LOVE ADVENTURE

LOVE ADVENTURE
°•33•°


__ADS_3

Saat acara selesai, para tamu undangan mulai meninggalkan acara yang di penuhi tawa dan bahagia banyak anak-anak. "sampai jumpa Chao chao, sampai jumpa mama Chao chao" ucap teman-teman nya pamit. "sampai jumpa" ucap Chao dan Eveleen. "Eveleen apa kamu melihat Fabilio?" tanya Leo. "dia bilang akan pulang cepat karena ada urusan" ucap Eveleen. "baiklah kalau begitu, Chao chao pakai hadiah yang aku berikan ya" ucap Leo. "hadiah paman apa?" tanya Chao. "hanya produk satu-satunya yang aku buat untuk mu, hanya satu di dunia" ucap Leo membuat Chao tersenyum. "baik paman, aku akan memakainya jika sudah membukannya" ucap Chao.


"kamu buat produk baru lagi?" tanya Eveleen. "hanya untuk Chao chao" ucap Leo. "kamu membuat produk karna Chao chao ulang tahun?" tanya Eveleen tak percaya. "tentu, membuatnya sangat mudah, tidak memakan banyak waktu" ucap Leo santai. "terimakasih" ucap Eveleen. "tidak masalah, aku balik dulu sampai jumpa" ucap Leo pamitan menaiki mobilnya. "Luiz!" panggil Eveleen melihat Luiz baru keluar. "ada apa?" tanya Luiz. "apa kamu melihay Johnny? tadi dia bilang ada yang ingin di ambil di mobilnya tapi tidak balik juga" ucap Eveleen khawatir. "mungkin saja dia ada kerjaan" pikir Luiz. "tapi mobilnya disini, kalau begitu aku titip Chao chao pada mu" ucap Eveleen memberi alih Chao pada Luiz. "kamu akan kemana?" tanya Luiz. "aku akan sedikit sibuk, Chao Chao mama ada urusan mendadak, kamu sama ayah dulu ya" ucap Eveleen. "mama apa kamu baik-baik saja?" khawatir Chao. "tidak papa aku akan pulang menyusul mu nanti, dah~" ucap Eveleen pergi mengitari gedung. "apa yang harus kita lakukan ayah?" tanya Chao. "kita buat rencana saja" ucap Luiz membawa Chao ke mobilnya dan segera pergi.


Eveleen berdiri di tempat yang sepi dan mengeluarkan cahaya di cincinnya untuk mencari keberadaan Johnny dari cahaya itu. Cincin itu bukan sembarang cincin yang bisa di dapatkan, cincin itu di rancang khusus dari negara untuk para mata-mata agar memudahkan misi mereka. "apa yang Johnny lakukan di tempat itu" ucap Eveleen melihay lokasi Johnny dari cahaya tersebut. "aku harus menyelidiki nya" ucap Eveleen pergi menaiki Johnny yang kuncinya ada di sana dan pergi ke titik dimana Johnny sedang di tahan oleh beberapa orang tanpa Eveleen ketahui. Saat Johnny mengambil dompetnya nya di mobil, tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepala belakang nya dengan kayu hingga ia tidak sadarkan diri. Johnny di bawa ke mobil lain untuk di bawa ke sebuah tempat yang sepi yaitu sebuah gudang lama yang tidak di gunakan lagi. Saat Johnny menyadarkan diri, ia melihat beberapa orang berdiri di sekitarnya termasuk Fabilio yang duduk di hadapannya. "tak ku sangka secepat ini kamu menagkap ku" ucap Johnny smirik yang tidak bisa lepas dari ikatan kursi.


Bukkk...


"owhh" ringis Johnny. "lebih cepat lebih baik bukan" ucap Fabilio memukul perut Johnny. "apa bukan karna Eveleen kamu menagkap ku" ucap Johnny membuat Fabilio lebih geram.


buk...


Brak...

__ADS_1


tashhh ..


