
Salah satu anak buah Eveleen yaitu Xiue sedang di kejar seseorang hingga ketakutan, dan saat Eveleen keluar tidak seorang pun disana. "siapa yang mengejar mu?" tanya Eveleen yang melihat ke sekelilingnya. "bukan disini, tapi dirumah ku" ucapnya. "apa kamu buat masalah?!" marah Eveleen. "aku mempunyai kekasih tapi, ternyata dia adik dari Bimo" ucapnya. Bimo adalah seorang gangster jahat atau bisa dikatakan musuh mereka yang tidak pernah akur sampai saat ini.
Dugg...
"kenapa kamu tidak cari tau dulu!" ucap Eveleen menendang bokong Xiue. "akk, maaf kakak aku juga tidak menyangka juga kalau dia adik Bimo" ucapnya merengek. "kalau begitu kita ke rumah mu dulu, ayo kita pergi" ucap Eveleen memerintah. Mereka pun pergi ke rumah Xiue bersama dengan motor masing-masing, Chao yang merasa senang kalau sedang ada petualangan sedang berlangsung. Saat tiba di depan rumah Xiue, disana sudah berantakan dan hanya tertulis satu buah catatan. "kakak, aku menemukan sesuatu" ucapnya memberikan kertas kecil itu pada Eveleen. Eveleen menerimanya dan kertas itu tertulis "temui aku di tempat biasa" yang pastinya di mana mereka pernah bertemu dan bertarung. "ayo kita ke sana, Chao Chao kamu bisa menggunakan keahlian mu saat ini, aku perintahkan kalian untuk melindungi Chao chao di sebuah tempat" ucap Eveleen. "baik!" ucap mereka.
Mereka pergi ke tempat dimana tempat itu didekat pelabuhan yang di terangi api unggun dari gangster Bimo dan anak buahnya. "wah-wah tak disangka mereka datang bersama dengan wanita itu" ucapnya melihat kelompok Eveleen datang menggunakan motor. "lama tak jumpa Bimo" ucap Eveleen turun dari motor bersama Johnny. "senang bertemu dengan mu Eveleen" ucapnya berdiri di depan anak buahnya. "dimana adik mu? kudengar dia kekasih dari anak buah ku" ucap Eveleen. "Xiue!" ucap seorang wanita yang akan berlari ke arah Xiue tapi di tahan oleh anak buah Bimo. "Laura!" ucap Xiue. "wanita itu bernama Laura" ucap Johnny. "jauhi adik ku sebelum aku mencabut nyawa mu" ucap Bimo. "hah~ kisah cinta yang dibatasi seorang kakak yang jahat, Laura! apa kamu menginginkan Xiue?" tanya Eveleen. "aku ingin bersama Xiue!" ucapnya.
__ADS_1
"tidak boleh! kamu bisa mencintai seseorang yang bukan dari kelompok Eveleen!" bentaknya. "jadi, Xiue apa kamu ingin mundur?" tanya Eveleen. "tidak! aku mencintai Laura! biarkan aku bersama Laura!" ucap Xiue. "jangan harap!" ucap Bimo. "lalu sekarang apa? ingin bertarung? atau mendapatkan restu tanpa kekerasan?" tanya Eveleen. "kenapa bertanya? serang!" ucap Bimo maju dengan anak buahnya. "serang!" ucap Johnny dan mereka maju. "Chao chao, kamu akan melakukan apa?" tanya salah satu anak buah Eveleen kepada Chao yang mengotak atik laptopnya. "sekarang pasang semua sambungan itu, aku akan mengurus selanjutnya. "baiklah" ucapnya menurut.
Brak..
Bruk..
Mereka memukul tanpa barang runcing, mereka hanya memakai kayu, tongkat bisbol, dan beberapa barang-barang yang tumpul yang ada di sana. Satu persatu mereka sudah tumbang di tangan Eveleen dan diperkirakan kelompok Eveleen menang dari gangster Bimo. "mereka sudah kalah, apa lagi? bawa Laura!" ucap Eveleen. "jangan membawa adikku!" ucap Bimo yang sudah kalah dari Eveleen. "kamu ingin pertarungan tentu saja yang menang akan mendapatkan sesuatu bukan" ucap Eveleen. "Laura jangan kesana!" ucap Bimo. "aku ingin bersama Xiue! kakak tidak akan memerhatikan ku!" ucapnya pergi ke pelukan Xiue dengan sendirinya. "Laura datang dengan sendirinya, jadi jangan salahkan kami" ucap Eveleen pergi dan di ikuti anak buahnya. "jangan seperti ini Laura, jangan tinggalkan kakak, kakak hanya punya kamu seorang" ucap Bimo yang sedih. "tidak! kakak hanya membuat hidupku menderita! aku tidak ingin bertemu dengan kakak lagi!" ucapnya. Bimo hanya kesal kalau adiknya dibawa kelompok Eveleen, dia pun merasa bersalah kalau selama ini tidak memedulikan perasaan Laura.
