
Anne mengangguk, "saya sudah memaafkan perbuatan ibu. Saya juga memaklumi sikap ibu yang kemarin." ucap Anne.
Ibu itu menangis karena dirinya terharu. Ibu itu tidak menyangka bahwa nona muda didepannya ini orang baik.
Anne langsung mendekat dan mengelus punggung Ibu itu.
Ibu itu menghentikan tangisnya, ibu itu menatap ke arah putranya.
"Nona anak saya berkata bahwa lukanya tadi malam sempat sakit lagi. Apakah tidak apa apa?"
Anne yang ditanya terdiam, dirinya tidak tau karena Anne bukan tabib.
"Apakah anak ibu juga mengalami demam?" tanya Anne.
Ibu itu kembali menatap sang anak, "bagaimana nak? Apakah kamu merasa panas tadi malam?" ucap ibu itu lirih penuh kelembutan.
Bocah kecil laki laki itu menggeleng. "Aku hanya merasakan sakit pada luka ku Bu." jawab bocah itu.
Anne tersenyum mengerti, "tidak apa apa itu hal wajar karena obat itu mulai meresap ke tubuh mu. Kamu istirahat saja yah jangan bergerak nanti kamu tambah lecet." nasehat dari Anne.
Bocah laki laki tersebut tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Ibu tolong nanti saya akan kasih tumbukan daun tadi, nanti ibu sendiri yang memupukan dikulit anak ibu, bisa?"
Ibu yang tadinya sinis kepada Anne sekarang tersenyum mengangguk.
"Baiklah kalau begitu saya harus kembali ke tenda." Anne berlalu karena akan membuatkan tumbukan untuk bocah kecil tadi.
Dijalan Anne berpapasan dengan warga daerah Ye, mereka sudah mulai ramah kepada Anne dan juga para dayang dan pengawal, apakah kedatangan Anne sudah mulai diterima didesa Ye?.
Anne segera ke tenda bagian obat obatan.
Para pengawal dan dayang yang ada disana segera menunduk hormat kepada Anne.
"Selamat pagi semuanya." sapa Anne ramah.
Mereka tersenyum dan membalas sapaan dari Anne. Anne juga menyempatkan diri untuk berbincang ringan dengan para dayang dan pengawal.
"Ada yang dibutuhkan tuan putri?" tanya Dayang yang khusus bertugas dibagian obat obatan.
"Daun untuk meredakan luka yang kemarin masih ada? saya membutuhkan daun itu." ucap Anne.
Para dayang dan pengawal saling pandang. Mereka tidak tau harus menjawab apa karena Daun itu sudah sedikit.
"Kenapa?" Anne yang melihat tatapan dayang dan pengawal menjadi bertanya tanya.
Dayang dan pengawal langsung menunduk.
"Maaf tuan putri tapi semua daun yang kemarin kita dapatkan sudah habis dan hanya tersisa beberapa lembar daun saja." jawab pengawal.
Anne meruntuki kebodohannya yang melupakan jika kemarin para dayang dan pengawal hanya mendapatkan sedikit daun itu.
"Kalian sudah menyisir hutan dalam?" tanya Anne.
__ADS_1
Para pengawal menggeleng. "Kami tidak jadi menyisir hutan dalam karena matahari akan tenggelam saat itu tuan putri."
"Baiklah, saya akan menemui para warga dulu, dan daun yang kemarin masih ada tolong berikan kepada saya."
Pengawal mengangguk dan segera mencari daun itu setelah mendapatkan daun itu, Pengawal itu segera memberikannya kepada Anne.
"Terima kasih."
"Ouh yah kalau saya membutuhkan bantuan kalian, kalian siap sedia bukan?"
Para pengawal dan dayang mengangguk, mereka dengan senang hati akan membantu Anne yang baik hati.
Anne segera keluar dari tenda, Anne berjalan menuju gubuk yang biasanya digunakan untuk berkumpul para warga daerah Ye.
Karena ini lagi hari, yang ada digubuk itu hanya sebagian warga, yang lain sudah pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan.
"Selamat pagi bapak ibu." sapa Anne.
"Selamat pagi nona." jawab mereka serempak.
"Saya kesini mau bertanya kepada bapak dan ibu." ungkap Anne.
"Nona mau bertanya tentang apa?"
Anne meletakan daun itu dilantai gubuk, para warga segera duduk melingkar memperhatikan daun itu.
"Daun apa ini nona?" tanya warga disana.
Anne tersenyum sebelum menjawab pertanyaan para warga, "itu daun yang berhasil menyembuhkan luka adek kecil laki laki yang kemarin jatuh ke jurang."
