LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•70•°


__ADS_3

Eveleen memasak makanan untuk Kayle bersama anak buahnya, Eveleen hanya menyuruh mereka untuk hal-hal yang mudah seperti mengambil seseuatu atau berdiri saja. "makanan siap!!" ucap Eveleen membawa masakan yang ia buat ke meja makan di hadapan Kayle dibantu anak buahnya. Kayle hanya menatap makanan itu tanpa ekspresi, "apa kamu pikir aku menaruh racun?" ucap Eveleen duduk di hadapan Kayle. "tidak mau? yasudah" ucap Eveleen menarik semua hidangan itu tapi dihentikan Kayle. "jangan memakan milikku" ucap Kayle menariknya kembali. Eveleen tersenyum dan hanya duduk di depan Kayle yang akan menikmati masakannya. Sedangkan asistennya Batris menatap penuh kebencian pada Eveleen, karna setiap ia masak pasti salah satu anak buah Kayle yang mencobanya dulu.


"akan aku beri pelajaran" ucap Batris pergi dari sana. Kayle memakannya dan kaget ada makanan rumahan yang sangat enak dimakan, ia memakannya dengan cool yang padahal ingin menghabiskan semuanya jika Eveleen tidak ada di sana. "apa buatan ku enak?" tanya Eveleen. "bisa dimakan" dinginnya. "hei! aku sudah membuatkannya untuk mu, setidaknya katakan kalau itu enak atau terimakasih" ucap Eveleen kesal. Kayle hanya diam tak menjawab dan terus makan dengan tenang. "menyebalkan" ucap Eveleen pergi meninggalkan ruang makan yang di ikuti anak buahnya.


Saat Eveleen sudah pergi, Kayle langsung melahap makanan buatan Eveleen dengan nikmat. "ini enak sekali" ucap Kayle terus makan hingga mulutnya penuh. "apa yang tuan makan?" tanya dokter Jeon jalan ke arahnya. "bu-bukan apa-apa, makanan ini tidak enak!" ucap Kayle menyudahi makannya dengan mulut yang masih penuh. "kelihatannya enak" ucap dokter Jeon. "tidak, aku akan membuangnya" ucap Kayle membawa makanan sisanya pergi. "dia pelit sekali, padahal hanya makanan" ucap dokter Jeon yang memakan beberapa makanan yang ada di maja.


Eveleen yang duduk di kamarnya hanya kesal dan jengkel pada Kayle. "kalau bukan karna hukuman pasti aku sudah memasukkan racun ke dalamnya!" kesal Eveleen berbaring di sofa kamarnya. "menyingkirlah!" ucap Batris yang dihalang anak buah saat akan masuk ke lamar Eveleen. "tuan Jeon memerintahkan tidak ada yang boleh masuk selain asisten Anna dan tuan Kayle" jawab mereka. "tuan Kayle memerintahkan ku kesini, jika kalian tetap menghalangi ku akan kuberitahu pada tuan Kayle!" ancap Batris. Karna tuan Kyle yang memerintah, mereka juga tidak sanggup untuk menghalangi. Batris masuk dan melihat Eveleen sedang berbaring di sofa dengan santai, "dia bersenang-senang!" batin Batris kesal. Ia menutup pintu itu dengan rapat dan mengaktifkan kedap suara di kamar Eveleen.


"kamu terlihat sangat santai" ucap Batris membuat Eveleen menoleh kearahnya. "kamu, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Eveleen ketus. "melihat mu menderita!" ucap Batris. "jangan pikir kamu bisa mengalahkan ku dengan mulut kotor mu" ucap Eveleen berdiri berhadapan Batris. "dasar ******!" kesal Batris menekan satu tombol penyentrum. "agghh!!" Eveleen tersentrum dan terduduk di lantai. "aku punya remot ini untuk menyiksa mu" ucap Batris senyum kemenangan. "agghh!!! Akkk!!!!" teriak Eveleen seketika lemas karna sentruman itu. Batris mengeluarkan tali tang ia bawa di sakunya dan segera mengikat Eveleen ke atas kursi. "apa yang kamu inginkan?" lemas Eveleen yang sudah terikat. "jangan salahkan aku, ini perintah tuan Kayle" bohongnya dan memasangkan headphone ke telinga Eveleen.

