Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine

Le Trône De Sang De La Chaise De La Reine
Anne *


__ADS_3

Dekieta akan melakukan apa saja agar Pangeran Jeha jatuh hati kepada Dekieta.


Jeha menatap Dekieta malas, "sepertinya aku akan kembali ke kerajaan ku." ucap Jeha.


Jeha jadi kesal karena Dekieta merusak momen kebersamaan Jeha.


"Kenapa Yang mulia? apa saya berbuat salah?" pake nanya lagi apa gak lihat tadi Jeha sedang pdkt dengan Anne?.


Jeha menarik nafas, Jeha menatap mata Dekieta, Dekieta jadi salah tingkah dan mengira jika Jeha sedang terpesona dengan penampilan Dekieta.


"Maaf Dekieta daripada mengantarku keruangan ayahanda mu sebaiknya kamu mencuci muka mu, muka mu hampir saja tertutup oleh cat." ucap Jeha berusaha tidak menyakiti perasaan Dekieta.


Mata Dekieta melongo. Dekieta malu oleh sebab itu Dekieta pamit untuk kembali, melihat kepergian Dekieta, membuat pengawal pribadi Jeha tertawa.


* Sampai didepan kamarnya, Dekieta menghentak hentakan kakinya kesal. Dekieta menoleh menatap tajam kearah para dayangnya.


"Kalian mau membuatku malu hah?! sudah tau aku suka dengan pangeran Jeha tapi kenapa kalian tidak memperhatikan penampilan ku?!" Dekieta marah.


Yang punya badan siapa yang suruh mengurus penampilan siapa, harusnya kalau Dekieta menyukai pangeran Jeha, yah Dekieta harus mengurus penampilannya sendiri untuk membuat pangeran Jeha jatuh cinta.


"Maafkan kami tuan putri." ucap para dayang secara bersamaan.


Putri Dekieta mengepalkan tangannya, 'awas saja kamu Anne.' batin Dekieta.


*Anne mengelus dadanya, Jantung Anne berdetak lebih cepat karena tangan Anne dipegang oleh Jeha. Anne bahkan menghentikan langkahnya. Dayang senior mendekat kearah Anne.


"Apakah tuan putri baik baik saja?" tanya dayang senior karena khawatir dengan keadaan Anne.


Anne mengangguk. "Aku baik baik saja dayang senior, tapi aku merasa akan mendapatkan masalah setelah kejadian ini." ungkap Anne.


Dayang senior bingung, masalah apa? sepertinya tidak ada masalah yang akan dihadapi nonanya.


"Masalah apa nona? apa yang anda khawatirkan?"


Anne menghirup udara dengan sebanyak banyak berusaha untuk menenangkan jantungnya.


"Tidak apa apa dayang senior. aku akan kembali ke kamar ku." Anne dengan cepat melangkah masuk kedalam kamarnya.


Anne segera membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Anne juga masih terbayang saat Jeha menatapnya dengan teduh.

__ADS_1


"Anne kamu jangan mulai mencintai pangeran Jeha, pangeran Jeha milik kakak mu." Anne mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak merebut Pangeran Jeha dari Dekieta.


Anne berusaha untuk menutup matanya agar bisa tidur siang. Karena kelelahan menyambut tamu Anne tertidur pulas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anne segera terbangun saat ada ketukan dipintu kamarnya. Pagi pagi begini siapa yang mengetuk pintu kamar Anne?.


"Tuan putri, apakah tuan putri sudah bangun?" sepertinya dari suaranya itu adalah dayang senior.


Anne bangun dari tidurnya. "Aku sudah bangun dayang senior. ada apa? kenapa pagi sekali kamu datang."


"Ini sudah siang tuan putri, coba buka tirai jendela kamar tuan putri. Para dayang akan segera menyiapkan gaun tuan putri, sebaiknya tuan putri segera bangun dan membuka pintu."


Anne dengan lemas membuka pintu.


"Selamat pagi tuan putri." sapa semua dayang yang ada disana. Ena, Sarah dan Dora sudah tidak libur lagi jadi hari ini ketiga dayang itu kembali melayani Anne.


"Kami akan masuk tuan putri untuk menyiapkan kamar mandi dan gaun." ucap dayang senior.


