LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•24•°


__ADS_3

Yang terjadi sebelum Annabele datang ke mall milik EYS, "tuan, kami menemukan Annabele le arah mall milik nona Eveleen dengan jalan kaki menggunakan pakaian hitam" ucap bodyguard Leo. Leo yang sedang bekerja pun menundanya dan bergegas ke mall Eveleen tanpa pikir panjang. "siapkan mobil ku, aku akan pergi" ucapnya. Saat sudah di depan perusahaan, mibil sudah di siapkan dan Leo langsung pergi tanpa kata-kata. "pasti dia akan membuat kekacauan" batin Leo yang memakai Headphone sepanjang hari di lehernya. Annabele pun sudah di depan mall milik Eveleen dan tepatnya Eveleen sedang bekerja di sana. "aku akan menghancurkan semuanya!" emosi Annabele dan berjalan masuk ke mall Eveleen dengan menggunakan masker. Salah satu penjaga di sana curiga pada Annabele dan berjalan ke arahnya. "tunggu!" ucapnya saat Annabele akan masuk. Annabele pun berhenti membeku di tempat, orang miaterius itu juga sedang mengawasi Annabele dari mobil. Saat keamanan itu ingin menyentuh bahu Annabele, ada dua orang yang sedang bertengkar di depan pintu perusahaan dan benar kejadian itu teralihkan.


Dengan cepat Annabele tau dengan kondisi itu langsung masuk tanpa aba-aba. "apa selanjutnya tuan?" tanya bawahan misterius. "liat saja apa yang akan dia lakukan" ucap misterius. Annabele pergi mendatangi salah satu pegawai di sana dan menarik kasar krah baju nya. "dimana CEO kalian, Eveleen, aku dengar dia ada di sini" ucapnya tidak terlalu keras tapi sudah jadi sorot perhatian. "presdir Eveleen tidak ada di sini" ucapnya karna tau itu adalah artis Annabele. "jangan berbohong!" teriak Annabele dan mendorongnya. "Eveleen! diamana kamu! Eveleen!!!" teriaknya di depan umum dan mulai mengamuk menghancurkan apa yanga di depannya. "dia tidak berguna, ayo pergi" ucap misterius dan pergi. "saat itu tepat Leo datang dan melihat Eveleen mundur ketakutan. "Eveleen" panik nya berlari ke arah Eveleen memutar badannya dan memakaikan Headphone ke ke telinga Eveleen.


"aku sangat khawatir" ucap Leo dan memeluk Eveleen. "aku kan menghancurkan kan mu Eveleen!" teriaknya saat sudah di tangkap dan di bawa ke kantor polisi. "hkmm" dehem Fabilio yang berjalan ke arah Leo yang masih memeluk Eveleen. Leo melepaskan pelukan nya, setelah melihat keadaan sekitar ia melepaskan Headphone dari telinga Eveleen dan menggantungnya di leher Eveleen. "kamu tidak apa?" tanya Leo. "tidak papa, terimakasih Leo" ucap Eveleen. "hm" dehem Leo. "apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jack. "tadi bawahanku mengatakan Annabele akan datang ke mall Eveleen, jadi aku ke sini" ucap Leo. Eveleen yang melihat tangan Fabilio dan Daniel bersentuhan pun langsung mengambil tindak. "Daniel! kamu harus ikut aku, dan Jack cepat cari Alice!" ucap Eveleen menarik Daniel pergi dari hadapan Leo dan Fabilio. "baik!" ucap Jack pergi mencari Alice di sana. Sedangkan Daniel di bawa pergi oleh Eveleen ntah kemana, tapi Daniel merasakan hawa yang mematikan dari belakang yaitu tatapan maut dari Leo dan Fabilio.


"apa Eveleen benar-benar menyukai Daniel?" batin mereka berdua. Tanpa pikir panjang Leo dan Fabilio bergegas menyusul mereka. "Daniel!" ucap Fabilio membuat Eveleen dan Daniel berhenti. "matilah aku" batin Daniel. "ambil berkas dan kembali lah" tatap tajam Fabilio. "apa dia tidak ingin Daniel bersama ku? apa dia cemburu pada ku karna tidak menyukai Daniel tidak di sampingnya?" batin Eveleen. "maaf presdir, aku pergi dulu" bergegas pergi meninggalkan mereka. "apa aku tidak boleh meminjam Daniel sebentar?!" kesal Eveleen. "tidak, emang kamu mau ngapain dengan Daniel?" kesal balik Fabilio. "dasar gendut!" ucap Eveleen membuat Leo kaget. "apa?! dasar suara speker!" balas Fabilio. "dasar bodoh!" balik Eveleen. "dasar ceroboh!" ucap mereka bertatapan tak sedang dan melipat tangan di dada.

__ADS_1


"APA DIA MENYUKAI DANIEL?!!" batin Fabilio dan Eveleen bersamaan. "hah~ jangan bertengkar, kalau begitu biarkan aku meminjam Eveleen dulu" ucap Leo menarik Eveleen pergi. Eveleen mengejeknya dan menjulurkan lidah pada Fabilio yang masih melihatnya jalan di bawa Leo. Fabilio sangat kesal dengan permainan kekanakan Eveleen, ia merasa lebih kesal saat Leo membawa Eveleen dari hadapannya.


"Eveleen, apa kejadian tadi membuat mu takut?" tanya Leo sambil jalan. "cukup takut, tapi kamu sudah menyelamatkan ku" ucap Eveleen. "jadi kamu simpan Headphone itu dan bawa setiap hari untuk jaga-jaga" pesan Leo. "tidak papa, aku akan membelinya nanti" melepaskan Headphone yang ada di lehernya. "jangan" Leo menggantungkan kembali ke leher Eveleen. "produk ini belum rilis, Headphone ini sudah aku masukkan banyak lagu di sini dan akan terus bersuara jika kamu meletakkan ke telinga, dan jika tidak di telinga akan otomatis mati" jelas Leo membuat Eveleen kagum. "apa ini produk percobaan pertama?" tanya Eveleen senang. "iya, ada dua Headphone yang sudah di buat dan akan di coba, aku memberikannya pada mu satu dan satunya lagi punya ku" ucap Leo.


