
Sementara di tengah lapangan...
Tit, tit, tit, tit, tit....
Timer jam tangan Maya berbunyi, menandakan bahwa ia sudah dijemur di lapangan selama satu jam.
"Apaan tuh yang bunyi?"
"Jam gue," ujar Maya sambil mematikan timernya.
"Kok?"
"Gue duluan, awas item! Jaga ganteng lo!"
"Sialan lo!"
Maya tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan Billy.
***
Jarak antara kelas dan tempat ia berdiri sudah lumayan dekat.
Ngapain mereka? Berisik amat? Jamkos emang? Ngapain nyanyi?
Maya memasuki kelas dan mendapati teman temannya berkaraoke ria menyanyikan lagu milik Maroon 5 \~ Girls like you
'Cause girls like you
Run around with guys like me
'Til sundown, when I come through
I need a girl like you, yeah yeah
Girls like you
Love fun, yeah me too
What I want when I come through
I need a girl like you, yeah yeah
Yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah
I need a girl like you, yeah yeah
Yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah
I need a girl like you, yeah yeah
Suara mereka melebur jadi satu, mulai dari yang cempreng sampai yang berkelas.>_<
Maya menggelengkan kepala sambil memasuki kelas. Ia tidak langsung duduk, melainkan menghampiri meja Rico.
"Co, ada tugas dari guru?"
"Eh, dah balik? Emm, lebih gosong tuh kulit"
"Hmmm, jadi, ada tugas gak?"
"Ehe, maaf, iya ada halaman 125 di buku catetan"
"Oh, makasih"
"Ya, oya, Billy?"
"Kenapa nanya ke aku? Ga usah nanya udah bisa nemuin dia di lapangan"
"Dasar kulkas, ya udah sana, kerjain... Tinggal kamu yang belum ngerjain juga, trus sekalian aku kumpulin"
"Hmmm," ujar Maya sambil berlalu menuju mejanya.
"Ama, geser bentar, aku mau masuk"
"Eh, kapan masuk?" Tanya Ama sambil berdiri membiarkan Xandra masuk.
"Baru aja"
"Ooo,"
Lebih gosong kulitnya, ada juga ya orang kaya dia...
Maya mengerjakan tugas dengan cepat tanpa menghiraukan keributan di kelas nya.
TEETtt.. TEETttt... TEETttt... TEETtt....
Horeeee....
Sontak semua penghuni IX A berteriak...
"Okay, guys, doa sendiri sendiri oke? Oya, tugas dikumpulin di meja guru sebelum keluar kelas!"
"Shap bos que"
"Shap ndan"
"Yo"
"Hmmm"
Banyak jawaban yang berbeda di waktu yang sama.
Setelah berdoa di mejanya Rico berjalan ke meja Xandra. "Ndra!"
Xandra mengerutkan alisnya, karena baru kali ini ada yang memanggilnya dengan panggilan itu. "Lo manggil gue?"
"Iya lah, siapa lagi yang namanya Xandra"
"Oh, kenapa?"
"Bantuin bawa buku dong, lo bawa dua per lim—" belum sempat meneruskan Xandra sudah memotong Rico.
"Iya, gue bantu, kaga usah pake matematika Okay?!"
"Ya deh, makasi ya"
"Hmm" jawab nya sembari berdiri dan menerima buku yang sudah di bagi oleh Rico.
"May, mau ke mana?" Tanya Amara.
"Hah? Tumben lo nanya ke gue?" Ujar Mayang C menanggapi Amara.
"Jiah, geer, pede bat, orang bukan elo, gue nanya sama Maya yang didepan situ"
Bibir Mayang manyun mendengar jawaban Amara.
"Hahaha... Geer di kurang in dong" celetuk Edo sambil
"Asem!!"
"Liatin muka gue aja, di jamin bakal manis!" Ujar Edo.
"Huwekkk, kantong kresek mana? Mual nih..."
"Yah mual, gue pijitin sini"
"Ogah, tangan lo bau!"
"Bau? Nggak tuh" ujar Edo sambil mengendus tangannya.
"Iyuhh, ilfil gue" ujar Nala.