Anne menganggukkan kepala dan mempersilahkan para dayang masuk kedalam kamarnya.


Anne duduk dikursi didekat ranjangnya. Dayang senior menuangkan Anne teh untuk mengawali pagi hari.


Anne menggeleng, " badan aku tidak kelelahan dayang senior tapi sepertinya pikiran ku yang kelelahan." jawab Anne.


Dayang senior tersenyum, "silakan diminum teh nya tuan putri, setelah meminum teh ini pasti pikiran tuan putri akan lebih santai."


Anne mengangguk dan segera meminum teh buatan dayang senior. "Terima kasih sayang senior." ucap Anne setelah menghabiskan satu cangkir teh.


Dayang senior berdiri disamping Anne, dayang senior akan sigap melakukan pelayanan apa saja untuk tuannya.


"Tuan putri, pemandian sudah siap." ucap dayang.


Anne mengangguk dan berjalan menuju arah pemandian. Anne melepaskan bajunya dan dibantu oleh para dayang dayang. Ena, Sarah dan Dora juga ikut tugas dipemandian.


"Tinggalkan aku disini bersama dengan Ena, Sarah dan Dora." ucap Anne yang langsung dipatuhi oleh para dayang.


"Kalian sudah selesai liburan?" Anne bertanya.

__ADS_1


Ena dan kedua sahabatnya mengangguk.


"Apa kalian liburan sampai keluar istana?"


Mereka bertiga saling pandang, mungkin takut menjawab pertanyaan dari Anne.


"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku?"


"Maaf tuan putri kami takut dihukum jika salah bicara." ungkap Sarah.


"Jadi perkataan ku ternyata benar? kalian liburan dimana?" Anne bertanya karena penasaran.


"Kami liburan dipesta rakyat yang ada dipasar jauh dari istana, kami membutuhkan satu hari kesana." jawab Ena.


Pesta rakyat? sepertinya Anne pernah mendengar tentang berita ini, ouh benar Yohan yang memberitahu Anne tentang pesta ini. Ternyata ketiga dayang itu sudah kesana.


"Apa disana ramai?"


Ena dan Sarah mengangguk sambil membasuh kulit Anne yang putih mulus.


"Apakah kalian mau mengantarkan ku kesana?" ucap Anne tiba tiba.


Ena dan kedua sahabatnya menghentikan aktifitasnya karena kaget mendengar ucapan dari Anne. Ena dan kedua sahabatnya langsung menggeleng, tidak mungkin mereka bertiga akan mengantarkan Anne kesana, kecuali kalau Anne ada keperluan publik untuk menuju kesana.


"Kenapa kalian tidak mau mengantarkan ku kesana?"


"Yah karena lokasinya terlalu jauh tuan putri, kalau tuan putri kesana banyak ancaman yang mengancam tuan putri, kami takut tuan putri kenapa kenapa, dan yang terpenting hal seperti ini pasti menjadi aib jika seseorang putri meninggalkan istana, ingat peraturan istana tuan putri, calon ratu tidak boleh meninggalkan istana kecuali ada keperluan mendesak, karena Ratu tidak akan pernah meninggalkan istana." nasehat dari Ena.


Anne terdiam, benar memang apa yang diucapkan oleh Ena, Anne juga mengetahui tentang peraturan itu.


" Tapi aku bukan calon Ratu En. aku hanya seorang putri yang nantinya akan menjadi rakyat biasa." ucap Anne.


Ena dan ketiga temannya saling memandang. Mereka juga tidak rela jika tuan putri sedih karena tidak bisa keluar istana, tapi mereka merasa takut jika nanti ada yang mengetahui misi ini.


"Kami tidak bisa berbuat apa apa tuan putri." ucap Dora.


Keempat orang itu melanjutkan kegiatannya dan juga sama sama terdiam.


"Sepertinya ada salah satu cara tuan putri untuk kesana." ucap Sarah tiba tiba.

__ADS_1


Anne segera menoleh menatap Sarah. "Apa itu Sarah?"


"Tuan putri harus memberitahu Yang Mulia Raja kalau tuan putri ingin keluar istana, maaf tuan putri tapi jika tuan putri bukan calon ratu, pasti Raja akan mengijinkan tuan putri keluar dari istana, yang terpenting tuan putri sudah ijin kepada yang mulia."


__ADS_2