"anggap saja kalau kamu sedang melakukan percobaan untuk produk yang akan di produksi jika bekerja dengan baik" ucap Leo. "wahhh bagus sekali, desain ini modern, otomatis lagi, tapi apa aku beleh beri satu saran?" tanya Eveleen. "tentu, apa itu?" tanya Leo juga senang. "tentang warnanya buat dengan tema bahagia dan menenangkan" saran Eveleen. "ide yang bagus, tapi warna galaxy yang kamu pakai adalah warna kesukaan ku, jadi jagalah dengan baik, ini akan menjadi warna langka yang hanya ada di dua produk di dunia, yaitu... " tidak menyambung ucapannya. "punya ku dan punya mu" lanjut Eveleen yang membuat Leo senang. "jadi apa ini di cas?" tanya Eveleen. "ya harus di cas" ucap Leo. "mana casannya?" tanya Eveleen dan leo melepaskan Headphone itu dari leher Eveleen. "lihatlah, Headphone ini tidak ada lubang cas, ini cukup kamu letakkan di atas ponsel dan daya pun berjalan" ucap Leo meletakkan Headphone di atas ponsel yang di pegang Eveleen.


"ayah, sepertinya paman Leo dan mama sedang dekat" ucap Chao yang memantau melalui laptop sambil menghubungi Luiz. "bagaimana dengan papa mu?" tanya Luiz. "dia sepertinya kesal dan akan pergi dari mall" jelas Chao. "biarkan saja, dengan begitu berarti papa mu menyukai mama" ucap Luiz yang masih laptop nya. "kenapa seperti itu?" tanya Chao bingung. "ini bisa di katakan cemburu dan kedua pria itu akan bersaing untuk merebut hati perempuan yang ia cintai" jelas Luiz. "ayah, apa kamu pernah merasakannya?" tanya Chao. "tentu, tapi perempuan itu tidak mencintai ku dan sudah kalah dalam perebutan hati dengan pria yang sudah membuat wanita itu mencintai nya" ucap Luiz yang sebenarnya sudah lama mencintai Eveleen.

__ADS_1


"apa ayah menyerah?" tanya Chao. "untuk masalah perasaan aku tidak menyerah dan tetap berada di sisinya walau aku bukan pria yang dia cintai" ucap Luiz. "ayah, apa kamu sedang membicarakan mama?" Chao yang terus terang. "eheiii Chao chao kamu memancingku" merasa terjebak dalam perangkap anak kecil. "Hahah jangan khawatir ayah, mama juga akan selalu menyayangi mu" ucap Chao membuat Luiz lebih tenang. "aku tau.... eheiii kamu memancingku lagii" senyum Luiz. "ayah! aku punya laporan penting!" ucap Chao dengan serius menatap laptop nya. "apa?!" tanya Luiz mendengar dengan baik. "Annabele didatangi pria misterius itu lagi, tapi dia bicara di kaca pembatas pertemuan" ucap Chao. "baiklah, aku akan ke sana" pergi dari kursinya dan bergegas ke sel tahanan dimana Annabele ditahan.


"kamu tak berguna, aku melepaskan mu karna untuk membentuk rencana, tapi kamu gegabah dan membuat keributan" ucap misterius. "maafkan aku, beri aku kesempatan satu kali lagi" mohon Annabele. "tidak ada kesempatan dua kali, matilah di penjara" ucap misterius dan pergi. "tuan! maafkan aku! tuan! ber aku kesempatan lagi! tuan!" teriak Annabele ketakutan. "silahkan kembali" membuka pintu keluar dari ruangan pertemuan. Eveleen malah merasa kesal dan tidak takut karna tidak akan ada yang membunuh nya di penjara. Eveleen di antar dua petugas ke dalam ruang tahanannya. Belum sampai di ruang tahanan, ia di tinggalkan sendiri di jalan. "kenapa mereka tidak mengantar ku sampai ke ruangan ku, dasar tidak sopan" ucap Annabele jalan sendiri. Saat Annabele berjalan, seseorang mengikuti nya dari tadi. Annabele yang merasa di ikuti pun berlari menuju ruangannya dengan cepat.


Tapi belum sampai ruangan tahanannya, ia di tarik dan di tusuk oleh seorang tahanan pria. "dasar tak berguna" ucap tananan itu kepada Annabele. "agh..." Annabele tidak bisa berkata apa-apa. Annabele di tusuk berkali-kali hingga mengeluarkan darah dari mulut nya. Setelah itu Annabele jatuh tak sadarkan diri, tahanan itu jalan santai setalah menyelesaikan misi dari misterius. Annabele di biarkan hingga seorang petugas menemukan Annabele tidak bernyawa di tempat dan banyak mengeluarkan darah.


"Annabele sudah tidak benyawa" laporan dari bawahan Luiz. "sial! aku terlambat!" kesal Luiz yang masih di jalan. Beberapa menit kemudian berita Annabele tersebar luas dengan cepat "Dikabarkan artis yang bernama Annabele sudah tidak benyawa di penjara karna terjadinya pertarungan antara sesama tahanan yang dendam padanya" berita umum. "siapa sebenarnya pria misterius itu" ucap Luiz yang sudah kesal dan marah di dalam mobil. "siapa yang sebenarnya dia inginkan?" kesal Luiz.

__ADS_1


__ADS_2