LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•26•°


__ADS_3

Fabilio melihat Leo dan Eveleen di sebuah cafe banyak tertawa. Ia yang sebagai adik Leo pun sulah puluhan tahun tidak melihat kakaknya tertawa dan sebahagia itu. Tapi ia juga kesal karna kakaknya tertawa dengan wanita yang ia cintai, karna kesal, Fabilio pergi ke cafe itu lalu memesan dan langsung berdiri dengan kesal di samping meja Eveleen dan Leo. Berdiri lebih dari 10 detik baru sadar akan keberadaan Fabilio yang tidak di sadaru mereka. "Fabilio?!" ucap mereka serentak. "apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Eveleen sedikit kaget. "aku ingin minum cofe" langsung duduk di samping Eveleen. "apa kamu bodoh?! kenapa harus duduk di sini?" kesal Eveleen. "apa tidak boleh?!" kesal Fabilio. "tidak! kenapa harus disini! padahal bayak tempat yang kosong" tolak Eveleen.


"aku ingin di sini" ucap Fabilio. "kalau begitu duduk lah, aku akan pergi dulu, ayo Leo" mengajak Leo pergi. "awas!" kesal Eveleen karna Fabilio. Eveleen dan Leo yang sudah berdiri, Fabilio juga ikut berdiri. "kenapa kamu berdiri? bukankah ingin duduk?" ucap Eveleen. "sekarang aku bosan sendiri, biarkan aku ikut kalian" ucap Fabilio membuat Eveleen hilang akal. "apa dia menyukai Leo?!" batin kesal Fabilio. "biarkan saja dia ikut, kasihan tidak punya teman" ejek Leo tapi itu kenyataan. Eveleen pasrah dan kembali jalan bersama kedua pria tampan itu. Eveleen berdiri di antara Fabilio dan Leo, tapi Fanilio tidak senang karna keberadaannya tidak diacuhkan. Eveleen tetap asik bercerita dengan Leo di jalan, "aku harus memisahkan mereka" pikir Fabilio. Fabilio memisahkan Eveleen dan Leo dengan berdiri di antara mereka. "apa yang kamu lakukan?" bingung Eveleen dan berhenti berjalan. "hanya tidak ingin di tengah" ucapnya membuat Eveleen ingin memukul nya.


"Fabilio, kamu terlihat kekanak-kanakan" ucap Leo membuka mulut. "siapa? aku? sudah ku bilang aku kesepian" tidak mau mengakuinya. Leo melihat mobil melaju dengan cepat dan juga meliha genangan air di sampingnya, tanpa pikir panjang Leo memutar posisi dengan Fabilio saat mobil datang menciprat air genangan. Fabilio menghadap ke depan lalu Leo dan Eveleen berlindung di punggung juga bahu lebar Fabilio. Saat itu Leo melindungi Eveleen dari cipratan air itu walau Fabilio adalah korban sebenarnya. Wajah dan pakaian Fabilio basah kuyup, "apa kamu tidak papa?" tanya Leo kedapa Eveleen. "tidak papa" ucap Eveleen meyakinkan. Saat itu Fabilio hanya mematung tanpa membalikkan badan, Leo dan Eveleen kaget saat Fabilio membalikkan badan ke hadapan mereka.

__ADS_1


"ap-apa kamu tidak papa?" Eveleen bertanya hati-hati. "apa aku terlihat baik-baik saja?" menahan emosi. "ayo kita beli pakaian untuk mu dulu" menarik tangan Fabilio. Fabilio menoleh ke belakang dan menatap sinis Leo yang membuatnya basah karna genangan air, Fabilio memberikan jari tengah ke Leo karna kesal. Fabilio merasa sedikit bersalah, tapi "itu kekanakan" ucap Leo. Mereka pergi ke toko baju ternama menggunakan mobil Leo, "ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai toko. "dimana pakaian pria?" tanya Eveleen. "mari saya antar" ucap nya mengarahkan mereka ke pakaian pria yang terlihat mewah. "anda bisa memilih dan mencoba nona" ucap pelayan. "pilihkan untuk ku" ucap Fabilio. "kenapa harus aku?" tanya Eveleen. "aku yang akan memilihnya, karna aku pakaian mu kotor" ucap Leo dan mulai memilih. "kamu sangat manja" meninggalkan Fabilio menyusul Leo. "aku akan membantu mu" ucap Eveleen ikut memilih.