"aghhh... " ringis Johnny yang di pukul keras oleh Fabilio hingga mengeluarkan darah. "aku bisa saja menangkap mu sekarang juga, setelah itu bisa menikahi Eveleen tanpa gangguan" ucap Johnny dengan senyuman. "kamu tidak akan! aku akan membunuh mu sekarang juga!" ucap Fabilio menatap maut mata Johnny. Dia saat itu Eveleen memutuskan untuk jalan kaki ke titik Johnny berada agar tidak ketahuan apa yang sedang Johnny lakukan. Saat ia mendengar suara aneh di sebuah gudang tua itu, rasa keingin tahuannya tinggi dan segera mengeceknya diam-diam. "ayo lakukan seperti mata-mata Eveleen" ucap Eveleen mulai mengintip di sana. Betapa terkejutnya Eveleen setelah melihat Fabilio sedang memukul seseorang di sana yang sedang terikat di kursi. Eveleen mematung saat tau itu adalah Johnny sang sahabat nya sedang di pukuli hingga mengeluarkan darah. "FABILIO!!" teriak Eveleen membuat Fabilio berhenti memukul Johnny yang sudah terlihat kesakitan.


Eveleen gemetar dan berlari ke arah Johnny dan memeluknya, "E-veleen" ucap Fabilio gugup ketahuan. "apa yang telah terjadi hiks.. " Eveleen bergetar memegang wajah Johnny yang sudah memar. "Eveleen, kamu jangan melihat ku!" panik Johnny karna yang akan membuat Eveleen kambuh seketika jika orang yang ia sayang sedang tersiksa. "hah~ Johnny jangan terluka~" Eveleen tidak sanggup melihat Johnny terluka. "AAAA!!!!!" teriak Eveleen menggenggam rambutnya di kepala. "Eveleen!" Fabilio khawatir dan menolong Eveleen yang sudah terduduk di lantai. "lepas!" teriak Eveleen membuat Fabilio terkejut.


plakkk...


"dasar bajingan!" tampar Eveleen dan segera melepas kan Johnny dari ikatan itu. Fabilio hanya mematung setelah Eveleen menamparnya, itu tidak sakit menurutnya, hanya saja perasaannya lebih sakit dan terluka dalam satu pukulan. "Eveleen, kamu jangan melihat ku" ucap Johnny. "aku akan menolong mu" merangkul Johnny keluar dati gedung itu. "apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya bawahannya. "biarkan saja" ucap Fabilio yang tidak berdaya jika bersaing dengan Eveleen. Saat di depan pintu gerbang, seseorang datang datang untuk menyerang Eveleen dan Johnny yang ia kira Johnny lepas dari tangan Fabilio. Eveleen yang tau ada serangan itu, langsung menyerang orang itu juga yang sedang memegang pisau. Johnny juga ikut melawannya, tapi karna Johnny yang sudah terluka, ia menjadi sasaran bagi penyerang itu.


"Eveleen!" ucap Johnny yang di dengar Fabilio dari dalam. Fabilio segera keluar dan melihat Eveleen sedang memegang pisau yang akan menusuk perut Johnny hingga tangan Eveleen banyak mengeluarkan darah. "apa yang kamu lakukan?!" marah Fabilio pada bawahannya. Bawahannya kaget dan menjatuhkan pisau itu, "hah~" Eveleen syok karna pisau itu hampir menusuk Johnny. Eveleen mengeluarkan keringat dingin dan mulai sesak nafas dan terduduk ditanah. "Jangan! jangan! aku tidak apa-apa! liahat lah! aku baik-baik saja!" panik Johnny memeluk Eveleen. "akuh~ tidak bisa bernafas hah~" mengeluarkan air mata. "Eveleen~ tenagkan diri mu" bicara lebih lembut dan mengusap lembut kepala belakang Eveleen. "aku tidak papa" berusaha menenagkan Eveleen. Disaat Eveleen sudah tenang, ia tidak sadarkan diri.


"jangan pernah mendekati Eveleen! kamu hanya membuat Eveleen dalam masalah!" ucap Johnny menggendong Eveleen pergi dari sana walau sudah merasakan sakit. "maafkan aku" batin Fabilio merasa bersalah. Johnny membawa Eveleen ke rumah sakit psikolog yang pernah Eveleen kunjungi waktu itu. "tolong bantu Eveleen" ucap Johnny. Dokter pun menolong Eveleen dan segera memeriksanya, Johnny yang sudah melihat Eveleen diambil alih, ia tumbang tak sadarkan diri. Beberapa jam kemudian Luiz dan Alice tiba di sana setelah mendapat kabar dari dokter. "bagaimana keadaan mereka dokter?!" panik Alice. "nona Eveleen kondisi nya buruk, ia tidak sadar dan demamnya tinggi, kalo temannya nona Eveleen banyak luka dan lebam di tubuhnya sehingga belum sadar" jelas dokter. "kita hanya bisa menunggu terlebih dahulu, saya sudah memberikan suntik agar tubuh mereka tidak merasakan nyeri" lanjut dokter.

