
Kemudian ia masuk mengambil kunci miliknya. Setelah mengambil tas, memakai sepatu, dan mengunci rumah, ia memosisikan diri di atas motornya.
Huftt.... Kudu banget ya pagi gini mampir ke tempat Pak dosen.
****
Hmmmm enak juga udaranya... O ya kan aku bawa headset, enak nih dengerin lagu...
Hmmm minggir bentar deh..
Srekkk...
Maya mengerem sepedanya dan merogoh tasnya untuk mengambil headset.
Menyalakan Bluetooth lagu, memasang headset di telinganya.
Sesaat kemudian terputar lah lagu 'Shut Up and Dance' -Walk The Moon.
Setelah menyampirkan kembali tasnya di punggung, Ia melanjutkan perjalanannya kembali sambil bersenandung.
Oh don't you dare look back
Just keep your eyes on me
I said you're holding back
She said shut up and dance with me
This woman is my destiny
She said oh oh oh
Shut up and dance with me
We were victims of the night
The chemical, physical, kryptonite
Helpless to the bass and the fading light
Oh we were bound to get together
Bound to get together
She took my arm
I don't know how it happened
We took the floor and she said
you dare look back
Just keep your eyes on me
I said you're holding back
She said shut up and dance with me
This woman is my destiny
She said oh oh oh
Shut up and dance with me
Sesaat ada anak kecil tingkat sekolah dasar yang bersepeda berlawanan arah dengan Maya. Yang menarik perhatiannya sesaat karena, anak itu tidak mengendalikan stangnya.
Eh, eh... Adeknya bisa ya nyepeda nggak pegang stang... Keren keren...
Gue jadi pengen... Tapi kan, ntar kalo njlungup trus sampe sekolah bondes semua kan nggak lucu ya... Ntar dikira abis nyolong apaan aja ditempat tetangga... Yodah deh, ntar aja pas pulang... Lagian ni jalan udah rame.
Lagu yang Maya senandungkan sudah berbeda lagi.
__ADS_1
Panas matahari sudah mulai menyengat, keringat Maya juga sudah mulai bercucuran. Maya sangat menikmati nya.
Ternyata sekolah pake sepeda nggak seburuk yang ku kira... Asal punya tenaga dan nggak kesiangan, jadi masih punya waktu buat ngelapin kringet...
Hingga lima lagu yang berbeda sudah terputar, ia memasuki halaman belakang sekolahnya.
Parkiran sepeda masih lengang belum mbludak, sepertinya juga masih belum banyak murid yang datang. Maya memarkir sepedanya di pojok agak luar supaya mudah diambil. Tak lupa ia kunci sepedanya.
Maya berjalan menyusuri lorong dan masuk ke kelasnya yang berada di pojok dekat kamar mandi. Ia meletakkan tas dan duduk manis sambil menyeka keringat dengan tisu yang ia bawa.
Maya sangat menikmati suasana kelas pagi itu sambil mendengarkan lagu dan menuangkan khayalan nya dalam bentuk tulisan. Hingga satu persatu temannya berdatangan.
Beberapa menyapa yang hanya ia balas dengan senyuman.
***
"Hoi, tumben banget kamu pagi dateng nya," Amara menyapa Maya yang asyik menulis cerita di HP nya.
"......." Maya berlagak tidak mendengar.
Amara semakin kesal, ia menarik headset yang dipakai Maya. Ia berbicara kembali tepat di depan telinganya dengan setengah berteriak "tumben dateng pagiiiiii, gemes dah"
"Ih, ganggu"
"Oh, gitu ya sekarang? Budeg tuh kuping tau rasa!" Ucapnya sambil berlalu.
"Hihihihi" Maya cekikikan sendiri melihat Amara kesal.
Maya melepas headset dan melihat jam di HP nya.
Eh, nggak kerasa, keasyikan nulis lagi aku, udah jam tujuh kurang lima aja....
Hmm, kenapa Ama belum dateng ya...
Sesaat kemudian....
Ama dengan setengah berlari dan nafas tersegal segal memasuki kelas.
"Hosh, hosh, hosh, hosh, untung belum telat," sambil meletakkan tas di kursi yang sudah di mundurkan oleh Maya.
"Eh, kenapa? Dikejar anjing? Atau gimana?"
"Hah, kok tau? Cenayang ya? Hiiyyy... Serem ih, malah satu meja sama kamu"
"Staga... Aku nggak bisa cenayang zeyenk... Aku cuman nebak aja"
"Oh, ku pikir bisa"
TEETtt.. TEETttt.. TEETtttt... TEETtttt....
