LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
No, please!!


__ADS_3

Setelah Robby mengirimkan pesan ia menyeringai. Fu, fu... Apa dia teliti dengan angka yang ku pakai untuk menemuinya? Tanggal sembilan bulan ke lima... Pikirnya. Entah rencana apa yang ada di pikirannya, hanya Tuhan yang tahu.


Keesokan harinya Maya bangun lebih siang daripada biasanya. Cahaya matahari berlomba menerobos ventilasi jendela kamarnya.


"Hoahmmm" ia menguap sembari meregangkan tubuhnya kesana kemari.


Setelah mengusap usap matanya ia terhuyung huyung bangkit dari tempat tidur dan melihat jam weker di meja.


"Hah?!? Seriusan udah jam enem?!?" Sekali lagi ia usap usap matanya, tapi jarum jam tetap ditempat yang sama. "Sial" ia menyambar handuk dan segera masuk ke kamar mandi. Bangun jam enam memang sesuatu yang buruk jika memiliki rumah yang berjarak enam kilo meter ditambah berangkat menggunakan sepeda.


Byar, byur, byar, byur, byur...


Maya mandi seperti bebek mandi di kali. Tak sampai lima menit sudah keluar kamar mandi. Setelah menyiapkan buku yang diperlukan, tak lupa peer yang diberikan Bu Ros ia segera turun.


"Hmmm," Maya mengendus udara menikmati bau tumis kangkung yang sudah disajikan di meja makan.


"Kok bangun jam segini?"


"Kesiangan" jawabnya sembari menyiapkan bekal untuk ia bawa. "Gue makan sandwich yang di kulkas aja ya... Ntar keburu telat..."


Robby segera mengambilkan apa yang adiknya minta.


"Nih, berangkat sono... Ntar telat lagi..."


"Ya, makasi ya... Bau tumis kangkungnya bikin laper terus... Hehe..."


"Udah, sono berangkat tumis kangkung dimakan ntar dulu..."


Maya mengangguk segera melesat ke rak sepatu dan memakai sneakers biru dongker nya sambil mengunyah sandwich yang dibawanya. Robby datang dengan segelas air putih yang segera disambar adiknya yang telah selesai menelan makanan yang dimakannya dan ditenggaknya sampai habis. Segera setelah itu ia keluarkan sepeda dan berpamitan pada kakaknya.


"Dah ya By... Cabut duluan... Jangan lupa ngomong langsung sama pacar lo itu!"


"Iya, gue nggak lupa kok.... Tenang aja... Udah sana berangkat biar gak telat..."


Mendengar jawaban itu Maya mengangguk dan segera mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang yang seiring waktu semakin lama semakin bertambah.


09.00 AM, Cafe aura...


Robby sengaja datang sepuluh menit lebih cepat. Ia sedang ingin keluar dan mencari udara segar, sebelum nantinya berhadapan dengan dosen killer nya. Walaupun harus menyelesaikan masalah juga ditempat itu.


Langsung saja ia duduk di meja yang sudah ia rencanakan dan memesan kopi. Ia menunggu Nella sambil bermain game. Sudah tinggal satu menit ia berhenti dan mengamati detik jam. Yap, jam sembilan lebih dua detik Nella baru datang.


Eh, dia udah sampe duluan... Dari mukanya sih biasa biasa aja ya... Semoga dugaan ku nggak bakal terjadi... Semoga dimaaf in... Amin, amin, amin... ucap Nella dalam hati.


Melihat Nella menuju padanya mata Robby menyipit tak suka. "Yo, telat dua detik hm?"


Mata Nella terbelalak mendengarnya, gila! Detik aja diitungin... Sadis... Ujarnya dalam hati.


"Maaf, telat... Mungkin aku jalan kurang cepet."


Mendengar jawaban itu Robby mengangkat sebelah alisnya. "Duduk!"


"Yaa"


"Pesen apa?" Tanya Robby sembari menyodorkan buku menu.

__ADS_1


Nella membolak-balik halaman dan akhirnya memilih satu.


"Milk Shake coklat..."


"Mbak nya..." Ujar Robby pada seorang waitress yang kebetulan melewatinya, "milk shake coklat satu ya..."


"Ya mas, ditunggu," ujar si pelayan sambil menyunggingkan senyum.


Melihat hal itu Nella cemberut tak suka. Dan Robby menyadari hal itu tersenyum tipis.


Sambil menunggu pesana Nella, Robby kembali bermain game tidak menghiraukan keberadaan Nella. Lama lama Nella sebal.


"Yank, kok main game sih? Pacarnya disini kok dicuekin?"


Pesanan Nella datang dengan waitress yang berbeda.


"Ini, mbak, mas..."


"Makasi ya mba," ujar Robby sambil tersenyum. Si mbaknya salting karena mendapatkan senyuman dari Robby yang memang ganteng itu.