__ADS_1


"aghhh!! lepaskan!!! ****** sial!!! Kayle berengsek!!! Aaa!! " teriak Eveleen yang mendengar suara siksaan di headphone itu. Tidak ada seorang pun yang mendengar karna ruangan kedap suara diaktifkan. "teriaklah, tidak akan ada orang yang mendengar mu" ucap Batris senang. "aghhh!!! hentikan!! hiks. aaaa!!!" teriak Eveleen yang mulai pucat menguarkan keringat dinginnya yang sudah membasahi tubuhnya. Batris hanya duduk disisi ranjang Eveleen sambil melihat reaksi Eveleen yang membuatnya puas.


"tolong lepaskan!!!! hentikan!!!" sudah lebih dari sepuluh menit Eveleen mendengar, ia mulai pusing dan nafasnya jadi sesak. "Fa-Fabilio" ucap Eveleen lemas yang membutuhkan bantuan.


"Eveleen!!!" Fabilio bermimpi buruk tentang Eveleen saat sedang berada di ruang perusahaan. Mimpi buruk Kayle menjadi sering datang setelah hilangnya Eveleen, ia semakin kurus dan lebih murah merasakan emosional. "apa presdir tidak papa?" tanya Mark yang yang mendengar teriakan Fabilio. "aku tidak papa" ucap Fabilio menahan rasa kerinduannya. "papa, aku merindukan mama" ucap Chao yang keluar dari ruang istirahat nya. "ingin melihat vidio mama lagi?" tanya Fabilio memangku Chao. Setiap kali Chao merindukan Eveleen, mereka memutar ulang pesan dan kata-kata yang keluar dari vidio Eveleen yang membuat mereka terus bertahan.


"hallo Chao chao sayang dan suami ku sayang! ala kalian merindukan ku lagi? aku juga hehe, apa kalian baik-baik saja? bagaimana dengan sekolah mu Chao chao, apa baik-baik saja? owh iya, kalian jangan lupa makan vitamin dan jangan sampai kehilangan berat badan! makan yang banyak dan tepat waktu, kalian harus menjaga kesehatan. Aku tau kalian merindukan ku, muahh aku menyayangi kalian! sayang, aku mencintaimu dan Chao chao jangan pernah meniru sesuatu yang buruk seperti alkohol atau rokok! kalau tidak aku akan memotong alis kalian, suamiku aku beri kami tanggung jawab, I Love You" singkat vidio Eveleen membuat mereka tersenyum kembali. Mark yang melihat mereka dari jauh menjadi sedikit lega kalau Fabilio dan Chao masih bisa tersenyum. Mark juga sudah di beri amanah oleh Eveleen untuk terus menjaga Fabilio dari sikap gilanya, ia merasa itu adalah hal yang paling ia utamakan saat ini.


plakk..

__ADS_1


"bangun!" tampar Batris dengan keras. Karna Eveleen tidak sadar juga, ia memercikkan air hingga Eveleen sadar kembali walau sudah seperti kehilangan setengah nyawanya. "aoa kamu tau, tuan Kayle akan membunuh suami mu setelah misinya selesai, anak mu juga akan menjadi tahanan rumah abadi" ucap Batris memancing mental Eveleen agar murka pada Kayle. "ti-tidak! jangan menyentuh~ hah~ keluarga ku" ucap Eveleen marah berusaha melepaskan dirinya hingga pengekangan tangannya terluka. "aku beri tahu pada mu, kalau keluarga mu sudah ada di depan rumah sedang bersembunyi menyelamatkan mu" ucap Batris. "keluarlah, pergi dari sini, keluarga mu sedang menunggu di luar" pancing Batris hingga membuat tenaga Eveleen kembali yang bisa melepaskan diri dari ikatan Batris.