Xandra memutar bola matanya melihat kelakuan Edo. "Ke ruang guru bentar, kalian mau pulang emang?" Tanyanya pada para sahabatnya.
"Belum lah, kan masih mecahin teka teki si Lili" ujar Ira.
"Teka teki? Oh... Okay, tak naruh buku dulu" ujar Xandra sambil berlalu.
"Teka teki apa sih?" Tanya Edo "sejak kapan Lili suka teka teki?"
"Kepo" ujar Ira dan Nala bersamaan.
"Udah sono balik!" Ujar Citra "dicariin emak lo nanti repot kita jawabnya"
"Ish, yoh, karep mu!" Ujar Edo sambil berjalan keluar kelas.
Beberapa saat kemudian masuklah Xandra ke dalam kelas.
"Kok lama baliknya?" Tanya Nala
"Habis dari kantin"
"Yah, nggak ngajak lo,"
"Ya kan ruang guru kantin sejalan"
"Kalo lo sama Billy?"
"Lah kok jadi Billy?"
"Sama sama ngeselin tau!"
"Hmmm serah..." Ujar Maya lalu duduk di atas meja guru.
"Hoi, lo cewe di sini juga ada CCTV, nggak takut dihukum apa?" Tanya Citra.
"Hhhh, rempong ya cewe, gini dikit salah, gitu dikit salah."
"Elu juga si jadi cewe kok cowo..."
"Hmmm, oya, gue mau nanya, ngapain sih skin care an?"
__ADS_1
"Biar tambah cantik lah"
"Ummm, mungkin lo perlu makan make up juga, biar lo bisa cantik dari dalam juga"
"Pfft.." Amara menahan tawanya.
"Sialan lo! Malah ngejek!"
"Ckckck, jangan pernah lo nyalahin diri sendiri kalo lo tuh jelek. Tapi, protes dan salahkan ortu lo, karena kejelekan itu keturunan!" Maya tersenyum tipis setelah mengatakannya.
"Bwahahahahahaha...." Sontak semua tertawa mendengar apa yang diucapkan Maya.
"Sialan!!"
"Wooo, Maay, ngambek tuh" celetuk Lili.
"Yah, ada temen di sini asik skin care an..." Ujar Maya tanpa rasa bersalah.
"Lagian elo cantik kok nggak usah skin carean juga gapapa" ujar Nala
"Hmmm" ujar Citra.
"Oya, ni kaya biasa... Ada tiga coklat, tiga bunga... Gada nama pula... Harus diapain?"
Ujar Lili untuk menyudahi mereka ribut.
"Cokelatnya makan bareng bareng, itu kalo lo mau sih... bunganya terserah lo, buang, simpen" celetuk Maya "oya, sekalian tulis di loker tuh, kalo mau Kasi coklat bawa enam! Jangan cuma satu, kalo satu gue gak bakal nerima... Abis kita ber enam yang di kasi cuma elo doang..."
"Iya tuh, setuju sih..." Ujar Ira.
"Sekalian aja, gak usah tanggung tanggung" ujar Nala.
"Okay, ni kan ada 3 cokelat, bagi enam ya... Ini bunga, gue buang aja deh, kalo gue bawa ntar mami papi nanya malah berabe"
"Wokay," Amara langsung menyambar cokelat di atas meja Lili dan membaginya "nih, siapa mau paroan sama gue"
"Sini," ujar Maya "oya, usulan ku tadi kalo gak mau dipake juga gak papa"
"Nggak kok gue mau pake..."
"Yes, moga moga tiap hari masih kirimin... Biar bisa makan cokelat tiap hari, hehe" ujar Nala.
"Eh, udah jam dua nih gue pulang ya..." Pamit Maya.
"Lah, tumben? Abang lo udah jemput emang?" Tanya Amara.
"Gue pake sepeda, ini juga udah siang, ntar biar ada waktu rebahan baru belajar"
"Gila lo, jarak rumah lo jauh kan? Nggak capek?" Tanya Citra.
"Nggak, atau seenggaknya nya belum, yah, anggep aja olahraga..." Ujar Maya.
