
Beberapa minggu kemudian Eveleen dan Fabilio semakin dekat, kaki Fabilio pun juga menjadi lebih baik. Fabilio yang sedang duduk di ruang tamu melihat Eveleen rapi dan berdandan dengan cantik seperti akan pergi, "sayang aku mau pergi sebentar untuk alumni SMA ku dulu" ucap Eveleen izin. "kamu sangat cantik, baiklah aku akan mengantar mu" ucap Fabilio berdiri. "tidak perlu, aku ingin pergi sendiri saja" ucap Eveleen. "ini sudah malam loh" ucap Fabilio. "tidak papa, ini juga pertama kali aku di undang di acara reuni" ucap Eveleen. "baiklah" memanyunkan bibir. "muach" kecupan singkat dari Eveleen. "jangan minum ya, kalau ada apa-apa buhungi aku" pesan Fabilio. "baiklah, tolong jaga Chao ya" ucap Eveleen pergi melambai. "hati-hati sayang" ucap Fabilio melambai balik.
Detik itu juga Fabilio berlari ke arah kamar Chao, "Chao chao ikuti mama" ucap Fabilio kepada Chao yang sedang membaca buku tebal. "tidak perlu mengikuti mama, mama akan baik-baik saja" ucap Chao. "papa hanya ingin lihat mama baik-baik saja" ucap Fabilio. "hah~ kenapa tidak mengikuti mama diam-diam saja" usul Chao. "kamu benar, kirim alamat reuni mama" ucap Fabilio keluar dari kamar Chao dan segera memakai jas musim dingin. "Chao chao ayo ikut dengan papa" ucap Fabilio mengangkat Chao dan memakaikan pakaian musim dingin. "aku tidak mau papa, aku hanya ingin membaca buku" ucap Chao menolak. "aku harus menjaga mu, dan aku sudah membaca buku yang kamu baca, aku akan menceritakan semuanya" ucap Fabilio mengangkat Chao dan segera menuju parkiran mobil.
"baiklah apa saja yang dilakukan astronot di luar angkasa?" tanya Chao yang sudah didudukkan di mobil. "Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan eksplorasi ruang angkasa, mengamati dan mendokumentasi lingkungan tempat tujuan di luar angkasa, mengambil beberapa sampel atau benda penting dari sana, untuk dibawa kembali ke bumi kemudian dipelajari dan membuat laporan mengenai semua kejadian yang terjadi di ruang angkasa" dalam satu nafas mejelaskannya secara detail sambil memakaikan sabuk pengaman pada Chao. "setuju" ucap Chao percaya kalau Fabilio pernah membaca buku tebal yang Chao baca tadi.
__ADS_1
Fabilio menutup pintu Chao dan segera masuk ke dalam mobil. "ayo kita berangkat" ucapnya setelah memakai sabuk pengaman. "ceritakan pada ku papa" ucap Chao. "ok dari halaman berapa?" tanya Fabilio. "57" ucap Chao. "ok, saat itu astronot melakukan.... " Fabilio menceritakan secara detail agar dapat di pahami Chao. Disamping itu Eveleen sudah sampai di pertemuan alumni SMA dengan menggunkan mobil mewahnya yang mengkilap. "kamu mengundang Eveleen?" tanya salah satu dari alumni. "tentu, dia orang yang sangat sukses" jawab lainnya. "tapi aku dengar dia sudah menikah cerai" ucap mereka mengunjingi Eveleen. "aku juga dengar, dan sekarang ia sudah punya anak" ucapnya. "hanya itu? suami ku bekerja di perusahaan GH berkembang dengan pesat dalam waktu 2 tahun sebagai direktur" ucap salah satu dari mereka yang membenci Eveleen dari dulu.
