
Fabilio mengantar Eveleen ke peusahaannya tanpa ada orang tau kalau itu mobil Fabilio, "apa lengan mu sudah membaik?" tanya Fabilio. "sudah baikan" ucap Eveleen. "jika ada apa-apa hubungi aku" pesan Fabilio. "baiklah, aku pergi dulu" ucap Eveleen yang akan membuka pintunya. "apa kamu melupakan sesuatu?" tanya Fabilio sambil manyun. "baiklah" senyum Eveleen mengecup singkat bibir Fabilio, karna terlalu singkat Fabilio menarik teguk leher Eveleen dan menciumnya dengan lembut. "kamu, menggunakan dasi berwarna merah" ucap Eveleen merapikan dasi Fabilio dengan wajah mereka yang tetap dekat. "karna kamu, aku menggunakannya sesuai perasaan ku" ucap Fabilio dengan senyuman. "aku mengerti, aku pergi dulu kamu hati-hati" ucap Eveleen manatap mata Fabilio. "baiklah much.. " Fabilio mengecup kening Eveleen sebelum Eveleen keluar dari mobilnya.
"ternyata itu presdir" ucap salah satu pegawai nya yang dari tadi memerhatikan mobil yang berhenti diperusahaan mereka. "pagi presdir" ucap para penjaga keamanan saat Eveleen masuk. "pagi" senyum Eveleen. "pagi presdir Eveleen" sapa Jack disamping Eveleen. Eveleen tidak menjawab hanya jalan seperti biasa, mereka menunggu lif bersama dan beberapa karyawan lainnya yang juga menunggu. Saat pintu lif terbuka, Eveleen dipersilahkan masuk lebih dahulu lalu baru Jack, "kalian naik lif satu lagi" ucap Jack membuat mereka menurut tanpa bertanya. Eveleen yang melihatnya hanya diam walau bingung, saat pintu lif tertutup Jack langsung membuka mulutnya "presdir apa kamu baik-baik saja? aku khawatir" ucap Jack yang tau kejadian Eveleen. "aku baik-baik saja" ucap Eveleen. "apa benar presdir di culik?" tanya Jack. "ya, tapi aku bisa mengatasinya dan cukup menyenagkan saat terjadi disana" ucap Eveleen.
"menyenangkan, presdir di culik tapi itu menyenangkan?" bingung. "ada banyak hal yang terjadi di saat itu, aku tidak bisa ceritakan" jawab Eveleen. "baiklah, aku ingin membuat laporan tentang perusahaan belakangan ini" ucap Jack. "ceritakan" ucap Eveleen pas saat itu pintu lif pun terbuka. "produk-produk baru sudah banyak yang laris, dan majalah presdir yang di pantai bersama CEO XC dan CEO TBRO mendunia, hingga banyak telfonan untuk menjadi beberapa model iklan, dan banyak perusahaan yang memandang tinggi perusahaan kita" jelas Jack. "aku tidak punya waktu untuk itu, tolak semuanya kecuali barang-barang berkelas" ucap Eveleen. "baik" ucap Jack. Saat Eveleen masuk ke kantornya, ia tidak melihat Headphone yang di berikan Leo tidak ada di mejanya.
"dimana headphone ku?!" kesal Eveleen mencari di sekitar mejanya. "headphone? aku sudah tidak melihatnya setelah presdir pergi saat di culik itu, meja pun persih dan tersusun rapi" ucap Jack yang membuat Eveleen berfikir tersangka adalah Fabilio. "apa dia gila?! itu untuk keselamatan ku!" kesal Eveleen pergi dari ruangannya yang di ekor Jack. Eveleen menghubungi seseorang yang bertulisan Fabilio. "Fabilio, ala kamu mengambil headphone ku?" tanya Eveleen. "apa yang terjadi? kenapa kamu bertanya pada ku?" tanya Fabilio. "kamu mengambilnya kan? jangan berbohong" ucap Eveleen. "ya, aku mengambilnya" ucap Fabilio jujur. "berikan pada ku sekarang" ucap Eveleen. "aku mengembalikannya pada Leo, tapi jika kamu ingin headphone aku akan belikan jika kamu membutuhkannya" ucap Fabilio. "itu pemberian Leo, dan aku menghargai usahanya, seharusnya kamu tidak mengambil nya" ucap Eveleen. "biarkan aja, itu hanya headphone biasa, aku akan membelikan yang baru untuk mu" ucap Fabilio. Jack berdiri di belakang Eveleen yang di ketahui Eveleen karna Jack selalu mengikutinya.