"Gendeng, ya udah deh, ti ati ya!" Ujar Lili.
"Siap, dah ya" ujar Maya sambil menyandang tasnya di pundak nya dan berjalan keluar kelas.
"Dadahh" seru mereka serempak.
***
Di parkiran sepeda...
Hadeh, nggak enaknya naik sepeda gini nih... Panas banget... Keknya lebih enak sambil dengerin lagu nih... Pikir Maya sambil memakai headset nya dan menyalakan lagu di HP nya. Mengalun lah lagu Somebody to you
I used to wanna be
Living like there's only me
But now I spend my time
Thinking 'bout a way to get you off my mind
Yeah you....
Maya bersenandung mengikuti lirik lagu sambil melepas kunci sepedanya.
Dan mengendarainya keluar sekolah menuju jalan raya.
Tiga lagu berganti.
Ahhh, cape... Panas... Eh ada Warung, berenti ah...
Srekk...
Maya menepi dan menghentikan sepedanya. Ahh... Beli minuman dingin seger ya...
Eh, tapi kan nggak boleh minum es abis olahraga... Yah... Emmm permen aja deh...
"Buk, permen milkita satu pack itu ya" sekalian buat belajar kan ena...
"Ya neng, sepuluh ribu ya!"
Badalah, mati aku, uangnya kan udah gue buat jajan... Sisa sembilan ribu doang lagi...
Beberapa detik kemudian tangannya menemukan dua buah koin. Diambilnya dan ia lihat, itu koin seribuan. Hufft, syukurlah ada... Batin Maya lega.
"Gimana mbak?" Tanya ibu itu sudah tidak sabar.
"Iya, ini, pas sepuluh" Huh, nggak sabaran sekali... "Makasi Bu"
Hanya dibalas dengan anggukan oleh ibu tersebut. Maya tidak keberatan, karena ia juga kadang seperti itu.
Udah nggak terlalu panas. Lanjut jalan lah... Oya sekalian belajar sambil nggak pegang stang deh...
Maya mencoba sekali dan ia langsung bisa. Waw, nggak sesulit yang aku bayangkan ternyata...
Beberapa saat kemudian ada dua motor dengan masing masing motor berisi dua orang berboncengan. Satu menjajari kecepatan Maya, satu lagi dibelakangnya.
"Mbak, mbak, itu tuh!" Ujar sang pengemudi satu sambil mengacungkan jari nya ke arah rem sepeda Maya.
"Hnnn?" Tanya maya keheranan.
"Itu lho!" Ujar si penumpang satu sambil cengar cengir.
"Apaan sih?" Tanya Maya yang sudah mulai kesal.
"Itu tuh rodanya!" Ujar si penumpang dua.
Maya mengurangi kecepatan sepeda dan melihat ke arah rodanya.
"Muter!!" Hahaha hahaha," Celetuk keempat laki laki itu bersamaan sambil mengegas motor mereka sebelum Maya dapat melihat rodanya dengan jelas.
"Bangke!! Sialan lo!" Umpat Maya tanpa peduli umur.
Sesampai nya ditikungan Maya terkejut melihat mereka ternyata berhenti di sana sambil tertawa. Maya memasang muka judes marah khasnya.
Melihat reaksi Maya mereka kabur. Maya menambah kecepatan sepedanya sambil mengumpat.
"Sialan lo! B******* brengsek!" Moga moga dapet balasannya... Ngeselin banget, nggak ada akhlak... Dahlah, maafin aja... Semoga yang kena juga cuma aku... Yang lain nggak usah... Ucapnya dalam hati.
***
Maya memasuki perumahan tempat ia tinggal.
"Eh, ada anjing... Mukanya kok melas gitu sih?" Gumam Maya. Anjing siapa sih? Kasian amat, minggir dulu lah... Siapa tau mau aku ajak pulang... Hehe...
Setelah ia berhenti Maya mengeluarkan sisa tulang yang ada di bekalnya. Dan mengulurkan pada si anjing.
"Ckckck, sini, sini"
Anjing itu mendekat sambil mengibaskan ekornya. Eh, pinter, ngerti ya kalo dipanggil.
