LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•41•°


__ADS_3

"siapa tunangan mu?" tanya Leo yang melihat cincin di jari manis Johnny. "ini cincin bukan cincin tunangan, hanya saja cincin persahabatan ku dengan Eveleen" ucap Johnny. "apa ada alat pelacaknya?" tanya Leo. "bagiaman kamu tau?" tanya Johnny. "aku selalu membuat produk pasangan dan ada alat pelacaknya satu sama lain" ucap Leo. "ya kamu benar, tapi Eveleen tidak memakai cincin itu dan berada di rumahnya ntah siapa yang mengirimkannya menggunakan amplop melalui orang suruhan" jelas Johnny. "Headphone ku pun dikirim kembali ke alamat perusahaan" batin Leo kecewa dan kesal tidak bisa menemukan Eveleen.


"Fabilio, ayo kita foto di sini" ucap Eveleen berdiri di tempat dengan pemandangan yang indah. "baiklah" ucap Fabilio berdiri di samping Eveleen. Mereka mengambil beberapa foto bersama hingga beberapa foto mesra yang di fotokan oleh salah satu bodyguard Fabilio. "sekarang apa lagi?" tanya Fabilio. "apa disini ada pantai?" tanya Eveleen. "ayo kita ke lantai" ucap Fabilio segera mebawa Eveleen ke pantai saat itu juga dengan mobilnya. "apa kamu menyukai pantai?" tanya Fabilio sambil menyetir mobilnya. "tidak juga, aku lebih suka padang rumput hijau dengan hembusan angin sepoi-sepoi dan satu pohon besar untuk melindungi ku dari matahari" ucap Eveleen membayangkan. "dimana itu pertama kali kamu melihat ku saat mimpi buruk" ucap Fabilio menebak. "ya tempat seperti itu menenangkan jika tinggal di tempat seperti itu tanpa ada orang yang lalu lalang" ucap Eveleen. "mau membeli pulau? aku bisa belikan khusus untuk kita" ucap Fabilio. "kita? apa kita akan besama?" tanya Eveleen membuat Fabilio kecewa. "apa kamu tidak mau?" tanya Fabilio. "aku suka, ayo kita buat rumah di sana dan tempat yang sejuk penuh dengan padang rumput tanpa ada orang selain kita" ucap Eveleen dengan harapan.


"aku akan mencari pulau seperti itu" ucap Fabilio bahagia. "kita harus membelinya bersama, uang mu dan uang ku" senyum Eveleen. "baiklah sayang" mengusap kepala Eveleen dengan lembut. Beberapa jam kemudian mereka sampai di pantai tepat waktu saat itu sedang sunset atau matahari tenggelam. "ayo kita duduk di sana" tunjuk Eveleen. Mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati sunset dengan kacamata hitam mereka. "sudah lama aku tidak sebahagia ini" ucap Fabilio. "apa kamu bahagia dengan ku?" tanya Eveleen menyandarkan kepalanya di bahu Fabilio. "aku sangat bahagia, jangan pernah meninggalkan ku, jangan pernah" peringatan Fabilio. "tidak akan" ucap Eveleen dengan tulus. "kamu sudah tau aku mafia dan hidup ku di penuhi dengan masalah, jika terjadi apa-apa padaku kamu harus pergi dan behagia" ucap Fabilio membuat suasana menjadi serius. "kamu akan baik-baik saja, jika kamu tertangkap pasti itu aku yang menangkap mu sebagai mata-mata" ucap Eveleen. "kamu harus menagkap ku nanti sayang" ucap Fabilio. "aku akan mengakap mu, jadi kamu harus tetap hidup sampai aku menangkap mu" ucap Eveleen dengan serius.


"aku akan hidup agar kamu menagkap ku suatu hari nanti" ucap Fabilio dengan santai. "kamu harus janji sayang" menyodorkan kelingking nya. "aku janji" mengaitkan kelingking mereka. "aku suka" memeluk Fabilio. Mereka kembali saat hari mulai malam, Eveleen juga sudah tertidur di mobil karna sudah kelelahan. Fabilio hanya merasa tenang saat berada di samping Eveleen, dan sudah sangat-sangat mencintai Eveleen hingga tidak ingin melepaskan Eveleen darinya. "kamu hanya milikku" ucap Fabilio memandang wajah Eveleen yang sedang tidur dengan nyenyak. Sesampai di kediamannya, Eveleen digendong oleh Fabilio sampai ke kamar. Fabilio membaringkan Eveleen di ranjangnya dan ikut tidur di samping Eveleen, mereka tidur berama dengan pelukan yang hangat.