"tidak, aku menginginkan buatan leo" ucap Eveleen membuat Fabilio kecewa. "apa yang di berikan Leo sangat berharga bagi mu?" tanya Fabilio kesal. "apa kamu sedang kesal pada ku?" tanya Eveleen ikut kes. "tentu saja, kamu terlalu menghargai apa yang di berikan Leo" ucap Fabilio. "jika itu kamu yang berikan pasti aku juga menghargai nya" ucap Eveleen. "jangan minta itu kembali, aku tidak suka" ucap Fabilio kesal. "aku membutuhkannya" ucap Eveleen kesal. "jangan keras kepala, jika mau aku akan membuatkannya untuk mu" ucap Fabilio. "aku tau kamu tidak menyukai Leo tapi aku menghargai pemberiannya kepada ku, karna dia kakak mu" ucap Eveleen. Jack dari tadi hanya diam menunggu Eveleen selesai bicara, dan ia juga bingung aoa masalah headphone itu dengan Fabilio. "jangan menghargainya! aku benci dia!" marah Fabilio. "apa kamu marah hanya gara-gara headphone pemberian Leo?!" kesal Eveleen. "iya aku marah! jangan dekati Leo lagi!" marah Fabilio. "kamu gila!" marah Eveleen dan menutup pendeknya. "apa dia gila? aku hanya ingin menanya headphone ku dimana tapi ia marah-marah?! wahh memang benar kalau pu ya pasangan itu merepotkan!" kesal Eveleen.
"aku bisa berikan pa yang di butuhkan, tapi dia tetap keras kepala untuk meminta headphone buatan Leo! aku juga bisa membuatnya!" Fabilio yang juga marah-marah yang di lihat Mari dari jauh. "apa ada masalah presdir?" tanya Jack. Eveleen tidak menjawab, hanya jalan menuju lif hingga terbukan yang masih di ikuti Jack. "presdir mau kemana?" tanya Jack lagi yang ikut turun menggunakan lif bersama Eveleen. "antar aku ke perusahaan TBRO" ucap Eveleen dingin. "baik" ucap Jack tanpa bertanya terlebih dahulu. Saat tiba di perusahaan TBRO, Eveleen dan Jack langsung masuk dan bertanya ke meja loby, "apa ada presdir Leo aku ada urusan" ucap Eveleen. "presdir sedang ke luar, anda bisa menunggunya dulu presdir" ucapnya dan Eveleen menunggunya. "ada yang bisa saya bantu presdir?" tanya seorang pria berjas. "tidak aku hanya menunggu Leo" jawab Eveleen. "kenapa anda di sini, presdir Leo sedang di atap" ucapnya. "tadi saya ke loby katanya lagi ke luar" ucap Eveleen. "benar, saya juga mendengarnya" ucap Jack. "presdir sudah balik beberapa menit yang lalu, aku tadi dari atap dan bertemu dengannya" ucapnya. "baiklah, mungkin dia tidak melihat kalau Leo sudah masuk" ucap Eveleen. "aneh sekali" batin Jack.
"kalau begitu terimakasih, Jack kamu bisa menunggu ku atau belikan aku minuman" ucap Eveleen meninggalkannya. "apa yang di lakukan presdir Leo di atap?" tanya Jack kepada pria itu. "entahlah, biasanya orang ke atap untuk menenangkan diri" ucapnya. "baiklah kalau begitu" ucap Jack pergi dan pria itu smirik tanpa orang-orang sadari. Eveleen sudah sampai di lantai atas hanya tinggal ke atap menaiki tangga. "apa dia banyak pikiran hingga keatap?" ucap Eveleen terus jalan menuju ke atap. Saat tiba di atap, Eveleen melihat pemandangan yang indah dari ketinggian gedung yang sampai 45 lantai. "Leo! apa yang kamu lakukan disana!!" sorak Eveleen yang melihat Leo berdiri beberapa meter dari nya. Leo tidak menjawab, ia hanya menatap kedepan seperti tidak menyadari kedatangan Eveleen. Eveleen jalan mendekati Leo yang masih membelakangi nya, "Leo apa yang kamu lakukan? apa kamu baik-baik saja?" tanya Eveleen yang mendekatinya.