"wahh, apa kamu membawa suami mu kesini?" tanya temannya. "jika perlu aku akan bawa" ucapnya yang bernama Batris, Batris adalah seseorang yang cantik tapi hatinya sangat busuk, ia sangat membenci Eveleen hingga sampai sekarang hanya karna Eveleen membuat pacar lamanya itu putus dengannya karna lebih menyukai Eveleen yang nakal. "bagaimana kalau kita suruh Eveleen memabayar semuanya nanti?" ide dari mereka. "ide yang bagus" ucap mereka. Satu persatu alumni datang dengan senyuman di saat itu mereka berkumpul di depan hotel bintang 5 yang bermerek QUEEN STAR menunggu Eveleen yang akan datang.
"wahhh" mereka menganga melihat penampilan Eveleen. Batris yang melihat itu makin kesal dan menatap sinis Eveleen yang jalan ke arah mereka. "halo" sapa Eveleen yang sebenarnya tidak ingin menyapa. "wahh Eveleen kamu terlihat sangat sukses" ucap salah satu dari mereka. "kamu sekarang semakin cantik" puji mereka. "terimakasih" ucap Eveleen dengan senyuman palsu. "Eveleen aku dengar sudah nikah cerai dan punya seorang anak, apa kamu membawa anak mu?" tanya Batris. Mereka yang tidak tau jadi kaget dan kembali menggunjingi Eveleen, "aku tau ini akan terjadi" tidak kaget lagi. "kamu benar, tapi anak ku sedang sibuk dengan mambaca buku dari pada ingin tau apa yang mama nya lakukan" ucap Eveleen menyindir secara halus.
__ADS_1
"baiklah ayo kita masuk dulu, hari mulai sangat dingin" ucap salah satu dari mereka. "baiklah ayo kita masuk" ucap Eveleen dan mereka pun masuk. Mereka di sambut hangat dan para pegawai hotel berkumpul di depan pintu hotel saat mereka masuk dan menunduk hormat. "siapa yang memesan hotel ini? pegawai ini menghormati kita" ucap mereka berjalan di antara hormatan pegawai seolah-olah mereka bosnya. "aku yang memesan hotel ini" ucap Batris dengan sombongnya. "wahh, Batris kamu sangat kaya" puji salah satu dari mereka. Batris hanya tersenyum bangga pada dirinya, sedangkan Eveleen yang saat masuk hanya mengode para pegawai untuk tidak menyebut namanya, para pegawai mengerti dan hanya memberi hormat pada Eveleen karna ia adalah pemilik hotel ini.
"bagaimana menurut kalian hotel ini?" tanya Batris. "sangat mewah dan pastinya hanya orang kaya yang datang untuk menginap" ucap nya. "aku baru sekali ini masuk" ucap salah satu dari mereka. "ini sangat mewah dan bersih, dan para pegawainya sangat sopan" puji mereka. Eveleen hanya mendengar dan tersenyum bangga karna mereka menyukai hotelnya. Tak berselang lama, mereka sampai di ruangan untuk berkumpulnya alumni SMA ini. "aku ingin ke kamar mandi dulu" ucap Eveleen. "kalian bisa pesan apa saja" ucap Batris. "asikk" mereka bertepuk tangan untuk Batris. "bawakan makanan terbaik dan jangan mengecewakan" pesan Eveleen kepada salah satu pegawainya. Pegawai yang menerima pesan dari Eveleen pun bergegas untuk permintaan Eveleen yang mendadak. "aku hanya berbaik hati karna kalian memuji hotel ku" batin Eveleen dan jalan menuju ruang meja makan panjang yang disediakan secara mendadak.
"wahh ternyata sangat kuat minum" mereka meneguk minuman itu. "wahh Eveleen kamu terlihat benar-benar berubah dari masa lalu" ucap salah atu dari mereka. "kamu terlihat lebih kaya dari Batris" ucapnya membuat Batris kesal. "haha terimakasih" ucap Eveleen. "suami ku kerja di perusahaan GH sebagai direktur yang sudah naik dan sudah terpandang dalam beberapa tahun" ucapnya pamer tak mau kalah. "wahh suami mu pasti kaya" ucap mereka.
__ADS_1