__ADS_1
Mereka pergi berkumpul disuatu tempat untuk diskusi tentang masalah tadi, "Laura apa kamubakan meninggalkan kakak mu seperti itu?" tanta Eveleen. "aku tidak ingin bertemu dengan kaki Bimo lagi!" ucapnya. "baiklah, lalu apa yang akan kalian lakukan setelah ini? menikah? atau lari ke tempat dimana orang tidak menemukan kalian?" tanya Eveleen dengan santai. "kami belum punya rencana" ucap Laura. "kemungkinan besar kalian ingin menikah, tapi apa tanpa restu dari pihak Laura? aku tidak memaksa, kalian harus bicara dulu, aku akan pergi?" ucap Eveleen yang di ikuti mereka semua tanpa Xiue dan Laura yang tetap disana. "Chao chao kamu bisa balik sekarang" ucap Eveleen menghubungi lewat ponsel. "baik mama" ucap Chao yang di dengar anak buah Eveleen yang disana. "apa tidak papa kita meninggalkan mereka disana?" tanya Johnny sambil mengendarakan motornya. "aku tidak ingin suasana menjadi buruk, biarkan mereka disana dulu, mereka aman" ucap Eveleen.
Mereka sampai di bar tempat mereka berkumpul tadi, "jangan memikirkan hal lain lagi, aku akan mengatakan sesuatu yang penting, dimana Chao chao?" ucap Eveleen. "mama aku datang" ucap Chao yang bersama anak buahnya. "bagaimana?" tanya Eveleen. "banyak orang yang mengawasi kalian saat bertarung tadi" ucap Chao membuat mereka kaget. "apa kita di jebak?" tanya salah satu dari mereka. "ya kita di jebak oleh Xiue yang sebenarnya sudah dibawa perintah Bimo, mereka sudah tau kalau aku kembali" ucap Eveleen. "biar aku perjelas, Chao chao mencari tau keberadaan banyak orang yang ada di sana, dan kebetulan saat sebelum sampai, Eveleen memerintah kan kalian untuk berhenti dahulu kan?, karna ada hal yang sedang ku diskusikan bersama Chao chao, tampak saat itu Chao chao mengatakan kalau disana banyak orang-orang yang sedang bersembunyi dengan senjata" jelas Johnny.
"aku memerhatikan gerak gerik Xiue yang mencurigakan, hingga aku tau kalau itu hanya dia biasa" ucap Johnny. "bukalah kakak kedua bilang mereka bersembunyi dengan senjata? kenapa mereka tidak menembak kita?" tanya nya. "ini berkat Chao chao dan kalian yang sudah membantu Chao chao, mereka membuat sebuah dimensi yang membuat orang di luar dimensi tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam dimensi itu, kalian pun tidak sadar kalau kalian masuk alam dimensi yang di buat Chao atau bisa di katakan hologram tiga dimensi" jelas Johnny. "kali pun tadi tercengang melihat kalian tidak ada di tempat" ucap anak buah yang membantu Chao tadi. "kami hanya melihat temlat itu kosong tanpa ada seorang pu disana, jadi mereka tidak bisa menembak kalian karna tidak terlihat dari hog... hog apa?" ucapnya bingung. "Hologram" ucap mereka serentak. "wahh Chao chao sangat genius!" puji mereka. "mau aku tunjukkan hologram itu?" tanya Chao. "aku ingin melihatnya!" ucapnya. "baiklah, paman bisa sambungkan kabel yang tadi?" ucap Chao kepada mereka. "baik" ucapnya.
"matikan lampu nya" ucap Chao dan langsung di matikan. Dalam beberapa detik Chao memperlihatkan Hologram beberapa bentuk binatang dan tubuh mereka yang sama di hadapan mereka yang berdiri tegap. "wahh ada kita!" ucap mereka dengan girang melihat hologram mereka sedang melambai disana. "aku belum pernah melihatnya secara langsung! hanya da di tv saja!" mata mereka berbinar-binar. "wahh!! hahahh" mereka kegirangan dengan hologram yang belum pernah mereka lihat secara langsung. "Booo" membuat mereka berteriak dan bersembunyi. "wahhh?!!! huah!!!" kaget mereka setelah Chao usil memperlihatkan wajah hantu dengan hologram yang membuat mereka benar-benar kaget ketakutan. "Chao chao jangan seperti itu" ucap Eveleen yang hanya biasa saja. "hehe aku hanya salah tekan" ucap Chao yang usil.
__ADS_1