Melihat hal itu Nella semakin cemburu. Yang sebelumnya senyumnya hanya untuk dia sekarang di gunakan untuk umum.


"Hei, kamu mesti salah paham sama apa yang kamu lihat kemaren," ujar Robby to the point.


"Emang aku liat apa?"


Robby memutar bola matanya jengah, "Sweetie"


Mendengar hal itu rasa kesal Nella mulai naik.


"Nggak usah marah dulu! Yang dipake itu mata sama telinga dulu kalo udah konek baru mulut!" Ujar Robby yang mengetahui kalau ceweknya itu kesal."


"Awas cantiknya ilang kalo matanya keluar..." Ujarnya santai.


"Cih, udah ngerti salah kok malah..."


"Oke, oke kita lurusin! Aku ngomong! Kamu diam tanpa komentar, bisa?!?"


"Yaaa" Nella menjawab malas.


"Nella, kamu sama adikku sama sama berharga... Aku sayang banget... Tapi, maaf... Untuk yang kmaren kamu lakuin ke dia... Sulit bagi ku buat maafin..."


"By, maaf... Maaf... A- aku nyesel..."


"Kan tadi aku bilang kamu cukup dengerin sampai aku selesai. Kok malah komentar??"


"Iya maaf....."


"Kamu kemarin pasti liat aku chat sama Sweetie ya kan? Gak usah jawab! Udah tau!" Ujarnya karena melihat kalau Nella ingin angkat bicara.


"Sweetie itu adik gue! Kalo lo nyocokin profil dia sama muka asli mesti tau kalo itu adik gue..." Ia berhenti sebentar membiarkan Nella berfikir.


Iya juga ya... Ya ampun... Bodoh banget si aku... Nggak nyocokin mukaknya... Kalo nyocokin mukaknya udah dari kemarenku minta maaf... Ish, asem bener... Ucap Nella dalam hati.


"Lain kali, dipastiin dulu!" Ujar Robby sambil bangkit berdiri, "Fu fu, ini pertemuan terakhir Nella...." Ujarnya pelan hampir tak terdengar. Ia berjalan ke kasir untuk membayar pesanan milik nya dan segera kembali ke kampus.

__ADS_1


"Barusan dia ngomong apaan? Pelan banget...." Ujar Nella. Ia bangkit dan keluar dari Cafe itu. Tapi,....


"Eh, eh mbak nya mau ke mana?!? Dibayar dulu!!" Ujar waitress yang melihat kepergian Nella.


"Hah?"


"Dibayar dulu milk shake nya!"


"Belum dibayar kah? Sama cowok yang tadi itu?"


"Enggak, belum... Dia bayar punyanya sendiri..." Lagi tengkar ya?"


Mendengar pertanyaan si waitress ia merasa kesal. Ngerti aja ni orang kalo lagi tengkar, Aku kira udah dibayar sama Robby, pikir nya.


Nella segera berjalan menuju kasir dan membayar pesanan miliknya. Apa dia bener bener marah ya... Biasanya dia yang bayarin... Semoga aja nggak... Jangan ampe putus... Jangan, jangan sampe... Aku nggak siap kehilangan... Harapnya dalam hati. Setelah itu, Ia juga segera kembali ke kampusnya.


***


...SMP 403...


TEETtt... TEETttt...


Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba.


Xandra segera merapikan mejanya dan keluar kelas. Sambil membawa tugas matematika miliknya ia masuk ke ruang guru sesuai janji.


"Tok, tok, permisi... Bu Ros ada?" Tanya Xandra begitu ia sampai di ruang guru.


"Ya, masuk sini!" Perintah Bu Ros. Tepat waktu juga...


Xandra segera menghampiri guru tersebut. "Ini, tugas kewajiban saya, yang ini soal tambahan yang ibu beri kemarin..."


"Hmmm Yaya... Baiklah... Istirahat sana..."


"Ya Bu, makasih"


Ia segera kembali ke kelas. Tak ingin berlama lama di ruangan yang ia tak suka.


***


Di kelas Nella...


Drrrt.. Drrtt...


Ponselnya bergetar dua kali, menandakan pesan masuk dari pacarnya. Segera ia buka dengan sembunyi sembunyi karena pelajaran di kelas belum usai.


From: Robby My Love


Rob gans: Jangan terlalu seenaknya!


Rob gans: Hanya karna lo tau bahwa gue akan selalu memaafkan.


Nellaelo: maksudnya?


Rob gans: Pkr aj sdr!!

__ADS_1


Hah, kok dia pake singkat singkat gitu?!? Nggak biasanya... Sial sial sial..!!! Umpatnya dalam hati.


Nellaelo: By, maaf, maafin aku.... Please...😖


__ADS_2