Fabilio duduk dengan wajah yang kesal karna Eveleen asik bersama Leo, dengan waktu yang singkat Fabilio tertidur dengan baju kotornya. "apa kita terlalu banyak memilih?" sadar mereka yang memakai 3 karyawan pria memegang baju pilihan mereka. "kita liat saja apa yang dia suka" mereka jalan ke arah sofa dan melihat Fabilio sedang tidur tadi tidak terlihat nyaman. "apa dia tukang tidur?" tanya Eveleen. "ntah lah" ucap Leo. Baru tidur beberapa menit Fabilio terkena gangguan tidur kembali dan mulai mengeluarkan keringat dingin. Eveleen yang melihatnya pun peka dan duduk di samping Fabilio. "apa dia sedang bermimpi?" tanya Leo yang tidak tau masalah gangguan tidur Fabilio selama ini. "dia mengalami gangguan tidur, apa kamu tidak tau?" tanya Eveleen. "aku tidak tau" ucapnya. "Fabilio, Fabilio, hei hei sadarlah" ucap Eveleen berusaha membangunkan Fabilio. Karyawan yang baru pertama kali melihat kejadian ini pun khawatir, "apa aku panggil ambulan?" tanya karyawan. "tidak papa dia akan baik-baik saja" ucap Eveleen langsung memeluk Fabilio.


"Fabilio, aku disini sadarlah" ucap lembut Eveleen ke telinga Fabilio sambil memeluk dengan nyaman. Fabilio memeluk Eveleen kembali dengan tangan gemetar, "jangan tinggalkan aku" ucap Fabilio. "aku di sini, aku tidak meninggalkan mu" ucap Eveleen dan Fabilio mulai membuka matanya. "kalian bubar dulu" ucap Eveleen. "apa sudah lebih baik?" tanya Eveleen dan Fabilio memeluk Eveleen lebih erat lagi. "sudah-sudah, kamu harus mengganti baju dulu" ucap Leo yang tidak suka Eveleen di peluk Fabilio. Tapi Fabilio malah memeluk Eveleen lebih erat lagi dan menenggelamkan wajahnya ke bahu Eveleen. "Fabilio kamu harus menukar baju mu" ucap Eveleen dengan lembut. "baiklah" ucap Fabilio melepas pelukan nya dan pergi menukar bajunya yang di bawa ketiga pegawai itu. "Leo, apa kamu tidak tau apa yang terjadi pada nya?" tanya Eveleen.

__ADS_1


Fabilio pun keluar menggunkan jas barunya yang berwarna hitam dan kemeja putih berdasi. panjang. "bungkus pakaian yang liannya" ucap Eveleen. "untuk apa? itu sangat banyak, pakaian ku sudah banyak" ucap Fabilio. "kalau begitu aku pilih beberapa untuk kamu bawa pulang" ucap Eveleen dan mulai memilih. "tidak usah, aku bisa membelinya jika ingin" ucap Fabilio. "ambil beberapa pakaian ini dan bangkus" ucap Eveleen. "owh iya" menarik Fabilio dan memilih beberapa dasi dan memilih yang cocok.