"Sini sini.."
Anjing itu mengendus tangan Maya sebentar dan berubah posisi membelakangi Maya. "Mau ngapain?" Tanya Maya.
Si anjing melanjutkan aksinya. Ia mengangkat kaki kanan belakang nya dan...
Crrrr...
Tepat didepan tangan Maya.
"Lah, sialan lo anjing... Di Kasi makanan malah dikencingin!! Bangke!! Untung kewan lo bukan manusia!!" Umpat Maya sambil melempar tulang ke arah si anjing.
Setelah itu Maya mengambil botol minumnya dan mencuci tangannya. Sementara itu, si anjing malah memakan tulang yang dilemparkan oleh Maya. Melihat hal itu, Maya geram dan menyiram si anjing dengan air di tangannya.
"Tadi dikasi dikencingin, sekarang dimakan, maunya apa sih??"
Si anjing berlari meninggalkan Maya yang tengah mengomel.
"Dih, ngeselin banget sih hari ini, jangan jangan aku kualat lagi... Hadeh, bomat deh... Pulang pulang..."
***
Sesampainya di depan rumah....
"Eh, Robby belum pulang ni... Batang idungnya kaga ada..." Gumam Maya sambil membuka pintu rumah dan memasukkan sepedanya.
"Punten, Maya pulang..." Ya, aku tau kaga ada orang dirumah, tapi yah, ijin dulu...
Sambil menutup pintu di belakangnya. Ia melepaskan sepatu dan naik ke kamarnya.
***
Maya memutuskan untuk mandi, karena badannya sudah bau nggak karuan.
***
"Haaahhh" Maya membanting tubuhnya ke kasur "paling ena rebahan emang"
Tidak membutuhkan waktu yang lama Maya sudah tertidur. Padahal, masih jam 4 sore.
***
__ADS_1
Sementara itu, di rumah Pak Dosen....
"Robby, coba direvisi bagian sini, perhitungan mu agak melenceng!" Ujar Pak dosen.
"Ah, ya Pak, ummm, setelah itu bolehkah saya pulang?"
"Ya"
Fyuhhh akhirnya... Pegel aku nggambar ngitung gini terus seharian...
Robby segera menyelesaikan gambarannya dan pamit pulang.
"Sudah Pak, saya pamit ya, adik saya sendirian dirumah"
"O, Yaya, pulang sana kasian kamu tinggal sendiri, besok kesini lagi ya!" Ujar Pak dosen sambil mengantar Robby keluar rumah.
"Okay, Pak siap..."
***
Sesampainya di depan rumah....
"Lah, kok gelap gini?! Serem amat si,... Emang Maya belum pulang apa?" Gumamnya sambil membuka pintu garasi.
***
....BRMMMmm....
Maya sontak terbangun mendengar raungan motor kakaknya.
Aku ketiduran nih... Mana lampu belum ku nyalain lagi...
Maya melihat jam di HP nya. Gila gila udah jam setengah tujuh ini... Lama banget aku tidur... "Moga moga Robby gak marah" gumamnya.
***
"Eh?!" Robby kaget saat menyalakan lampu ruang depan. Karena, sepedanya sudah ada disana. Kalo udah pulang kok lampu mati semua?? Dia nggak kenapa napa kan?? Pikirnya.
Ia melepas jaketnya dan masuk ke kamarnya untuk mandi.
***
"Ih, laper... Pengen nasgor... Tapi gue nggak bisa masak..." Gumam Maya keluar dari kamar.
"Eh, kok udah nyala lampu kamarnya?! Robby didalem ya?" Udah deh, laper..."
Maya berjalan menuju dapur.
"Ummm mama nyimpen mi instan gak ya?" Gumamnya sambil membuka lemari dapurnya. Yey, untung ada... Masak satu dulu aja deh, nunggu Robby turun... Pikirnya.
"Masak apa?" Tanya Robby sambil mengeringkan rambutnya.
"Eh ya, mi, mau?"
"Tumben?"
"Ya, gue laper, gue cuma bisa masak ini"
"Ya udah, gue mau, makan di kamar ae ya..."
