LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•69•°


__ADS_3

Kayle jelan menuju kamar Eveleen dan melewati tangga, ia mengingat kembali kejadian manis itu saat pagi. "kamu sudah gila" ucap Kayle yang bisa kepikiran kembali. Saat itu, ia melihat dokter Jeon berdiri di depan pintu Eveleen, "apa yang kamu lakukan?" tanya Kayle yang melihat dokter Jeon berdiri di depan kamar Eveleen. "mengantarkan makanan untuk Eveleen" ucap dokter Jeon. "peduli sekali" ejek Kayle. "aku dokternya, jadi wajar aku khawatir padanya" ucap dokter Jeon tak ambil pusing. "seterah, aku ingin membawanya ke ruang abadi kembali" ucap Kayle membuat dokter Jeon terkejut dan menahan tangan Kayle yang akan membuka pintu kamar Eveleen.


"ada yang ingin kamu katakan?" menatap tajam. "maaf tuan tapi biarkan nona untuk istirahat dulu hingga sehat, setelah sehat nanti anda bisa membawanya ke ruang abadi" ucap dokter Jeon. "ide bagus, aku tidak akan menggangunya untuk beberapa hari" ucap Kayle memasukkan tangannya ke saku. "tapi tuan, apa anda...." tidak melanjutkan perkataannya. "apa?" tanya Kayle. "apa anda pernah memeluk nona Eveleen?" tanyanya hati-hati. "ap-apa maksudmu" wajahnya memerah dan malu. "apa dia mengetahuinya?" batin Kayle. "hanya saja panas nona Eveleen turun dengan cepat, biasanya nona Eveleen akan membaik jika memeluk seseorang dengan nyaman, tapi sekarang turun dengan cepat seperti ada energi baik untuk dirinya" jelas dokter. "aku tidak tau dan tidak peduli" ucap Kayle pergi dari hadapan dokter. "berarti ada seseorang yang bisa mengobati mental Eveleen, aku harus mencari orangnya" ucap dokter sedikit keras agar Kayle mendengarnya.


Kayle mendengarnya dan terus berjalan dengan wajah yang memerah karna melewati tangga. "ternyata kamu" batin dokter membaca ekspresi Kayle. "apa aku bisa menyembuhkan nya?" batin Kayle. "ah! itu bukan urusan ku!" batinnya menolak. Dokter Jeon menelfon seseorang dan beberapa menit setelahnya ia masuk ke dalam kamar Eveleen kembali. "Eveleen" ucap dokter masuk dan melihat Eveleen menangis kembali. "apa? apa ada yang mengganggu mu?" tanya dokter Jeon. "aku terlalu merindukan mereka hiks..." ucap Eveleen. "tenangkan dirimu dulu, aku ada kabar baik untuk mu" ucap dokter Jeon membuat Eveleen berhenti menangis.

__ADS_1


"apa?" tertarik. "kamu ingat apa yang terjadi semalam?" tanya dokter Jeon. "tidak, aku juga sempat kepikiran kenapa suasana hatiku sangat baik dan nyaman, aoa seseorang memelukku? tapi bagaimana bisa orang asing membuatku damai" ucap Eveleen yang penuh dengan pertanyaan. "Kayle, Kayle adalah orang yang memelukmu semalam" ucap dokter Jeon dengan yakin. "bagaimana bisa?!" ucap Eveleen tak percaya. "lihat rekaman CCTV ini" ucap dokter mengeluarkan ponselnya.


Nampaklah Kayle sangat lembut dan mengikuti apa yang Eveleen inginkan, Kayle terlihat tidak marah atau pun kesal. "apa itu benar dia? atau kepribadian ganda?" tanya Eveleen. "tuan Kayle tidak punya masalah mental seperti itu, hanya saja mental seperti kamu waktu itu" ucap dokter Jeon. "tapi dia melakukan kekerasan saat itu" ucap Eveleen bingung. "benar, saat itu dia disiksa dengan mendengar semua teriakan kekerasan setiap hari hingga membuatnya jadi seorang iblis yang sudah biasa dengan teriakan siksaan dan mulai ketagihan" jelas dokter Jeon. "jadi waktu itu dia menyiksa ku agar aku terbiasa dengan suara siksaan?" takut Eveleen. "benar, jadi intinya anak kecil yang kamu lihat waktu itu adalah tuan Kayle" ucap dokter Jeon membuat Eveleen terdiam.