"pakai warna hitam gold agar kamu percaya diri, pakai warna hitam jika kamu merasa ketakutan, putih kamu merasa kosong, merah kamu mendapatkan cinta atau kekuatan, biru kamu merasa sedih, hijau jika kamu sedang menghilangkan stres, kuning jika kamu sedang frustrasi, ungu jika kamu sedang bahagia, coklat jika kamu sedang kesepian, jingga jika kamu sedang menarik perhatian seseorang, dan pink jika kamu merasa ketenangan" jelas panjang Eveleen. "kenapa aku harus memakai sesuai dengan emosi ku?" tanya Fabilio. "kamu orang yang susah di tebak, jika kamu memakai sesuai warna yang ku sebutkan, aku akan mengerti perasaan mu" ucap Eveleen.


"apa kamu ingin mengerti perasaan ku?" goda Fabilio. "bisa dikatakan seperti itu" santai Eveleen tanpa tergoda "jadi bungkus yang aku pilih" ucap Eveleen kepada pelayan. "pakaian tadi sudah di bayar tuan yang tadi nona" ucap pelayan. "Leo?" bingung Eveleen. Eveleen pun pergi ke tempat pembayaran, yang benar saja Leo sedang berdiri di sana. "kenapa kami yang bayar?" tanya Eveleen kesal. "karna aku yang membuat Fabilio kotor" ucapnya. "tapi tetap saja aku yang membawa nya kesini" ucap Eveleen. "tidak perlu, kalau begitu kamu yang bayar dasi itu biar adil" ucap Leo. "ide bagus" ucap Eveleen. "aku bisa membayarnya sendiri kenapa kalian yang susah payah" ucap Fabilio yang baru satang. "jika kamu juga membayar akan ku patahkan tangan mu!" ancam Eveleen. "kenapa harus kamu? aku kaya" ucap Fabilio sombong. "maaf tapi aku juga kaya" ucap Eveleen percaya diri memberikan kartu black card nya. "wahh ini black card" ucap pegawainya.

__ADS_1


"aku juga punya beberapa" ucap Fabilio memamerkan 5 buah kartu black card dengan jenis yang berbeda-beda. "aku juga" Leo memamerkan 5 kartunya juga, sama dengan Fabilio. "aku juga punya 5 black card yang kalian punya, dan 7 kartu debit tanpa batas gold" memamerkan 12 kartu nya membuat orang yang ada di sana menganga. "jangan lupa menghitung black card yang karyawan ini pegang" ucap Eveleen dengan santai penuh makna. "aku juga punya" ucap Fabilio dan Leo bersamaan. "12 kartu debit gold tanpa batas" memamerkan di hadapan Eveleen membuat para pegawai menganga dan terpana dengan kartu-kartu itu. "Wahh, aku harus bekerja lebih keras, tapi bisakah memberikan pada ku satu saja?" ucap Eveleen. "tidak masalah" memberikan Eveleen satu kartu debit gold tanpa batas. "apa aku mendapatkan dua kartu?" tanya Eveleen. "punya ku saja" ucap Fabilio memberikan ke tangan Eveleen. "punya ku juga ambil saja" memberikan ke tangan Eveleen satu lagi.


"aku terima" senang Eveleen dengan senyuman yang paling ceria. "apa uang membuat mu senang" ucap Fabilio. "tentu saja, jika aku sudah lebih kaya, tidak perlu menikah bukan" ucap Eveleen membuat Fabilio dan Leo kaget lalu dengan cepat mengambil kartu itu kembali dari tangan Eveleen. "hei! kenapa kalian mengambil nya kembali!" kesal Eveleen. "aku akan memberikannya saat kamu miskin" ucap Fabilio. "aku kan memberikan nya saat kamu benar-benar butuh" ucap Leo. "baiklah, siapa yang memberikan aku kartu itu, aku akan menikahinya" ucap Eveleen asal bicara. Dalam beberapa detik kedua kartu itu langsung di hadapan Eveleen. "ak-aku hanya bercanda, tapi.... apa kalian ingin menikahi ku?!" kaget Eveleen tak menyangka membuat para pegawai lebih menganga.


__ADS_2