__ADS_1
Lama kelamaan, Eveleen melihat keanehan dari tubuh belakang Leo. "apa kamu Leo?" tanya Eveleen yang merasa itu bukan Leo. "hai" ucapnya membalikkan badan. "owh maaf aku salah orang" ucap Eveleen membalikkan badannya. "mungkin pria tadi salah liat" pikir Eveleen. "Eveleen Efyos sang kekasih Fabilio" ucap pria itu yang membuat Eveleen berhenti melangkah dan memutar badan ke belakang. "haha benar ternyata" ucap pria itu. Pria itu memakai masker hitam dan matanya terlihat penuh dengan kekejaman walau indah. Eveleen teringat pesan Fabilio saat di mobil tadi, "jika ada seseorang mencurigakan langsung lari dan minta tolong kepada seseorang, kemungkinan itu mafia" ingat Eveleen langsung berlari ke arah pintu masuk. Pria itu langsung mengejar Eveleen dan menarik rambut Eveleen ke belakang, "haha kenapa kamu kabur" ucapnya. "kamu kira aku mudah mengkap ku?" smrik Eveleen langsung melakukan keahliannya saat itu juga.
Bruk...
Pria itu langsung jatuh di tangan Eveleen, "jangan anggap aku remeh" ucap Eveleen tak takut. "jangan senang dulu, ini baru permulaan" ucapnya berdiri kembali. Eveleen siap siaga saat pria itu berdiri, "keluarkan keahlian mu" ucap Eveleen. "baiklah, ayo kita bertarung" ucap pria itu. "hiyaa" mereka mulai bertarung bersama tapi mereka hanya bertarung dan menangkis. "ahli juga" ucap pria itu. "terimakasih" ucap Eveleen dan mereka bertarung kembali. sudah beberapa menit bertarung, Eveleen hanya bisa satu kali memukul pipi pria itu.
drttt...
teskkk...
Eveleen ditembak bius di bagian lengannya hingga rasa nyeri terasa di bagian lukanya, "kamu curang! aghh" ringis Eveleen saat lengannya yang mulai sakit. "itulah kenapa aku menjadi penjahat" pria itu mendekat dan Eveleen berlari. Beberapa senti lagi Eveleen memegang gagang pintu itu tiba-tiba pria itu sudah di belakangnya dan mendorongnya hingga jatuh. "apa yang kamu masukkan!" ucap Eveleen yang merasa lengannya sangat-sangat sakit. "rasa nyeri yang tinggi?" tanyanya.
Bugh...
__ADS_1
"aghh!" ringis Eveleen saat perutnya di tendang. "aku sangat kesal jika ada wanita yang mengalahi ku!" marahnya.
Buk....
Brakk..
Stashhh...
Eveleen di pukuli hingga kepalnya di dorong ke sudut pintu hingga berdarah, "aghh" ringis Eveleen yang sudah merasa kesakitan. "aku akan membuat mu terbang" ucap pria itu menarik rambut krah baju Eveleen dan menyeretnya ke sisi atap gedung. "tidak! tidak!!" teriak Eveleen berusaha berontak, tapi usahanya nihil tetap saja tenaga pria lebih kuat. "disini akan terlihat lebih i dah pemandangnnya" ucap pria itu yang sudah membuat Eveleen di sisi gedung melewati pagar pembatas. Saat itu, ada seseorang yang tidak sengaja melihat ke atas gedung, ia kaget melihat seorang wanita seperti dipaksa jatuh dari gedung. "ada pembunuhan di atas gedung!!" teriaknya dan orang-orang yang mendengar langsung melihat ke atas gedung. "wahhh!! telfonan polisi!!" mereka heboh dan menelfon polisi. Fabilio yang ingin bertemu dengan Leo melihat keramaian di sekitar gedung Leo. "apa kamu mencari ku?" tanya Leo yang melihat Fabilio yang berjalan ke arah gedungnya.
"dimana Eveleen?" tanya Fabilio. "Eveleen? apa dia ke sini? ak...." ucapan Leo berhenti setelah melihat banyak orang di sekitar gedungnya melihat ke atas. "apa Eveleen benar-benar kesini?!" tanya Leo panik melihat atas gedungnya. Fabilio yang melihat Leo yang melihat atas ikut melihat juga, Fabilio kaget melihat seorang wanita sedang bertahan dari dorongan pria yang ada di atas gedung itu. "dia seperti Eveleen!!" panik Leo dan Fabilio berlari masuk ke dalam gedung.
Eveleen terus di dorong tapi tetap bisa bertahan sekuat tenaganya, "apa lagi kamu hanya tinggal jatuh, dan semuanya selesai" ucap pria itu. "tidak akan! siapa kamu sebenarnya?!" ucap Eveleen. "jika kamu selamat, kita akan bertemu lagi" ucap pria menekan luka yang di lengan Eveleen. "aghhh tidakk!! agghh!!" ringis Eveleen yang sudah tidak bisa bertahan karna lenagnnya bertambah sakit. "selamat tinggal" ucap pria itu mendorong kuat tubuh Eveleen hingga terjungkal ke belakang. "Aaa!!" teriak Eveleen yang sudah diterdorong oleh pria itu dari atap.
__ADS_1