"Ya..."
***
"Nih By," ujar Maya sambil menyerah kan semangkuk mi ke kakaknya.
"Okay" slurppp..." Robby langsung memakannya. "Enak juga..."
"Ya, cuma tinggal rebus doang, bumbunya juga tinggal tuang ya gue bisa"
"Musti belajar masak yang lebih enak dari ini lo"
"...." Maya tidak menggubris.
"Lo kok nggak nyalain lampu? Tadi gue pulang ni rumah serem amat..."
"Ya, sorry, gue ketiduran lama"
"O iya nyepeda ya... Gimana rasanya?"
"Ya gitu deh... Kesel tapi seneng..."
"Mau tau dong..."
"Besok aja ya.... Ni lo cuci mangkuknya! Gue kan udah masak... Gue mau ngerjain tugas agama dulu ok!" Ujar Maya sembari meninggalkan kamar kakaknya.
"Ckckck..." Robby menggelengkan kepala.
***
Maya masuk ke kamarnya. Menutup pintu, menyambar ponsel nya dan duduk di meja belajarnya. Jemarinya bergerak lincah di layar ponselnya.
Xxan: oi, agama ngapain?
Tralili: nge rangkum bab lapan sampe lima belas...
Amayay: gile -_- banyak bet
Iraaw: masa hari ini juga?!?
Naloo: nggak kok itu tiga hari
Citrut: hmmm
Xxan: udah udah, kerjain sekarang aja... Daripada numpuk :v
Amayay: Y.
Iraaw: santuy mbaknya...
Xxan: eh, gimana kalo kita bagi ber nam.., biar gak terlalu berat... Mau ga?
Naloo: mau mau... Ayo ayo ^_^
Tralili: aku bab 8 :)
Naloo: 10 aku!
Citrut: sembilan sembilan
Amayay: 14.
Xxan: mabelas aja de -_-
Iraaw: emmm, 12 :p
Xxan: wokey, bab 11 sama 13 kerjain Sdr" ok?
Iraaw: shaaapp
Amayay: yey, lebih dikit... Yoi siap de
Naloo: yey yey yey :)))
Tralili: ok ok a6 a6 cepet kelarr...
Citrut: yey
Maya mematikan HP nya dan bergegas membuat rangkuman. Ia selesai satu setengah jam kemudian.
Xxan: guys... Udah pada selese blom?? Ini ya yg bab 15
Maya mengirimkan ringkasannya.
Setengah jam Maya menunggu, lama juga mereka bikin... Pikir Maya. Hmmm, ini aku kirimin ke Pak Aji dulu aja ya... Beberapa saat kemudian...
Tring...
Menandakan ada pesan masuk.
Pak Aji: mbak yang lain ringkasan ya jangan terlalu ringkas, tdk ngerti ya Ok! Gbu Amin.
Badalah bapaknya ini piye tho?? Lha yang namanya ringkasan lak yo yang ringkas padat jelas lah ya... Lagian ini gue udah jelas sama yang gue buat... Hedeh... Sabar sabar... Banyak banget cobaannya...
Xxan: Guys... Nih... Dari Pak Aji...
Pak Aji: mbak yang lain ringkasan ya jangan terlalu ringkas, tdk ngerti ya Ok!
Gbu Amin.
Amayay: weladalah... Hedeh, bodo amat deh gue... Nih ya yang 14
Tralili: ya udah lah ya... Udah jelas kok... :p ni yang 8
Naloo: hiyaa... Sabar sabar... Ni yang 10
Citrut: hiih, capede... Ni deh yang sembilan >_<
Iraaw: bomat bomat,., ni yang 12
Xxan: Okay guys... Gue bomat kalo bapaknya protes lagi.... Rangkuman nya gue kumpulin semua hari ini... Thankyou yah.,. Gue cape, mau bobo.. Good night.. Bye bye...
Tralili: bye bye... Hap A nice drem..
Iraaw: bye bye... Gd nigt..
Tring..
Tring...
Trring...
HP Maya terus berbunyi. Tapi yang punya sudah meringkuk di balik selimut.
***
__ADS_1