Anne yang mendengar itu menjadi senang. "Bapak melihat tumbuhan ini dimana?" tanya balik Anne.
"Dihutan dalam tapi aku tidak sering menemukan tumbuhan ini." jawab bapak bapak tersebut.
Walaupun begitu masih ada harapan menemukan tumbuhan itu.
"Tidak apa apa pak, saya membutuhkan tumbuhan itu karena untuk menyembuhkan luka adik yang kemarin, daun yang kemarin harus diganti. Karena takut bau." ungkap Anne.
"Apa tuan putri butuh bantuan kesananya? Saya akan membantu. Saya juga akan mencari umbi ditengah hutan dalam."
Anne semakin senang karena warga sudah menerima Anne.
"Iya bapak bisa ikut dengan pengawal dan dayang saya?"
Bapak tersebut mengangguk menyanggupi.
"Kalau begitu saya harus bertemu dengan dayang dan pengawal saya dulu untuk memberi tau. Kalau begitu saya pamit pak Bu." Anne berjalan menuju kearah tenda tenda yang terpasang.
"Selamat siang tuan putri." sapa dayang.
"Ena, Sarah." Anne memanggil dayang yang dekat dengan Anne.
Ena dan Sarah segera berlari menuju ke arah Anne.
__ADS_1
"Tidak usah berlari."
"Sudah terlanjur tuan putri, ada perlu apa tuan putri memanggil kami?" Sarah bertanya.
"Tolong kumpulkan para dayang dan pengawal." perintah Anne.
"Siap tuan putri." Ena dan Sarah segera memanggil kawan sejagat mereka.
Para dayang dan pengawal segera berkumpul mendekat kearah Anne.
"Maaf menganggu waktu kalian, saya meminta bantuan kalian untuk mencarikan tumbuhan yang seperti kemarin. Dan tumbuhan itu harus dicabut dengan akar akarnya."
"Baik tuan putri." jawab pengawal dan dayang serempak.
"Dan nanti ada warga yang akan datang untuk membantu kalian menemukan tempat dimana tumbuhan itu hidup."
"Nanti sisakan dua dayang dan empat pengawal untuk menjaga tenda. Kalian mengerti?" lanjut Anne.
Para pengawal dan dayang segera mengangguk.
"Saya juga akan ikut mencari."
"Kalau tuan putri ikut mencari, tuan putri harus berganti pakaian."
"Iya saya akan Menganti gaun saya segera dengan dress yang lebih simpel."
Anne segera berjalan menuju kearah tenda yang digunakan Anne tidur. Anne segera mengganti gaunnya dengan dress yang lebih pendek untuk memudahkan langkah kaki Anne.
Anne segera keluar dan berjalan kearah warga yang sudah berkumpul membantu Anne dan para dayang dan pengawal.
"Semua sudah berkumpul?" tanya Anne.
"Sudah semua tuan putri."
Anne mengedarkan pandangnya kesemua orang itu, kenapa warga daerah Ye yang ikut banyak? Padahal bukannya tadi hanya satu orang yang akan menemani.
"Tuan putri para warga akan membantu juga." ucap warga yang tadi ingin membantu.
Wah ternyata para warga juga ingin ikut membantu, senangnya kalau dimudahkan begini.
"Terima kasih, ayo sekarang langsung saja kita menuju hutan." perintah Anne.
Anne dan pasukannya berjalan menuju ke hutan. Ketika dijalan menemukan bahan makanan mereka tidak lupa untuk berhenti, para warga juga mengijinkan Anne dan pasukannya untuk mengambil tumbuhan atau buah yang bisa dimakan.
Setelah satu jam berjalan, akhirnya Anne dan pasukannya sudah sampai ditempat pertama warga itu menemukan daun penyembuh luka. Disana memang ada daun itu tapi hanya ada beberapa.
Anne menghirup udara banyak banyak, Anne merasa capek karena telah berjalan selama satu jam.
"Jangan potong akarnya yah, kita akan menanam tumbuhan itu dikebun warga." ucap Anne yang diangguki warga dan pengawal yang akan mencabut tumbuhan itu.
Anne mengelus dadanya, rasanya dadanya sesak sepertinya Anne membutuhkan istirahat.
Anne segera mencari akar pohon besar, Anne duduk diatas akar pohon itu. Ena dan kedua sahabatnya mendekat kearah Anne.
__ADS_1
Ena segera memberikan minum kepada Anne, "terima kasih." ucap Anne sambil menerima air minum dari Ena.