__ADS_1


"baik, terimakasih dokter" ucap Luiz dan Alice segera masuk ke ruangan mereka. "astaga, apa yang harus aku lakukan hiks...." tangis Alice melihat Eveleen kambuh lebih buruk dari sebelumnya. "bukankah dulu Eveleen tidak sampai demam tinggi dan keringatnya tidak banyak keluar" cemas Alice. "kita tunggu saja dulu, semoga semuanya baik-baik saja" ucap Luiz menenangkan Alice. "apa kamu sudah menemukan siapa orang di balik ini semua?" tanya Alice. "belum, mereka masih mencari" ucap Luiz. Setelah beberapa jam mereka menunggu dan hari pun sudah pagi, Johnny sadar melihat Alice dan Johnny tidur di sofa. Johnny duduk melihat ke samping dan masih melihat Eveleen tidak juga sadarkan diri, ia merasa bersalah tidak bisa menjaga Eveleen. "Johnny?! kamu sudah sadar!" ucap Luiz melihat Johnny duduk di ranjangnya. Alice yang tidur spontan mendengar seseorang sadar langsung bangun karna tidurnya tidak nyenyak.


"Johnny, apa yang terjadi semalam?" tanya Luiz. "Eveleen melihat ku di pukuli seseorang" ucap Johnny mengingatnya. "kenapa begitu buruk saat kambuh kali ini? apa ada yang terjadi selain itu?" tanya Alice. "selama aku bersamanya, Alice akan kambuh lebih parah jika orang yang ia sayang dipukuli orang lain, aku adalah salah satu orang yang paling mengenalnya" ucap Johnny membuat Alice cemberut. "apa maksud mu Eveleen menyayangi mu?" kesal Luiz tak terima. "kenapa tidak? aku yang telah menjaganya selama 3 tahun lebih dan kami sudah melalui banyak hal" ucap Johnny dengan santai. "aku sudah 5 tahun dan lebih banyak melakukan banyak hal" ucap Luiz tak ingin kalah. "di tahun ku kehidupan nya lebih real dan kami mengalami masa-masa yang berat bersama, semua yang telah kamu lakukan bersama Eveleen, aku sudah pernah melakukan nya lebih dahulu" ucap Johnny. "tetap saja aku yang lebih disayangnya" ucap Luiz. "terserah, ini yang ke tiga kalinya aku melihat Eveleen kambuh seperti ini" ucap Johnny.


"apa kamu tidak menjaga nya dengan baik?! tiga kali adalah hal yang menyakitkan!" kesal Luiz. "Eveleen tidak tahan jika aku di pukuli atau di siksa seperti semalam, aku tidak bisa berbuat apa-apa karna aku di ikat oleh orang-orang itu" jelas Johnny. "lalu apa yang Eveleen lakukan?" tanya Alice dengan serius. "Eveleen teriak seperti orang yang frustrasi setelah itu ia berusaha menolong ku, dan aku yang tidak punya tenaga nyaris ditusuk, tapi Eveleen menahannya dengan tangannya hingga terluka" melihat tangan Eveleen yang di perban. "malang sekali teman ku ini" mengeluarkan air mata. "apa separah itu hingga harus di periksa denyut jantung nya?" tanya Alice khawatir. "aku yang memintanya, karna waktu itu pernah denyut jantung Eveleen sempat menurun dan demamnya tidak turun-turun" jelas Johnny yang turun dari ranjangnya.


"tapi kenapa wajahnya sangat pucat?!" batin Johnny. "panggil dokter sekarang!" ucap Johnny dan Luiz langsung pergi tanpa bertanya. "apa kondisi nya memburuk?!" panik Alice. "demamnya tidak turun, takutnya denyut jantung nya melemah" ucap Johnny. "kenapa demamnya sangat tinggi" ucap Johnny yang memegang kening dan leher Eveleen.


tin


tin


tin

__ADS_1


"sudah ku duga" ucap Johnny. Alat pendeteksi jantung Eveleen berbunyi hingga Alice juga khawatir.


__ADS_2