Baru beberapa jam Fabilio tidur untuk istirahat tepatnya jam 1 malam seseorang menelfonya dan membuatnya bangun dari tidur yang nyenyak. Fabilio mengangkat panggilan itu dan langsung menukar bajunya di kamar ganti dan membawa beberapa barangnya tanpa mengusik tidur Eveleen yang nyenyak. Fabilio membawa pistol serta beberapa alat pelindung diri lainnya, "aku jadi takut mati karenanya" batin Fabilio menatap Eveleen sebentar dan langsung keluar. "sekarang dimana mereka menunggu" ucap Fabilio dengan panggilan Bluetooth di telinganya sambil mengemudi mobil. "baiklah aku akan datang" ucap Fabilio menancap gas. Sesampai di sebuah tempat yang biasa, Fabilio di kelilingi para bodyguard nya yang banyak, beberapa di antara mereka masuk ke ruangan itu untuk menjaga Fabilio dari dalam. Mereka duduk di kursi berhadapan "bagaimana dengan barangnya? apa kamu mendapatkannya?" tanya mafia lainnya yang berbahasa Prancis. "bukankah sudah ku kirim" ucap Fabilio dengan datar. "jangan berbohong, aku belum menerimanya" ucapnya dengan tenang. "jangan menipu ku untuk mendapatkan keuntungan, ini sudah sering terjadi pada ku" ucap Fabilio.


Salah satu dari anak buahnya mendekat dan membisikkan sesuatu pada mafia Prancis itu. "hm, baiklah sepertinya aku salah paham" dengan smirik. Seseorang sedang memantau merwka dari gedung untuk menembak Fabilio dari suruhan mafia Prancis. "tapi aku membenci mu" ucapnya menggerakkan jarinya yang di sadari Fabilio.

__ADS_1


Dorr!


Dorr!


Beberapa tembakan meleset karna Fabilio tau untuk menyingkir dari samping jendela tembus pandang itu. Terjadilah bangku hantam dan tembakan di sana, seseorang yang akan menembak Fabilio dari jauh langsung tumbang setelah di tembak seseorang dari pihak Fabilio. Satu persatu musuh Fabilio tumbang di tempat dengan cepat setelah terkena tembakan misterius yang tidak Fabilio ketahui. "siapa yang melakukannya?" tanya Fabilio. "bukan kita tuan, seseorang misterius menolong kita" ucap salah satu bodyguard. "ayo kita pergi dan bakar mereka" ucap Fabilio langsung keluar dari tempat itu.


Dorr!!!


Dorr!!


Seseorang menembak di tempat yang lain hingga penembak misterius menembak orang itu, "tuan sepertinya terjadi penembakan sembunyi, kita harus segera pergi" ucapnya langsung segera membawa Fabilio untuk pergi. Penembakan masih berlangsung antara penembakan misterius dan musuh Fabilio yang masih bersembunyi di samping-samping gedung.

__ADS_1


Dor!!


Dor!!


Dor!!


"dia di sana!" ucap salah satu musuh menemukan penembak misterius berpakaian hitam di atas gedung. Penembak misterius ketahuan hingga mereka menembak masal ke arah penembak misterius. Penembak misterius mengambil beberapa kesempatan untuk menembak 3 musuh untuk menang. Saat mengambil kesempatan itu, penembak misterius tertembak di bagian lengan atasnya hingga mengeluarkan darah. Penembak musuh terus menembak hingga peluru mereka habis bersamaan dan tepatnya penembak misterius mengambil kesempatan lalu meratakan sisa-sisanya. "aghhh" ringisnya memegang pergelangan tangan yanga sudah mengeluarkan banyak darah. Penembak misterius segera merapikan peralatannya dan segera turun untuk kembali, saat akan turun ke bawah tiba-tiba ia di kepung beberapa musuh tanpa senjata yang naik ke atas.


Penembak misterius itu langsung menyerang di tangga dengan tangan kosong hingga satu persatu tumbang dengan mudah walau lengannya sakit tertembak. "cari tau pria misterius itu, tembakannya sangat hebat" ucap Johnny yang tidak terluka sedikit pun. "baik" ucap bodyguard. Saat Fabilio sampai di rumah, ia langsung berjalan ke kamarnya dan tidak melihat adanya Eveleen di ranjang. "Eveleen?!" paniknya segera mencari Eveleen ke berbagai ruangan yang ada di kamarnya. "Eveleen?!" saat ke kamar mandi, ia jadi lega saat melihat Eveleen mencuci wajahnya dengan sabun. "kamu mengagetkan ku!" kesal Eveleen yang sedang focus mencuci wajahnya. "kenapa kamu mencuci wajahmu saat smalam hari, aku khawatir" ucapnya langsung memeluk Eveleen walau masih ada sabun di wajah Eveleen.


"apa yang kamu lakukan? aku sedang mencuci wajahku karna aku tertidur tadi" ucap Eveleen yang tidak bisa membalas pelukan Fabilio karna tangannya yang masih di penuhi sabun. "lepaskan, apa kamu tidak melihatku mencuci wajahku?" ucap Eveleen sedikit mendirong dan Fabilio melapas pelukannya. "kamu dari mana tadi tidak ada di rumah?" tanya Eveleen kesal. "ada yang harus aku selesaikan" ucap Fabilio. "kita harus bicara" ucap Eveleen segera membersihkan wajahnya dan menarik Fabilio ke sofa kamar. "katakan yang sebenarnya" ucap Eveleen menatap Fabilio dengan tatapan curiga. "kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Fabilio keberatan. "katakan" ucap Eveleen. "sayang, aku hanya menyelesaikan pekerjaan ku" ucap Fabilio berusaha menyembunyikan nya. "pekerjaan CEO atau mafia?" tanya Eveleen serius dan Fabilio terdiam tak menjawab, hanya menatap mata Eveleen dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2