Eveleen keluar dari kamarnya dan diikuti dua anak buah itu dari belakang. "jadi apa aku tidak papa keluar?" tanya Eveleen peda anak buah itu yang terus mengikutinya. "tidak boleh keluar rumah" jawabnya. "kenapa?" tanya Eveleen. "karna dingin dan nona bisa saja kabur" jawabnya lagi. "kamu benar, aku tidak tahan yang namanya suhu dingin" ucap Eveleen turun dari tangga. "aku ingin mengelilingi rumah yang besar ini, tunjukkan aku jalannya" ucap Eveleen. Mereka menelusuri semua tempat yang ada di rumah itu, Eveleen pun merasa ini bukan rumah tapi istana yang banyak dengan kamar dan ruangan-ruangan megah.

__ADS_1


"tapi dari tadi aku melihat mu memegang baju hangat itu, tapi tidak memakainya dan warnanya sangat berbeda dengan penampilan mu" ucap Eveleen melihat baju hangat berwarna ping yang terus dibawa. "ini bukan milik saya, tapi ini milik nona" jawabnya. "aku? aku tidak" ucap Eveleen. "tuan Jeon yang berpesan kalau anda tidak boleh kedinginan" jawabnya dan menyodorkan jeket itu. "dokter Jeon benar-benar ingat pada ku" ucap Eveleen mengambil baju hangat itu dan memakainya. "hah~ ini hangat, aku suka" merasa lebih hangat dan nyaman. Kayle yang sedang berjalan, tidak sengaja melihat Eveleen jalan bersama anak buah itu.


Saat Eveleen akan menoleh ke arahnya, Kayle langsung bersembunyi. "kenapa? kenapa aku sembunyi?" tanya batinnya. "tiba-tiba aku merasa lelah" ucap Eveleen duduk di lantai. "nona anda jangan duduk disini" ucap anak buah itu. Kayle mengintip apa yang sedang Eveleen lakukan dengan kedua anak buahnya itu. "kenapa? ini nyaman duduklah disamping ku" ucap Eveleen menepuk lantai di kanan dan dikiri. "kami tidak bisa" ucap mereka menolak. "duduklah!!" marah Eveleen membuat mereka cukup takut. "dia cukup mengerikan saat marah" ucap Kayle mengintip. "apa aku harus mematahkan kaki kalian baru duduk?" ancam Eveleen yang belum terlalu manjur. "aku memang benci melihat orang kekerasan, tapi aku bisa menyiksa orang, kalian sudah pernah melihatnya bukan" ucap Eveleen membuat mereka berdua langsung duduk di sampingnya menghadap jendela yang besar memperlihatkan area belakang rumah.


"aku benar-benar gila" ucap Kayle berhenti untuk sembunyi dan jalan kearah mereka. "aku jadi lelah" ucap Eveleen meregangkan tubuhnya dan tak sengaja melihat Kayle berjalan kearahnya. "Kayle?" ucap Eveleen langsung menoleh kebelakang. Anak buah itu langsung berdiri dan memberikan hormat pada Kayle, "apa senang bekerja hanya duduk-duduk?" sindir Kayle pada anak buahnya. "bukan! jangan salahkan mereka! aku yang memaksa mereka duduk bersama ku" ucap Eveleen membela anak biah itu. "berarti ini salah mu?" tanya Kayle menatap Eveleen. "benar!" ucap Eveleen. "baiklah, buatkan aku makanan" ucap Kayle menatap tajam Eveleen. "hanya itu?" tanya Eveleen bingung. "kamu benar, itu terlalu murah dan aku menambahnya dengan mereka akan ku siksa saat kamu masak" ucap Kayle smirik. "tidak! jangan aku akan memasak untuk mu dengan baik, dan aku butuh nbantuan mereka" ucap Eveleen. "baiklah" membuat anak buah itu sedikit terkejut, baru sekali ini mereka mendapat pembelaan dan bebas dari siksaan Kayle.

__ADS_1


__ADS_2