dan surat ini bukan keperluan publik." ungkap Barca.


"Memangnya kamu tau perbedaannya?"


Barca mengangguk, "saya tidak sengaja melihat stempel dari surat itu dan stempelnya beda dengan stempel pemerintahan." jawab Barca.


"Kamu tidak membuka isi surat tersebut?" tanya Anne.


Barca menggeleng, "Saya belum berani takut kepala saya ditebas oleh tuan Yohan." Barca tertawa ketika memikirkan bahwa kepalanya benar benar akan ditebas oleh Yohan.


Mendengar bahwa surat itu ditunjukan pribadi membuat Anne penasaran dengan isi surat dari Yohan. Apakah Anne bisa membuka surat itu terdahulu sebelum dibuka oleh Raja? Tapi Anne takut ketahuan dan akan dihukum.


Anne menggeleng berusaha mengusir pemikiran buruk itu. Jangan sampai gara gara surat Anne akan diusir dari kerajaan, walaupun cita cita Anne keluar dari kerajaan tapi tidak diusir Anne akan keluar dengan kemauannya sendiri.


Biarlah surat itu sampai Diraja. Anne akan mengubur rasa penasaran itu.


Langkah Anne terhenti ketika mereka sudah sampai didepan kantor Raja. Anne segera membalikan badannya menatap Barca.


"Sudah sampai." ucap Anne.


Barca mengangguk, "terima kasih tuan putri sudah menjadi penunjuk arah." diakhiri dengan kekehan Barca.


"Kalau begitu masuklah Barca." perintah Anne.


Sebelum masuk kedalam kantor Raja, Barca tidak lupa memberikan penghormatan kepada Anne setelah itu Barca masuk kedalam kantor Raja.


Melihat kepergian Barca, Anne kembali melangkah meninggalkan latar kantor ayahandanya.


Setelah urusannya selesai, Barca akan pulang. Diperjalanan Barca bertemu dengan Tuv.


"Tuan Barca." sapa Tuv dengan senyuman khas miliknya.


Barca tersenyum dan membalas sapaan Tuv.


"Mau berjalan jalan bersama ku? Anggap saja kita impas karena tuan Barca sudah pernah mengajak ku jalan jalan disekitar kantor tuan Yohan." tawar Tuv untuk Barca.


Tuv menatap lekat lekat ketampanan Barca, "bagaimana tuan Yohan mau?"

__ADS_1


Barca tertawa mendengar tawaran dari Tuv, tanpa sadar Barca bergerak mengelus rambut Tuv yang hari ini tergerai.


Tuv yang mendapatkan perlakuan tersebut hanya bisa mengigit bibirnya. Tuv tidak kuat hampir meleleh ditempat. Apakah ada tips agar tidak cepat kebawa perasaan dengan sikap lelaki yang manis?


__ADS_2