"Ya dah, seterah... Tapi, mau tau dong ceritanya, hehe"
"Hmm ya deh... Jadi,..."
***reka ulang kejadian***
Di rumah Amany....
Jam di ruang makan sudah menunjukkan pukul 06.30
"Dek, tunggu in mama di luar dulu ya... Sekalian tolong keluarin motor nya dari garasi!" Ujar Devi mama Amany
"Siap," Ama menjawab mamanya sambil menyandang tas sekolahnya dan beranjak dari tempat duduknya mengambil kunci motor dan memakai sepatu.
Greekkk...
Ama membuka pintu garasi, mengeluarkan motor dan menyalakan untuk memanasi mesinnya.
Hmm... Seger juga ya...
Sebentar saja Ama merasa bosan. Sehingga, ia memilih melihat lihat jalan di perumahannya. Menghadap kebelakang ia melihat seekor anjing sedang mengamatinya.
__ADS_1
Uwu... Muka dia lucu...
Ia hendak meng hampiri anjing itu. Namun urung, Karena sadar sudah waktunya berangkat sekolah. Akantetapi, tiba tiba....
Guk, Guk, Guk, Guk... Uuuguk, Guk, Guk...
Ama pikir anjing itu hanya menggong gong saja...
Namun, tiba - tiba anjing itu berlari lari tidak jelas dan menghampiri Ama
Eeh, kok ke sini dia?!
Ama yang kaget dengan pergerakan anjing yang tiba tiba itu dan takut dengan giginya ia berlari pontang-panting.
Bukannya masuk rumah ia malah berlari ke jalan di perumahan nya. Matanya melirik kesana kemari mencari pertolongan pada tetangga yang sedang berada di luar rumah. Sayangnya nihil, tak seorang pun ia temui...
Gilak, ni emang udah jam berapa? Kok nggak ada orang sama sekali? Capekkk!! Dasar anjing sialan!! Hosh, hosh, sial! Kenapa sih tadi aku nggak masuk rumah aja? Hadeh...
Ama terus berlari menghindari si anjing tadi.
...BRMMmm... Tin, Tin!!
Suara motor dan klakson mengagetkan Ama yang sedang berlari.
"Ayo, naik!" Ajak mama nya yang ternyata sudah menyusulnya dengan motor.
Tanpa banyak tanya Ama langsung naik, meninggal kan anjing yang masih mengejarnya.
"Wekk," Ama menjulurkan lidah pada si anjing "aku sekolah dulu, ntar aja mainnya"
"Astaga dek, dari tadi mama nyari kamu keliling kompleks ternyata jogging bareng Dolly ya, ckckck lebih pagi lagi dek kalo mau jogging tu!"
"Ih mama aku bukan jogging ma aku lari!! Anjing itu namanya Dolly to? Anjing siapa sih? Nakal banget, tau aku pake seragam gini masih main kejar aja"
"Hahahaha," tawa Devi meledak begitu saja.
"Ih, mama tuh, dia punya muka lucu emang tapi, gigi dia tajem jadi takut aku. Lari deh"
"Ckckckck itu anjing tante Ani depan rumah kita dek, dia tuh bukan marah sama kamu, tapi dia ngajak main. Tapi, kamunya ngacir duluan jadi dia kira kamu mau diajak main... Dikejar deh..."
"Rese deh, nggak lagi, lagi deh keluar ke jalan pas pagi" gumam Ama lirih.
"Dek, biar kamu nggak digituin sama anjing, lainkali jangan lari, jangan bikin gerakan spontan, tetep kalem walaupun kamunya takut.."
"Hmmm"
"Dah, turun sana... Udah mau ditutup tuh gerbang nya..."
"Ya ma, makasih, Ama pamit sekolah dulu, dadah.." Sambil meraih tangan mamanya dan mencium tangannya.
"Dadah..."
"Cepet neng, lari, jangan jalan, nanti saya tutup," seru Pak Ujang agak berteriak.
Hadehh... Lari lagi... Capek aku... Rutuk Ama dalam hati.
Devi cekikikan melihat anaknya berjalan dari belakang.
*****
"Ealah, ckckck, bener tuh mama kamu, jangan malah lari..."
"Ya kan aku takut ya...:v"
Tiba-tiba Bu Dyah guru BK memasuki kelas. Membuat siapa saja yang ada di kelas terdiam.
Di belakangnya diikuti oleh seorang anak perempuan dengan seragam yang sama dengan murid SMP 403 yang lain.
***
__ADS_1