Eveleen langsung berlari keluar dari kamarnya dengan secepat mungkin tanpa memakai pakaian hangat. "nona!" ucap anak buah itu mengejar Eveleen. Saat itu Batris mematikan kedap suara dan keluar dari kamar Eveleen tanpa rasa bersalah. Saat akan keluar, Eveleen dihentikan Kayle yang melihatnya yang akan berlari ke pintu utama.


"kamu ingin kemana?" tanya Kayle dengan bingung. "lepaskan! hah~ dasar pria berengsek! kamu menipu ku!! kamu membawa nama anak ku untuk menahan ku!! aku ingin bertemu dengan keluarga ku! mereka diluar menunggu ku selama ini!! Lepaskan!!" ucap Eveleen mendorong Kayle yang bingung terdiam dan melihat penampilan Eveleen yang berantakan dan luka di bagian lengannya. Eveleen keluar dari pintu utama dan berlari keluar gerbang dengan udara yang sangat dingin dan salju yang sedang turun.


"apa yang dia katakan?!" tanya dokter Jeon khawatir melihat Kayle diam membiarkan Eveleen lari begitu saja. "dia membual, tubuhnya basah sepertinya keringat dingin dan wajahnya sangat-sangat pucat, dan mata itu seperti bukan dia" ucap Kayle menatap kosong. "apa tuan membawanya ke ruang abadi?!" marah dokter Jeon. "tidak! aku tidak melakukan apapun padanya" ucap Kayle sadar dan langsung berlari mengejar Eveleen keluar. "lalu siapa yang melakukannya?" batin dokter Jeon. Saat itu anak buah itu baru datang untuk mengejar lari Eveleen yang sangat cepat. "apa yang terjadi pada nona?" tanya dokter Jeon. "kali tidak tau tuan, hanya saja asisten Batris masuk karna perintah tuan Kayle, kami tidak bisa menahan, tapi... saat itu kami tidak mendengar apa-apa sebelum nona kabur begitu saja.


"Eveleen!" teriak Kayle melihat Eveleen terus berlari dengan kesusahan di tengah salju. "Fabilio!!! Chao chao!!" teriak Eveleen yang sudah jatuh bangun dari larinya. Kayle menangkap saat Eveleen jatuh kembali dengan tubuh yang lemas. "apa yang kamu lakukan?!" marah Kayle. "bukan urusan mu! kamu pembohong!!! pergi!!" ucap Eveleen yang akan berlari lagi. "aghh!!" Eveleen terjatuh sebelum berlari, ia tidak bisa berdiri lagi karna sudah kehilangan tenaganya.

__ADS_1


"siapa yang bilang?! siapa yang mengatakan hal buruk tentang ku?!" marah Kayle memegang Eveleen yang terduduk. "aku... sudah berharap dan percaya pada mu... tapi kamu membuat ku kehilangan semuanya" ucap Eveleen yang menggigil kedinginan. "aku tidak melakukannya!" ucap Kayle. "kamu... menyiksa ku dengan suara itu lag...lagi" ucap Eveleen meremas baju Kayle. "siapa yang melakukannya?!" marah Kayle yang akan membunuh orang yang melakukannya pada Eveleen. "biarkan aku mati disini" ucap mendorong Kayle agar ia berbaring di tumpukan salju itu. "aku tidak akan membiarkannya!" ucap yang akan mengangkat Eveleen. "mati, aku ingin mati" ucap Eveleen menolak Kayle. "E-Eveleen hidung mu, aku akan membawa mu kembali!" melihat darah yang mengalir di hidung Eveleen dan mengangkatnya walau Eveleen berusaha lepas dengan tenaga kecilnya itu.


__ADS_2